Arus Mudik Jalur Laut Diperkirakan Mulai Terjadi H-6 Lebaran

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Memasuki minggu terakhir puasa ramadhan tahun ini, aktifitas arus mudik jalur laut menuju Tembilahan masih belum menunjukan peningkatan. puncak arus mudik dipelabuhan diperkirakan mulai terjadi pada H-6 seperti tahun tahun sebelumnya.

“Belum ada peningkatan. Hasil koordinasi kita dengan pihak pelabuhan Batam, puncak arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada H-6 lebaran,” jelas Kasubsi Keselamatan Berlayar Penjagaan Dan Patroli KPLP Tembilahan, Tugiman. Rabu (31/7)

Tugiman juga menjelaskan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di Pelabuhan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Pelabuhan dalam kondisi siap untuk menyambut arus mudik tahun ini, petugas juga telah kita tugaskan untuk mulai melakukan patroli laut. Kita berharap semua berjalan dengan baik,” harapnya.(dro/*r)




Diskes Inhil Belum Temukan Produk Makanan Berbahaya

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga hari ini, sejak dimulainya tinjauan lapangan (senin, 29/7) terhadap makanan industri berbahaya, Dinas Kesehatan belum menemukan produk makanan yang dinilai dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan terhadap barang makanan berbahaya seperti yang sudah melewati masa kadaluarsa ini dilakukan Diskes diseluruh pasar, supermarket dan swalayan khususnya yang berada di dalam kota Tembilahan. Bahkan parselyang kerap menjadi hadiah disaat lebaran juga tidak luput dari pemeriksaan.

“pemeriksaan selama 3 hari belakangan ini belum kita temukan satupun produk berbahaya. Pemeriksaan ini akan terus kita lakukan hingga tibanya Idul Fitri nanti ,” jelas Kadiskes Inhil Rasul Alim, yang dijumpai di Ruangan kerjanya, rabu (31/7).

Meski diskes mengakui belum ditemukannya pelanggaran, namun ia juga meminta masyarakat agar tetap memperhatikan makanan yang dibeli terutama meneliti masa kadaluarsa makanan tersebut.( dro/*r)




Camat Teluk Belengkong Lantik Dua Pj Kades

Teluk Belengkong  (www.detikriau.org) –Atas nama Bupati, Camat Teluk Belengkong, Marlis, resmi melantik dua pejabat (Pj) Kepala Desa (Kades). Prosesi pelantikan dihadiri oleh pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Dua Pj Kades yang dilantik tersebut yakni,  Cecep Supriadi, yang menggantikan Kades Indrasari Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong, Musmuliadi. Kemudian Suratna, menggantikan Kades Sumber Makmur, Kecamatan Teluk Belengkong,  Suptiadi.

Kedua Kades yang digantikan tersebut merupakan Kades depinitif, namun mereka harus mundur dari jabatanaya, karena maju sebagai calon legeslatif (Caleg) 2014 mendatang. Dalam amanatnya, Marlis menekankan Pj Kades yang dilantik dapat melanjutkan estavet kepemimpinan Kades sebelumnya.

Meski demikian, Pj Kades tersebut tidak akan mampu tanpa adanya dukungan penuh dari warga setempat. Kebersamaan ungkap Marlis, merupakan hal mutlak untuk menuju pembangunan kearah yang lebih baik. “Berikan dukungan penuh kepada Pj Kepala Desa kita yang dilantik,” kata Marlis, Rabu (31/7).

Sebagai seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang saat ini menjabat Kades, Marlis yakin mereka mampu berkeja sama dan sama-sama bekerja. Karena, pada prinsifnya apa yang menjadi tugas Sekdes tentu sangat erat kaitan dengan tugas seorang kepada desa. Segala partisipasi yang diberikan harus sesuai aturan.

“Tempatkan porsi pembangunan sesuai kebutuhan dan kondisi dilapangan yang pada saat ini. Namun yang tidak kalah penting jagalah persatuan dan kesatuan, sehingga apa yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik,” pesannya.

Karena dalam waktu dekat ini, Kabupaten Inhil akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Dan 2014 akan dilakukan pemilihan legeslatif dan pemiliha presiden, maka sesuai ketentua hingga akhir 2014 tidak ada pemilihan kepala desa. Seluruh kewenangan menjadi tugas Pj kepala desa yang dilantik.

Sementara itu kedua Pj kepala desa yang dilantik mengaku siap menjalankan tugas dengan baik. Karena tugas yang diberikan adalah amanah yang harus dipegang. Keberhasilan dalam memimpin tidak lepas dari adanya dukungan masyarakat. Maka itu mereka sangat membutuhkan masukan dan saran.(dro/*1)




Pemkab Inhil Buat Jalan Lintas Baru Untuk Warga GAS

indexTEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membangun akses jalan darat yang lebih baik bagi warga Batang Tuaka, Gaung Anak Serka (GAS) dan Gaung. Tidak lagi mengutamakan jalan penghubung dari Sungai Luar-Sungai Piring- Teluk Pinang yang saat ini berada di pinggir sungai.

Sertimbangannya, akses jalan darat yang sudah  ada tersebut sangat sulit diperbaiki. Tiap kali ditimbun dan diaspal, selalu saja digenangi air pasang. Lantas kemudian jalan yang sudah diperbaiki itu rusak kembali.

Hal itu sangat tidak efektif dan tidak efisien. Pasalnya, selain memboroskan anggaran, juga tidak tepat. Sejak lama, kondisi jalan dimaksud sangat sulit untuk terus dijaga. Karena senantiasa tergerus air pasang.

“Kita sudah tetapkan, meningkatkan kualitas jalan penghubung Sungai Luar-Sungai Empat. Jalan itu lebih lebar dan tidak berada di tepi sungai. Nantinya dari sekitar Sungai Empat baru turun memutar ke Teluk Pinang,”kata Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan.

Jalan penghubung Sungai Luar-Sungai Piring-Teluk Pinang saat ini lebarnya menurut Bupati sangat tidak memadai. Kendaraan roda empat sulit untuk melintas pada jalan tersebut. Selain sempit juga mengalami kerusakan yang sangat parah.

Kebijakan mengalihkan jalan penghubung itu ditegaskan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang itu telah melewati pertimbangan yang matang. Kebijakan itu diambil juga untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Sesuai dengan kondisi geografis kita. Jalan penghubung harus dibangun jauh dari sungai, supaya tidak longsor dan tergenang air pasang. Karena itu, jalan baru yang kita bangun akan mampu memberikan ruang bagi warga nantinya untuk mengangkut hasil bumi maupun mobilisasi yang lainnya,”tegas Indra Muchlis Adnan.

Begitu pula dengan jalan lintas lainnya yang berada di tepi sungai. Pemkab Inhil disebut Bupati terus melakukan kajian. Pada masa mendatang diharapkan tidak ada lagi ruas jalan yang berada di pinggir sungai, supaya biaya pemeliharaan dan perbaikan tidak mahal. (dro/*1)




Jelang Lebaran, Pasar Jongkok Kebanjiran Pembeli

imagesTembilahan (www.detikriau.org) – Menjelang berakhirnya pelaksanaan puasa ramadan, kawasan pasar jongkok seputaran jalan Sultan Syarif qasim Tembilahan mulai ramai dibanjiri pembeli. Pasar yang lebih aktif dimalam hari ini menjadi salah satu tujuan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan perayaan lebaran.

Aan, salah seorang pedagang pakaian mengaku peningkatan jumlah pengunjung mulai dirasakan sejak memasuki pertengahan Ramadan. Setiap malamnya, ribuan pengunjung penuh sesak memadati kawasan yang menyediakan berbagai dagangan mulai barang-barang bekas hingga barang baru ini.

“Sejak pertengahan Ramadan kawasan ini sudah ramai dikunjungi pembeli. Alhamdulillah omset kita juga meningkat. Setiap malam, rata-rata saya bisa menjual hingga puluhan potong pakaian jadi. Biasanya kondisi seperti ini akan semakin meningkat menjelang semakin dekatnya perayaan idul fitri,” Ujar Aan.

Rendi, pedagang lainnya juga membenarkan akan adanya peningkatan jumlah pengunjung. Menurutnya, kopiah, peci haji, jilbab, sajadah dan berbagai barang dagangannya laris manis. Meski tidak mengambil untung tinggi, dengan meningkatnya omset penjualan, rupiah keuntungan yang mampu diraih juga dipastikannya mengalami peningkatan.

“Kesempatan seperti ini biasanya hanya setahun sekali. Maklum untuk merayakan lebaran, biasanya masyarakat lebih memilih barang baru. Apalagi barang dagangan saya harganya sangat terjangkau dan juga sangat dibutuhkan. Alhamdulillah.”Syukurinya.

Dikatakan Rendi, barang dagangan ini sebahagian dipasoknya dari pulau jawa dan sebahagian lagi ia datangkan dari provinsi Sumatra Barat. Kegiatan seperti ini diakuinya sudah menjadi rutinitas dan penghasilan utamanya.

Kawasan pasar jongkok yang berada dipusat perkotaan kota Tembilahan selama ini memang menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat.  Disamping mencari berbagai kebutuhan, kawasan ini juga sudah menjadi salah satu tujuan rekreasi warga. Aktivitas yang dimulai sejak pukul 16.00 hingga menjelang malam ini membuat kota Tembilahan terasa hidup.

“Walau diluar bulan Ramadan, kawasan ini setiap malamnya memang selalu ramai pengunjung. Bukan hanya penduduk setempat, pelancong luar daerah juga menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat yang sepertinya wajib dikunjungi. Memang menjelang idul fitri seperti saat ini, peningkatan jumlah pengunjung menjadi luar biasa,” Ujar Wawan seorang warga Tembilahanl. Selasa malam (30/7). (dro)




Dua Kali di Demo di Bulan Ramadan, SMAN Indra Praja ditiadakan

Kadisdik, H Fauzar (Berbaju batik) dan beberapa pejabat disdik Inhil dipaksa demontras duduk berpanas-panasan mendengarkan orasi massa
Kadisdik, H Fauzar (Berbaju batik) didampingi beberapa pejabat disdik Inhil dipaksa demontras duduk berpanas-panasan mendengarkan orasi massa

Tembilahan (www.detikriau.org) – DPRD Inhil menegaskan bahwa Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) 1 Tembilahan dikembalikan seperti sediakala. Pengembalian ini bermakna penamaan SMAN Indrapraja dinyatakan ditiadakan.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Surya Lesmana yang saat itu didamping Kepala Dinas Pendidikan, Fauzar dihadapan para demonstran yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli SMAN 1 Tembilahan Kota (AMMP) beserta Osis SMAN 1 Tembilahan dan puluhan siswa. Selasa (30/7)

Keputusan pengembalian nama SMAN 1 Tembilahan ini dikatakan Surya Lesmana didasarkan kepada hasil rembuk dan keputusan pihak DPRD bersama Dinas Pendidikan Inhil.

“Kesepakatan pengembalian nama SMAN 1 ini merupakan hasil keputusan kita bersama. Sementara untuk SMP 1 Indrapraja dan SD 032 Indrapraja belum dilakukan pembahasan,” Jelas Surya.

Sebelumnya, ratusan massa AMMP dan Osis SMA 1 tembilahan beserta siswa melakukan orasi di depan Kantor Disdik Inhil. kedatangan rombongan massa disambut langsung oleh kadisdik, H Fauzar didampingi beberapa orang staff. Dihalaman kantor Disdik, masa memaksa Kadisdik duduk berjemur sambil lesehan mendengarkan berbagai orasi. Selesai di Disdik, rombongan bergerak ke kantor DPRD Inhil yang juga diikuti oleh Kadisdik dan beberapa orang pejabat.

Usai mendapatkan kepastian, massa mengaku puas. Korlap massa, Indra Gunawan menegaskan bahwa aksi mereka hanya menuntut pengembalian nama SMAN 1 Tembilahan. Sedangkan untuk SMPN Indra Praja dan SD 032 Indra Praja diluar agenda demo.”Aksi kita hanya satu tujuan yakni meminta pengembalian SMAN 1. Lainnya diluar agenda kita,” Tegas Indra.

Kesepakatan yang disampaikan Anggota DPRD Inhil, Surya Lesmana akhirnya disalin diatas sebuah kertas bermatrai cukup. Keputusan itu ditantangani oleh DPRD yang diwakili Surya Lesmana, Kadisdik Inhil, H Fauzar beserta perwakilan Komite sekolah dan perwakilan masyarakat. (dro)