Setelah Enok, Api Kembali Hanguskan 3 Rumah Warga di Guntung

gambar ilustrasi kebakaran rumah
gambar ilustrasi kebakaran rumah

Tembilahan (www.detikriau.org) – Baru berselang satu hari setelah amukan api menghanguskan 5 unit rumah warga di Kelurahan Enok, dinihari, kamis (29/8) sekira pukul 02.00 Wib, api kembali melalap 3 unit perumahan warga Jalan Hasanuddin, Guntung, Kecamatan Kateman.

Berdasarkan penjelasan pihak kepolisian, api diduga berasal dari rumah Alimuddin yang ditinggal pemiliknya sejak dua bulan yang lalu untuk mencari pekerjaan di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). “Peristiwan kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa.  sementara jumlah kerugian materil masih belum diketahui.” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK., M.Si melalui paur Humas, Ipda Warno Akman, kamis (29/8)

Tiga warga yang rumahnya hangus terbakar ditambahkan Paur Humas adalah rumah milik Alimuddin (50), Lukman (37) dan H Along (70).(dro)




5 Unit Perumahan Penduduk di Kelurahan Enok Ludes dilalap Api

2TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, diperkirakan korban kebakaran mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Amukan si jago merah kali ini menghanguskan 5 unit permukiman padat penduduk di Jalan Ambacang, Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, Rabu (28/8) sekira pukul 16.30 WIB dan api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 18.00 Wib.

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, diduga api berasal dari rumah salah seorang korban bernama Johan Wahyu yang diakibatkan  arus pendek. Menurut keterangan petugas kepolisian, api pertama muncul dari kamar tidur korban yang saat itu masih sibuk beraktivitas.

“Kuat dugaan kita penyebab api dikarenakan adanya arus pendek dari dalam kamar tidur korban. Setelah itu, api baru menjalar kemana-mana dan menghabiskan sebanyak lima unit rumah disekitar Jalan Ambacang, Kelurahan Enok,” kata Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Paur Humas Polres Inhil, Ipda Warno, Rabu (28/8) malam.

Berikut nama-nama para korban, Dahrun, Johan Wahyudi, Dewantara, Marhadi dan Abdul Rajak. Saat ini para korban mengungsi kerumah tetangga dan sanak familinya.”Kejadian itu masih dalam penyelidikan Polsek Enok. Sedangkan kerugian materi ditaksi hingga mencapai Rp 350 juta.” Tutup Paur Humas. (dro/*1)




2013, Pemkab Inhil Hanya Dapatkan Kuota 50 orang CPNS

1Tembilahan (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sudah mendapatkan kuota untuk melakukan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013. Namun kapan pelaksanaannya masih menunggu kepastian.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir, Afrizal melalui sambungan telepon selularnya, rabu (28/8).

“Benar kita sudah mendapatkan kuota untuk penerimaan CPNS, tapi jumlahnya tidak banyak, hanya 50 orang,” Jawab Afrizal

Dari total jumlah penerimaan itu, 55 persennya untuk tenaga guru, 35 persen kesehatan dan 10 persennya tenaga teknis. Hingga hari ini ditambahkan Afrizal pihaknya masih menunggu kepastian kapan pastinya pelaksanaan penerimaannya.(dro)




Sekda Himbau Masyarakt Ikut Menjaga Keberadaan lampu Penerangan Jalan

indexTembilahan (www.detikriau.org) – Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM menghimbau, untuk kepentingan bersama, agar masyarakat Inhil khususnya kota Tembilahan untuk ikut menjaga dan merawat lampu penerangan jalan. Himbauan ini disampaikan Sekda, terkait seringnya peralatan lampu penerang jalan tenaga surya diusili oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Beberapa waktu belakangan ini, Pemkab Inhil melakukan pemasangan lampu penerangan jalan bertenaga surya dibeberapa ruas jalan dalam kota Tembilahan. Namun sayangnya, banyak peralatan lampu tersebut, terutama aki penyimpan tenaga surya raib karena dicuri oleh orang tak bertanggungjawab. Kondisi seperti ini tentunya akan menyebabkan gelontoran dana yang tidak sedikit tidak dapat dinikmati masyarakat sebagaimana peruntukannya.

“lampu ini dibangun untuk kepentingan bersama. Disamping untuk keindahan kota tentunya untuk keamanan khususnya pengguna kendaraan dimalam hari. Sudah selayaknya asset ini untuk dijaga secara bersama-sama agar dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lama,” Pinta Sekda.

Terkait seringnya terjadi kehilangan perlengkapan lampu penerangan tersebut, sekda mengaku saat ini masih dicarikan jalan keluar agar kejadian ini tidak terus berulang.

Untuk aki beberapa lampu penerangan yang sudah hilang dicuri, Sekda mengatakan nantinya akan kembali digantikan. Namun setelah ditemukan cara terbaik agar peralatan ini tidak lagi bisa dicuri.

“rasanya tidak perlu terburu-buru untuk diganti. Nanti juga akan sia-sia jika kembali dicuri. Kita akan pikirkan bagaimana mengatasinya dan setelah itu didapatkan segera akan kita ganti dengan yang baru,” Pungkas Sekda. (dro)




974 Unit Handphone BlackBerry atau 1.226 ?

black berryTembilahan (www.detikriau.org) – Penangkapan Handphpne Blackberry tak bertuan kali ketiga oleh pihak Bea dan Cukai Tembilahan, rabu (31/7) yang lalu belakangan menebar kabar yang tidak sedap. Kabar ini mencuat setelah salah seorang yang mengaku sebagai pemilik barang berhasil dikomfirmasi wartawan. Dikabarkan, jumlah total pengiriman barang sebanyak 1.226 unit.

“saya sendiri heran kenapa jumlah barang tersebut hanya diberitakan sebanyak 974. Barang saya itu seharusnya 1226 unit. Kita terbuka ajalah bang ya. Ini ada permainan bang,” Ungkap  sumber, ayong memulai komfirmasi melalui sambungan telepon selularnya yang sempat direkam wartawan.

Dijelaskan ayong, untuk mencari tau penyebab ketidaksingkronan jumlah barang miliknya itu, Ia mengaku sudah mempertanyakan kepihak kapal, travel dan bahkan pihak bea cukai Tembilahan namun mereka mengakui tidak mengetahui.

“Aku pusing bang. Mau kemana lagi harus mengadu. Jika benar penangkapan bea cukai hanya sebanyak 974 unit, berarti kekurangannya sebanyak 252 unit. Tapi saya juga tak bisa apa-apa bang karena ini memang sudah nasib saya,”Paparnya dengan nada suara lemas.

Masih menurut ayong dalam rekaman berdurasi 5 menit 12 detik itu, biasanya pengiriman barang tidak melalui Tembilahan namun ia mendapatkan arahan dan akhirnya barang miliknyapun tertangkap.

Terkait pengakuan ini, pihak bea cukai Tembilahan membantah. Menurutnya, total jumlah BB hasil penegahan kala itu memang sejumlah 974 dan ada saksi saat melakukan penghitungan.

“totalnya ya hanya sebanyak 974. Jumlah itu sudah sesuai dengan berita acara dan pencacahannya juga ada saksinya,” Jawab pihak Bea dan Cukai Tembilahan melalui kepala seksi kepatuhan internal dan penyuluhan, Agustinus Rahmad Subagyo, selasa (27/8)

Ketika kembali dipertanyakan wartawan apakah saat itu tidak ada semacam dokumen pengiriman barang yang dipegang oleh pihak travel, agustinus menyatakan tidak. Penangkapan saat itu menurutnya dilakukan secara tertutup. Usai ditangkap, barang langsung dibawa ke kantor BC Tembilahan dan langsung dilakukan pencacahan.

Dalam komfirmasi itu juga, saat wartawan mempertanyakan nama travel yang membawa barang saat terjadinya penangkapan, agustinus mengaku kurang hapal. ia menyatakan akan mencoba melihat dokumennya dan kemudian masuk kesalah satu ruangan di kantor BC Tembilahan. Sayangnya, begitu ia kembali menemui wartawan, ia mengaku tidak bisa menyebutkan secara terbuka karena hal ini dibutuhkan untuk melakukan pengembangan. Bahkan saat wartawan juga memintakan siapa saksi yang ikut menghadiri sewaktu melakukan pencacahan, agustinus juga mengelak untuk memberitahukan.

“Ya saksinya pasti adalah. Pokonya ada,” Jawabnya dengan sedikit terbata-bata.

Diakhir komfirmasi ketika kembali dipertegas oleh rekan wartawan, apakah hingga saat ini pihak BC Tembilahan masih belum mengetahui siapa pemilik barangnya, Agustinus membenarkan. (dro)




Pemkab Inhil dapatkan Predikat WDP dari BPK RI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Indra Muchlis Adnan, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2012 dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Riau di Pekanbaru, Senin (26/8) kemaren.

LHP yang diserahkan Kepala BPK Perwakilan Riau Drs Widiatmantoro diterima oleh Bupati yang didampingi Ketua DPRD Inhil, HM Raus Walid dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).  Hal ini sama dengan LHP tahun 2011 silam.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, H Suhardiman dalam sambutannya Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan mengucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Riau yang telah bekerja keras dalam memeriksa LKPD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2012. Apalagi dengan opini WDP.

Kata Suharidman, Pemkab Inhil akan tetap terus berupaya meningkatkan laporan keuangan ini dengan baik di masa mendatang hingga mendapat predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sebagai salah satu kabupaten berkembang, tentu sangat ingin Inhil menerima LHP dengan opini WTP.

Pemeriksaan LKPD tahun 2012 ini sangat penting dengan tujuan terciptanya pengelolaan keuangan yang bersih, tepat guna dan bertanggung jawab.”Hasil pemeriksaan itu sangat bermanfaat sekali bagi bagi daerah, terutama dalam menciptakan pengelolaan keuangan yang baik dan bersih,” kata Suhardiman.

Ke depan  diharapkan Pemkab Inhil dapat mempertahankan dan meningkatkan opini dengan terus mengupayakan pengelola keuangan daerah secara akuntabel dan transparan. Namun utnuk memenuhi semua itu perlu sinergisitas antar sesama lembaga dilingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

“Kita sudah bersyukur bisa memproleh opini demikian. Namun alangkah lebih bagus kedepan kita bisa mendapat opini WTP. Mudah-mudahan apa yang sudah kita harapakan tersebut bisa terealisasi,” imbuh Kabag Humas Pemkab Inhil Suhardiman, saat dikomfirmasi melali sambungan selulernya.(rls)