5 Pilar, 5 Kisi dan 8 Program Warohmah, Perbaikan atau Sekedar Janji Manis

pilkada 033Tembilahan (www.detikriau.org) – Pesta demokrasi sudah hampir usai. Calon pemimpin Inhil 5 tahun kedepanpun sudah hampir bisa dipastikan. Kalah dan menang juga merupakan sebuah keharusan. Namun kedua-duanya sama-sama sebuah ujian.

Hari ini, dari hasil perhitungan sementara berbagai sumber, seluruh tim pemenangan pasangan calon berjargon Warohmah pastinya akan tersenyum lebar. Kerja keras dan perjuangan berbuah hasil manis. Lelah terbasuh dengan rasa gembira. Namun kemenangan bukanlah akhir dari perjuangan tapi awal baru untuk memenuhi apa yang sudah dijanjikan.

Maju untuk memperebutkan hati masyarakat Inhil, Warohmah mengusung misi yang dibagi dalam 5 pilar, 5 kisi dan 8 program pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir,

5 pilar tersebut yakni, pertama: meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepemimpinan kepemerintahan lewat praktik tata kelola yang bersih dan baik (good governance) dengan “meningkatkan kepemerintahan daerah yang amanah” dan masyarakatnya partisipatif dalam pembangunan. Kedua: mengembalikan kejayaan masyarakat Inhil yang didalam sejarahnya dikenal sebagai daerah maju dan terdepan dengan mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA dan SDM. Ketiga: memperkokoh pelaksanaan demokrasi, semangat kegotongroyongan, memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban serta mendukung supremasi hukum. Keempat: Meningakatkan keterpaduan dan keharmonisan anatar para pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat dan dunia usaha) didaerah, maupun dalam hubungan dengan lintas kota/kabupaten lain, Provinsi, Nasional dan Internasional dalam rangka menata pembangunan untuk kejayaan Kabupaten Inhil, dan Pilar Kelima: mendorong terwujudnya prestasi-prestasi pembangunan yang mengutamakan partisipasi dan manfaat kemaslahatan bagi masyarakat Inhil seluas-luasnya sehingga Kabupaten Inhil menjadi barometer baru pencapaian pembangunan Provinsi Riau.

Adapun 5 Kisi Pembangunan yang  dijanjikan pasangan Warohmah adalah, pertama: meningkatkan pembangunan sarana prasarana infrastruktur daerah (jalan desa, jembatan, pasar, perhubungan desa-kota, listrik, tata air, fasilitas umum, dsb) secara lebih merata dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Inhil. Kedua: meningkatkan kualitas SDM yang tawakal, berahlak mulia, professional, unggul dan sehat sehingga berdaya saing lebih tinggi melalui inovasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau. Ketiga: memajukan perekonomian daerah yang bertumpu pada pengelolaan ekonomi pertanian (termasuk perkebunan, perikanan dan peternakan), perdagangan, industri dan pariwisata berlandaskan potensi setempat, memanfaatkan kemajuan iptek dan didukung investasi dunia usaha yang diselaraskan dengan penjagaan martabat masyarakat dan jatidiri daerah Kab Inhil. Keempat: mengembangkan ekonomi kreatif guna menghasilkan nilai tambah ekonomi keluarga dan masyarakat Inhil. dan Kelima: meningkatkan kualitas penataan pembangunan sarana prasarana infrastruktur ibukota kabupaten secara lebih rapi, modern dan indah guna mendukung pelayanan dasar maupun umum, sehingga kota Tembilahan menjadi kota yang lebih dicintai dan dibanggakan masyarakat Inhil.

Sedangkan 8 Program Utama yang dijanjikan pasangan yang terpublikasi sebagai tokoh agamis ini dalam masa pemerintahan 5 tahun kedepan yang dimottokan sebagai “spirit baru menabur kemaslahatan untuk masyarakat dan daerah Kabupaten Indragiri Hilir” adalah, pertama: reformasi pelayanan birokrasi warohmah yang bersih, mudah, cepat, adil dan ramah dalam melayani warga sejalan dengan pembinaan aparatur dengan system meritokrasi yang objektif, professional, bersih dan sejahtera. kedua: program Desa Maju Inhil Jaya lewat percepatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara integrasi, berkualitas dan merata hingga seluruh penjuru desa. Termasuk perbaikan harga dan diversifikasi ekonomi perkebunan kelapa rakyat dimulai dengan penataan regulasi yang lebih menguntungkan petani dan masyarakat Inhil. Ketiga: pendidikan berkualitas dan terjangkau serta meningkatkan akses pendidikan masyarakat usia sekolah. Keempat: Inovasi pelayanan kesehatan lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau. Kelima: peningkatan peluang kesempatan kerja lewat program Inhil Bergerak yang dilakukan dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Keenam: program kewirausahaan sosial melalui Pemberdayaan Masyarakat Inhil kreatif berahlak mulia dengan program sosial keagamaan, organisasi pemuda, kelompok perempuan dan kelompok usaha ekonomi kreatif , membina kewirausahaan sosial berbasi program terintegrasi (terpadu) lintas SKPD. Ketujuh: penataan pembangunan ibukota kabupaten yang rapi, modern, indah dan bermartabat. Serta yang Kedelapan: pengelolaan daerah aliran sungai secara terintegrasi dengan fungsi ketahanan ekonomi masyarakat, manajemen mitigasi bencana serta penerapan iptek dan pembangunan pariwisata.

Rakyat Inhil kini hanya menunggu kiprah pasangan berlabelkan agamis ini mampu menepati atau tidak apa yang telah dijanjikan. Perbaikan atau  hanya sekedar janji manis !!!. (dro)




Hasil Perolehan Suara Sementara Pilkada Inhil, Warohmah Ungguli 3 Kandidat lainnya

Proses Penghitungan Suara di Salah Satu TPS di Kecamatan Tembilahan
Proses Penghitungan Suara di Salah Satu TPS di Kecamatan Tembilahan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hasil perhitungan Sementara Desk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018, pasangan Calon berjargon Warohmah (Wardan dan Rosman) berhasil mengungguli 3 pasangan kandidat lainnya dengan total perolehan suara sementara sebanyak 78.364 atau 34,68 % dari 225.940 total suara yang masuk atau sebesar 45,95% dari total DPT hingga pukul 22.00 Wib . Rabu (4/9)

Diurutan kedua, ditempati pasangan calon berjargon Sumbawa (Syamsuddin Uti dan Muslimin) dengan perolehan suara sebanyak 66.004 atau sebesar 29,21% kemudian disusul oleh pasangan berjargon Cerdas (Edy Syafwannur dan Agussalim) dengan perolehan suara sebanyak 64.835 suara atau sebesar 28,70%. Sementara pasangan berjargon Dinamis (Zainal Abidin dan Said Ismail) mengantongi perolehan suara terkecil sebanyak 16.737 atau sebesar 7,41%.

Berdasarkan data dari Desk Pilkada yang berposko di kantor Kesbangpol Inhil ini, pasangan Warohmah mendapatkan suara peringkat teratas di Kecamatan Tembilahan, Pulau Burung, Concong, Enok, Keritang, Reteh, Sungai Batang dan Kemuning.

Pasangan Sumbawa di Kecamatan Tembilahan Hulu, Tempuling, Batang Tuaka, Gaung, Mandah, Kuindra dan Pelangiran.

Pasangan Cerdas di Kecamatan Kempas, Gaung Anak Serka (GAS), Teluk Belengkong, Kateman dan Kecamatan Tanah Merah

Sementara pasangan dengan jargon Dinamis, tidak berhasil mendapatkan perolehan suara tertinggi di satupun kecamatan diseluruh Inhil. (dro)




Bupati Sambut Kunjungan Kapolda Riau ke Inhil

Tinjau Pelaksanaan Proses Pencoblosan Pilkada

Foto bersama di depan kantor KPUD Inhil
Foto bersama di depan kantor KPUD Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H Indra M Adnan menyambut secara langsung kedatangan Kapolda Riau, Brigjen Pol Condra Kirono beserta rombongan ke Kabupaten Inhil dalam agenda pantauan proses pemungutan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (4/9).

Dalam kunjungannya ini, Kapolda Riau didampingi Sekda Prov Riau, Zaini Ismail dan Kejati Riau, Eddy Rakamto. Selain disambut Bupati Inhil, orang nomor satu di jajaran kepolisian Riau ini juga disambut  oleh Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan,SIK., M.Si, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf FP Tarigan, Kejari Inhil, Ferziansyah Sesunan,  Ketua DPRD Inhil, HM Raus Walid, Sekdakab Inhil, Alimuddin RM serta beberapa pejabat publik Negeri Seribu Jembatan termasuk Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi.

Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan adalah TPS 16 Jalan Swarna Bumi, Kantor KPU Inhil, TPS 28 Jalan M Boya dan TPS 39 Jalan Gunung Daek Tembilahan.

Menurut Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, untuk Pilkada Riau 2013, pihaknya mengerahkan sekitar 6.646 personil serta ditambah personil Mabes Polri sebanyak 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK). Kekuatan tersebut untuk memback up proses pesta demokrasi di Riau.

Pada kesempatan ini Kapolda juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Isu-isu tersebut hanya ingin merusak persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah berjalan bagus. Jika terdapat pelanggaran Kapolda menyarankan masyarakat menyampaikanya kepada Panwaslu. Namun untuk pidana pihaknya siap menerima. (dro)




Sekda Lepas 58 JCH Korpri Inhil

foto, humas
foto, humas

Tembilahan (www.detikriau.org) – Musim Haji Tahun 2013, Pemkab Inhil melepas 58 orang PNS untuk menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci. Pelepasan anggota Korp Pegawai Negri (Korpri) Kabupaten Indragiri Hilir bertempat di Balai Utama Kantor Bupati ini dilakukan oleh Ketua DPD Korpri Inhil, H Alimuddin RM , selasa (3/9) kemaren.

Dalam sambutannya, Alimuddin berpesan agar 58 JCH Korpi tetap  menjaga kesehatan.”Dengan tubuh sehat dan tentunya akan membuat fisik menjadi kuat, isnyaallah kita akan dapat melaksanakan ibdah secara optimal dan insyaallah juga nantinya akan mendapatkan Haji Mabrur,” Pesan Sekda.

Sebagai anggota Korpri yang berperan sebagai pelayan masyarakat, ditambahkan Sekda, tentunya harus selalu menjaga  setiap tindakan dan perbuatan agar nama Korpri hendaknya dapat terus terjaga dengan baik.

Diakhir penyampaian amarannya, Sekda berpesan agar setibanya ditanah suci, seluruh JCH Korpi dapat memanjatkan do’a bagi kebaikan masyarakat Inhil, saudara-saudara yang ditinggal termasuk anggota Korpri lainnya.”Mudah-mudahan Negri kita ini akan menjadi Negri yang sejahtera, makmur dan damai.” Pungkas Sekda.(dro)




Amankan Pilkada, Polres Inhil Kerahkan 506 Personil

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK., M.Si
Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK., M.Si

Tembilahan (www.detikriau.org) – Amanakan jalannya Pilgubri dan Pilbup Inhil, Polres Inhil mengerahkan sebanyak 506 personil yang disebar di 20 Kecamatan. Seluruh personil yang diturunkan sudah melalui tahapan serpas (pergeseran pasukan).

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik.,M.Si melalui Perwira Humas, Ipda Warno. Serpas dikatakan Paur Humas dimaksudkan agar personil yang mendapat tugas pengamanan sudah dapat mengenal dan memahami situasi dan kondisi dilapangan tempat di mana ia ditugaskan.

“Selain personil Kepolisian Polres Inhil,  kita juga mendapatkan tambahan bantuan tenaga pengamanan dari Polda Riau sebanyak 68 personil, BKO Sat Brimop Provinsi Kepri 66 personil dan 34 Personil dari Polres Inhu,”Terang Paur Humas

Ditambahkan Paur Humas, penjagaan pengamanan dihari H tidak hanya saat proses pelaksanaan pencoblosan tetapi juga disaat dilakukan penghitungan suara di TPS hingga surat suara diantar ke PPK. “Seluruh personil ditugaskan untuk mengamankan hal-hal yang mungkin akan mengganggu jalannya pesta rakyat ini.” Pungkas Paur Humas.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Indragiri Hilir, dari 20 Kecamatan se Kab Inhil, pelaksanaan pencoblosan dilakukan di 1.559 TPS. (dro)




Simpang Siur Data Pemilih, Golput Diperkirakan Meningkat

Salah satu Lokasi TPS Jalan pekan Arba Tembilahan
Salah satu Lokasi TPS Jalan pekan Arba Tembilahan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hingga di tutupnya pelaksanaan pencoblosan Pilgubri dan Pilbup Inhil pukul 13.00 Wib, khususnya di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu berjalan dengan cukup tertib. Namun diprediksi, jumlah pemilih yang tidak memberikan suara akan meningkat.

Pantauan, perkiraan peningkatan Golput bukan hanya disebabkan keengganan warga untuk memberikan pilihan pada salah satu calon tetapi lebih dikarenakan kesembrautan sistem pendataan Pemilih.

Informasi yang dirangkum dari berbagai sumber masyarakat pemilih di dua Kecamatan yang ditemui di lokasi TPS mengaku tidak mendapatkan surat Pemberitahuan Waktu dan Tempat Pemungutan Suara model c6-KWK.KPU. “Saya sendiri heran, seumur hidup saya tinggal diwilayah ini, tapi saya tidak mendapatkan undangan pemilih. Herannya, istri saya sendiri malah diberikan. Bahkan tetangga saya, 4 orang yang memiliki hak suara dalam 1 KK, seluruhnya juga tidak mendapatkan kartu Model C6.”Ungkap H Amri, salah seorang warga di Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan. Rabu (4/9)

Menurut Informasi yang diterimanya dikatakan Amri, bagi warga yang tidak mendapatkan kartu model C6 bisa memberikan suara dengan catatan dapat menunjukkan KTP. Namun kebijakan ini kembali membuat ia kecewa. Benar ia diperbolehkan untuk memberikan suara tetapi waktunya setelah seluruh pemilih yang mendapatkan undangan selesai melakukan pencoblosan. Padahal menurutnya namanya terdata di DPT.

“Kerja kita bukan ini saja. saya perlu mencarai nafkah untuk keluarga. Kalau harus menunggu lama, lebih baik kita tidak usaha ikut memilih,” Kecam Amri yang saat itu juga dibenarkan oleh beberapa orang pemilih lainnya.

Kesimpang siuran data pemilih ini sudah mulai mencuat sejak 1 hari menjelang hari H. bukan hanya tidak mendapatkan kartu Model C6, sebahagian mpemilih malah tidak mendapatkan kartu pemilih. Sementara, banyak diantaranya, 1 orang pemilih mendapatkan lebih dari satu kartu pemilih.

“Saya aja dapat dua kartu pemilih. Di dua kartu itu, Nama dan tanggal lahir sama hanya saja NIK yang tertera berbeda.” Ujar Arif, warga Jalan Batang Tuaka Tembilahan. (dro)