Kejaksaan Tembilahan Akui Tak Pernah Terima laporan Penanganan Barang Sitaan BC

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negri Tembilahan, Boy Martin
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negri Tembilahan, Boy Martin

Tembilahan (ww.detikriau.org) –Kejaksaan Negri Tembilahan nyatakan tidak pernah mendapatkan pemberitahuan terkait penanganan barang sitaan yang dilakukan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan melalui Kasi Pidum, Boy Martin saat ditemui diruang kerjanya, Senin (9/9). Menurut Boy Martin, untuk barang-barang tangkapan tak bertuan sama artinya barang temuan dan  harus disita untuk Negara.

“Khusus untuk tiga kali kasus penangkapan Balckberry yang satupun diberitakan tanpa ada tersangka, sampai hari ini kita belum pernah mengetahui bagaimana penanganannya karena memang pihak kita tidak pernah mendapatkan laporan dari pihak KPPBC Tembilahan. Jika tak bertuan, artinya barang temuan dan harus disita untuk Negara,” Tegas Boy Martin

Secara aturan, penanganan terhadap barang-barang temuan yang disita untuk Negara bisa dimusnahkan atau dilelang. Jika dimusnahkanpun ada aturan yang harus diikuti termasuk jika harus dilelang. Untuk barang temuan seperti Handphone, karena memiliki nilai ekonomis dan tidak memberikan efek negatif kepada masyarakat biasanya akan dilelang.

“namun sekali lagi kita tidak bisa berkomentar banyak, termasuk simpangsiurnya jumlah barang sitaan penangkapan terakhir karena memang kita tidak pernah mendapatkan laporan,” Pungkas Boy Martin.

Hingga bulan Sepetember 2013, KPPBC Type Madya pabean C Tembilahan telah melakukan tiga kali penahanan Blackberry yang seluruhnya dinyatakan tidak bertuan. Kasus penangkapan pertama sebanyak 76 unit pada tanggal 20 Juni 2013, kemudian penangkapan kedua sebanyak 100 unit pada Jum’at (12/7/2013) sekira pukul 14.30 Wib. Blackberry illegal tangkapan kedua ditahun 2013 ini disita dari speedboar Rahmat Jaya tujuan pulau Batam – Tembilahan saat sedang berlabuh di dermaga syahbandar Tembilahan.

Tangkapan ketiga pada rabu (31/7/2013) sekira pukul 17.00 Wib. Penangkapan barang ini dilakukan saat barang sedang berada dalam sebuah travel yang hendak bergerak dari Tembilahan dengan tujuan Provinsi Sumatra Barat. Dari expose pihak KPPBC Tembilahan, BB tangkapan kali ketiga ini berjumlah sebanyak 974 unit. Belakangan, kasus ini menghembuskan angin tak sedap setelah wartawan berhasil mendapatkan pengakuan dari seseorang yang mengakui sebagai pemilik. Keseluruhan BB tersebut saat pengiriman diakuinya sebanyak 1226 unit.(dro)




Disnakertrans Inhil Didik 23 Operator komputer

komputerTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelatihan tenaga kerja jurusan operator komputer, Senin (9/9). Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan tambahan keterampilan bagi para pencari kerja (Pencaker).

Ketua pantia pelaksana, Husni Tamrin, pada kesempatan itu menyatakan sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan yang akan berlangsung selama 30 hari. Dimana sasaran kegiatan tersebut diperuntukan bagi masyarakat pencari kerja yang tersebar diberbagai daerah se Inhil.

Dengan pelatihan itu, lanjut Husni Tamrin peserta diharapkan akan memiliki wawasan terutama pengoperasian komputer program microsoft office maupun program lainnya yang sudah masuk dalam agenda pelatihan.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Inhil dalam hal ini diwakili Sekretaris Dinas, Evariamon mengharapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut sebaik-baiknya. Sehingga segala ilmu yang sudah diberikan oleh instruktur bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

“Dengan begitu, pencaker bisa langsung terjun kelapangan. Disisi lain, peserta juga ahli dan mampu dalam mengoperasikan komputer,” kata Emon, sapaan akrab Evariamon. Mantan Camat Teluk Belengkong ini  sambil menyarankan kepada peserta untuk aktif bertanya, khususnya bagi hal yang belum dipahami.

Komputer saat ini sudah bukan benda yang asing dalam kehidupan sehari-hari, terutama sekali dalam menunjang kegiatan seseorang terkait berbagai aktifitasnya. Maka sangat tertinggal, bila ada generasi muda yang tidak mampu mengoperasionalkan komputer.

Selain itu, pelatihan komputer semacam ini bagus sekali bagi menambah pengetahuan. Kemudian  pelatihan itu terutama sekali bisa dimanfaatkan sebagai wadah penambahan modal dalam mencari kerja. “cukup banyak peluang kerja saat ini membutuhkan tenaga yang mampu mengoperasikan komputer,” pungkasnya.(dro)




Warga pinta Pemimpin Inhil kedepan Kembalikan Tembilahan Sebagai Kota Ibadah

imagesTembilahan (www.detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan meminta Bupati Inhil terpilih nantinya dapat kembali mengembalikan gelar kota Tembilahan sebagai Kota Ibadah. Keunggulan perhitungan sementara untuk kemenangan pasangan  Warohmah yang dikemas sebagai tokoh Agamis yang hampir dipastikan akan menjadi orang nomor di Pemkab Inhil diharapkan bukan sekedar kata perebut simpati masyarakat namun haruslah benar-benar dapat dibuktikan.

”Sekian lama masyarakat merasa gelar kota Ibadah untuk Ibukota kabupaten Inhil ini seakan ternodai. Berbagai praktik maksiat yang terpampang jelas hampir disetiap sudut kota membuat kita malu untuk melabelkan sebutan Ibadah. Ini menjadi salah satu tugas penting bagi pemimpin Inhil kedepan,” Pinta seorang Warga Tembilahan, Mulyadi  akhir pekan kemaren di Tembilahan

Tidak hanya Mulyadi, warga kota Tembilahan lainnya, Bobby juga menyampaikan harapan yang hampir senada. Kesan bebasnya praktik maksiat dikota Kelahirannya ini diakui Bobby dikhawatirkan akan memberikan efek tidak baik bagi kalangan muda yang nantinya akan tumbuh sebagai calon-calon pemimpin Negri Seribu Jembatan ini kedepannya.

“Suguhan praktik maksiat yang terkesan cukup bebas ini tentunya akan menjadi contoh yang tidak baik bagi generasi penerus. Persoalan ini harus segera dicarikan solusi terbaik.” Harap Bobby

Harus diakui, harapan yang disampaikan sebagian masyarakat Tembilahan itu kepada pemimpin Inhil kedepan bukanlah sesuatu yang mengada-ngada. Hari ini, hampir disetiap sudut kota Tembilahan cukup mudah ditemui tempat-tempat yang berbau maksiat dan bukan lagi menjadi rahasia umum. Jika nantinya benar pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo dikukuhkan sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil sepeninggalan Indra M Adnan, persoalan ini haruslah  mendapatkan perhatian serius. (dro)




BKD Himbau Masyarakat Jangan Percayai Bujukan Calo PNS

Tembilahan (www.detikriau) – Menjelang penerimaan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Indragiri Hilir menghimbau agar masyarakat tidak sampai terpedaya oleh Tipu daya Calo. Lulus tidaknya seorang pelamar bukan ditentukan oleh Calo tetapi semata dikarenakan kemampuan yang dimiliki.

Himbauan ini disampaikan oleh Kepala BKD Kab Inhil, Afrizal akhir pekan kemaren. dikatakan afrizal, sudah lazim, setiap kali menjelang pembukaan penerimaan pegawai negri, ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan kesempatan untuk mencari untung walaupun dengan cara menipu.

“Bohong besar kalau lulus tidaknya seorang pelamar bisa ditentukan oleh calo. Apalagi di era keterbukaan saat ini. Kelulusan seorang pelamar semata dikarenakan kemampuan yang dimiliki seorang pelamar,” Ujar Afrizal

Untuk menjerat calon mangsanya, seorang calo biasanya dengan berbagai dalih akan berusaha memberikan keyakinan bahwa ia bisa membantu untuk meluluskan seorang pelamar. Bahkan untuk meyakinkan aksinya, oknum yang tidak bertanggungjawab seperti ini cendrung berdalih bahwa ia memiliki kedekatan dengan seorang pejabat yang dikatakannya memiliki kewenangan untuk menentukan kelulusan. Afrizal meminta agar masyarakat jangan sampai mudah terbujuk rayu dengan janji seorang calo.

Dikatakan Afrizal lagi, jika benar-benar serius ingin dapat lulus dari seleksi penerimaan, seorang pelamar haruslah benar-benar mempersiapkan segala hal dengan matang. Selain persiapan administrasi tentunya kesiapan diri pribadi juga tentulah menjadi keharusan.” Mudah-mudahan himbauan ini dapat dipatuhi masyarakat. Kita berharap kedepannya tidak ada lagi masyarakat khususnya warga Inhil yang dirugikan oleh calo-calo PNS,” Tegas Afrizal

Penerimaan CPNS tahun 2013, Pemkab Inhil hanya mendapatkan kuota untuk sebanyak 50 orang dengan porsi 50% tenaga pendidik, 35% tenaga kesehatan dan 15%  teknis.(dro)




BC Tembilahan Terkesan Bungkam, LSM Duga Ada Permainan

Terkait Simpang Siurnya Jumlah BB Sitaan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Kesan bungkam yang dipertontonkan pihak Bea dan Cukai Tembilahan akan simpang siurnya jumlah Balckberry sitaan membuat kalangan LSM mulai geram. Mereka menilai tidak kooperatifnya instansi yang berada dibawah naungan kementrian keuangan ini semakin mengindikasikan adanya permainan.

Menurut Sekjend Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) kabupaten Indragiri Hilir, Indra Gunawan. Pihaknya sudah beberapa kali berupaya untuk memintakan klarifikasi secara langsung namun beberapa kali itu juga dengan berbagai alasan pihak Bea dan Cukai Tembilahan tidak bersedia menemui.

“Pemberitaan media sudah cukup santer. Harusnya hal ini disikapi segera dengan memberikan klarifikasi sejelas-jelasnya. Jika hanya bungkam, tentunya masyarakat akan semakin bertanya-tanya. Apalagi belakangan kami mendapatkan informasi adanya BB yang beredar dipasaran jauh dibawah harga pasaran. Wajar kalau kita menduga ini ada kaitannya dengan kabar tidak sinkronnya jumlah barang tangkapan yang dilaporkan dengan jumlah yang diberitakan oleh media berdasarkan pengakuan dari seseorang yang mengakui sebagai pemilik,” Ujar Indra, Ahad (8/9)

Berdasarkan hasil rekaman komfirmasi rekan wartawan dengan oknum yang mengakui sebagai pemilik BB tangkapan Bea dan Cukai Tembilahan yang sempat diperdengarkan kepadanya, Setelah diketahui BB di tangkap pihak BC, Ayong dengan jelas mengakui sudah melakukan komunikasi dengan pihak BC. Anehnya, saat menyampaikan konfrensi pers, pihak BC mengatakan bahwa BB yang dikatakannya hanya sejumlah 974 Unit itu tidak bertuan.

“Ini yang harus kita perjelas, apakah Ayong yang mengada-ngada atau memang ada oknum yang bermain. Di-era keterbukaan informasi, kesan tutup mulut aparatur Negara seperti ini tentunya menimbulkan tanda Tanya. Kapan oknum penyelenggara Negara bisa bersih kalau tidak berani berterus terang.” Tegas Indra

Diakhir pembicaraan, Indra sempat menyampaikan himbauan agar seluruh pihak terutama masyarakat untuk tidak diam. Demi terciptanya pemerintahan yang bersih, peran pengawasan dari masyarakat dinilainya menjadi sesuatu yang teramat penting.

Sesuai dengan pemberitaan sebelumnya, pihak DPRD Inhil melalui Ketua Komisi I, M Arfah juga menyampaikan permintaan agar pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan untuk memberikan penjelasan secara tranparan atas kesimpangsiuran jumlah BB tangkapan tersebut

Menurut Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Inhil ini, agar berita miring atas kepastian jumlah tangkapan Hanphone tersebut tidak makin berkembang dan dikhawatirkan akan memberikan penilaian negatif, keterbukaan tentunya sangat diperlukan.

“pembuktian tentunya bisa dengan menunjukkan fakta tertulis saat  melakukan penyitaan. Jika memang benar jumlahnya 1.226 Unit, seharusnya juga dilaporkan sejumlah tersebut. Yang jelas berikan penjelasan dengan dukungan bukti, mana yang benar, 974 atau 1.226 unit. Kalau memang benar ada pengurangan jumlah yang dilaporkan, tentunya harus ditemukan siapa yang bermain.” Pinta M Arfah.

Ditambahkannya, tindakan tegas yang dilakukan aparatur hukum harus diberikan dukungan secara penuh dan wajib bebas dari interpensi pihak manapun. Namun tindakan penegakan hukum itu juga tentunya haruslah mengikuti mekanisme dan aturan hukum yang berlaku.

“Kalau memang barang tersebut ilegal, kita akan suport. Tetapi jika ada indikasi permainan oleh pihak-pihak tertentu, kami tegaskan hal ini tidak bisa ditolerir. Aparat penegak hukum harus bisa melihat dan melakukan pengusutan,” pertegas Arfah.

Arfah saat itu juga berharap kepada semua pihak termasuk  media masa untuk memberikan informasi jika ada oknum yang melakukan perbuatan tidak benar. Jangan hanya karena berlindung dibalik sebuah undang-undang, lalu seseorang bebas bermain demi meraup keuntungan pribadi. “Sekali lagi kami mengimbau agar pihak aparatur hukum untuk lebih tranparan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.” Pungkas Arfah. (dro)




laka laut, Warga Enok Tewas di Suak Hantu

Kapolsek enok dan anggota saat menyaksikan evakuasi jenajah korban
Kapolsek enok dan anggota saat menyaksikan evakuasi jenajah korban

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Syukur (49) warga Jalan Muhajirin RT.02 Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok, yang diduga korban kecelakaan laut beberapahari lalu sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di perairan Kuala Suak Hantu Desa setempat, Kamis (5/9) sekitar pukul 10.30 Wib.

Menurut informasi, sehari sebelum ditemukan jasad korban, korban mengalami kecelakaan di TKP dengan menggunakan sebuah sampan kecil. Ketika itu korban bersama dua orang rekannya Bambang dan Edy hendak pergi ke Desa Teluk Medan Kecamatan Enok dengan bermaksud  bertemu dengan seorang kenalannya yang berprofesi sebagai dukun.

Naas saat tiba di TKP, sampan yang mereka naiki mengalami kecelakaan. Sehingga korban yang tidak bisa berenang tak mampu menyelamatkan diri. Sedangkan kedua temanya Bambang dan Edy berhasil selamat dari maut seteleh berenang ketepian sungai. Saat itu pula temanya yang dibantu warga melakukan pencarian,namun belum membuahkan hasil.

“Bahkan seorang temanya bernama Bambang saat kecelakaan itu juga mengalami luka serius sehingga terpaksa di rawat intesif di RSUD Puri Hsuada Tembilahan,”Jelas Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Paur Humas, Ipda Warno Jumat (6/9) di Tembilahan.

Korban pertama kali ditemukan oleh tiga warga sekitar bernama Esang, Acok dan Udin. Kasus kecelakaan laut tersebut saat ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Bahkan beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan untuk mengumpulkan bukti kuat akibat kecelakaan.

Menurut Paur Humas, sesaat sebelum terjadinya musibah tersebut, korban bersama 2 orang temannya sempat melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dekat kediamanya. “Mayat korban sudah dikembalikan kepada pihakkeluarga untuk dikebumikan,” Pungkas Ipda Warno

Terkait adanya dugaan kecelakaan yang menyebabkan minggalnya Sykur, masyarakat meminta agar kepolisian mengungkap kasus ini. “Keterangan saksi membenarkan bahwa penyebab terbaliknya perahu akibat ditabrak speedboat. Kita minta polisi segera menyelidiki informasi ini dan jika terbukti, pelaku harus ditahan dan menghukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” Sampaikan warga melalui mantan Kepala Desa Rantau panjang, Asmuni.(dro)