Dua Pelaku Gembong Jambret Diringkus

Surya Wahyudi Alias Uyak Bin Imis
Surya Wahyudi Alias Uyak Bin Imis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua gembong pelaku jambret yang kerap meresahkan masyarakat  Kota Tembilahan, akhirnya berhasil diringkus Tim Opsnal Reskrim Polres Inhil, pada Kamis (12/9) sekitar pukul 16.00 Wib.

Tim Opsnal yang dipimpin Kanit Opsnal Bripka Suryawan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku Ferry (24), saat Ia sedang duduk santai di Pasar Kayu Tembilahan Hulu.

Sedangkan rekan pelaku, Suryadi (20) diringkus saat sedang beristirahat di rumahnya Jalan Tanjung Harapan Tembilahan sekira pukul 18.00 Wib.

Ferry Bin Samah
Ferry Bin Samah

Dari hasil penyidikan sementara yang sudah dilakukan terhadap kedua pelaku, selama ini mereka mengaku melakukan aksi penjambretan pada 5 TKP yang berbeda. Antara lain di Jalan Lingkar Tembilahan berhasil menggasak berupa emas milik neneknya sendiri, pelaku Suryadi.

Kemudian kedua pelaku juga melakukan aksi jambret di Jalan Gunung Daek dan berhasil menggasak sejumlah uang milik korbannya. Lalu aksi yang ketiga berhasil merampas sebuah tas di Jalan Baharudin Yusuf, milik korban Silvi yang berisi 2 unit handphone blackberry serta uang senilai Rp400ribu,-.

Berikutnya kedua pelaku juga melakukan aksinya di Jalan Veteran Tembilahan dan Jalan Tanjung Harapan. Pada TKP ini, kedua pelaku berhasil mendapatkan barang milik korbannya berupa handphone, sejumlah uang, dan kalung emas.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK menjelaskan bahwa kronologi penangkapan terhadap kedua pelaku berawal informasi yang diberikan oleh RB dan FN, setelah ditangkap terlebih dahulu karena selama ini membeli barang-barang hasil curian yang dilakukan kedua pelaku.

“Setelah mendapatkan keterangan dari kedua pelaku yakni FN dan RB, sebagai penadah barang hasil curian, Tim Opsnal melakukan pengembangan asal barang tersebut untuk mengejar pelakunya,”ujar AKP Ade Zamrah SIK.

Setelah mengantongi identitas kedua pelaku, Tim Opsnal langsung bergerak kelapangan untuk mencari keberadaan pelaku. Alhasil dalam waktu tidak terlalu lama, kedua pelaku berhasil diringkus.

“Ferry (20) kita tangkap saat sedang berada di Pasar Kayu Jati Tembilahan Hulu, sedangkan pelaku Suryadi diringkus saat istirahat dirumahnya” Tambah Zamrah

Selain kedua pelaku petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beed warna putih diduga digunakan pelaku saat beraksi. Serta sebuah tas kecil warna pink berisi 2 unit Hp. Jelasnya. (dro/tok)




Hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Pilguri Kab Inhil, Lurus Dominasi Perolehan Suara

Tembilahan (www.detikriau.org) – Rapat pleno Rekapitulasi Pilgubri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhil, Jum’at (13/9), pasangan Cagubri bernomor urut 3, Lukman Edy – Suryadi Khusaini (LURUS) unggul dengan perolehan suara sebanyak 116.987 suara.

Urutan kedua pasangan Achmad-Masrul Kasmy (BERAMAL) dengan 62.035. kemudian pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat (HA) 43.220 suara. Pasangan Anas Maamun-Andi Rahman (AMMAN) 40.215 suara dan posisi terakhir pasangan Jon Erizal-Mambang Mit (JE-MM) sebanyak 29.437 suara.

Total suara sah sebanyak 291.894 suara dan tidak sah 21.631. Sedangkan untuk surat suara yang diterima dan cadangan sebanyak 502.340, surat suara yg dikembalikan atau rusak 829 dan surat suara tidak terpakai 188.395 surat suara.

Secara Keseluruhan peroleh suara per Kecamatan hasil rapat pleno:
Kecamatan Tembilahan
1. 4334 ( Herman Abdullah – Agus Widayat)
2. 3023 (Annas Maamun – Arsyad Juliandi Rahman)
3. 13427 (Lukman Edy – Suryadi Khusaini)
4. 6920 (Achmad – Masrul Kasmy)
5. 3477 (Jon Erizal – Mambang Mit)

Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS)
1. 1.341
2. 1.060
3. 5.604
4. 1.236
5. 657

Kecamatan Gaung
1. 1765
2. 1914
3. 9422
4. 1829
5. 1155

Kecamatan Enok
1. 2.067
2. 1.883
3. 8.136
4. 2.847
5. 1.011

Kecamatan Tanah Merah
1. 2.250
2. 1.636
3. 3.078
4. 3.037
5. 1.198

Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra)
1. 1.349
2. 989
3. 3.280
4. 1.435
5. 434

Kecamatan Congcong
1. 1175
2. 724
3. 2338
4. 1107
5. 355

Kecamatan Keritang
1. 5.298
2. 7.637
3. 8.841
4. 4.146
5. 3.347

Kecamatan Pelangiran
1. 2.233
2. 1.670
3. 6.648
4. 5.709
5. 1.988

Kecamatan Batang Tuaka
1. 1.463
2. 1.409
3. 6.249
4. 2.186
5. 681

Kecamatan Kempas
1. 2.196
2. 2.161
3. 6.479
4. 3.388
5. 1.721

Kecamatan Sungai Batang
1. 1.242
2. 990
3. 1.307
4. 1.445
5. 549

Kecamatan Mandah
1. 1.320
2. 1.556
3. 10.763
4. 1.794
5. 1.227

Kecamatan Kemuning
1. 2.647
2. 3.032
3. 4.900
4. 1.935
5. 1.334

Kecamatan Tembilahan Hulu
1. 2.323
2. 2.060
3. 6.919
4. 4.432
5. 1.809

Kecamatan Tempuling
1. 2.294
2. 1.885
3. 5.104
4. 3.418
5. 1.174

Kecamatan Pulau Burung
1. 1.402
2. 1.382
3. 3.094
4. 2.688
5. 783

Kecamatan Kateman
1. 2.044
2. 1.495
3. 4.387
4. 7.159
5. 1.474

Kecamatan Reteh
1. 4.008
2. 3.056
3. 4.361
4. 3.539
5. 4.591

Kecamatan Teluk Belengkong
1. 431
2. 653
3. 2.650
4. 1.785
5. 472

Total Keseluruhan.
1. 43220.
2. 40215
3. 116987
4. 62035
5. 29437
(dro)




DKP Inhil sosialisasi sertifikasi hak atas tanah nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil

Tembilahan (ww.detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Inhil menggelar sosialisasi sertifikasi hak atas tanah nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil tahun 2013, di Aula Kantor Bappeda Tembilahan, Kamis (12/9) kemaren.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 peserta ini, menghadirkan narasumber dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Inhil, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Inhil, serta Bappeda Kabupaten Inhil.

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Saripek mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan status hukum hak atas tanah milik nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil, mengubah predikat modal pasif menjadi modal aktif yang dapat didayagunakan sebagai jaminan memperoleh kredit dari Perbankan dan atau Lembaga Keuangan non Bank.

”Melalui kegiatan ini, diharapkan nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil dapat memperoleh modal usaha, untuk peningkatan skala usaha dan pengembangan ekonomi produktif lainnya,” tutur Saripek.

Ia juga mengharapkan dengan terlaksananya kegiatan tersebut, dapat mengurangi permasalahan masyarakat nelayan di Kabupaten Inhil, khususnya dibidang permodalan dan pengembangan usaha, yang diantaranya keterikatan nelayan terhadap tengkulak, dan keterbatasan modal dalam pengembangan usaha keluarga oleh nelayan.

Selain itu juga untuk menghindari sulitnya mendapatkan pinjaman modal usaha dari Perbankan dan atau Lembaga Keuangan lainnya. Dimana, untuk mendapatkan pinjaman diperlukan agunan atau jaminan tertentu. Belum lagi, tingkat kepercayaan yang rendah kepada nelayan oleh lembaga keuangan dalam penyaluran kredit.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Dislutkan Inhil, Syamsuria menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan jaminan akses permodalan bagi nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil.

”Kegiatan ini, juga untuk mensosialisasikan program tersebut kepada para nelayan dan pihak terkait, serta percepatan kegiatan pra sertifikasi, yaitu penyiapan calon peserta sertifikasi hak atas tanah nelayan sesuai dengan petunjuk teknis,” terangnya (dro).




Rumah Terbakar, 1 Korban Meninggal Dunia

Zainudin ketika diefakuasi petugas kepolisian. Gambar, In
Zainudin ketika diefakuasi petugas kepolisian. Gambar, In

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Satu unit rumah terbakar di Jalan Baharudin Yusuf Parit 8 Tembilahan Hulu, sekira pukul 01.30 Wib Kamis dini hari (12/9). Akibat peristiwa tersebut, penghuni rumah, Zainudin (40) tewas terpanggang api.

Sementara istri korban, Siti Hadijah (30) dan anak semata wayang Nurul (3) selamat. Namun keduanya mengalami luka bakar cukup serius pada sekujur tubuhnya sehingga harus dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum dilapangan, kejadian kebakaran pertama kali diketahui oleh Suripto (45) tetangga persis sebelah rumah korban. Saat kejadian, saksi sedang tidur tertidur pulas, tiba-tiba mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah korban.

Begitu mendengar teriakan minta tolong, saksi langsung keluar rumah. Alangkah terkejutnya saksi menyaksikan sijago merah sudah melalap rumah korban dan penghuni rumah masih terkepung didalam.

“Begitu melihat api sudah mulai membesar, saya langsung teriak minta pertolongan kepada tetangga lainnya. Sehingga dalam waktu sekejap warga berdatangan ke TKP,”ujar Suripto yang hingga kini mengaku masih merasa trauma.

Mendengar teriakan saksi, warga sekitar berdatangan lalu melakukan pemadaman dengan menggunakan peralatan ala kadarnya, serta menyelamatkan pemilik rumah. Sayangnya korban Zainudin yang berprofesi sebagai tukang bengkel, nyawanya tidak bisa diselamatkan karena terpanggang api secara mengenaskan.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Zaidir menjelaskan hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyidikan, bahkan untuk mencari kepastiannya, rencananya Tim Lafbor dari Medan akan melakukan penyidikan di TKP.

“Penyebab kebakaran kita belum tahu persis. Menunggu hasil penyidikan dari Tim Lafbor. Tetapi untuk korban yang meninggal dunia sudah dikebumikan sebagai mestinya, sedangkan istri dan anak korban masih dalam perawatan intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan,”jelasnya.

Ditambahkan AKP Zaidir, jilatan api begitu cepat membesar disebabkan rumah korban yang berbahan kayu serta banyak tersimpan benda yang mudah terbakar seperti tiner, cat  dan lain sebagainya karena korban memang berprofesi sebagai tungkang bengkel. Maka dalam waktu hanya kurang satu jam rumah korban sudah ludes terbakar rata dengan tanah. Pungkasnya.(dro/tok)




Oktober, POMP Filariasis Tahap Dua Dimulai

filariasisTembilahan (www.detikriau.org) – Oktober 2013, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir kembali melakukan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) filariasis tahap ke dua bagi seluruh masyarakat Inhil.

Penyaluran tahap pertama POMP Filariasis mencapai target sebanyak 70 persen. Sementara sisa 30 persennya merupakan anak-anak dan orang dewasa yang memang dilarang mengkonsumsinya seperti salah satunya adalah wanita hamil.

“Tahap pertama penyaluran kita mencapai target. Kita berharap penyaluran tahap kedua pada oktober mendatang juga akan berjalan sempurna,” Ujar Kadiskes Inhil, Rasul Alim melalui  kabid Pengendalian Masalah Kesehatan, dr Saut Pakpahan kemaren.

Dr saut juga mengakui masih adanya sebahagian masyarakat yang enggan mengkonsumsi obat filariasis dengan alasan takut pusing akibat pengaruh efek samping obat. Padahal bahaya yang bisa ditimbulkan penyakit filariasis tentunya akan jauh lebih merugikan jika dibandingkan hanya sekedar sakit kepala.

Penyakit Filariasis sebagaimana diketahui secara umum lebih dikenal dengan istilah penyakit kaki gajah. Untuk melakukan pencegahan, obat filariasis harus dikonsumsi selama 5 tahun secara berturut-turut dengan durasi 1 tahun 1 kali. “Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentunya tergantung dengan petugas lapangan yang mendistribusikan obat ini secara langsung kepada masyarakat. Jika mereka benar-benar bisa menjelaskan akan pentingnya mengkonsumsi obat ini pastinya masyarakat tidak enggan untuk mengkonsumsi,” tutup dr Saut pakpahan.(dro)




Warohmah Unggul di 8 Kecamatan, Sumbawa 9 Kecamatan dan Cerdas 3 Kecamatan

Penandatanganan hasil pleno oleh masing-masing tim yang juga disaksikan oleh KEtua KPU Riau dan Unsur Muspida Inhil.Tembilahan (www.detikriau.org) – Hasil pleno terbuka penghitungan suara Pilkada Bupati Inhil, kamis (12/9), pasangan Warohmah mampu mengungguli 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati lainnya di 8 Kecamatan. Sementara, Sumbawa 9 Kecamatan, Cerdas 3 Kecamatan dan Dinamis tidak berhasil meraih keunggulan di satupun wilayah Kecamatan.

8 Kecamatan perolehan pasangan tertinggi Warohmah yakni, Kecamatan Tembilahan, Warohmah 11.991. Cerdas 8.103. Sumbawa 9.646 dan Dinamis 1.996 suara. Kecamatan Concong, Warohmah 2.260, Cerdas 1.397, Sumbawa 1.938 dan Dinamis 180. Kecamatan Kateman, Warohmah 5.036, Cerdas 4.158, Sumbawa 3.424 dan Dinamis 3.997. Kecamatan Enok, Warohmah 5.471, Cerdas 4.424, Sumbawa 5.154 dan Dinamis 1.042. Kecamatan Keritang, Warohmah 17.338, Cerdas 6.949, Sumbawa 4.006 dan Dinamis 1.413. Kecamatan Reteh, Warohmah 12.381, Cerdas 4.564, Sumbawa 1.679 dan Dinamis 1.156. Kecamatan Sungai Batang, Warohmah 3.645, Cerdas 1.354, Sumbawa 300 dan Dinamis 255. Kecamatan Kemuning, Warohmah 6.984, Cerdas 5.251, Sumbawa 1.240 dan Dinamis 550.

9 Kecamatan perolehan suara tertinggi pasangan Sumbawa yakni, Kecamatan Pelangiran, Warohmah 4.152, Cerdas 4.308, Sumbawa 7.259 dan Dinamis 2.619. Kecamatan  Pulau Burung, Warohmah 2.906, Cerdas 2.637, Sumbawa 2.920 dan Dinamis 912. Kecamatan Tanah Merah, Warohmah 2.889, Cerdas 3.262, Sumbawa 3.444 dan Dinamis 1.711. Kecamatan Tembilahan Hulu, Warohmah 5.777, Cerdas 3.724, Sumbawa 7.361 dan Dinamis 980. Kecamatan Tempuling, Warohmah 4.398, Cerdas 3.792, Sumbawa 4.681 dan Dinamis 1.219. Kecamatan Batang Tuaka, Warohmah 3.146, Cerdas 2.351, Sumbawa 5.939 dan Dinamis 632. Kecamatan Gaung, Warohmah 4.885, Cerdas 4.733, Sumbawa 5.764 dan Dinamis 698. Kecamatan Mandah, Warohmah 4.378, Cerdas 5.567, Sumbawa 6.102 dan Dinamis 652.  Kecamatan Kuindra, Warohmah 1.981, Cerdas 2.422, Sumbawa 2.687 dan Dinamis 472.

Sementara pasangan Cerdas hanya Unggul di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Teluk Belengkong, Warohmah 1.042, Cerdas 2.205, Sumbawa 2.083 dan Dinamis 731. Kecamatan Kempas, Warohmah 4.368, Cerdas 5.478, Sumbawa 5.156 dan Dinamis 1.047.  Kecamatan GAS, Warohmah 3.069, Cerdas 3.622, Sumbawa 2.791 dan Dinamis 464.

Meski pasangan Sumbawa mampu unggul di 9 Kecamatan dibandingkan pasangan Warohmah yang hanya di 8 Kecamatan, namun hasil perhitungan perolehan suara secara keseluruhan, pasangan Warohmah mampu melebihi pasangan Sumbawa. (dro)