AJI Pekanbaru Ikuti Festival Media 2013 di Yogyakarta

Gambar: tabloidjubi.com. Ketua AJI Yogyakarta
Gambar: tabloidjubi.com. Ketua AJI Yogyakarta

YOGYAKARTA (www.detikriau.org) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru mengikuti ajang festival Media (Fesmed) 2013 di yogyakarta, 28-29 September. Kegiatan yang diadakan sebagai rangkaian HUT AJI ke 19 itu adalah kali kedua setelah tahun lalu di Bandung.

Fesmed yang diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), kompleks UGM, dibuka Sabtu (28/9) oleh Gubernur DIY yang juga Raja Kesultanan Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dalam festival tahun ini AJI Pekanbaru akan mengisi salah satu stand yang ada bersama AJI-AJI Kota se Indonesia dan media massa. AJI Pekanbaru mengusung konsep Jurnalisme Kartun.

Konsep ini dipilih untuk memberi kesan ringan, simple tapi berisi. Kartun-kartun hasil karya anggota AJI Pekanbaru yang memiliki muatan pesan yang bagus kepada masyarakat akan ditampilkan di ajang ini.

”Kita akan pamerkan kartun-kartun dalam berbagai bentuk tampilan, foto-foto, media cetak yang terbit di Pekanbaru dan sejumlah hal menarik lainnya. Semoga stand kita menarik dan dinobatkan sebagai stand terfavorit,” kata Eko Faizin, utusan AJI Pekanbaru.

AJI Pekanbaru juga mempersiapkan kartun wajah Sri Sultan yang akan diberikan usai membuka acara Fesmed, hari ini. ”Sultan akan kita beri kenang-kenangan kartun wajah dari AJI Pekanbaru,” lanjut Eko.

Sejumlah acara akan digelar di Fesmed kali ini, selain stand-stand pameran yang akan ditampilkan sejumlah AJI Kota yang ada di Indonesia juga diadakan talkshow menarik yang akan menghadirkan mantan istri almarhum Fuad Muhammad Syafruddin (Udin Bernas), Ny Marsiyem yang dipertemukan dengan Dwi Sumaji alias Iwik. Iwik adalah laki-laki yang pernah diseret oleh polisi sebagai tersangka pembunuh Udin, tapi kemudian dibebaskan Pengadilan Negeri Bantul karena tidak terbukti.

Menurut Ketua AJI Yogyakarta, Hendrawan, hingga saat ini kasus dibunuhnya Udin masih menyisakan pertanyaan besar tentang siapa pelaku pembunuhan. ”Polri tampak tidak serius menangani kasus ini dan tidak ada tanda-tanda jelas untuk menyelesaikannya,” tegasnya.

Udin dipukul orang tak dikenal di rumahnya pada 13 Agustus 1996. Sejak itu, ia tidak sadarkan diri hingga meninggal dunia pada 16 Agustus 1996. Pria bertubuh tinggi besar tersebut dimakamkan pada 17 Agustus 1996, tepat saat bangsa Indonesia memperingati ulang tahun kemerdekaan RI ke-52.

Polisi pernah memperkirakan penyebab peristiwa tersebut adalah berita kritis yang selalu ditulis Udin di koran tempatnya bekerja, Harian Bernas.Tapi dalam perkembangannya berbelok menjadi persoalan perselingkuhan. Menurut polisi, Iwik cemburu kepada Udin yang menjalin hubungan gelap dengan istrinya, Ny Sunarti.

Selain dua orang penting dalam kasus ini, talkshow juga akan menghadirkan Heru Prasetya, salah satu bagian Tim Investgasi Kijang Putih. ”Harapan kami, ketiganya akan buka-bukaan untuk mengungkap kasus ini,” kata Hendrawan.

Tidak tuntasnya pengungkapan kasus Udin, lanjutnya, menjadi indikasi praktik impunitas oleh negara yang masih terjadi di negara demokrasi. Tragedi ini tak hanya ancaman bagi kebebasan pers, tapi juga kebebasan masyarakat untuk informasi yang benar.

Selain talkshow,di acara Fesmed 2013 juga ada workshop, lomba, pemutaran film, hiburan dan diskusi. Agenda workshop di antaranya bisnis melalui media online, pemutaran film pendek, trik menjadi presenter televisi, jurnalisme video, jurnalisme warga dan blogger beretika, penulisan kreatif dan penulisan traveling.

Beberapa perlombaan yang diadakan untuk pelajar, mahasiswa maupun umum yakni stand up comedy, pembuatan blog, pers mahasiswa, fotografi dan stand AJI kota se Indonesia. ”Film yang sudah disiapkan adalah D Balik Frekuensi,dokumenter, Negeri di Atas Kabut dan tentang kebebasan pers,” kata Hendrawan.

Semua area di PKKH dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Kawasan tersebut dibagi dalam empat hall, yaitu Hall Udin, Hal Tirto Adi Suryo, Hall Mochtar Lubis dan Hall SK Trimurti. ”Seperti namanya, maka hall-hall diberi nama tokoh yang terkait sejarah perkembangan pers Tanah Air,” pungkas Hendrawan.(rls/*ila)




Disdukcapil Inhil Rekam KTP Anak SMA

ktpTembilahan (www.detikriau.org) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil, sejak tanggal 18 september 2013 yang lalu mulai melaksanakan perekaman elektronik kartu tanda penduduk (KTP) untuk anak-anak dibawah usia 17 tahun atau setara dengan pelajar setingkat SMA sederajat.

Menurut Kepala Disdukcapil Inhil, H Dianto Mampanini, perekaman bagi anak-anak pelajar setingkat SMA ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang ditujukan sebagai antisipasi agar nantinya ketika dilakukan pendataan penduduk mereka sudah terdata.

“ JIka nantinya mereka genap memasuki usia 17 tahun, kita hanya tinggal memberikan KTP mereka,” kata Dianto kemaren.

Hingga saat ini ditambahkan Dianto, pihaknya sudah melakukan perekaman kepada 600 an siswa-siswa di 6 SMA sederajat. Yaitu, SMA 1 Tembilahan, SMA 1 Tembilahan Hulu, SMA PGRI Tembilahan, SMKN 1 dan SMKN2 Tembilahan serta SMA Muhammaddiyah Tembilahan.

Kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan kepada sekolah setingkat SMA lainnya diseluruh Inhil yang jadwalnya sedang diagendakan.

Berdasarkan data, measih menurut Dianto, diseluruh Inhil terdapat lebih dari 40 buah SMA sederajat dengan jumlah siswa sebanyk kkurang lebih 3000an.

“Minggu ini kita baru lakukan untuk pelajar setingkat SMA yang keberadaannya dekat dengan kota Tembilahan. Setelahnya baru menyusul ke Kecamatan lainnya. Jaddwalnya masih kita susun,” Pungkas Dianto.(dro)




Jaga Kebersihan dan Keindahan Kota, Pejabat Kecamatan tanah Merah Gelar Goro.

goroTANAH MERAH (www.detikriau.org) – Pejabat dilingkungan Pemeritnahan Kecamatan Tanah Merah bersama ratusan masyarakat dan para pelajar, Jum’at (27/9)  kemaren menggelar aksi bersih-bersih dengan turun kejalan. Gotong Royong (Goro) pembersihan drainaise spanjang Jalan M.Boya dan Merdela itu dilakukan dalam rangka menjaga Ibu Kota Kecamatan, Kuala Enok tetap bersih, indah, nyaman, asri dan terbebas dari banjir.

Aksi gotong royong  bersih-bersih jalan ini dilakukan seluruh unsur Kecamatan Tanah Merah, dimulai pukul 07.00 WIB. Hadir pada kesempatan tersebut Camat Tanah Merah Normansyah, Danramil 02 Tanah Merah Kapten Tarmizi, Kapolsek Tanah Merah AKP Bambang Hariyanto SH, serta unsur PNS dan masyarakat serta pelajar.

Danramil 02 Tanah Merah Kapten Tarmizi mengatakan, kegiatan gotong royong yang mereka lakukan merupakan agenda rutin untuk membangun kebersamaan antara pejabat unsur Kecamatan dengan warga. Dengan begitu selahturahmi bisa terjalin dan lingkungan yang bersih bisa tercipta.

“Melalui  kegiatan gotong-royong bersama ini, kita berharap bahwa lingkungan Ibu Kota Kecamatan Tanah Merah, akan semakin bersih  tidak lagi menjadi rawan banjir. Selain itu kesadaran  warga untuk tidak membuang sampah di dalam drainase perlu dilakukan,”kata Kapten Tarmizi.

Camat Tanah Merah, Normansyah menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah disembarang tempat sangat diperlukan. Demgan begitu secara tidak langsung warga sudah membantu menjaga kebersihan dan keindahan kota.

‘Jika sampah masih saja dibuang dalam drainase, aliran air akan terhambat dan akibatnya banjir akan susah dituntaskan. Warga harus membuang sampah pada wadah yang telah disediakan pihak kecamatan, kelurahan ataupun di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Kapolsek Tanah Merah AKP. Bambang Hariyanto SH,juga mengatakan bahwa yang harus dilakukan warga adalah membuang sampah rumah tangga, sesuai dengan jadwal yang telah disampaikan pihak kecamatan, kelurahan ataupun kepala lingkungan yang dimulai pukul 08.00 WIB.

“Jangan pula membuang sampah di siang hari. Tentunya sampah yang dibuang di siang hari di depan rumah nantinya akan berserakan di makan ternak dan menjadikan pemandangan tidak indah,”katanya.(dro/tok)




Gasak Cincin Wakil Ketua PN, Dua Bocah di Giring Polisi

curiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua bocah ingusan, Ap Alias Codet (14) dan An (13) Terpaksa di giring ke kantor Polisi. Penahanan ini dilakukan setelah keduanya terbukti menyantroni rumah kediaman Wakil Ketua Pengadilan Negri Tembilahan dan berhasil mengasak 4 buah batu perhiasan cincin.

Kronologi penangkapan  terhadap kedua pelaku dilakukan pada Rabu (25/9) sekitar pukul 15.30 Wib saat keduanya sedang istirahat di rumahnya Lorong Cermai Kecamatan Tembilahan Hulu. Penangkapan berawal dari hasil pengembangan perbuatan pelaku, sesuai dengan LP/108/IX/2013/RIAU/Res Inhil di TKP Komplek Rumah Pengadilan Negeri Tembilahan.

Setelah mendapatkan hasil curiannya, kedua pelaku menjual kepada seseorang pembeli berinisial Bs warga jalan  H.Said, Tembilahan.

“Begitu berhasil mendapat barang gasakan, kawanan pencuri yang masih ingusan itu kemudian menjual lagi kepada seorang pembeli yang kini juga sudah diamankan untuk dimintai keterangan.” Kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK  sambil mengatakan bahwa aksi pencurian kedua pelaku yang masih dibawah umur tersebut dilakukan pada Selasa (10/9) sekitar pukul 17.30 Wib.

Hingga berita ini ditulis, kedua pelaku berikut pembelinya masih dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolres Inhil. Barang bukti yang ditemukan berupa 1 buah batu cincin warna putih, 1 buah batu cincin warna biru serta 2 buah batu cincin warna coklat diamankan pihak kepolisian. (dro/tok)




Pemkab Inhil Serahkan Bantuan langsung Lahan Percontohan BBU

dari kiri, Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi, Asisten II Setdakab Inhil, Ncik Kamal Syahindra dan Perwakilan BI Cabang Riau
dari kiri, Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi, Asisten II Setdakab Inhil, Ncik Kamal Syahindra dan Perwakilan BI Cabang Riau

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemkab Inhil menyerahkan bantuan langsung lahan percontohan BBU Pekan Arba. Dalam kesempatan ini,   Bupati Inhil, H Indra M Adnan diwakili Asisten II Setdakab Inhil, H Encik Kamal didampingi Kepala Dinas Tanaman pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil, Wiryadi, Pihak Bank Indoensia (BI) beserta unsur Muspida melakukan penanaman bibit padi tempatan di lahan percontohan, Kamis (26/9).

Sejalan dengan kegiatan itu, juga diberikan bantuan berupa peralatan pertanian yang merupakan kerja sama antara Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Provinsi Riau dengan Pemkab Inhil tahun anggaran 2013.

Bupati Inhil H Indra Muchlis Adnan dalam sambutannya yang dibacakan  Asisten II Setdakab Inhil, H Encik Kamal Syahindra mengungkapkan bahwa bantuan langsung lahan percontohan BBU Pekan Arba  salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi padi di daerah itu.

Peranan sektor tanaman pangan menempati posisi yang strategis dan sangat menentukan. Dari target swasembada, salah satu diantaranya merupakan komuditas tanaman pangan yaitu padi.

“Kita menargetkan produksi padi akan mampu mencapai surplus 10 juta ton beras pada tahun 2014 mendatang. Hal ini sejalan dengan program operasi pangan riau makmur (OPRM) yang pada tahun ini merupakan tahun terakhir yang kita laksanakan,” jelas Encik Kamal.

Salah satu teknologi yang diterapakan dalam upaya meningkatkan produktivitas padi adalahh dengan menerapkan metode sistem of rice internsification (SRI) atau dalam bahasa lain dikenal dengan singkatan sabar ridho iklas (SRI). Teknologi SRI mulai berkembang di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan.

“Banyak keunggulan dari teknologi SRI. Salah satunya hasil panen para petani akan menjadi berlipat ganda. Demikian pula dengan sisi usia dan biaya produksi yang relative rendah serta, ‘katanya lagi.

Sementara itu, kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi Umar mengucapkan rasa syukur yang tiada hentinya. Sebab, Inhil kembali mendapat bantuan dari pihak BI Kantor Perwakilan Provinsi Riau.  Bantuan alat pertanian di lahan percontohan BBU Pekan Arba, akan memberikan dampak positif bagi petani.

“Mudah-mudahan bantuan demikian tidak hanya sampai disini. Kedepan BI kita harapkan bisa terus memberikan bantuan kepada para kelompok tani kita lainnya yang ada di Inhil, “ harap Wiryadi Umar.

Disebutkanya, benih merupakan sarana dan prasaran pertanian yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman padi, disamping pupuk dan alsintan.

“Untuk musim ini kita akan mencoba menanam padi dengan metode SRI. SRI adalah salah satu cara atau metode bercocok tanam padi yang ramah lingkungan, produktivitas tinggi,”jelasnya.

Adapun bantuan yang diberikan kepada petani saat itu terdiri dari 4 mesin pemotong rumput, 5 unit drum kapsitas 200  L, 1 unit tanki kapasitas 1000 L. Kemdian perlengkapan pembuatan pupuk Mikro Organik Lokal (MOL) dan pupuk organik serta tiang penyangga fiber dan jaring burung sebanyak 100 batang. (dro/*1)




Pompa Ngedrop, Air PDAM Mampet

pdamTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sejak beberapa hari belakangan ini, warga kota Tembilahan kesulitan mendapat pasokan air bersih. Pasalnya, pompa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Tirta Indragiri yang terdapat di Desa Pulau Palas ngedrop.

Bermasalahnya salah satu pompa PDAM disana mengakibatkan melemahnya tekanan air, sehingga pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan menjadi terganggu. Warga berharap pihak terkait segara melakukan perbaikan terhadap pompa yang rusak.

“Benar air PDAM kembali bermasalah. Kami sulit mendapatkan air sejak beberapa hari ini,” ungkap Ita warga Jalan Gunung Daek Tembilahan, Kamis (26/9).

Menurut warga, mereka tidak mempersoalkan kalau kualitas air tidak terlalu bagus. Namun mereka sangat kerepotan kalau sumber air dari PDAM mengalami gangguan distribusi. Untuk mencukupi kebutuhan air bagi rumah tangga mereka terpaksa bangun tengah malam untuk menampung air.

“Kami sedot aja dengan mesin penyedot air. Itupun hanya bisa keluar saat tengah malam disaat pengguna air tidak terlalu banyak seperti siang hari,” jelasnya. Selain itu, dalam mengatasi krisis air warga juga harus mengangkut air dari rumah tetangga yang memiliki sumur atapun tempat-tempat ibadah seperti masjid dan musholah.

Diretur PDAM Tirta Indragiri Kemas Yusferi mengakui memang terjadi masalah pada pompa air PDAM di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu. Sudah beberapa hari ini, kata Kemas Yusferi tekanan air menjadi lemah debit air kecil dan mempengaruhi suplai air kerumah pelanggan.

“Beberapa pompa air kita dalam keadaan aus (ngedrop, red) makanya tekanan air menjadi lemah,” tutur Kemas.

Mengenai perbaikan pihaknya sedang mengupayakan secara maksimal. Ada beberapa item alat yang dipesan dari luar kota. Jika alat yang dibutuhkan tersebut sudah datang maka perbaikan bisa langsung dilakukan.

“Insya Allah hari ini alat yang kita pesan dari Pekanbaru sudah datang. Perbaikan bisa langsung kita gesa. Supaya suplai air kembali normal seperti bisa,” kata Kemas.

Atas ganggun suplai air sumber PDAM, Kemas Yusferi  mengaku terjadi bukan karena unsur kesengajaan. Hal itu disebabkan kondisi peralatan secara teknis. Meski demikian, atas nama pimpinan PDAM dia meminta maaf sebesar-besarnya kepada para pelanggan. Mudah-mudahan kejadian demikian tidak terjadi lagi. (dro/*1)