Sapi Bantuan Melalui DTPHP Inhil Capai 561 Ekor

sapiTembilahan (www.detikriau.org) – Hingga 2013, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil telah menyalurkan sapi bantuan kepada masyarakat Inhil sebanyak 561 ekor.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi. Ia menghimbau kepada masyarakat yang telah mendapatkan bantuan untuk dapat merawat dan memelihara sapi bantuan itu dengan baik agar dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga.

“Secara keseluruhan sapi bantuan melalui DTPHP sudah berjumlah 561 ekor. Tentunya kita sangat berharap masyarakat dapat merawat sapi-sapi ini dengan baik. Jika nantinya berkembang biak, tentunya akan dapat menjadi tambahan penghasilan untuk mereka. Sebaran ternak sapi bantuan DTPHP terbesar terdapat di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Kempas, Gaung dan Gaung Anak Serka (GAS) ” Ujar Wiryadi belum lama ini ketika ditemui di ruang kerjanya.

Berdasarkan data, ditambahkan Wiryadi, dari 561 ekor sapi bantuan tersebut, tahun 2013 ini saja, hasil pengembangbiakannya telah dihasilkan sebanyak 132 ekor sapi yang siap dipasarkan. 132 ekor sapi tersebut kini menjadi tambahan untuk kebutuhan hewan qurban Idul Adha yang tidak akan lama lagi akan dirayakan.

Dalam memelihara sapi ternaknya, Wiryadi juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat lebih mengenali sifat hewan ternaknya terutama disaat musim kawin. Sapi bantuan kepada masyarakat ini kebanyakan adalah sapi Bali yang secara darah merupakan keturunan Banteng. oleh karenanya sifat liarnya masih ada. Sifat liar ini kerap muncul terutama disaat datangnya musim kawin.

‘Belum lama ini karena kurang memahami sifat ternaknya, salah seorang penerima bantuan kita diseruduk hingga meninggal dunia. Kita berharap ini merupakan kejadian kali terakhir. Intinya harus berhati-hati dan tentunya harus benar-benar memahami perubahan sikap hewan ternak agar kejadian serupa ini tidak kembali berulang,” Pungkas Wiryadi.(dro)




Konsultan Pengawas Proyek Pemerintah Diminta Kerja Serius dan Tidak Main Mata.

jalanTembilahan (www.detikriau.org) – Agar hasil pengerjaan proyek yang dibiayai pemerintah bisa memenuhi standar yang sudah digariskan, tentunya diperlukan adanya pengawasan yang baik. Secara teknis, peran ini sebenarnya sudah diembankan kepada konsultan pengawas. Hanya saja masyarakat menilai pihak yang dibayar pemerintah ini belum menjalankan tugasnya dengan serius dan bahkan adanya dugaan ikut bermain mata.

Menurut penilaian seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu. Zulfan, jika konsultan pengawas bisa menjalankan tugasnya dengan benar dan penuh tanggungjawab tentunya akan mempersempit ruang gerak  rekanan pelaksana untuk bisa bermain curang. Sebagai tenaga teknis yang ditugasi untuk melakukan pengawasan, seorang konsultan pastinya memahami secara detail, apa saja yang tidak dibenarkan untuk dilakukan pelaksana pekerjaan.

Selama ini menurut Zulfan, sudah menjadi rahasia umum, untuk meraih keuntungan lebih, rekanan biasanya kerap bermain curang dengan mempergunakan material yang tidak sesuai bestek. Misalnya mempermainkan komposisi adukan beton, ukuran besi dan masih banyak lainnya.

“Ini yang sebenarnya menjadi tugas utama konsultan pengawas. Kalau mereka benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab, kemungkinan pelaksana untuk bermain curang akan kecil tapi sayangnya kita juga kerap mendengar justru praktik curang ini diamini oleh konsultan dengan tentunya mendapatkan imbalan nilai tertentu,” Ujar Zulfan menduga.

Tidak berbeda jauh dengan Zulfan, Rahmad, warga jalan batang tuaka Kecamatan Tembilahan juga berpendapat hampir senada. Menurutnya, praktik akal-akal pelaksana pekerjaan dengan konsultan pengawas ini tidaklah terlalu sulit dibuktikan. Namun sayangnya hal ini sepertinya  sengaja dibiarkan.

“Namun yang juga perlu dijadikan catatan, upaya akal-akal yang dilakukan kebanyakan rekanan pelaksana ini tentunya ada alasan. Salah satunya, kabar-kabarnya juga banyaknya setoran untuk pihak-pihak tertentu yang hanya duduk-duduk dikantor,” Ujar Rahmad dengan tersenyum simpul. (dro)




Pelamar CPNS di Inhil Sudah Capai 1.159 orang

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga pukul 00.00 Wib, Kamis malam (3/10). Jumlah berkas pendaftaran CPNS yang sudah masuk untuk daerah Kabupaten Indragiri Hilir tercatat sebanyak 1.159 pelamar yang terdiri dari formasi Guru 463, Kesehatan 534 dan Teknis 162.

Hal  itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Inhil, Drs.Afrizal MP saat ditemui di ruang kerjanya, Ia katakan dari jumlah tersebut, dipastikan angkanya bisa bertambah mengingat pendaftaran penutupan CPNS akan berakhir pada Jum’at (4/10), sejak dibuka mulai 27 September yang lalu.

“Secara keseluruhan, jumlah baru bisa diketahui pada Hari Minggu mendatang,”jelas Afrizal.

Dari jumlah berkas pendaftaran yang masuk, pelamar terbanyak masih ditempati formasi Kesehatan, 534 disusul Guru dan formasi Teknis.

Ditambahkan Afrizal, berdasarkan hasil  pertemuan bersama BKD provinsi Riau di Pekanbaru. Untuk jumlah penerimaan masih tetap sejumlah 50 CPNS dengan formasi 55 persen untuk tenaga pendidik/ guru, 35 persen kesehatan dan 10 persennya tenaga teknis.

Sementara itu, salah pelamar CPNS asal Desa Lahang Kecamatan Gaung Rima Anjelina (25) yang sudah mendaftaran di formasi Guru sangat berharap pada penerimaan CPNS tahun 2013 ini, jangan sampai berbau KKN, adil serta tidak ada kecurangan. Lulus tidaknya layaknya harus sesuai dengan hasil tes ujian yang sudah dilakukan.

“Yang jelas saya berharap pada penerimaan CPNS khususnya di Kabupaten Inhil tidak ada kecurangan, dan bersih dari unsur KKN. Dengan begitu akan adil. Siapa yang pintar dan mendapatkan nilai tertinggi dalam tes penerimaan, tentu merekalah yang lolos,”kata Rima yang saat ini mengaku masih bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu sekolah di Kab Inhil.(dro/tok)




Upaya Tingkatkan Penghasilan, DTPHP Inhil Dorong Petani Tanam Kedelai dan Jagung

wwiryadiTembilahan (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir nyatakan akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan menggalakkan penanaman kacang kedelai dan jagung.

Menurut kepala DTPHP Inhil, Wiryadi, secara Nasional, kebutuhan terhadap kedua komodity pertanian ini masih belum mencukupi. Oleh sebab itu pemerintah terpaksa melakukan import dari Negara lain. Namun seiring dengan terus meningkatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, jumlah import kedua komodity pertanian ini semakin mengalami penurunan. Akibatnya, harga dipasaran semakin melonjak.

Kondisi ini harusnya bisa menjadi peluang khususnya bagi para petani. Apalagi  alam Inhil juga sangat subur serta cocok untuk melakukan budidaya kedua komodity pertanian tersebut.

“Peluang ini yang terus kita sampaikan kepada petani. Ini sebuah peluang apalgi alam kita mendukung untuk melakukan budidaya komodity ini,” Ujar Wiryadi.

Untuk produk pertanian jagung, Inhil menurut Wiryadi lagi memiliki lahan di Kecamatan Pulau Burung, Teluk Belengkong, Enok, Gaung dan keritang dengan luasan lahan sebanayk 400 hingga 800 Hektar. Demikian juga untuk Kacang kedelai. Saat ini komodity ini sudah mulai banyak diusahakan petani seperti  Desa bagan jaya, Rumbai Jaya dan Karya Tunas Jaya. Yang perlu menjadi catatan, petani harus mampu memperediksi terjadinya perubahan iklim yang ekstrim saat tanam.

“yang juga sangat penting, salah satunya menyangkut ketersediaan benih kacang kedelai. Untuk komodity jagung sama sekali tidak ada masalah karena memang lahan inhil sangat cocok untuk budidaya komodity pertanian ini,”Sampaikan Wiryadi.(dro)




52 Mahasiswa Baru FH Unisi Ikuti KBSM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 52 mahasiswa baru dari Fakultas Hukum, Universitas Islam Indragiri mengikuti Kemah Bakti Sosial Mahasiswa, di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini dalam rangka mensukseskan agenda kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH), Universitas Islam Indragiri (Unisi).

Menurut Dekan FH Unisi, Wandi, Kemah Bakti Sosial Mahasiswa (KBSM) tersebut, merupakan rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru Unisi, yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, di Kampus FH, Jalan Soebrantas Tembilahan.

“Ini adalah lanjutan dari Kegiatan Pengenalan Akademik (KPA), yang bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan antar civitas akademika FH Unisi,” tutur Wandi saat ditemui Haluan Riau, di sela-sela pelepasan mahasiswa dalam KBSM, Jum’at (4/10).

Adapun agenda yang dilaksanakan dalam KBSM tersebut, terdiri dari kegiatan-kegiatan sosial, seperti gotong royong dan pertandingan persahabatan.

Selain itu, lanjut Wandi, pihaknya juga akan menggelar penyuluhan hukum bagi masyarakat Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning. Dimana, dalam pelaksanaan penyuluhan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pengadilan Negeri Tembilahan dan Kodim 0314 Inhil.

“Mudah-mudahan, dengan kegiatan KBSM ini, semangat untuk kuliah itu muncul. Artinya, anak-anak yang baru masuk dari SMA ini, harus diubah pola pikirnya terlebih dahulu. Karena, mereka sudah tidak lagi berstatus sebagai pelajar, tetapi sudah berubah menjadi mahasiswa,” tambahnya. (dro/ad)




Tabrak Pohon, Satu Penumpang Travel Meninggal

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebuah kecelakaan maut hingga menelan 1 orang meninggal dunia dan 2 penumpang lainnya mengalami luka ringan dan luka berat, terjadi pada Rabu (2/10) sekitar pukul 13.30 Wib. Di TKP Jalan Lintas Propinsi Desa Bayas Kecamatan Kempas.

Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Rengat diketahui bernama Amran (54) warga Jalan Semampau Tembilahan. Sedangkan 2 penumpang lainnya, yakni Roni (25) dan Linda (26) juga warga Tembilahan mengalami luka berat dan luka ringan masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Rengat Inhu.

Informasi dilapangan, kronologi terjadinya insiden kecelakan berawal ketika mobil Toyota Inova  Nopol BM 1350 TG  milik Travel Putri Gas dengan sopir Doni Putra Gultom (29),  berangkat dari Kota Tembilahan menuju Pekanbaru dengan membawa tiga penumpang.

Naas, sampai ditengah perjalanan tepatnya di Desa Bayas Kecamatan Kempas, saat melaju dengan kecepatan tinggi bermaksud akan menyalip sebuah mobil. Begitu sudah menyalip, tiba-tiba dari arah depan juga melintas sebuah mobil lainnya, hingga akhirnya sang sopir membanting setirnya sampai keluar dari badan jalan lalu menabrak sebuah pohon.

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK melalui Paur Humas Ipda Warno Akman membenarkan terjadinya kecelakaan hingga menelan satu korban meninggal dunia dan 2 orang lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

“Hingga saat ini kasus kecelakaan tersebut, sudah ditangani oleh Sat Lantas Polres Inhil. Sedangkan untuk korban meninggal dunia mayatnya sudah diambil keluarganya dan dikebumikan sebagaimana mestinya,”ujar Paur Humas Ipda Warno Akman.

Setelah terjadi kecelakan, sopir mobil, Doni Putra Gultom (29) warga Pekanbaru mencoba  melarikan diri, namun berkat kerjasama yang baik akhirnya bisa tertangkap oleh Polres Inhu. “Untuk sopir mobil travel sudah diamankan dan dimintai keterangan terkait terjadinya kecelakaan yang menewaskan 1 orang meninggal dunia,”tambahnya.(dro/tok)