Empat Pengedar Narkoba Dibekuk

narkobaTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Dalam  dua hari, Satuan Unit Narkoba Polres Inhil berhasil menangkap 4 orang pelaku pengedar narkoba di tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda. Dari tangan pelaku, polisi  berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK melalui Kasat Narkoba AKP Imron Teheri S.sos menjelaskan, penangkapan kali pertama berawal adanya informasi masyakat, pada Jum’at (4 /10) yang lalu sekira pukul 18.30 Wib. Dilokasi Jalan Gerilya Parit VII Tembilahan Hulu, dengan pelaku N (32).

Setelah mendapat informasi, kemudian beberapa Anggota Sat Narkoba langsung meluncur ke TKP rumah pelaku. Namun saat petugas tiba dirumahnya, ternyata  pelaku tidak ada di rumah, selanjutnya karena pelaku tidak ada maka petugas hendak bermaksud balik ke Mapolres.

Sampai ditengah perjalanan tidak jauh dari rumah pelaku, ternyata petugas memergoki pelaku sedang duduk santai diatas sepeda motornya, persis didepan pertokoan. Kontan saja petugas langsung melakukan penangkapan.

“Begitu ditangkap pelaku langsung digelandang kerumahnya untuk dilakukan penggledahan dengan disaksikan Ketua RT setempat. Didalam kamar pelaku petugas menemukan barang bukti berupa 2 paket sabu,”ujar AKP Imron Teheri S.sos.

Selanjutnya penangkapan kedua dilakukan di Jalan M.Boya tepatnya di salah satu Ruko Kembar Jaya sekitar pukul 18.45 wib. Ketika petugas tiba dilokasi, saat itu pelaku Ed (39) sedang duduk di meja kasir.

Setelah dilakukan penggledahan di lantai 2 ruko milik pelaku dengan disaksikan Ketua RT setempat, petugas berjasil menemukan barang bukti berupa 1 unit Hp merek Lenovo serta 1 buah bong (alat penghisap) terbuat dari kaca putih didalamnya berisi serbuk Kristal putih serta 1 paket kecil sabu-sabu.

“Karena sudah ditemukan barang bukti, maka pelaku dibawa ke Mapolres Inhil untuk diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku,”jelasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (3/10) sekitar pukul 00.10 Wib, petugas Sat narkoba juga berhasil mengamankan 2 orang pelaku narkoba yakni  ST dan IM di Jalan Kayu Jati Tembilahan Hulu. Dari kedua pelaku yang kini sudah berada didalam sel Polres Inhil, diamankan barang bukti berupa 1 set tempat membakar sabu serta 2 buah Hp.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa 2 paket sabu, kemudian uang tunai sebesar Rp.1.335.000,- , 1 unit motor Honda Beat BM 5734 GF, dan  1 unit Hp milik pelaku IM. “Hingga berita ini ditulis kedua pelaku masih dalam penyidikan petugas,”pungkasnya. (dro/tok)




DKP Inhil Himbau Warga Lestarikan Rawa

rawaTembilahan (www.detikriau.org) – Semakin menyusutnya kawasan rawa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menimbulkan kekhawatiran. Sebagai tempat hidup dan berkembangbiak ikan air tawar, rusaknya rawa tentunya akan sangat berpengaruh dengan tingkat penghasilan masyarakat khususnya nelayan.

Menurut penjelasan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Inhil, Urip Sukarno melalui Kabid Kelautan dan Pesisir, Marduan, Salah satu penyebab terjadinya penyusutan kawasan rawa diakibatkan pemanfaatan areal rawa sebagai lahan perkebunan, terutama perkebunan sawit.

Perubahan fungsi kawasan rawa sebagai habitat ikan air tawar menjadi areal perkebunan ini pastinya akan menyebabkan gangguan  keseimbangan alam. “semua yang diciptakan Tuhan sudah diperuntukkan sebagaiman fungsinya, seperti, rawa, daratan, gunung dan lautan. Jika salahsatunya terganggu tentu akan memberi pengaruh kepada yang lainnya. Harusnya ini dapat dipahami oleh setiap individu manusia,” Pendapat Marduan.

Dengan adanya rawa, Tuhan memberikan rezky kepada sebahagian umatnya. Masyarakat setempat selama ini mengandalkan kawasan rawa sebagai sumber penghidupan terutama oleh nelayan. Semakin menyusutnya kawasan rawa, secara otomatis jumlah ikan air tawar juga akan semakin berkurang dan demikian pula dengan hasil tangkapan nelayan. Akibatnya, tentu terjadi penurunan jumlah penghasilan yang akan sangat berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan.

Diakui Marduan, sebahagian orang memang selalu beranggapan bahwa kawasan rawa itu tidak memiliki fungsi dan justru memberikan ancaman. Padahal rawa selain menjadi tempat hidup dan berkembang biak ikan air tawar juga akan menjadi peredam panas alam.

“Kita menghimbau agar masyarakat arief untuk melakukan pengalihfungsian lahan. Biarkan alam sebagaimana peruntukan yang telah dicipatakan Tuhan. Cintai dan lestarikan keberadaan rawa agar keseimbangan alam tidak sampai terganggu,” Pungkas Marduan.(dro)




Forum RT/RW Desak Pemkab Inhil Ganti Lurah Tembilahan Hulu

Tembilahan (www.detikriau.org) – Forum RT/RW Kecamatan Tembilahan Hulu mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk segera melakukan pemberhentian dan mengganti Lurah Kelurahan Tembilahan Hulu. Desakan penggantian pucuk pimpinan di Kelurahan ini disebutkan karena dinilai Lurah tidak bisa menjalin komunikasi yang baik dengan RT/RW selaku ujung tombak kelurahan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Surat permintaan pergantian lurah bernomor 01/FRW/VIII/2013 yang ditandatangani oleh Ketua Forum RT/RW Kelurahan Tembilahan Hulu, Mohd Arsyad yang dilampiri pernyataan persetujuan dari 83 Ketua RT/RW se Kelurahan Tembilahan Hulu ini ditujukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM

“Ini murni merupakan apresiasi dari Ketua RT dan RW di Kelurahan Tembilahan Hulu. Kami memandang hal ini sangat perlu segera diakomodir oleh pihak Pemerintah Kabupaten agar pelayanan kepada masyarakat tidak terbengkalai,” Ujar salah seorang RT di Kelurahan Tembilahan Hulu saat bertemu di gedung DPRD Inhil, senin (7/10)

Dijelaskannya, berdasarkan surat permintaan pergantian Lurah tertanggal 15 Agustus 2013 itu disampaikan disebabkan Lurah tidak lagi bisa menjalin kerjasama yang baik dengan Ketua RT/RW setempat. Forum RT/RW Kelurahan Tembilahan Hulu juga menilai Lurah selalu mempersulit pemberian pelayanan pemerintahan. Baik itu kepentingan pembuatan surat tanah, KTP dan sebagainya.

Alasan lainnya, Lurah juga dinilai selalu mempersulit urusan antara RT/RW dan sama sekali tidak pernah memberikan solusi atau jalan kelaur terbaik. Disamping itu, sebagai ujung tombak pemerintahan dalam membantu tugas Lurah, tanpa adanya hubungan yang harmonis, RT/RW merasa tidak lagi dapat bekerjasama selaku mitra kerja lurah.

“Intinya kita berharap Pemkab Inhil untuk segera menyikapi persoalan ini. Tidak harmonisnya hubungan ini jangan sampai pelayanan kepada masyarakat sampai terlantar,” Harapnya.(dro)




Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

HM AdnanKeluarga besar www.detikriau.org mengucapkan belasungkawa yang teramat mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah, HM Adnan Bin Abdul Kadir, Orang tua Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan di Rumah Sakit Awal Bross, Pekanbaru, Minggu 6 oktober 2013 pukul 19.50 Wib.

Semoga Almarhum diberikan keluasan kubur, mendapatkan tempat terbaik disisi Allah dan diampuni segala dosa-dosa selama hidupnya serta keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan dan keiklasan lahir dan bathin. Amin ya rabbal alamin.

Salam Hormat Kami

Muhammad Faisal, SE., Ak

Pemimpin Redaksi




Sekda : “Awas Jangan Percaya Iming-Iming Calo CPNS”

Pelamar CPNS Indragiri Hilir 1504 Orang —–

sekdaTembilahan (Vokal) – Terkait dengan Penerimaan CPNS 2013, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab Inhil), H Alimuddin RM menghimbau masyarakat tidak mudah terbujuk rayu calo. Jika nantinya ada masyarakat yang menemui praktik percaloan CPNS, silahkan laporkan keaparat kepolisian.

Dijelaskan Sekda, penerimaan CPNS 2013 yang dilakukan secara online ini merupakan gagasan yang sangat bagus untuk menepis semua penilaian miring tentang perekrutan CPNS, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Melalui sistim online, semua warga bisa bersaing secara sehat karena pendaftaran dan penilaian terhadap soal merupakan wewenang pusat yang tidak bisa diintervensi pihak manapun, termasuk kepala daerah.

“Jangan ada lagi masyarakat yang terperdaya oleh calo. Jika terbukti ada calo yang berusaha melakukan kebohongan dengan mengiming-imingi masyarakat untuk lulus, akan ditindak tegas. Silahkan laporkan ke aparat Kepolisian,” tegas Sekda Alimuddun RM.

Semenyara itu, berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Inhil, Hingga pendaftaran CPNS berakhir, jumat sore (4/10), jumlah pelamar di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 1.504 orang. Angka tersebut terdiri dari 3 formasi, Guru sebanyak 619, Kesehatan 640 dan sisanya Teknik 245 pendaftar.

“Hingga hari terakhir pendaftaran tercatat sebanyak 1.504 yang melamar CPNS melalui Kantor Pos. Jika dilihat dari data yang ada ternyata untuk jumlah pelamar terbanyak masih dari Kesehatan baru disusul formasi Guru,”ujar Kepala BKD Indragiri Hilir, Drs.Afrizal MP

Tambah Afrizal, jumlah itu masih belum final sebab meski untuk jadwal pendaftannya sudah ditutup pada Jum’at (4/10) namun bisa saja berkasnya baru dikirim oleh pihak Kantor Pos hari Minggu (6/10).

“Jumlah pelamar diperkirakan masih bisa bertambah tergantung apakah masih ada pengiriman dari pihak Kantor Pos. Tapi yang pasti jadwal pendaftaran sudah ditutup pada Hari Jum’at kemarin,”kata Afrizal.

Terkait kapan kepastian jadwal testnya, Afrizal mengaku masih belum tahu karena masih menunggu dari keputusan Kantor Propinsi maupun Kantor Pusat. Tapi yang jelas jika sudah turun akan langsung kita umumkan, yang penting para pelamar harus mempersiapkan diri lebih dini agar bisa mengerjakan soal-soal saat ujian nanti.(dro/tok)




Dishub diminta Tertibkan Angkutan Umum Ugal-Ugalan

sopirTembilahan (www.detikriau.org) – Masyarakat meminta instansi terkait khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indragiri Hilir untuk segera melakukan penertiban terhadap sopir angkutan umum yang kedapatan mengendarai kendaraannya secara ugal-ugalan. Tindakan yang tidak memikirkan keselamatan penumpang dan pengguna jalan umum ini dinilai sudah cukup banyak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan penjelasan Ujang, warga kota Tembilahan, sikap tidak terpuji para sopir angkutan umum ini sudah cukup meresahkan masyarakat. Tanpa adanya tindakan dan pemberian sanksi tegas, kebiasaan buruk ini akan sangat sulit untuk ditertibkan.

“Harusnya ada sanksi tegas. Sopir angkutan yang kerap ugal-ugalan ini harusnya tidak lagi diijinkan untuk mengendarai kendaraan. Jangan hanya dengan alasan mengejar untung, mereka tidak memikirkan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya, “ Kecam Ujang.

Aksi kebut-kebutan sopir angkutan umum dalam beberapa hari lalu juga kembali menelan korban jiwa, karena tidak mampu lagi menguasai laju kendaraan ketika hendak menyalip kendaraan lainnya, mobil keluar dari badan jalan dan menabrak pohon. Akibatnya, satu penumpang tewas dan 2 lainnya terpaksa dilarikan kerumah sakit karena mengalami cidera serius.

“Bayangkan saja, dari Tembilahan mereka berangkat sekira jam 10.00 Wib, kejadian kecelakaan di Bayas, jam 11.30 Wib. Artinya dari Tembilahan ke Bayas, waktu tempuh hanya kurang lebih 1 jam 30 menit. Saya yakin laju kendaraan sekira 70 hingga 80 km per jam. Dengan kondisi ruas jalan sempit, tentunya akan sangat riskan menimbulkan bahaya kecelakaan. Buktinya kejadian ini yang menyebabkan korban nyawa. ” Ujar Slamet, warga Tembilahan ketika sempat berbincang disela pelaksanaan pemakaman korban akibat sopir ugal-ugalan ini di TPU Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Kamis (3/10) yang lalu.

Secara pribadi dikatakan Slamet, iapun sudah beberapa kali terpaksa harus menegur sopir angkutan dalam beberapa kali bepergian keluar kota. Aksi sopir ugal-ugalan ini menurutnya kerap terjadi saat sedang kompoi sesama kendaraan angkutan umum lainnya. Yang sering membuat ia kerap kesal, ditegur malah si sopir memandang sinis dan sama sekali tidak memperdulikan. “Saya sangat setuju untuk menertibkan ini harus diberikan sanksi tegas. Kalau tidak juga bisa, sebaiknya ijin trayek angkutan-angkutan umum seperti ini dicabut saja,” Pinta Slamet. (dro)