Curi Mesin Diesel, Mahasiswa Jadi Buronan Polisi

malingTembilahan (www.detikriau.org) –  Nekad menggasak 1 unit mesin diesel plus dinamo 3 kg, Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Tembilahan kini menjadi buronan polisi. Sementara satu rekannya, pemuda pengangguran, berhasil ditangkap dan kini terpaksa meringkuk ditahanan Polres Inhil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan penjelasan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, peristiwa pencurian yang dialami Firman (41), warga jalan Gerilya Kecamatan Tembilahan Hulu ini terjadi pada hari jum’at (4/10) yang lalu sekira pukul 14.00 Wib dilokasi kebun miliknya jalan Sungai Beringin Lr Majlis Parit 20 Kecamatan Tembilahan.

Untuk menggasak barang curiannya, kedua pelaku melakukan perusakan engsel gembok pintu gudang dengan mempergunakan gunting seng.

“Benar. Korban sendiri yang menyampaikan laporan. Dari hasil pengembangan, kita sudah berhasil mengamankan satu orang pelaku, yaitu Kd alias Ack  (20), warga jalan trimas Tembilahan sementara satu orang teman pelaku, seorang Mahasiswa, An (20, warga Jalan Tanjung Harapan Tembilahan kini masih dalam pengejaran,” Ujar Paur Humas, Kamis (10/10)

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan Barang Bukti berupa uang Rp 70 ribu yang diakui sisa dari uang penjualan mesin diesel, 1 unit dynamo 3 Kg dan 1 buah gunting yang dipergunakan untuk memotong gembok gudang mesin. “Pelaku kini sudah diamankan di tahanan Mapolres Inhil dan satu rekannya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)”. Pungkas Paur Humas. (dro)




9 Tim Ikuti Seleksi LPI Inhil

(www.detikriau.org) -Sebanyak 9 tim, perwakilan masing-masing kecamatan mengikuti seleksi Liga Pendidikan Indonesia tingkat SLTA Sederajat, di Kabupaten Inhil, Kamis (10/10).

Kegiatan yang digelar di Stadion Beringin Tembilahan ini, merupakan agenda tahunan, dengan tujuan untuk mencari wakil Kabupaten Inhil, yang akan tampil di Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat Provinsi Riau mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil, melalui Sekretaris, Zulkifli dalam sambutannya berharap agar pada tahun berikutnya seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil bisa mengikutsertakan tim andalannya. Sehingga, bakat-bakat yang selama ini dimiliki oleh generasi muda dapat terus diasah dan dikembangkan, dalam upaya mengejar prestasi terbaik Kabupaten Inhil ke depan.

“Melalui kegiatan ini, saya harapkan mampu mencetak siswa-siswa yang berbakat dalam dunia olahraga terutama sepakbola, baik untuk tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan bahkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” tutur Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil, Mukhtar T menyambut baik dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut oleh Disdik Kabupaten Inhil, dalam rangka membina dan mengembangkan bakat olahraga peserta didik di sekolah.

“Nantinya, tim yang menjadi juara pada iven ini, akan mewakili daerah kita di LPI tingkat Provinsi Riau. Karena itu, kita harapkan tim yang menjadi pemenang, merupakan tim andalan yang bisa membawa dan mengharumkan nama Inhil hingga ke tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana, Endang Listiwati menjelaskan, bahwa kegiatan yang diperuntukkan bagi tim sepakbola tingkat SLTP dan SLTA sederajat, serta Perguruan Tinggi tersebut, akan dilaksanakan selama 3 hari, yakni dari tanggal 10 hingga 12 Oktober.

“Kita harapkan, seluruh peserta dan tim yang bertanding, dapat saling menjungjung tinggi sportifitas dalam berolahraga. Sehingga, kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib, lancar dan memperoleh hasil yang sesuai harapan kita bersama, dalam rangka memajukan dunia olahraga Kabupaten Inhil,” terang Kepala Seksi Kurikulun Kesiswaan SMA dan PLB, Disdik Inhil ini.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, berjumlah sebanyak 175 orang, terdiri dari 9 tim sepakbola, yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Tembilahan Kota, Tembilahan Hulu, Batang Tuaka, Reteh, Keritang, Mandah, Tanah Merah, Gaung dan Tempuling.(dro/ju)




AJI Pekanbaru Cari Ketua Baru

ajiPEKANBARU (www.detikriau.org) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru akan mengelar Konferensi Kota (Konferta) IV, untuk membentuk kepenggurusan baru, periode 2013-2016, Sabtu (12/10) besok. Konferta dilaksanakan di Gedung Wan Ghalib, kompleks Pustaka Wilayah Soeman HS, Jalan Jendral Sudirman yang dirangkaikan dengan acara seminar ”New Media dan Konvergensi Media”.
”Konferta diikuti seluruh anggota AJI Pekanbaru yang tersebar di kabupaten/kota di Riau,” ujar Ketua Divisi Organisasi AJI Kota Pekanbaru, Fakhrurrodzi, Kamis (10/10).

Menurut Fakhrurrodzi, Konferta merupakan pengambilan keputusan tertinggi di AJI kota. Selain mencari calon ketua untuk dipilih sebagai ketua, juga memilih sekretaris dan penggurus baru. Konferta sekaligus  arena untuk mempertanggungjawabkan program kerja organisasi dan keuangan oleh pengurus sebelumnya. ”Termasuk menyusun kembali program kerja 3 tahun ke depan,” imbuh Fakhrurrodzi.

Sementatara itu Ilham Muhammad Yasir, yang akan mengakhiri masa kepenggurusannya mengapresiasi kerja-kerja organisasi yang sudah dilakukan oleh seluruh anggota AJI Pekanbaru. ”Kawan-kawan sudah bersusah payah menjaga organisasi ini. Menjaga idealisme dan independensi profesi. Ini kerja tim yang memerlukan kesadaran bersama atas sebuah profesi yang mulia,” ujar alumni jebolan Fakultas Per-Undang-Undangan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ini.

Ilham yang ditanyakan apakah akan kembali mencalonkan lagi? Ilham dengan tegas menyatakan memberikan kesempatan kepada yang lain. Menurutnya, di AJI berdasarkan konstitusi organisasi di mungkinkan seorang ketua mencalonkan sebanyak 2 kali. ”Saya cukup 1 kali. Regenerasi harus berjalan da kaderisasi organisasi ini harus kuat,” jawab Ilham.(rls)




Asisten II Pimpin Rapat Persiapan Qurban 1434 H di Lingkungan Pemkab Inhil

kurbanTEMBILAHAN ) (ww.detikriau.org-Pelaksana Harian Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil,
Encik Kamal Syahindra memimpin rapat persiapan pelaksanaan qurban tahun
1434 H/2013 M, Rabu (9/10).

Rapat yang digelar di Balai Utama Kantor Bupati Inhil ini, dihadiri oleh
seluruh Kepala Bagian (Kabag) yang ada di lingkungan Sekretariat Daerah
(Setda) Kabupaten Inhil.

Pada kesempatan itu, Encik Kamal Syahindra mengatakan, bahwa melalui
pelaksanaan qurban nanti, diharapkan dapat menjadi motivasi dan
membangkitkan gairah, khususnya bagi para pegawai di lingkungan Setdakab
Inhil, dalam meningkatkan rasa berkorban dan berbagi kepada sesama yang
membutuhkan.

Ia juga berharap pelaksanaan qurban tersebut dapat menjadi
contoh bagi masyarakat yang melaksanakan qurban lainnya. Karena, seperti
diketahui masih cukup banyak masyarakat yang kurang memahami makna dan
pelaksanaan qurban yang sesungguhnya.

“Kita minta, panitia yang telah dibentuk nantinya dapat bekerja dengan baik
dan maksimal sebagaimana mestinya. Sehingga, hasil yang kita harapkan
bersama dari pelaksanaan qurban ini dapat tercapai,” tutur Encik Kamal.

Sementara itu, Kabag Humas Setdakab Inhil, Suhardiman menjelaskan, seperti
tahun sebelumnya, pelaksanaan qurban untuk tahun ini, rencananya akan
dilaksanakan pada hari raya kedua Idul Adha 1434 H atau tepatnya pada Rabu
(16/10).

Dimana, lanjut Plt Kepala BPMPD Kabupaten Inhil ini, pelaksanaan qurban
tersebut, akan dipusatkan di Masjid Yayasan Amal bhakti Muslim Pancasila
(YAMP), Jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan.

“Tahun ini, jumlah hewan qurban jenis sapi yang akan dipotong sebanyak 8
ekor. Nantinya, daging sapi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat
sekitar, khususnya dari kalangan kurang mampu,” imbuhnya.(dro/ju)




DTPHP Inhil Himbau Warga Jangan Beli Sapi Tak Miliki SK Sehat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban terutama yang berasal dari luar daerah untuk menjamin kesehatan saat dikonsumsi.

“Hewan-hewan kurban, khususnya sapi dari luar daerah yang masuk ke Inhil harus menyertakan surat keterangan sehat dari instansi terkait. Untuk itu kami terus melakukan pengawasan secara ketat,”tegas Kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi Umar, Rabu (9/10).

Untuk kesekian kalinya instansi ini mengimbau masyarakat agar menghindari pembelian sapi yang belum dinyatakan kualitas kesehatannya oleh petugas yang berwenang. Sebab, hewan-hewan yang belum mendapat keterangan kesehatan dikawatirkan mengidap penyakit-penyakit berbahaya seperti penyakit antrak, cacing hati dan penyakit kuku.

Dijelaskan Wiryadi, ada beberapa faktor penyebab penyakit pada hewan. Diantaranya pengaruh dari makanan yang selama ini diberikan kepada hewan ternak tersebut. pada intinya Wiryadi berpesan agar masyarakat tetap berhati-hati sebelum melakukan pembelian hewan kurban, terutama bagi yang datang dari luar daerah.

Untuk mengetahui apakah hewan tersebut menderita penyakit berbahaya atau tidak, DTPHP sendiri siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sedangkan bagi masyarakat yang berada di kecamatan atau daerah-daerah tertentu bisa langsung berkoordinasi dengan pihak UPT.

Ditambahkan Wiryadi pergerakan hewan dari daerah satu ke daerah lain tidak bisa sembarangan, sebab diatur dalam sebuh undang-undangan. Selain mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan dimana hewan-hewan itu berasal, Dinas Peternakan tujuan juga memiliki hak kuat untuk memberikan rekomendasi serupa.

“Tidak bisa sembarangan dalam melakukan perdagangan hewan-hewan seperti ini. Kita juga memiliki hak untuk memberikan rekomendasi apakah hewan itu layak dikonsumsi atau tidak,” jelasnya lagi.(dro/*1)




Wabup Inhil Buka Rakor FPK

rosmanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tingginya heterogenitas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sering disikapi dengan hal negatif oleh sebagian kalangan masyarakat. Kedepan Wakil Bupati (Wabup) Inhil, H Rosman Malomo mengatakan hal itu harus ditiadakan.

Jika heterogenisme sering ditanggapi sebagai hal neggatif, maka tidak jarang akan menimbulkan konflik horizontal maupun konflik vertikal ditengah-tengah masyarakat. Kata wabup,  heterogenitas disuatu daerah harus diimbangi dengan sistem informasi dan  pelayanan yang baik, sebagai antisipasi adanya gesekan.

Pada acara pembukaan rapat koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang di taja Kesbangpol Inhil, Rosman Malomo menegaskan bahwa permasalahan yang muncul dan berdampak pada gesekan sosial, politik, ekonomi dan organisasi masyarakat (ormas). Bahkan kata Rosman banyak yang berpendapat bahwa perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya  semakin memprihatinkan.

Kekawatiran demikian menjadi semakin nyata ketika satu permasalahan dialami oleh setiap warga negara. Sehingga dampaknya memudarkan rasa nasionalisme dan bahkan melupakan nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi bangsa selama ini. Akibat dari semua itu banyak yang kehilangan nilai-nilai budaya yang justru selama ini menjadi kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Yang paling fatal adalah kalau kita kehilangan rasa persaudaraan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan diantara masyarakat. Dimana keharmonisan yang selama ini terjaga hilang begitu saja,” ungkap wabup Inhil Rosman Malomo, Selasa (8/10) di Tembilahan.

Permasalahan kehidupan sosial merupakan salah satu akibat dari semua krisis yang ada, sehingga akan melahirkan ancaman desintegrasi bangsa. Apalagi bila melihat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural seperti beragamnya suku, ras, budaya, agama dan berbagai aspek politik lainnya. Demikian pula dengan kondisi geofrafis negara kepulauan yang terbesar.

Semua itu kata Rosman akan mempengaruhi terjadinya konflik  sosial yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Keberadaan FPK dikatakan yang bersangkutan merupakan salah satu wadah yang dibentuk pemerintah sebagai respon dan wujud penghargaan terhadap kemajemukan masyarakat Inhil.

Pada dasarnya FPK dibentuk dalam rangka mengatisipasi timbulnya permasalahan sosial ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. FPK dituntut bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kebersamaan dan persaudaraan.

“Setidaknya keberadaan FPK dapat memberikan alternatif dan sumbangsih pemikiran bagi kita bersama guna menyelesaikan beragam permasalahan yang berhubungan dengan ras, suku dan golongan,”ujarnya. (dro/*1)