Pemekaran dan Naiknya Status Desa Perlambat Proses perekaman e-KTP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Beberapa bulan menjelang akhrir tahun 2013, perekaman data e-KTP pemerintah kecamatan (pemcam). Mandah baru mencapai 53 persen.

Sekretaris Camat (Sekcam) Mandah Umar Hamdy menyebutkan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan perekaman data masih rendah. Diantaranya pengaruh terjadinya pemekaran desa, serta naiknya status desa menjadi sebuah kelurahan.

“Masyarakat terpaksa harus merubah kartu keluarga (KK) berdasarkan nama-nama desa mereka yang baru. Hal itu tentu mempengaruhi percepatan perekaman data,” ungkap Umar Hamdy, saat dikomfirmasi melalui sambungan teleponya, Rabu (30/10).

Selain itu kurangnya minat masyarakat juga merupakan faktor rendahnya realisasi perekaman data. Mungkin saja menurut Umar, masyarakat belum merasakan dampak langsung dari e-KTP yang sudah direkam.

“Saat inikan kita ketahui untuk keperluan administrasi penduduk, masyarakat masih menggunakan KTP Siak. Sehingga mungkin saja pendapat masyarakat buat apa repot-repot merekam data, sementara KTP lama juga masih berlaku,” duganya.

Untuk itu pihaknya setiap saat mensosialisaikan kepada masyarakat, bahwa KTP Siak akan segera berakhir masa penggunaanya pada awal Januari 2014 mendatang. Mulai saat itu, e-KTP secara otomatis sangat diperlukan untuk berbagai keperluan administrasi kependudukan.

“Kami terus memberikan kesempatan dan melayani bagi masyarakat untuk melakukan perekaman data. Pelayanan perekaman data tetap seperti biasa, terutama pada saat jam kerja normal di Kantor Kecamatan Mandah,” jelasnya.(dro/*1)




Sehari, Dua Pelaku Narkoba Diringkus Polisi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dalam sehari, 2 orang pelaku diduga pemakai narkoba berhasil diamankan oleh Satuan Unit Narkoba Polres Indragiri Hilir. Dari tangan kedua pelaku petugas menemukan barang bukti sabu lengkap dengan bong alat penghisap.

Penangkapan pertama, petugas mengamankan seorang pelaku yang berinisial Es (24) tinggal di Los Pasar RT 01 Desa Sungai Luar. Saat ditangkap di TKP sekitar pukul 07.30 Wib, petugas menemukan barang bukti berupa satu dompet warna hijau putih yang didalam berisi satu buah kaleng CDR warna ternyata tersimpan satu paket kecil sabu terbungkus plastik bening serta satu set bong dan gunting serta sebuah Hp Nokia type 105 warna hitam.

Kemudian penangkapan kedua dilakukan petugas Unit Narkoba, sekitar pukul 08.00 Wib, di TKP Jalan Profesor M Yamin Kecamatan Tembilahan. Dari tangan pelaku berinisial MH (31) saat ditangkap dirumahnya ditemukan barang bukti berupa sebuah plastik warna putih didalamnya berisi sabu.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK melalui Kasat Narkoba AKP Imron Teheri S.sos Selasa (30/10) menjelaskan kronologi penangkapan terhadap kedua pelaku berawal adanya informasi dari masyarakat, terkait aktifitas pelaku selama ini sebagai pemakai narkoba.

Atas informasi tersebut, kemudian petugas Sat Narkoba Polres Inhil langsung melakukan pengembangan, selanjutnya dilakukan penggrebekan sekaligus penangkapan kedua pelaku. Ternyata benar dari kedua TKP yang berbeda ditemukan barang bukti narkoba, selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Mapolres Inhil untuk proses lebih lanjut.

“Karena saat dilakukan penangkapan di dua TKP, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa sabu. Maka kedua pelaku langsung diamankan berikut barang buktinya di bawa ke Mapolres Inhil,”kata Imron.

Pada kesempatan ini, Imron  juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif melawan narkoba. Dengan cara jika melihat disekitar lingkungannya ada gelagat mencurigakan masalah narkoba, segera laporkan pada Kantor Polisi terdekat. Pintanya.(dro/tok)




Sekda Sambut Kepulangan Jamaah Haji

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM saat menyambut kedatangan Jamaah Haji Kloter 8 di Bandara TempulingTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM menyambut kedatangan Jamaah Haji, yang tergabung dalam kelompok terbang 8 di Bandara Indragiri Kecamatan Tempuling, Selasa (29/10).

Kedatangan Jamaah Haji (JH) Kabupaten Inhil ini sedikit terlambat dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, disebabkan berbagai kendala, seperti kondisi cuaca yang saat itu sedang turun hujan.

Pada kesempatan itu, Sekda mewakili masyarakat Kabupaten Inhil mengucapkan selamat datang. Ia berharap, seluruh JH tetap dalam keadaan sehat hingga tiba di rumah untuk berkumpul bersama keluarga tercinta dan berbagi pengalaman yang didapat selama menjadi tamu Allah.

“Kita berharap, sepulangnya dari tanah suci, para JH dapat kembali memberikan pengabdiannya kepada negeri yang kita cintai ini, demi mewujudkan Inhil yang berjaya dan gemilang,” tutur Sekda.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil, H Azhari Syukur menjelaskan, seharusnya keberangkatan JH kloter 8 dari Embarkasi Batam, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dengan 4 kali penerbangan. Kemudian, disusul dua kali penerbangan pada Rabu (30/10).

Namun, dikarenakan adanya beberapa kendala yang tidak terduga, seperti kondisi cuaca dan lain sebagainya, terpaksa keberangkatan ditunda hingga pukul 12.00 WIB.

“Ketika sampai di Bandara Indragiri Tempuling sedang turun hujan yang cukup lebat. Sehingga, pesawat tidak bisa mendarat karena landasan ditutupi genangan air. Jadi, kita terpaksa balik lagi ke Batam. Setelah beristirahat sebentar, kita berangkat lagi kesini dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB,” terang Azhari.

Lebih lanjut Azhari menuturkan, apabila kondisi cuaca masih mendukung, berkemungkinan satu penerbangan lagi akan tiba pada hari ini. Sedangkan sisanya, akan diberangkatkan pada esok hari dengan 4 kali penerbangan.

“Persoalan inikan tidak kita duga sebelumnya. Namun, kita tetap berharap, seluruh JH dapat kembali dengan selamat ke kampung halamannya masing-masing,” tutupnya. (dro/ju)




Disnakertrans Beri Pembekalan Naker

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hilir, menggelar pembekalan kegiatan usaha kecil dan permagangan, Selasa (29/10).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jalan Keritang Tembilahan ini dalam rangka menyediakan tenaga kerja yang siap pakai bagi dunia usaha, khususnya di Kabupaten Inhil.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Inhil, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Rainir Laputolo mengatakan, tenaga kerja merupakan salah satu factor penting dalam proses pencapaian hasil usaha, baik itu jenis usaha yang bergerak di bidang jasa, industri, rumah tangga maupun usaha perdagangan.

“Karena itu, sangat perlu adanya pengetahuan dalam pemanfaatan tenaga kerja, dengan menghendaki adanya perimbangan terhadap volume pekerjaan yang ada,” tutur Rainir.

Selanjutnya, ia berharap, para peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan cermat dan teliti. Sehingga, nantinya memperoleh pekerjaan di tempat yang lebih baik dan mendapatkan penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan hidup masing-masing.

“Kita juga mengimbau, pihak pemberi kerja atau pengusaha agar lebih memperhatikan kemampuan dan keahlian tenaga kerja. Sehingga, penghasilan yang diberikan kepada pekerja sesuai dengan standar upah, yang telah ditetapkam oleh Disnakertrans,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Saaluddin menjelaskan, bahwa pembekalan kegiatan usaha kecil dan permagangan ini, diikuti sebanyak 10 peserta, yang berasal dari pencari kerja dan pekerja pemula usaha kecil dalam wilayah Kecamatan Tembilahan.

“Kegiatan ini bertujuan, untuk memberi bekal pelatihan kewirausahaan, dan motivasi usaha bagi peserta, serta memberi ilmu pengetahuan tentang usaha kecil dan permagangan. Selain itu, juga dimaksudkan untuk member pengetahuan tentang ilmu ketenagakerjaan dan motivasi kerja, baik itu kemauan, semangat dan kerja keras,” terangnya. (dro/ju)




Manajer PLN Tembilahan Akui Tiang Sudah Keropos

Program Penggantian Sudah dijalankan Sejak 2010 —-

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sejak tahun 2010, PLN Rayon Tembilahan telah menjalankan program penggantian tiang penyangga distribusi listrik yang tidak lagi layak. Namun disebabkan keterbatasan material dan sumber daya, penggantian terpaksa dilakukan secara bertahap.

Pernyataan ini disampaikan oleh Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman melalui sambungan telepon selularnya kepada Vokal, senin (28/10). Terkait ambruknya tiang penyangga distribusi listrik milik mereka di jalan Provinsi Parit 6 Tembilahan, diakui Budi salah satu penyebabnya dikarena kondisi tiang yang sudah keropos.

‘Benar kondisi tiang kita itu sudah keropos dan akhirnya patah. Namun sebelum itu, kejadian ini didahului dengan ambruknya papan reklame yang menimpa jaringan tv kabel yang bertumpu ditiang kita. Karena memang kondisi tiang yang sudah tua, tentunya tidak lagi akan mampu sanggup menanggung beban terlalu berat dan akhirnya patah,” Jelas Budi

Juga dibenarkan Budi, kondisi tiang listrik yang sudah keropos itu sudah selayaknya untuk dilakukan penggantian. Program ini sudah dilakukan pihak mereka sejak tahun 2010. Namun dengan keterbatasan material dan berbagai sumberdaya lainnya, terpaksa dilakukan secara bertahap.

Terkait keberatan yang disampaikan oleh salah seorang masyarakat setempat, Raja Firman dengan kabel distribusi listrik yang melintas tepat diatas rumahnya, dikatakan Budi Warman bahwa proyek tersebut adalah proyek wilayah, PLN Rayon Tembilahan hanya sebatas pemantau.

“Yang jelas keberatan warga ini sudah kita sampaikan ke Wilayah. Kita tidak memiliki wewenang melebihi itu karena kita hanya sebatas pemantau proyek yang dijalankan oleh wilayah,”elak Budi.(dro)




Jaga Kebersihan Kota, PU Uji Cobakan Gerobak Sampah

gerobak sampahTembilahan (www.detikriau.org) – Dalam rangka menciptakan kota Tembilahan yang bersih dan bebas dari sampah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir terus berupaya menciptakan berbagai terobosan inovatif. Saat ini, Dinas PU Inhil meluncurkan Sembilan unit gerobak sampah dorong sebagai program ujicoba.

Jika nantinya dinilai berhasil, maka nantinya akan kembali ditambah yang peruntukannya diarahkan kepada seluruh Rukun Tetangga (RT) di Beberapa Kecamatan.

Kepala Dinsa PU Inhil, H Tengku Edy Efrizal menuturkan saat ini sembilan gerobak sampah dorong itu sudah berada di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) jalan Sungai Beringin Tembilahan. kalau segala administrasinya selesai maka gerobak itu akan langsung diserahkan dan bisa dimanfaatkan.

“Langkah awal tentu harus ada sosialisasi kepada seluruh RT dikawasan Tembilahan. kita akan memberikan penjelasan secara detail, bagai mana cara pengoperasian gerobak-gerobak tersebut,” ungkap mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) ini, kemarin.

Sesuai fungsi, fasilitas itu memang akan dipergunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sempit yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat. Sampah yang sudah dianggkut dikumpulkan kesuatu titik yang sudah disediakan. Setelah itu baru dapat dibawa oleh mobil pengangkut sampah menuju TPA.

“Langkah ini untuk memudahkan masyarakat dalam membuang sampah-sampah rumah tangga mereka. Sebaliknya petugas kebersihan juga merasa terbantu, sehingga sampah bisa terangkut dengan cepat sebelum menimbulkan bau tak sedap,” katanya.

Dari aktu ke waktu, volume sampah akan terus mengalami peningkatan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, tidak menutup kemungkinan sampah-sampah tidak terkelola dengan baik tentu bisa merusak pemandangan, selain itu keindahan dan kebersihan kota semakin tidak bisa terwujud.

“Kami selaku pemerintah tentu berupaya maksimal untuk menyediakan sarana-sarana pengangkut sampah. Namun dibalik itu semua perlu dukungan dari masyarakat. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya sangat dibutuhkan. Sehingga ada sinergisitas anatara masyarakat dengan upaya yang dilakukan pemerintah,” pungkasnya (dro/*1)