Ratusan Peserta Ikuti Pelatihan Peningkatan Mutu Guru TPA dan MDA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H Indra Muchlis  Adnan yang diwakili staf ahli bidang kemasyarakatan dan SDM, Yasin Abdi menghadiri pembukaan kegiatan pelatihan peningkatan mutu guru TPA dan MDA tahun 2013, Jum’at (1/11) malam kemaren.

Kegiatan yang digelar di Aula salah satu hotel Tembilahan  dengan peserta ratusan tenaga pengajar TPA dan MDA ini mengusung tema ”Dengan pelatihan peningkatan mutu guru TPA dan MDA, kita tingkatkan kualitas pembelajaran dalam melaksanakan tugas kependidikan”.

Dalam sambutan Bupati  yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, HM Yasin Abdi mengatakan, TPA adalah unit pendidikan non formal jenis keagamaan berbasis komunitas muslim, yang menjadikan Al-Qur’an sebagai materi utamanya dan diselenggarakan dalam suasana yang indah, bersih, rapi, nyaman, serta menyenangkan.

Sedangkan MDA adalah lembaga pendidikan Islam yang telah dikenal sejak lama, bersamaan dengan penyiaran Islam di Nusantara. Dimana, pengajaran dan pendidikannya timbul secara ilmiah, melalui proses akulturasi yang berjalan secara halus, perlahan dan damai, sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitarnya.

Melihat pengertian tersebut, maka peran dan keberadaan TPA dan MDA sesuai dengan Undang-undang, yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter, serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

”Saya berharap, pelatihan ini dapat memberikan sumbangsih, demi perbaikan karakter generasi masa depan bangsa, menuju yang lebih baik,” Ujar Yasin Abdi.

Ketua Panitia, H Kursani mengatakan, dunia pendidikan saat ini menuntut seorang guru yang profesional dibidangnya, maka dengan pelatihan tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap TPA dan MDA.

”Melalui pelatihan ini, mudah-mudahan peserta dapat memperoleh ilmu, serta informasi terbaru tentang pembelajaran, untuk kemudian diterapkan dan dilaksanakan di tempat tugasnya masing-masing,” imbuhnya.(dro)




BPBD Inhil Gelar Penyuluhan Penanggulangan Bencana

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir
menggelar penyuluhan penanggulangan bencana, di Kecamatan Tembilahan dan
Tembilahan  Hulu. Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 peserta ini, dalam rangka meminimalisir
jatuhnya korban pada setiap bencana yang terjadi.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Inhil, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwanto, untuk saat ini,
kegiatan penyuluhan tersebut dilakukan di dua kecamatan saja. Namun,
selanjutnya akan dilaksanakan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten
Inhil.

“Materi yang kita berikan terkait dengan persiapan diri dan langkah awal yang harus dilakukan masyarakat ketika terjadi bencana,”tutur Erwanto, kemarin.

Adapun materi yang lebih diutamakan dalam penyuluhan tersebut, dijelaskan
Erwanto, lebih diutamakan pada penanggulangan bencana kebakaran, karena
mengingat bencana kebakaran yang dominan terjadi di Kabupaten Inhil.

Ia juga berharap melalui kegiatan tersebut akan dapat memberikan
tambahan pengetahuan kepada masyarakat, terutama tentang bagaimana
kesiapsiagaan jika terjadi bencana di lingkungan masing-masing.

“Kepada para peserta yang telah mengikuti penyuluhan ini, kita minta ilmu
dan pengetahuan yang telah didapat  supaya disebarluaskan kepada keluarga
dan teman-teman terdekat lainnya. Sehingga ketika terjadi bencana,
masyarakat lebih siap dan mengerti apa yang harus dilakukan,” imbuhnya.
(adv/humas)**




Tembilahan Juarai Kompetisi Futsal Antar Kecamatan

Wakil Bupati, H Rosman Malomo memberikan sambutan sebelum menutup kompetisi futsal antar kecamatan
Wakil Bupati, H Rosman Malomo memberikan sambutan sebelum menutup kompetisi futsal antar kecamatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Klub futsal Kecamatan Tembilahan, berhasil keluar sebagai pemenang pada kompetisi futsal antar kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2013 setelah menaklukkan Kecamatan Tembilahan Hulu, yang berada di peringkat kedua. Kemudian, disusul Kecamatan Gaung di peringkat ketiga dan Kecamatan Concong di peringkat keempat.

Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dalam kata sambutannya sekaligus menutup secara resmi kegiatan ini mengucapkan selamat kepada tim dan atlet yang mencapai hasil terbaik. Wabup berharap, agar prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi, untuk menghadapi tantangan ke depan di kejuaraan yang lebih tinggi.

”Kepada tim dan atlet yang belum memperoleh hasil maksimal, hendaknya iven ini menjadi motivasi dan daya dorong untuk senantiasa meningkatkan kemampuan, baik skill secara individu maupun kekompakan di dalam tim. karena tidak tertutup kemungkinan pada kesempatan lain akan menjadi yang terbaik,” pesan Wabup, Jum’at (1/11).

Dalam kesempatan itu, Wabup juga engatakan, bagi peserta terbaik yang mempunyai potensi agar nantinya dapat dibina lebih intensif sebagai persiapan untuk mengikuti seleksi di tingkat lebih tinggi. Sehingga, nantinya akan muncul atlet-atlet futsal baru di Inhil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil, H Mukhtar T melalui Sekretaris, Suwardi menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 23 Oktober hingga 1 Nopember 2013 dan diikuti seluruh kecamatan di Kabupaten Inhil ini, bertujuan mencari bibit-bibit atlet futsal potensial, yang selanjutnya dibina, untuk menjadi wakil Kabupaten Inhil pada iven olahraga futsal, seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda).

Selain itu, lanjut Suwardi menyatakan bahwa kompetisi tersebut dalam rangka menumbuhkan keinginan dan minat serta membudayakan kebiasaan berolahraga di tengah-tengah masyarakat.

”Melalui kegiatan ini, kita berharap atlet-atlet Kabupaten Inhil dapat selalu mengedepankan semangat luhur dalam olahraga, yakni menjunjung tinggi sportifitas,” pungkasnya.(dro)




MTsN Tembilahan, Wajibkan Baca Al Qur’an Sebelum Memulai Proses Belajar Mengajar

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Beragam cara yang dilakukan pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Antara lain, MTsN Tembilahan menerapkan wajib baca Alquran bagi para siswa sebelum memulai mata pelajaran.

Upaya itu menurut Kepala MTsN Tembilahan, Rusli merupakan program yang tepat dilaksanakan dalam rangka meningkatkan minat baca siswa terhadap Alquran sekaligus sebagai sarana meningkatkan mutu pendidikan dibidang keagamaan.

“Hari biasa kita mengharuskan para siswa untuk membaca ayat suci Alquran selama 15 menit sebelum memulai pelajaran diruang kelas masing-masing. Karena melalui baca Alqurnan banyak manfaatnya,.” Ungkap Rusli, kemarin.

Dampak langsung dari membaca Alquran, kata Rusli siswa bisa menghafal surat-surat pendek yang ada didalam Alquran. Kemudian siswa juga bisa khatam Alquran. Karena sebagai umat Islam, khatam Alquran juga menjadi keharusan.

“Kami mengharapkan hal ini bisa menjadi motivasi siswa untuk terus belajar dan belajar. Karena salah satu program kami adalah mengathamkan siswa dan di nobatkan pada acara perpisahan nanti,” cetusnya.

Diusia para siswa yang relative masih muda, Rusli yakin mereka akan mudah menghafal ayat-ayat qur’an apalagi ayat pendek. Lalu setelah mereka tamat, mereka lebih menguasai ilmu Alquran, serta bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan.  Maka itu sekolah ini mewajibakan baca Alquran bagi seluruh siswa muslim.

Apapun alasan pihak sekolah menerapkan program baca Alquran sebelum memulai mata pelajaran di kelas tidak lain untuk meningkatkan keimanan. Iman yang baik, pungkas Rusli akan menciptakan generasi penerus yang cerdas. Sehingga, jika kelak menjadi pemimpin mereka akan menjadi pemimpin yang baik.(dro/*1)




Diskes Terus pantau Usaha Depot Air Minum

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mengawasi puluhan depot air minum isi ulang di kota Tembilahan dan sekitarnya. Langkah itu mereka ambil sebagai upaya agar air tersebut layak dikonsumsi masyarakat.

“Kami secara kontinyu terus mengawasi depot air minum isi ulang di kota ini, agar airnya layak untuk dikonsumsi masyarakat. Caranya, petugas secara kontinyu pula memeriksa izin dan uji sample untuk mengetahui kadar kelayakan air,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Inhil, Riduan Ahim, Jumat (1/11).

Setiap pengusaha depot air minum wajib memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah. Pasalnya, depot air minum isi ulang yang tidak memenuhi syarat tentu bisa merugikan kesehatan masyarakat. Sehingga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah pula untuk melakukan pemantauan.

Pengawasan yang dilakukan instansi ini dengan cara melakukan pengujian sample seperti kualitas air dengan tiga indikator yaitu secara fisika, kimia dan bakteriologi. Jika kedapatan pengusaha depot air minum yang melanggar aturan, pemerintah bisa mengambil tindakan tegas sesuai undang-undang yang berlaku.

Meski tidak menyebutkan berapa jumlah pastinya, namun yang jelas usaha depot air minum dikatakan Riduan bak cendawan tumbuh. Usaha itu sangat menjanjikan keuntungan, karena selain air merupakan kebutuhan pokok, air bersih juga sulit didapat bagi warga yang bermukim didaerah rawa seperti Inhil.(dro/*1)




Pejabat Bea Cukai Dinilai Tetap Biasa Terima Suap

Heru Sulastyono. dok TEMPO
Heru Sulastyono. dok TEMPO

Jakarta – Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengatakan kasus penyuapan kepada pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sudah akut. Padahal, pada 2008,  Komisi Pemberantasan Korupsi pernah menggelar sidak di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. Saat itu, KPK menemukan Rp 500 juta dari laci para pegawai.

Jika sekarang muncul kasus korupsi lagi, kata dia, artinya lembaga di bawah Kementerian Keuangan ini belum melakukan pembenahan. Sejumlah pejabatnya bisa dianggap tak kapok, bahkan makin berani melakukan korupsi. “Selama ini tidak ada perbaikan di institusi tersebut,” kata Emerson kepada Tempo pada Rabu, 30 Oktober 2013.

Polisi telah mencokok Kepala Subdirektorat Ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Heru Sulastyono kemarin. Dia diduga menerima suap Rp 11,4 miliar dari seorang pengusaha. Pengusaha yang bernama Yusran Arif, pemilik  PT Tanjung jati Utama, itu juga ikut ditangkap.

Menurut Emerson, Heru tidak mungkin melakukan operasinya sendirian. “Pasti ada jaringan yang membuat Heru bertindak Heru menerima suap.” Apalagi pemberian suap dengan polis asuransi termasuk modus baru. Dengan begitu, kata dia, transaksi ini lebih sulit ditelusuri. “Pegawai lain yang terlibat juga besar kemungkinan memakai modus ini,” katanya.

Untuk mengatasi penyuapan terjadi lagi, Emerson menyarankan agar penegak hukum tak hanya berpuas terhadap pencegahan suap. “Penindakan yang tegas juga harus dilakukan Kepolisian dan KPK.” Sebelumnya, mantan kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein kerap melaporkan ihwal rekening tambun pegawai Bea-Cukai. Namun sayang, laporan tersebut mandek di penegak hukum. Persoalannya, kata dia, apakah penyidik mau mengungkap ini atau tidak. “Tak ada yang tak bisa disentuh.”

Direktur Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan modus Yusran menyuap Heru untuk menghindari audit Kantor Bea Cukai. Ia kemudian melakukan buka tutup perusahaaan untuk menghindari audit.

Menurut sumber Tempo, pengusutan kasus ini berawal dari pelaporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal rekening gendut Heru. Selama periode 2009-2012, kata dia, PPATK mencatat transaksi di rekening Heru mencapai Rp 60 miliar, termasuk dari Tanjung Jati Utama. Atas penangkapan tersebut, Tjatur menyatakan apresiasinya. “Saya sampaikan apresiasi kepada polisi yang sudah menindaklanjuti laporan PPATK,” kata dia.(tempo.co)