Tradisi Bekaroh di Kabupaten Indragiri Hilir: Warisan Budaya yang Masih Dilestarikan

INHIL – salah satu kabupaten di Provinsi Riau, memiliki berbagai tradisi lokal yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya. Salah satu tradisi yang hingga kini tetap eksis adalah “Bekaroh,” sebuah metode tradisional menangkap ikan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bekaroh merupakan cara unik dan tradisional dalam menangkap ikan dan udang. Prosesnya melibatkan pengadukan air di sungai atau rawa hingga menjadi keruh. Kondisi air yang keruh membuat ikan dan udang kehilangan keseimbangan, menyebabkan mereka mabuk dan akhirnya muncul ke permukaan. Hal ini memudahkan para nelayan untuk menangkap hasil tangkapan mereka tanpa menggunakan alat modern.

Masyarakat Indragiri Hilir menjaga tradisi Bekaroh sebagai bagian dari kearifan lokal yang tidak hanya mempertahankan nilai-nilai budaya, tetapi juga mengajarkan pentingnya hidup selaras dengan alam. Proses ini dilakukan tanpa merusak ekosistem sungai, menjadikannya cara penangkapan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tradisi Bekaroh biasanya dilakukan pada musim tertentu, saat debit air dan kondisi lingkungan mendukung. Di samping aspek ekonomis, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menangkap ikan.

Dengan segala keunikannya, Bekaroh menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Indragiri Hilir. Pemerintah daerah setempat diharapkan terus mendukung pelestarian tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga dan diperkenalkan ke generasi muda.

Tradisi ini tidak hanya mengajarkan cara menangkap ikan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta kecintaan terhadap lingkungan yang seimbang dan lestari.




Dinkes Inhil Laksanakan Pertemuan Evaluasi Program Anak

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil melaksanakan pertemuan evaluasi program anak di salah satu hotel di Tembilahan, 6/8/24

Diketahui bahwa pelaksanaan tersebut digelar dari tanggal 5-7 Agustus 2024 yang dihadiri oleh Puskesmas Se-kabupaten Indragiri Hilir.

Kadinkes Inhil Rahmi Indrasuri dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pertemuan evaluasi program anak ini sangat penting dilakukan mengingat Puskesmas dan PKM merupakan ujung tombak dalam perpanjangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini perhatian dan
menggambarkan adanya kepedulian kita terhadap kepentingan program peningkatan pelayanan kesehatan balita melalui evaluasi program anak,” kata Rahmi.

Kadinkes Rahmi Indrasuri menuturkan bahwa rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) berfokus pada peningkatan kesehatan ibu, anak, KB dan kesehatan reproduksi serta percepatan perbaikan gizi masyarakat.

Selain itu juga Kadinkes Inhil Rahmi Indrasuri menambahkan, Peningkatan kesehatan ibu dan anak difokuskan pada upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), Melahirkan, angka kematian bayi (AKB) lahir dan angka kematian neonatal.

“Dengan target angka kematian ibu menjadi 183 kematian per 100.000 kelahiran hidup, angka kematian bayi menjadi 16 kematian per 100 kelahiran hidup, di Kabupaten Indragiri Hilir kematian ibu sedang di MPDN 9 kematian ibu. Kematian bayi di laporan manual qda 24 lahir mati, 70 lahir hidup sedangkan di MPDN 23 lahir mati, 64 lahir hidup. Dibutuhkan strategi khusus yang efektif dan efisien dalam proses pencapaian tersebut,” jelasnya.

Dalam rangka monitoring dan evaluasi
pelaksanaan program anak diperlukan sistem Pencatatan dan pelaporan yang akurat, Real time dan berkualitas.

“Dengan sistem Pencatatan dan pelaporan
yang baik dapat mendukung pelaksanaan
program anak di lapangan. Saya berharap
Puskesmas dan jaringannya dapat
meningkatkan komitmen bersama
bersama dalam meningkatkan pelayanan
pelayanan kesehatan pada anak di fasilitas pelayanan Kesehatan” imbuhnya.

“Dengan sistem Pencatatan dan pelaporan
yang baik dapat mendukung pelaksanaan
program anak di lapangan. Saya berharap
Puskesmas dan jaringannya dapat meningkatkan komitmen bersama dalam
meningkatkan pelayanan kesehatan pada
anak di fasilitas pelayanan Kesehatan,”
imbuhnya.

Selama pelaksanaan tersebut terpantau yang hadir narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Narasumber dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Sekretaris, Kabid, Sub Koordinator di lingkungan Dinas Kesehatan serta peserta yang evaluasi program anak. mengikuti kegiatan.  (Adv Dinkes Inhil)




Hari Pengayoman ke-79, Rutan Dumai Berikan Santuan pada Panti Asuhan

ARB INdonesia, DUMAI – Dalam rangka memperingati Hari Pengayoman atau Hari Ulang Tahun Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) ke-79 Tahun 2024, Rutan Dumai beserta DWP Rutan Dumai melaksanakan bakti sosial.

Kegiatan sosial yang dilaksanakan dengan memberikan santunan ke panti asuhan di Kota Dumai yaitu Panti Asuhan Peduli Bersama dan Panti Asuhan Doa Ayah dan Ibu.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Karutan Rutan Dumai Bastian Manalu dan Ketua DWP Rutan Dumai, Ny. Sisca Bastian beserta jajaran.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan nilai dan kepekaan sosial dalam diri setiap Insan Pengayoman dan bakti sosial kepada sesama masyarakat yang saling membutuhkan, untuk menumbuhkan rasa saling berbagi,” Ny. Sisca.

Untuk diketahui, kegiatan bakti sosial berjalan lancar, aman, dan tertib. Penyerahan bantuan diberikan langsung oleh Kepala Rutan Dumai dan Ketua DWP Rutan Dumai kepada pengurus panti asuhan. ***




Dinkes Inhil Adakan Kegiatan RPJMN Untuk Meningkatan Kesehatan Ibu dan Anak

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengadakan kegiatan Rencana Evaluasi Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di Aula Hotel Harmoni Tembilahan. Senin (5/8/2024) kemarin.

Kegiatan ini, berlangsung dari 5 hingga 7 Agustus 2024 dengan tujuan meningkatkan kesehatan ibu, anak, keluarga berencana, kesehatan reproduksi, dan percepatan perbaikan gizi masyarakat.

Adapun fokus utamanya adalah menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), serta angka kematian neonatal. Target yang ingin dicapai adalah menurunkan AKI menjadi 183 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 16 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri SKM M.K.L, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada bulan Juni terdapat 7 kematian ibu berdasarkan laporan manual dan 9 kematian ibu menurut data MPDN.

” Terdapat 42 bayi lahir mati dan 70 bayi lahir hidup menurut laporan manual, serta 23 bayi lahir mati dan 64 bayi lahir hidup menurut data MPDN.” ungkap Rahmi

Ditekannya, pentingnya sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat, real-time, dan berkualitas untuk monitoring dan evaluasi program anak. Dengan sistem yang baik, diharapkan pelayanan kesehatan anak di fasilitas kesehatan dapat meningkat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen tenaga kesehatan puskesmas dan jaringannya dalam pelayanan kesehatan anak,” tutup Kadiskes. (Adv Dinkes Inhil)




Kapal Roro Dengan Rute Tembilahan-Batam, H Herman : Tahun Depan Aktif

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pj Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Herman,SE., MT memastikan Kapal Roro dengan rute Tembilahan – Batam yang nantinya bersandar di Palabuhan Parit 21 akan beroperasi pada tahun 2025 mendatang.

Hal itu disampaikan H Herman saat diwawancarai awak media usai menghadiri pelantikan organisasi Pers PPWI Inhil, Minggu (4/8/2024) di Gedung Engku Kelana Tembilahan.

“Kita sudah buat surat ke Kementrian Perhubungan, Insya Allah tahun depan (2025) Aktif,” ungkapnya kepada ARB INdonesia.

Akan tetapi kata Herman, dalam mengisi kekosongan menjelang tahuun 2025 aktifnya Pelabuhan Parit 21 untuk membuka jalur angkutan Kapal Roro tujuan Tembilahan -Batam, Pemkab Inhil juga tengah mengupayakan untuk mendatangkan Kapal Roro Berembang milik Provinsi Riau.

“Menjelang tahun 2025 aktif, hari inikan ada kekosongan waktu. Kita telah menghubungi PT PIR untuk mengupayakan mendatangkan Kapal Roro Berembang milik Provinsi Riau yang memiliki rute Buton – Batam. Karena Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak mengalami kerusakan (runtuh). Maka dari itu, kami berharap Kapal Roro itu sementara dapat digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil menjelang tahun depan Aktif,” papar H Herman.

“Ini bertujuan agar membuka keisolasian Kabupaten Inhil dalam membuka jalur, menjelang Kapal Roro kita dari kementerian datang pada tahun depan. Sehinga dalam kurun waktu itu kita dapat mengetahui apa saja kekurangan dari pelabuhan kita,” tambahnya.

Sebenarnya kata Pj Bupati Inhil, Pemerintah Kabupaten Inhil sudah bisa mendatangkan Kapal Roro jenis Rede, akan tetapi jenis kapal ini tidak bisa menampung banyak muatan.

“Kapal Rede ini tidak banyak muatannya, kalau tidak banyak maka akan besar diongkos perjalanan ke batam saja. Kita menginginkan kapal itu yang memiliki muatan banyak bisa membawa minimal 20 truk termasuk mobil, motor dan penumpang lainnya,” imbuhnya.

Selain itu, Pj Bupati Inhil saat ditanyai mengenai apakah akan melakukan kerjasama dengan Pelindo Tembilahan sebagai pemegang izin berusaha BUP (Badan Usaha Pelabuhan) untuk pengaktifan Pelabuhan parit 21 sebagai tempat naik turun penumpang Kapal Roro.

H Herman mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kerjasama dengan pihaik lain (Pelindo Tembilahan).

“Kalau BUMD kita lambat mengantongi izin BUP maka tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan pihak lain. Intinya kita ingin ini cepat terlaksana. Karena Kalau ini jalan, Insya Allah Inhil akan lebih maju dari sekarang,” tutup H Herman. (Arbain)




Dinkes Inhil Ungkap Pentingnya Yankes Berkualitas Bagi Anak Usia Pendidikan Dasar

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi anak-anak di usia pendidikan dasar. Minggu (04/08/2024).

Hal ini disampaikan mengingat masa pendidikan dasar merupakan periode kritis dalam perkembangan fisik dan mental anak. Pemerintah Daerah telah menerapkan standar penjaringan kesehatan yang memastikan setiap anak menjalani skrining kesehatan pada awal masuk kelas 1 dan kelas 7.

Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi perkembangan anak, seperti gangguan penglihatan atau pendengaran, serta masalah pertumbuhan. Dengan intervensi yang tepat waktu, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Implementasi standar penjaringan kesehatan ini melibatkan kerjasama dengan tenaga kesehatan setempat, termasuk puskesmas dan dokter umum, serta pemberian informasi kepada orang tua atau wali murid tentang prosedur dan manfaat skrining.

Hasil skrining akan dianalisis secara cermat, dan apabila ditemukan masalah kesehatan, anak akan dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda, memastikan mereka memiliki fondasi kesehatan yang kuat untuk mendukung proses pendidikan mereka.(ADV)