Kegiatan Jumbara PMR Se Inhil Resmi di Buka Wabup

pemotongan pita balon oleh Ketua PMI Kab.Inhil Hj. Zuryanti Indra didampingi Wabup Inhil
pemotongan pita balon oleh Ketua PMI Kab.Inhil Hj. Zuryanti Indra didampingi Wabup Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) — Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo membuka secara resmi kegiatan Jumpa Bakti Gembira Remaja (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) Se- Kab. Inhil bertempat di Terminal Bandar laksamana Indragiri, Parit 08 Kecamatan Tembilahan Hulu. Jum’at (8/11)

Peresmian pembukaan Jumbara ditandai dengan diterbangkannya puluhan buah balon Palang Merah Indonesia (PMI) ke udara oleh Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Rosman Malomo yang di damping oleh Ketua PMI Inhil, Zuriyanti Indra.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10 pagi ini di hadiri oleh Pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten  (Pemkab) Inhil anggota PMI serta paserta dari SD untuk tingkat pemula, SMP untuk tingkat Madya dan SMA tingkat Wira dengan berbagai kegiatan seperti perkemahan, pemberian materi, permainan, ujian traveling, lomba tenda dan lomba seni.

Ketua PMI Inhil, Hj Syafni Zuriyanti Indra juga mengatakan PMI selalu bergerak cepat jika terjadi bencana. Ia  juga berharap agar pemerintah Kabupaten maupun pihak Swasta untuk lebih berpartisipasi dalam mendukung kegiatan PMI terutama berperan aktif membantu jika terjadi bencana. Istri Wakil Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar secepatnya menghubungi markas PMI Inhil jika terjadi bencana.

“Bersama dengan sambutan saya ini berhubung masa jabatan Bapak juga sudah berakhir maka saya juga mewakili Bapak memohon maaf yang sebesar besarnya jika dalam kepemimpinan kami terjadi hal-hal yang kurang baik atau menyinggung perasaan bapak dan ibu-ibu sekalian,” ujar Zuriyanti menutup sambutannya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Kabupaten Inhil menyampaikan kepada seluruh anggota PMR dan PMI yang ada di Kabupaten Inhil untuk selalu memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar serta bisa memanfaatkan media sosial yang ada untuk selalu memberikan informasi kepada masyarakat yang ingin turut memberikan bantuan jika terjadi bencana alam.

Ketua Panitia pelaksana, Rudiansyah mengatakan bahwa tujuan diadakannya Jumbara ini adalah untuk meningkatkan keterampilan Palang Merah Remaja (PMR) serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap peran PMI termasuk menyampaikan peran PMI ke masyarakat bahwa PMI sangat peka terhadap setiap bencana yang terjadi di Inhil.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari yakni tanggal 8 hingga 10 November 2013. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari 7 kecamatan di Kabupaten Inhil, yaitu Kecamatan Keritang, Tanah Merah, Kemuning, Enok, Tembilahan dan Tembilahan Hulu.(dro)




Asisten I Buka Kejuaraan Panjat Tebing

Asisten I Sekda Kab. Inhil, Darussalam, berbincang dengan Fitri Komala sesaat sebelum melakukan atraksi panjat tebing.
Asisten I Sekda Kab. Inhil, Darussalam, berbincang dengan Fitri Komala sesaat sebelum melakukan atraksi panjat tebing.

Tembilahan (www.detikriau.org) — Mewakili Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Asisten I, Darussalam, membuka secara resmi Perlombaan Panjat Tebing ke-3 tajaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at 8 November 2013 di Taman Kota Jalan Gajah Mada, Tembilahan. Kejuaran yang dilakukan secara rutin setiap tahunnya ini dibagi dalam beberapa tingkatan, diantaranya umum, Mahasiswa, SMA dan SMP.

Wakil Ketua Umum FPTI Inhil, Antoni dalam sambutannya mengatakan kejuaraan ini bertujuan untuk menyaring Atlet-Atlet untuk kemudian dibina dan dipersiapkan berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Provinsi Riau Tahun 2014 di Rengat. “Semoga dengan pembinaan yang nanti kami lakukan dapat membuat Atlet kita meraih hasil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Indragiri Hilir”, harapnya.

Sementara itu, Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Sekda Kab. Inhil sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya, olahraga panjat tebing mampu menumbuhkan nilai-nilai positif, seperti rasa cinta tanah air dan peduli lingkungan. Di samping itu, panjat tebing juga dapat memupuk keberanian generasi muda dalam menghadapi tantangan. “Nilai-nilai luhur dalam olahraga panjat tebing adalah modal penting yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin”, ujarnya.

Acara pembukaan ini juga menampilkan atraksi memanjat tebing yang diperagakan oleh Fitri Komala, Atlet berprestasi Inhil peraih medali emas Kejuaraan Nasional Kelompok Umur 8 Tahun 2013, kategori Lead Spider Kids C Putri, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain itu, Fitri juga sukses meraih medali perunggu di Kategori Speed.(dro)




Investment Award 2013, Sekda Sampaikan 8 Sektor Unggulan Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar expose dalam rangka Investment Award 2013 bertempat di Balai Utama Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasai Tembilahan, Kamis (7/11). Expose yang disampaikan Sekda Inhil, H Alimuddin RM memaparkan 8 sektor unggulan daerah.

Kedelapan sektor tersebut yakni, Perkebunan, Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Peternakan, Industri, Pertambangan dan Energi, Kehutanan, Pariwisata dan terkahir adalah sektor Perdagangan. Delapan sektor  tersebut menurut Sekda merupakan sejumlah potensi alam Inhil yang bisa diandalkan.

Pada kesempatan itu, Sekda mengatakan bahwa perkebunan merupakan sektor unggulan di Kabupaten Inhil dengan berbagai komoditas seperti kelapa dalam, kelapa hibrida, kelapa sawit, sagu, pinang, nipah, kakao dan karet.

 

Dengan luas pemanfaatan lahan sebesar 586.025 Ha dan potensi perkebunan kelapa tersebut, Kabupaten Inhil menjadi Top of Mind and Interest para investor.

Sementara itu, komoditi perkebunan lainnya yang sangat potensial dan banyak terdapat di Kabupaten Inhil adalah sagu dan nipah yang dapat dikembangkan selain sebagai alternatif pangan dalam rangka ketahanan pangan juga sebagai sumber energi alternatif.

“Ini merupakan isu pembangunan nasional dan fokus MP3EI, serta arah kebijakan dalam Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM),” terang Sekda

Di hadapan peserta, Sekda menjelaskan segala usaha yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pembangunan yang merupakan upaya nyata sekaligus menciptakan iklim investasi agar kondusif, terutama dalam rangka menyambut penghargaan Investment Award 2013.

Kedepan dari sekian banyak investasi yang sudah masuk ke Inhil, Sekda berharap tidak hanya investasi yang berbasis sumber daya alam, tetapi investasi yang mampu mengolah sumber daya alam industrial serta investas-investasi pengembangan sektor pertanian, energi dan kepariwisataan.

Setiap tahun perkembangan investasi di Inhil terus mengalami perkembangan dengan pesat. Semua itu tidak terlepas dari dukungan dan komitmen pemerintah yang pro-investasi dan kepercayaan masyarakat, swasta dalam menanamkan investasinya yang ditunjang pula dengan sumber kekayaan alamnya.

Selain memiliki 8 sektor unggulan tersebut, Inhil juga memiliki sejumlah prioritas pembangunan. Pembangunan itu meliputi peningkatan, pengembangan prasarana dan sarana infrastruktur serta meningkatkan kualitas penyelenggaraaan pemerintahaan, pembangunan dan kehidupan masyarakat.

Sementara itu Tim penilai Pemrov Riau Fadal Suhaimi Azhar menuturkan ada beberapa indikator dalam penilaian investment award. Pertaman, dimulai dari aspek kelembagaan, peraturan dan kebijakan daerah, aspek insfrastruktur dan investasi, aspek kemanaan dan penegakan hukum, aspek promosi dan fasilitasi serta berbagai aspek-aspek lainya.(dro)




500-an Peserta Ikuti Jumbara 2013 kabupaten Inhil

jumbaraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Ratusan peserta, utusan sekolah dari tujuh kecamatan di Kabupaten Inhil bersiap mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2013.

Kegiatan yang dilaksanakan bertempat di Terminal Bandar Laksamana Indragiri, Parit 8 Tembilahan akan berlangsung selama 3 hari yakni tanggal 8 hingga 10 November 2013 ini tajaan Palang Merah Remaja (PMR) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Inhil.

Menurut Kepala Markas PMI Kabupaten Inhil, Subowo Radianto, pada Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) tersebut, diprediksikan peserta yang akan mengikutinya mencapai 500 orang. Apalagi, mengingat lokasi yang disediakan cukup representatif.

“Saat ini saja, jumlah peserta yang sudah mendaftar sebanyak 430 orang,” tutur Subowo, Kamis (7/11).

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Rudiansyah menjelaskan, bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari 7 kecamatan di Kabupaten Inhil, yaitu Kecamatan Keritang, Tanah Merah, Kemuning, Enok, Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

“Peserta dari kegiatan ini terdiri dari tiga tingkatan, yakni tingkat Wira sebanyak 12 sekolah, tingkat Madya diikuti 6 sekolah dan tingkat Pemula ada 7 sekolah,” terang Rudiansyah. (dro)




Sempena HKN Ke-49, PPNI Inhil Laksanakan Seminar Sehari dan Workshop

Hadirkan Guru Besar UNPAD, Prof. Dr Amrosius Purba. Dr.,MS.,AIFO —-

Ketua DPD PPNI Kabupaten Indragiri Hilir, Matzen membacakan SK Pelantikan 13 Komisariat PPNI Inhil bertempat di Gedung Engku Kelana, Tembilahan. Kamis (7/11)
Ketua DPD PPNI Kabupaten Indragiri Hilir, Matzen membacakan SK Pelantikan 13 Komisariat PPNI Inhil bertempat di Gedung Engku Kelana, Tembilahan. Kamis (7/11)

Tembilahan (www.detikriau.org) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Se Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan seminar sehari dan Workshop. Kegiatan yang dilaksanakan bersempena peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 49 Tahun 2013 itu juga diselaraskan dengan pelantikan pengurus 13 komisariat PPNI Se kabupaten Indragiri Hilir periode tahun 2012-2017 bertempat di Gedung Engku Kelana, Jalan Bahanruddin Jusuf, Tembilahan. Kamis (7/11)

Ketua DPD PPNI Kab Inhil, Matzen dalam kata sambutannya mengatakan bahwa Seminar sehari ini menghadirkan Narasumber guru besar Universitas Pajajaran (Unpad) Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr Amrosius Purba. Dr.,MS.,AIFO bertemakan “Terapi Komplementer Penatalaksanaan Penyakit Degeneratif (Hifertensi, Diabetes Milletus dan Stroke)” dan Workshop dengan Tema “Perawatan Luka Kronis: Diabetikum dengan Manajemen T.I.M.E”

Dalam kata sambutannya itu juga, Matzen menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan 13 Komisariat PPNI Kab Inhil masa bhakti 2012-2017. Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik ini akan membawa perubahan bagi PPNI menjadi organisasi yang lebih besar, lebih maju dan lebih dapat dikenali oleh masyarakat serta juga diharapkan dapat memberikan andil terhadap pembangunan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di Kab Inhil.

“Pelantikan ini tentunya memiliki arti yang sangat penting dan strategis mengingat dengan pelantikan ini memberikan arti bahwa pengurus terpilih telah mendapatkan kepercayaan serta mandate penuh dari organisasi untuk menjalankan tugas-tugasnya dalam mewujudkan Visi dan Misi organisasi,” Sampaikan Matzen

Matzen juga menyatakan harapan besarnya kepada kepengurusan yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah yang telah diberikan sebaik-baiknya sehingga dengan ini, diharapkan nantinya semua anggota dapat lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam tugas keseharian sebagai seorang perawat.

Matzen juga mengingatkan bahwa PPNI adalah sebuah bentuk organisasi yang mengkhususkan diri dalam bidang kesehatan.  Diharapkan nantinya PPNI akan mampu membawa masyarakat menuju masyarakat yang sehat dan bermartabat. Juga disampaikan kepada seluruh anggota PPNI dapat memberikan pendidikan kesehatan bagi masyarakat khususnya yang berada disekitar tempat tinggalnya sehingga dimata masyarakat, perawat bisa dianggap sebagai tenaga kesehatan yang professional.

“dengan pelaksanaan seminar sehari ini, seluruh peserta diharapakan akan dapat menyimak serta memahami isi materi sehingga dapat menjadi tambahan ilmu yang tentunya nanti akan berguna untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” Pungkas Matzen

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Riduan Ahim yang diwakili Kepala Kabid (Kabid) Promosi Kesehatan (Promkes) Iskumara mengucapkan selamat atas terlaksanakanya kegiatan tersebut. Tidak mudah, menurut Iskumara bagi semua orang bisa melakukan apa yang sudah dilakukan PPNI.

Organisasi itu dikatakanya harus bisa memberikan andil besar terhadap pembangunan di Negeri Seribu Jembatan. Karena, kegiatan tersebut diatas adalah kegiatan yang memiliki makna besar bagi perjalanan karir para perawat baik yang tergabung dalam PPNI maupun yang tidak.

“PPNI adalah salah satu organisasi besar dibidang kesehatan. Pengurus yang mendapat anamat untuk mewujudkan segala visi dan misi organisasi harus bisa bekerja seuai harapan organisasi itu sendiri. Apa yang sudah diamanatkan, hendaknya dijalankan sebaik-baiknya supaya mendapat kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat,” singkatnya

Kegiatan seminar sehari dan Workshop ini selain dihandiri seluruh anggota PPNI Kab Inhil juga tampak dihadiri oleh PLH Kadiskes Inhil, Ridwan Hakim yang diwakili oleh Askomara, Direktur RSUD Puri Husada (PH) Tembilahan, Direktur Rumah Sakit Indragiri (RSI), Direktur Akbid Husada Gemilang Tembilahan, Pejabat esselon III dan IV dilingkungan Dinas Dinas Kab Inhil, Kepala Puskesmas Kec Tembilahan Hulu, Puskesmas Tembilahan Kota dan Puskesmas Gadjah Mada serta beberapa Ketua organisasi Profesi Kesehatan, IDI, IBI, PPGI, PERSAGI, HAKLI, IYAKMI dan IAI.(dro)




Takut Efek Negatif, Warga Tolak Relokasi Pujasera Ke Pasar Pagi

Tembilahan (www.detikriau.org) – Khawatir Efek Negatif, Masyarakat di Tiga Rukun Warga (RW) Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan menolak rencana Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) untuk merelokasi kawasan Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) dari Lokasi sebelumnya Jalan Kapten Mukhtar ke Lokasi baru di Bangunan pasar pagi.

Berdasarkan surat tertulis berkop surat RW 13 Kelurahan Tembilahan Kota tertanggal 21 oktober 2013 berlampirkan tandatangan warga yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Indragiri Hilir, warga mendasarkan penolakan disebabkan mereka menilai  pujasera dinilai akan  memberikan dampak negatif dan mengganggu ketertiban warga

Mereka juga menilai, rencana relokasi yang dilakukan pemerintah tanpa adanya kompromi dengan masyarakat sekitar rencana lokasi relokasi baru dan disebut bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Selama ini kami menilai aktivitas pujasera banyak menimbulkan dampak negatif. Kami tidak ingin jika direlokasi kelingkungan kami, dampak tidak baik itu juga akan meresahkan masyarakat kami, Sebut salah satu ketua RT, Wahyu. (dro)