Panitia Intensifkan Persiapan Pelantikan Bupati

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Hingga hari ini, rabu (20/11), seluruh panitia pelaksana terus mengintensifkan persiapan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir periode 2013-2018 yang akan dilangsungkan di Venue Futsal, Jalan Lingkar II, Sungai Beringin Tembilahan.

Pantauan di lokasi pelantikan, seluruh panitia dan para pekerja terlihat sibuk mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan, seperti mengatur posisi tempat duduk undangan, panggung, sound system hingga dekorasi ruangan.

Pada kesempatan itu, Sekda, H Alimuddin RM yang didampingi para Kelapa Dinas, Badan dan Bagian di lingkungan Pemkab Inhil, juga tampak memantau secara langsung progres pekerjaan persiapan. Apalagi, mengingat pelaksanaan pelantikan yang hanya berselang sehari.

“Kita harapkan seluruh pekerjaan ini bisa segera tuntas. Sehingga, agenda untuk tahap selanjutnya dapat berjalan sesuai rencana, seperti pelaksanaan gladi,” tutur Sekda.

Kemudian, Sekda juga berharap, pelaksanaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil mendatang, dapat berlangsung dengan khidmat, lancar dan sukses. Karena, undangan yang hadir tidak hanya dari daerah setempat, tetapi juga dari kabupaten/kota dan provinsi tetangga.

“Mudah-mudahan, tidak ada kendala dan permasalahan lagi. Supaya, seluruh pekerjaan dan persiapannya bisa selesai tepat waktu. Kita juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak, untuk turut serta mensukseskan kegiatan ini,” imbuhnya.(dro)




Miliki Senpi, Oknum Mahasiswa Ditangkap Polisi

Gambar ilustrasi pistol rakitan
Gambar ilustrasi pistol rakitan
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Oknum mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) berinisial R (24) ditangkap saat kedapatan membawa satu pucuk senjata api laras pendek rakitan jenis pistol. Selain itu, polisi juga mengamankan 4 butir peluru revolver FN organic beserta uang tunai sebesar Rp500ribu,-

Penangkapan terhadap tersangka, warga Kecamatan Enok, dilakukan oleh Anggota Opsnal Satuan Intelkam Polres Indragiri pada Senin (18/11) sekitar pukul 19.00 Wib, di Jalan Lintas Pelabuhan Samudra Kecamatan Kempas.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK menjelaskan, kronologi ditangkapnya pelaku berawal adanya informasi dari masyarakat kalau tersangka sedang membawa senjata api rakitan.

Selanjutnya, Tim Opsnal Intelkam langsung melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan pelaku. Setelah dilakukan pengintaian ternyata di TKP, pelaku saat itu melintas dengan menggunakan kendaraan bermotor miliknya.

Karena tidak ingin kehilangan jejak, petugas menghentikan laju kendaraan pelaku. Begitu berhenti, petugas langsung melakukan penggeledahan dan didapati senjata rakitan jenis pistol tersebut terselip dipinggangnya.

“Petugas menemukan senjata api rakitan berupa pistol terselip dipinggannya lengkap dengan 4 butir peluru masih aktif. Serta uang tunai sebesar Rp500ribu,”ujar Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK.

Dari keterangan pelaku saat dimintai keterangan di Mapolres Indragiri Hilir mengaku bahwa senjata api yang dibawa itu adalah milik abangnya berinisial U. Rencananya senpi rakitan itu akan dijual kepada seseorang yang sudah memesan seharga Rp4juta,-. Namun si pemesan yang kini masih dalam pengembangan baru memberi uang muka sebesar Rp. 500ribu,-.

“Kini pelaku sudah diamankan di Mapolres Inhil termasuk kendaraan bermotornya. Yang jelas akan dilakukan pemeriksaan secara intensif. Selain itu petugas juga akan terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lainnya,”tambahnya.

Tambah Kasat Reskrim, kini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951dan terancam hukuman minimal 12 tahun penjara.(dro/tok)




Pemkab Inhil Tertibkan PKL

Tim Justisi saat melakukan penertiban kepada PKL disepanjang Jalan Jendral Sudirman, Tembilahan. Selasa, 19 November 2013
Tim Justisi saat melakukan penertiban kepada PKL disepanjang Jalan Jendral Sudirman, Tembilahan. Selasa, 19 November 2013
(www.detikriau.org) –Pemkab Inhil didampingi tim Justisi, lakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL). Penertiban PKL yang dilakukan dilokasi sepanjang Jalan Jendral Sudirman, jalan Kapten Muchtar, Jalan Gadjah Mada dan Lokasi Taman Kota Tembilahan ini berjalan dengan lancar dan tertib, Selasa (19/11)
Sebanyak 120 personil tim Justisi yang terdiri dari Kodim 0314, Polres, Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), Pengadilan Negri (PN), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kesbangpol serta perangkat Kecamatan Tembilahan dan Kelurahan Tembilahan Kota diterjunkan untuk melakukan penertiban.
Ditemui dilokasi, Kepala Satpol PP Inhil, Marta Hariyadi melalui Kasi Penegakan Hukum dan Undang-Undang, Hadi Rahman menjelaskan bahwa sebelum melakukan penertiban pihaknya terlebih dahulu sudah memberikan surat peringatan kepada para PKL.
“Sebelum penertiban, kita sudah terlebih dahulu layangkan surat peringatan sebanyak tiga kali. Hari ini, PKL yang tidak mengindahkan surat peringatan itu, ya terpaksa kita tindak tegas,” Ujar Hadi Rahman
Dalam penertiban kali ini ditambahkan Hadi Rahman, Tim melakukan penertiban kepada PKL yang mempergunakan trotoar dan badan jalan termasuk lokasi-lokasi yang memang dilarang untuk melakukan aktifitas perdagangan. Sebahagian PKL terutama yang berada di jalan jendral Sudirman sudah terlebih dahulu membereskan lapak dagangannya sebelum pelaksanaan penertiban.
“Karena dagangan mereka menutupi trotoar dan sebahagian memakan badan jalan, ya terpaksa kita tertibkan. Untuk menjaga trotoar dan badan jalan tidak dipenuhi PKL lagi, kita akan tempatkan petugas untuk melakukan pengawasan,” Jelasnya.
Lanjut Hadi Rahman, selama ini Tim Justisi sudah cukup memberikan toleransi kepada para PKL, sehingga pada akhirnya harus dilakukan penertiban yang diakuinya sudah molor satu hari dari jadwal akhir pada tanggal 18 November kemaren.
Penertiban serupa juga dalam waktu dekat akan dilakukan dilokasi berbeda terutama pada Jembatan Parit 11 dan Parit 6 Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu. Paling tidak, dikemukakan Hadi Rahman, tindakan awal semacam ini bisa memberikan pemahaman bagi para PKL.
“Pada dasarnya kalau PKL disiplin kami tidak mungkin melakukan tindakan penertiban. Aktivitas perdagangan tentunya sangat dibutuhkan masyarakat namun harusnya dilakukan pada lokasi yang sudah ditentukan,”imbuh Hadi Rahman menjelaskan.(dro)




Polres Inhil Terima Tambahan 41 Brimob Polda Jambi

“Amankan Pilgubri Putaran Ke-Dua”

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK, M.Si sambut kedatangan personil tambahan pengamanan Pemilihan Umum Gubernur Riau dari BKO Brimob Polda Jambi, sebanyak 41 personil.

Penambahan pasukan ini dilakukan untuk memaksimalkan pengamanan pelaksanaan ajang pesta demokrasi  yang dilakukan serentak dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau pada Kamis (27/11) mendatang.

Dalam sambutannya, Kapolres  mengatakan, untuk menjaga adanya potensi konflik dalam pesta demoraksi pilgub sehingga diperlukan adanya penambahan personil dari luar. Mengingat Jumlah personil Polres Inhil masih kurang apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada.

“Kita berharap pada Pilgub putaran kedua mendatang akan tercipta suasana damai dan aman yang tentunya  merupakan harapan kita semua. Kekompakan personil sangat perlu diutamakan untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Kapolres.

Sementara itu Kabag Ops AKP Kurnia Styawan SIK menambahkan, jumlah personil Polres Inhil dalam pengamanan Pilgub dan Wakil Gubernur akan dikerahkan kekuatan sekitar 508 personil ditambah BKO Brimob Polda Jambi sebanyak 41 personil.

“Kita harapkan dengan adanya penambahan personil ini akan mampu mengatasi segala bentuk konflik yang berkemungkinan terjadi di bumi seribu jembatan termasuk semua indikasi-indikasi yang  menimbulkan konflik dapat ditangani dengan cepat,” harapannya.

Lanjut Kabag Ops, 41 BKO dari Brimob Polda Jambi tersebut nantinya akan bertugas mulai dari Selasa (19/11) dan akan berakhir hingga (13/12) mendatang.(dro/tok)




AJI Kritik Program ‘Pelesiran’ Wartawan Pekanbaru

Pekanbaru – Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Pekanbaru mengkritik program field trip wartawan yang diadakan pemerintah Riau. Dalam waktu dekat, Biro Hubungan Masyarakat Provinsi Riau berencana bakal mengajak sejumlah wartawan “pelesir” ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Biro Humas Provinsi Riau Fahmizal mengatakan, program tersebut merupakan sinkronisasi kerja kehumasan bersama pemerintah Nusa Tenggara Barat. Dalam pertemuan itu, kata Fahmi, kedua instansi diharapkan bisa saling bertukar pikiran soal kinerja kehumasan bersama awak media.

“Nantinya kita bisa mencari perbandingan program kinerja humas untuk meningkatkan kerja sama bersama media,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 18 November 2013.

Menurut Fahmi, kegiatan itu hanya meneruskan agenda yang sudah diprogramkan oleh humas sebelumnya. Namun, Fahmi enggan menyebutkan jumlah dana yang dialokasikan buat kegiatan itu.

“Kegiatan ini melanjutkan program humas sebelumnya, bukan untuk jalan-jalan. Pekan lalu kita juga mendapat kunjungan dari Humas Jawa Barat,” Fahmi berkilah.

AJI Pekanbaru menilai kegiatan tersebut tidak memiliki tujuan yang jelas dan tidak bermanfaat. Terlebih pelesiran itu menggunakan anggaran daerah yang cukup besar.

“Program yang sangat tidak kreatif, tidak patut anggaran APBD digunakan untuk rekreasi yang tidak jelas maksud dan tujuannya,” ujar Ketua AJI Pekanbaru, Fachrurrozi.

Rozzi menyesalkan program serupa kerap diadakan setiap tahun. Menurut dia, sebaiknya Biro Humas Pemerintah Riau mengevaluasi kegiatan tahunan yang terkesan menghambur-hamburkan uang.

Menurut Rozi, semestinya pemerintah Riau mampu berpikir kreatif sehingga mampu membuat program semacam peningkatan kualitas sumber daya manusia wartawan, seperti mengadakan pelatihan jurnalisme atau lomba karya jurnalistik. “Dijamin lebih bermanfaat ketimbang jalan-jalan yang menghabiskan anggaran besar,” ujarnya.

Rozzi berharap wartawan bersikap netral dan independen dalam mengawal program pemerintah, apalagi program tersebut menggunakan anggaran daerah. Kata Rozzi, program yang sama juga terdapat di daerah lain, tetapi mendapat kritikan dari wartawan setempat.(tempo.co)




Bupati: Ingin Sukses, Jangan Lupa Pintakan Doa Restu Orang Tua

Tembilahan (www.detikriau.org) – Jika ingin meraih kesuksesan dalam menjalani kehidupan, jangan sekalipun pernah lupa untuk memintakan do’a dan restu dari kedua orangtua termasuk saat akan menentukan pilihan dalam mengambil keputusan tentang masa depan.

Pesan ini disampaikan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan saat menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan belum lama ini. Dikatakan Bupati, salah satu tanda anak yang berbakti yakni sianak akan selalu memintakan pertimbangan dan masukan dari ayah dan ibunya saar akan memulai suatu pekerjaan atau mengambil keputusan yang penting dalam perjalanan hidup atau karirnya agar dapat menjadi barokah.

“Restu kedua orang tua adalah restu Tuhan. Hal ini jangan pernah dilupan. Jangan sekalipun pernah bersikap dan berkata kasar apalagi sampai melukai perasaan dan hati mereka,” Pesan Indra.

Dalam kesempatan itu, Indra juga berpesan agar setiap anak terus berupaya untuk mencintai dan menyayangi kedua orantua dengan pengabdian sebaik-baiknya. Rawat dan pelihara mereka sebagaimana dulu mereka merawat dan menjaga kita semasa kecil. Jangan sampai menjadi anak durhaka agar mendapatkan keselamatan hidup didunia dan akhirat.