Mantan Menlu RI: Aksi Spionase AS dan Australia Sudah Kelewat Batas

Hassan Wirajuda pernah tarik dubes RI untuk Australia pada 2006 silam

Gambar: vivanews.com
Gambar: vivanews.com
Jakarta — Mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda, menyebut aksi spionase yang dilakukan oleh Badan Intelijen Australia (DSD) sudah massif dan melewati batas. Sebab, aksi penyadapan yang mereka lakukan ditujukan langsung kepada kepala Negara, sehingga hal itu sangat fatal.

Hal itu diungkap Hassan usai menjadi pembicara di sebuah diskusi mengenai proliferasi nuklir di CSIS (Center for Strategic and International Studies), Jakarta, Kamis 21 November 2013.

“Kali ini apa yang dipraktikkan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Australia, sangat masif dan kelewat batas, karena penyadapan juga dilakukan terhadap Presiden. Keberatan itu juga disampaikan oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel,” ungkap Hassan.

Oleh sebab itu, dia menyebut langkah yang ditempuh Pemerintah RI untuk menangguhkan sementara kerjasama di bidang penyelundupan manusia dan penangkalan aksi terorisme dianggap sudah tepat. Ditanya media soal motif Australia melakukan penyadapan di bulan Agustus 2009 silam, Hassan mengaku tidak ingat.

Baginya saat itu tidak ada isu spesial yang menyebabkan Australia harus melakukan penyadapan terhadap Indonesia.

“Justru waktu itu menandatangani kesepakatan komprehensif pada tingkat yang tertinggi dan terdalam untuk memperluas aspek-aspek kerjasama bilateral. Selain itu jika diingat kembali waktu itu merupakan jelang penandatanganan Lombok Treaty,” papar Hassan. Dia pun tidak paham konteks penyadapan Australia ditujukan untuk apa.

Penarikan Dubes

Saat Hassan masih menjabat sebagai Menlu, hubungan Australia dan Indonesia pun sempat memanas. Saat itu, pada 2006 silam, Indonesia juga menarik Duta Besarnya, Hamzah Thayeb, gara-gara Pemerintah Australia memberikan visa kepada 42 warga Papua.

Namun, Hassan mengatakan ada perbedaan signifikan pada waktu penarikan Dubes di era kepemimpinannya. Isu penarikan saat ini dinilai Hassan sangat besar, lantaran menyangkut harkat bangsa dan menyasar langsung kepada pemimpin negara.

“Kalau dulu kan terkait dengan kedaulatan bangsa, khususnya tataran negara dari ancaman separatisme,” kata dia.

Namun, hal itu bisa terselesaikan ketika Australia bersedia menandatangani kesepakatan Lombok. Dalam kesepakatan itu dibahas beberapa poin antara lain menghormati batas wilayah Indonesia sebagai bentuk penghormatan Australia terhadap kedaulatan RI.

Usai menandatangani kesepakatan itu, ujar Hassan, ada komitmen dari Pemerintah Australia untuk tak lagi memberikan wilayahnya kepada kelompok gerakan separatis. Hassan yakin Indonesia dan Australia akan menemukan cara untuk menyelesaikan konflik diplomatik ini.

Kekisruhan isu diplomatik Australia dan Indonesia memasuki babak baru setelah pada Rabu kemarin. Presiden SBY membekukan sementara beberapa kerjasama dengan Negeri Kanguru. Orang nomor satu di tanah air itu lantas mengirim surat protes kepada Perdana Menteri Tony Abbott, yang berisi tuntutan pengakuan dan permintaan maaf dari Australia kepada Indonesia.

Sebelumnya pada Senin lalu, Presiden SBY juga sudah memanggil pulang Dubes Nadjib Riphat Kesoema dari Canberra ke Jakarta.

Akibat konflik yang belum berujung ini, Gedung Kedutaan Besar Australia menjadi sasaran demonstrasi beberapa kelompok pada Kamis pagi tadi. Mereka bahkan mencoret-coret dinding Gedung Kedutaan dan membakar bendera nasional Australia.(ren/vivanews.com)




Masyarakat Harapkan Warohmah Jadi Pemimpin Yang Amanah

Tembilahan (www.detikriau.org) – Esok, Jum’at (22/11/2013), pukul 14.00 Wib, Prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013 – 2018 digelar. Sejak esok hari hingga lima tahun kedepan, Kabupaten Indragiri Hilir akan berada dibawah pimpinan H Muhammad Wardan dan H Rosman Malomo. Masyarakat berharap dibawah kepemimpinan pasangan bejargon WAROHMAH ini, Inhil akan semakin gemilang.

Kepada detikriau.org, beberapa warga kota Tembilahan menggantungkan beribu harapan bagi pemimpin baru inhil ini. Menurut mereka, tugas utama seorang pemimpin tentulah tidak lain dari mengupayakan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Janji-janji kesejahteraan itu sudah terucap dan besar harapan mereka kedua pemimpin pasangan birokrat dan politisi ini akan amanah.

“Banyak hal yang masih harus dibenahi, terutama dibidang pendidikan, kesehatan dan berbagai pelayanan publik lainnya. Kami hanya berharap kedua pemimpin Inhil ini akan bekerja maksimal dan memenuhi harapan masyarakat,” Sampaikan Rahman (41) salah seorang warga kota Tembilahan

Menurut Rahman, sosok Wardan yang lebih kental dalam dunia pendidikan, tentulah menjadi alasan kuat bagi masyarakat agar ianya lebih mampu membenahi dunia pendidikan, khususnya di Inhil. Pembenahan terutama terkait begitu banyaknya kerusakan berbagai fasilitas pendidikan hingga pemerataan sebaran jumlah tenaga pengajar. Saat ini dinilai Rahman, di daerah perkotaan, tenaga guru kadang melebihi dari jumlah mata pelajaran sementara dibeberapa daerah pelosok, masih banyak yang kekurangan tenaga guru.

Marwan (38) warga Tembilahan lainnya juga berharap pergantian pemimpin Inhil ini akan memberikan dampak perubahan kearah yang lebih baik. Ia berharap pemimpin Inhil 5 tahun kedepan ini akan mampu untuk melakukan pembenahan terhadap mental aparatur pelayan masyarakat.

“tugas utama seorang PNS adalah memberikan pelayanan bukan dilayani. ini yang saya rasakan masih jauh dari harapan masyarakat. Semoga hal ini dapat dijadikan prioritas selama masa kepemimpinan beliau,” Pesan Marwan.

Sementara Aam, warga Kecamatan Tembilahan hulu mengaku tidak ingin berpanjang kata. Janji kedua pasangan ini menurutnya sudah terikrarkan dalam masa kampanye beberapa waktu lalu. Ia hanya berharap rantaian kalimat pemikat hati masyarakat ini dapat dijaga dan ditepati.

“Tinggal pemimpinnya, Amanah ataukah tidak. Saya rasa tidak perlu lagi untuk berpanjang kata ,”Lontarkankan Aam dengan singkat, , kamis (21/11)

Pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo yang hari ini dilantik sebagai pemimpin Inhil untuk periode 2013-2018 melangkah dengan Visi “Spirit Baru INHIL Menuju Kabupaten yang Maju, Bermartabat dan Bermarwah” dengan mengemban Misi yang terbagi kedalam 5 Pilar, 5 Kisi dan 8 Program Utama Pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir.

5 pilar tersebut yakni, pertama: meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepemimpinan kepemerintahan lewat praktik tata kelola yang bersih dan baik (good governance) dengan “meningkatkan kepemerintahan daerah yang amanah” dan masyarakatnya partisipatif dalam pembangunan. Kedua: mengembalikan kejayaan masyarakat Inhil yang didalam sejarahnya dikenal sebagai daerah maju dan terdepan dengan mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA dan SDM. Ketiga: memperkokoh pelaksanaan demokrasi, semangat kegotongroyongan, memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban serta mendukung supremasi hukum. Keempat: Meningakatkan keterpaduan dan keharmonisan anatar para pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat dan dunia usaha) didaerah, maupun dalam hubungan dengan lintas kota/kabupaten lain, Provinsi, Nasional dan Internasional dalam rangka menata pembangunan untuk kejayaan Kabupaten Inhil, dan Pilar Kelima: mendorong terwujudnya prestasi-prestasi pembangunan yang mengutamakan partisipasi dan manfaat kemaslahatan bagi masyarakat Inhil seluas-luasnya sehingga Kabupaten Inhil menjadi barometer baru pencapaian pembangunan Propinsi Riau.

Adapun 5 Kisi Pembangunan yang dijanjikan pasangan Warohmah adalah, pertama: meningkatkan pembangunan sarana prasarana infrastruktur daerah (jalan desa, jembatan, pasar, perhubungan desa-kota, listrik, tata air, fasilitas umum, dsb) secara lebih merata dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Inhil. Kedua: meningkatkan kualitas SDM yang tawakal, berahlak mulia, professional, unggul dan sehat sehingga berdaya saing lebih tinggi melalui inovasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau. Ketiga: memajukan perekonomian daerah yang bertumpu pada pengelolaan ekonomi pertanian (termasuk perkebunan, perikanan dan peternakan), perdagangan, industri dan pariwisata berlandaskan potensi setempat, memanfaatkan kemajuan iptek dan didukung investasi dunia usaha yang diselaraskan dengan penjagaan martabat masyarakat dan jatidiri daerah Kab Inhil. Keempat: mengembangkan ekonomi kreatif guna menghasilkan nilai tambah ekonomi keluarga dan masyarakat Inhil. dan Kelima: meningkatkan kualitas penataan pembangunan sarana prasarana infrastruktur ibukota kabupaten secara lebih rapi, modern dan indah guna mendukung pelayanan dasar maupun umum, sehingga kota Tembilahan menjadi kota yang lebih dicintai dan dibanggakan masyarakat Inhil.

Sedangkan 8 Program Utama yang dijanjikan pasangan yang terpublikasi sebagai tokoh agamis ini dalam masa pemerintahan 5 tahun kedepan yang dimottokan sebagai “spirit baru menabur kemaslahatan untuk masyarakat dan daerah Kabupaten Indragiri Hilir” adalah, pertama: reformasi pelayanan birokrasi warohmah yang bersih, mudah, cepat, adil dan ramah dalam melayani warga sejalan dengan pembinaan aparatur dengan sistem meritokrasi yang objektif, professional, bersih dan sejahtera. kedua: program Desa Maju Inhil Jaya lewat percepatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara integrasi, berkualitas dan merata hingga seluruh penjuru desa. Termasuk perbaikan harga dan diversifikasi ekonomi perkebunan kelapa rakyat dimulai dengan penataan regulasi yang lebih menguntungkan petani dan masyarakat Inhil. Ketiga: pendidikan berkualitas dan terjangkau serta meningkatkan akses pendidikan masyarakat usia sekolah. Keempat: Inovasi pelayanan kesehatan lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau. Kelima: peningkatan peluang kesempatan kerja lewat program Inhil Bergerak yang dilakukan dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Keenam: program kewirausahaan sosial melalui Pemberdayaan Masyarakat Inhil kreatif berahlak mulia dengan program sosial keagamaan, organisasi pemuda, kelompok perempuan dan kelompok usaha ekonomi kreatif , membina kewirausahaan sosial berbasi program terintegrasi (terpadu) lintas SKPD. Ketujuh: penataan pembangunan ibukota kabupaten yang rapi, modern, indah dan bermartabat. Serta yang Kedelapan: pengelolaan daerah aliran sungai secara terintegrasi dengan fungsi ketahanan ekonomi masyarakat, manajemen mitigasi bencana serta penerapan iptek dan pembangunan pariwisata. (dro)




Esok, Wardan dan Rosman Akan di Lantik Dirjen Otda Kemendagri RI

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013 – 2018, HM Wardan dan H Rosman Malomo dipastikan akan dilakukan secara langsung oleh Dirjen Otonomi Daerah (OTDA) Kementrian Dalam Negri (Kemendagri),Prof Dr H Djoehermansyah Djohan yang sekaligus menjabat sebagai penjabat Gubernur Riau menggantikan HM Rusli Zainal yang telah habis masa jabatannya hari ini, Kamis (21/11)

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM ditemui saat melakukan tinjauan persiapan pelaksanaan prosesi pelantikan di venue futsal, jalan lingkar II Tembilahan.

Sehubungan dengan persiapan, menurut Sekda seluruhnya sudah tidak ada masalahh, hanya memerlukan beberapa penyempurnaan agar jalannya prosesi catatan sejarah Kab Inhil ini dapat berlangsung dengan aman, lancar, tertib dan sukses.(dro)




Kesbangpol Gelar Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Nilai Luhur Budaya Bangsa

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Indragiri Hilir, menggelar sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa tahun 2013, Kamis (21/11).

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu Hotel di Tembilahan ini, diikuti sebanyak 60 peserta, terdiri dari seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

Bupati Inhil, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setdakab Inhil, H Darussalam mengatakan, bahwa kegiatan tersebut adalah sarana untuk membangkitkan semangat nasionalisme, yang dapat dilakukan dengan senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan negara dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu diperlukan pemikiran bersama, bagaimana memberdayakan seluruh elemen yang ada dalam suatu sistem pemahaman kebangsaan yang baik, sehingga peran dan fungsi mereka ditengah-tengah masyarakat benar-benar sebagai motivator pemersatu bangsa, dalam rangka terwujudnya masyarakat yang semakin memahami akan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

“Saya berharap kegiatan ini, hendaknya mempunyai tujuan dan sasaran, serta program yang jelas, agar persoalan-persoalan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai budaya bangsa di daerah ini akan terselesaikan dengan baik,” tutur Darussalam.

Keberhasilan untuk mencapai sasaran yang diharapkan, lanjut Darussalam, perlu dukungan yang tidak henti-hentinya dari berbagai pihak terkait yang dilakukan dengan semangat kebersamaan, kesatuan dan didasari atas rasa saling peduli terhadap sesama, terutama pemerintah dan masyarakat.

“Saya menyadari, masih banyak hal yang belum dapat kita lakukan dengan baik dalam membangun daerah ini. Tetapi, saya yakin dan percaya kita mampu berbuat dan melahirkan kebijakan yang berhubungan dengan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai budaya bangsa,” tambahnya.(dro)




Warga Desa Belantak Tega Perkosa Bocah Kelas Tiga SD

perkosaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Baru terbilang hitungan bulan, sejak duda warga Kecamatan Enok, Sodi (42) tega memperkosa bocah 9 tahun, peristiwa serupa kembali berulang. Kali ini, pelaku, Iwan bin Helmi (30) warga Rawa 7 Desa Belantak Raya Kecamatan Gaung pun melakukan perbuatan bejat yang sama. Ia juga dengan teganya menyetubuhi bocah bau kencur, bunga (nama samaran. red) berusia 10 tahun yang masih duduk dibangku kelas III SD, Selasa (19/11).

Kronologi peristiwa memilukan yang dialami korban bunga (10) berawal ketika korban hendak pulang kerumah dari sekolah bersama temannya, Sulaiman (10) sekira pukul 10.00 Wib, ditengah jalan korban dihadang oleh pelaku.

Setelah korban berhenti, pelaku langsung memaksa korban kesemak-semak sambil mengancam korban agar tidak melawan kalau tidak ingin dipukul. Celakanya begitu sampai ditengah semak, celana korban dilucuti, kemudian diajak berhubungan layaknya suami istri kurang lebih selama 10 menit.

Bahkan yang lebih kurang ajar lagi, setelah korban selesai melampiaskan nafsunya kepada bocah ingusan tersebut. Pelaku langsung kabur dan meninggalkan korban sehingga korban sempat merintih kesakitan sambil menangis ditengah semak.

Tidak lama kemudian, sambil menahan sakit, korban pulang kerumah. setibanya dirumah, Ibu korban Hanipah (25) merasa curiga, sebab tidak biasanya korban menangis begitu pulang sekolah. Seketika Ibu korban bertanya dan korbanpun menceritakan bahwa Ia sudah diperkosa oleh pelaku.

Begitu mendengar cerita buah hatinya, perasaan Ibu korban bagaikan disambar petir disiang bolong, sebab mahkota putrinya sudah dirampas paksa oleh pelaku. Tidak mau panjang cerita, Ibu korban dengan ditemani keluarganya serta saksi teman korban segera mengadukan kejadian yang dialami anaknya ke Pos Babinkamtibmas Desa Belantakraya dan melaporkan ke Polsek Gaung.

“Saya tidak akan pernah bisa menerima, perbuatan pelaku harus diberikan ganjaran hukum seberat-beratnya. bila perlu dihukum mati,”Tutur Ibu Korban sambil menangis.

Setelah mendapat laporan, jajaran Polsek Gaung segera mendatangi lokasi Tempat Kejadian dan meminta keterangan dari korban serta saksi teman korban. Hingga akhirnya pelaku dapat dibekuk ketika sedang berada didalam dirumahnya.

“Pelaku sudah berhasil ditangkap dan kini masih menjalani pemeriksaaan atas perbuatan yang sudah dilakukan. Sedangkan korban juga sudah divisum di Puskesmas Gaung untuk melengkapai BAP yang ada,”Jelas Paur Humas Polres Inhil, Ipda Warno Akman. Rabu (20/11) (dro/tok)




Amankan Prosesi Pelantikan, Polres Kerahkan 300 Personil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Amankan jalannya proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018, Polres Inhil terjunkan 300 personil

Menurut Wakapolres Inhil, Kompol Devy Firmansyah, ditemui saat melakukan peninjauan dilokasi pelantikan Venue Futsal, rabu (20/11), 300 personil pengaman ini merupakan petugas gabungan dari Polres Inhil dengan BKO Brimob Polda Jambi terdiri dari Pasukan Huru Hara (PHH) dan Anti Anarkis (AA).

“personil yang kita kerahkan berasal dari berbagai unsur kepolisian, termasuk intelijen. Petugas diploting melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan. Semua menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing”Terang Delvi. (dro)