Tingkatkan PAD, Kendaraan Non BM Ditertibkan

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendapatan Kabupaten Indragiri Hilir bekerja sama dengan Sat Lantas Polres Inhil mulai melakukan penertiban kendaraan non BM yang beroperasional di Inhil khususnya dan Riau pada umumnya.

Untuk di Kota Tembilahan, petugas gabungan melaksanakan Operasi penertiban bagi setiap kendaraan non BM mulai Senin (3/12), di lokasi titik-titik tertentu seperti kawasan Jalan simpang antara jalan M.Boya dengan Jalan Sudirman, dan kawasan sentral lainnya.

Kepada Harian Vokal.  Selasa (10/12) H Said Hasan, kepala KUPT Dinas pendapatan Kabupaten Inhil membenarkan terkait dengan adanya kegiatan penertiban bagi setiap kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4, memiliki No Polisi non BM.

“Sesuai dengan intruksi dari atasan yang sudah kita terima, kita wajib menggelar Operasi penertiban kendaraan yang masih ber plat nomor Polisi di luar Propinsi Riau,” sampaikan Said Hasan

Ia katakan kembali bahwa maksud dari pelaksanaan Operasi penertiban ini yakni untuk mendata kendaraan non BM. Kemudian setelah terdata kita tanyakan kepada pemilik kendaraan apakah cuman sekedar melintas atau memang sudah berdomisili di Riau atau Kabupaten Inhil.

“Jika pemilik kendaraan ternyata hanya melintas di kawasan Kabupaten Inhil tentu kita tidak akan menghalang-halangi, akan tetapi jika mereka sudah berdomisili di Kota Tembilahan atau Propinsi Riau ternyata masih menggunakan kendaraan non BM, tentu akan kita tegur dan diarahkan untuk segera memutasikan kendaraannya menjadi BM,”jelasnya.

Selanjutnya setelah mereka memutasikan kendaraannya menjadi plat nomor Polisi BM, tentu saja kedepan akan membayar pajaknya di Kabupaten Inhil yang pada gilirannya akan menambah pendapatan  pajak atau PAD yang kita miliki.

“Jangan sampai mereka membayar pajaknya di daerah lain atau menguntungkan orang luar, namun menggunakan jalan yang kita bangun dengan APBD kita, makanya kita lakukan penertiban,”tegasnya.(dro/tok)




Istri Bupati Buka Pelatihan Kecantikan di lapas Tembilahan

Tembilahan (www.detikriau.org) — Selasa, 10 Desember 2013,  Ketua Dewan Penasehat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kab. Inhil, Hj Zulaikhah Wardan membuka secara resmi Pelatihan Tata Rias Kecantikan Perempuan bagi Warga Binaan Lapas kelas II A Tembilahan yang dilaksanakan oleh BP3AKB Kab.Inhil bertempat di Aula Lapas Kelas II A Tembilahan.

 

dalam sambutannya, HJ. Zulaikhah menyampaikan bahwa selaku dewan penasehat GOW Kabupaten Indragiri Hilir, ianya sangat menyambut pelaksanaan kegiatan ini. Dengannya tentu diharapkan akan dapat meningkatkan hubungan silaturahmi antar peserta dengan nara sumber, peserta dengan panitia terlebih lagi tentu akan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang Tata Rias Kecantikan bagi ibu-ibu yang sedang menjalani kehidupan di LP ini.

“Kita berharap, para napi wanita ini akan dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai kegiatan yang bermanfaat dan memberikan dampak positif selama masa menjalani kehidupan di LP,” Sampaikan Hj Zulaikah 

Disamping itu, istri Bupati Inhil, HM Wardan ini juga berharap kiranya melalui Kegiatan nantinya bagi peserta juga akan dapat dijadikan bekal jika tiba saatnya harus kembali menjalani kehidupan bermasyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing serta dapat dijadikan mata pencaharian untuk menambah pendapatan keluarga. Untuk itu Ianya  mengharapkan napi wanita kelas IIA Tembilahan dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh, sehingga apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya kegiatan ini dapat tercapai.

Kegiatan mengikutkan sebanyak 30 orang Napi perempuan dengan  narasumber berasal dari Beauty Consultan Produk kecantikan Inez Pekanbaru. (dro)




Hasil Razia Gabungan, Sebagian Besar Tak Miliki SIM

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Hasil operasi rutin 60 pengedara yang ditilang, sebagian besar pelanggaran pengendara kendaraa adalah mereka tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Sisanya pelanggaran lain, seperti mereka yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun pelanggaran kelengkapan berkendaraan lainnya,” ujar Kasat Lantas, Karyono usai menggelar razia di Jalan M Boya Tembilahan, Senin (9/12).

Dikatakan Karyono, dalam rangka menciptakan tertib lalu lintas dan meminimalisir terjadinya kecelakaan, selama beberapa hari kedepan pihaknya terus melakukan operasi lalu lintas. Selain melakukan tilang, petugas juga menegur pengendara yang melakukan pelanggaran ringan, seperti tidak memakai helm standar, kaca spion termasuk  menggunakan kenalpot reacing.

Ia menyebutkan, pelanggar lalu lintas yang tidak memiliki SIM didominasi pegawai swasta, serta pelajar disusul profesi lainya. Sedangkan dari sisi usia antara 16-30 tahun. Meski demikian, operasi dan penindakan pelanggaran tersebut hanya bagian dari upaya untuk menciptakan kamseltibcar lalu lintas di jalan raya.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki SIM silahkan untuk mengurusnya dengan datang langsung ke Polres Inhil, Jalan Gajah Mada Tembilahan. Pengurusan SIM tidak sulit, bagi yang dinyatakan layak oleh petugas, maka SIM itu langsung kami keluarkan,” paparnya.

Pada intinya, Karyono meminta setiap pengedara mematuhi aturan berlalu lintas dan jangan karena takut sama petugas, tetapi harusnya kepatuhan menjadi kebutuhan untuk keselamatan. Sebab, keselamatan yang dimaksud, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain sesama pengguna jalan umum.(dro)




Bupati Akan Benahi Pasar dan Tata Kota Tembilahan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Dalam upaya menciptakan kota Tembilahan menjadi kota yang Indah, Bersih dan Asri, Bupati Inhil, HM Wardan menyatakan akan kembali melakukan penataan ulang pasar dan tata kota Tembilahan.

Pernyataan ini disampaikan Bupati dalam pertemuan dengan ratusan pedagang kaki lima dan juru pungut retribusi parkir dirumah dinasnya, jalan kesehatan Tembilahan belum lama ini. Bahkan dalam kesempatan itu, dengan rendah hati Bupati juga memintakan masukan usulan penataan pasar dan tata kota yang baik kepada para pedagang kaki lima ini.

“Saya ingin memintakan masukan, mana tau ada dari bapak-bapak yang hadir saat ini mempunyai suatu pandangan bagaimana caranya melakukan penataan kota termasuk penataan pasar yang baik,”Sampaikan Bupati dengan nada suara tulus.

Dikatakan Bupati, ia memang sudah merencanakan untuk merelokasi letak pasar terapung jalan Yos Sudarso yang dinilainya saat ini sudah tidak lagi representatif. Termasuk lokasi-lokasi perdagangan yang banyak dilakukan diluar lokasi peruntukan seperti mempergunakan badan jalan dan trotoar termasuk jembatan juga akan segera dilakukan relokasi.

Nantinya menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, Pemerintah akan membangun lokasi pasar disuatu tempat yang direncanakan akan dibangun secara lebih lengkap yang secara khusus akan dikelompokkan sesuai dengan jenis barang dangangan, Seperti pedagang sayur, pedagang buah, ikan dan lain sebagainya.

Namun untuk melancarkan semua program yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Inhil ini, Bupati sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat.

“Intinya kita bukan mau mengusir bapak-bapak sekalian. Tapi agar kota kita menjadi bersih dan pasar dapat tertata dengan baik, harus ada kerjasama dan kemauan dari semua pihak terutama bapak-bapak para pedagang,” Harap Bupati

Dalam kesempatan pertemuan itu, ratusan pedagang kaki lima menyatakan memberi dukungan kepada Bupati untuk menjalankan semua program penataan ulang pasar. Mereka menyambut positif cara pendekatan yang dilakukan Bupati dengan membuka dialog secara langsung.

“Pastinya kami akan mendukung apapun kebijakan pemerintah. Apalagi mediasi yang dilakukan Bupati dengan cara kekelauargaan ini sangat berkesan bagi kami. Sekali lagi kami akan memberikan dukungan,” Sampaikan salah seorang pedagang yang hadir kala itu. (dro)




Bupati Apresiasi Kegiatan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan

Taja Gerakan Hibah Seribu Buku, 

Tembilahan (www.detikriau.org) – Dengan membaca akan terbuka semua pintu ilmu pengetahuan. Dari membaca, dapat diketahui perkembangan teknologi, sains dan ilmu pengetahuan lainnya. Dipelajari dan dihanrapkan dapat diterapkan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari. Namun tentunya ilmu pengetahuan haruslah dapat dimanfaatkan bagi hal-hal yang bermanfaat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Inhil, H Muhammad Wardan dalam penyampaian kata sambutannya bersempena gerakan hibah seribu buku tajaan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Inhil, kemaren di Tembilahan. Wardan berharap agar kegiatan ini tidaklah hanya sebatas kegiatan seremonial. Penggagas kegiatan ini harus terus berupaya semaksimal mungkin mengetuk pintu hati masyarakat untuk menghimpun buku agar nantinya koleksi buku dan bahan bacaan yang ada di kantor perpustakaan dan kearsipan akan lengkap dan beranekaragam

“Pemerintah menyambut baik dan pastinya akan memberikan dukungan penuh  gerakan pencanangan seribu buku ini. Apalgi tentunya kegiatan ini dilakukan sebagai sebuah upaya untuk menanamkan kecintaan membaca baik bagi kalangan anak-anak, pelajar, mahasiswa, pegawai dan masyarakat pada umumnya,” Harap Bupati

Membeca adalah pembuka jendela dunia. Dengan membaca, akan didapatkan dan diketahui sedala macam informasi termasuk ilmu pengetahuan. Inilah yang menjadi alas an kenapa program ini selayaknya harus mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan himbauan agar seluruh SKPD yang ada di Pemkab Inhil untuk memberikan dukungan. Dukungan itu bisa diwujudkan dengan juga berperan aktif untuk memberikan hibah buku kepada badan perpustakaan dan kearsipan Inhil.

“kalaulah kegiatan ini nantinya tidak mampu diimabangi dengan kerjakeras dan kesungguhan, saya percaya nantinya apa yang kita canangkan hari ini kedepannya hanya akan menjadi sebatas gerakan seremonial. Oleh karenanya, tanamkan dalam hati untuk berbuat maksimal dengan bekerja keras,” Pinta Bupati.(dro)




Disporabudpar Gelar Workshop Seni Tari dan Musik

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Indragiri Hilir menggelar workshop seni tari dan musik, Jum’at (6/12) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan di dua tempat berbeda ini, yaitu Aula Wisma Kemuning Muda dan Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Tembilahan, diikuti sebanyak 60 peserta, yang merupakan perwakilan setiap kecamatan dari sanggar dan pembina seni di sekolah-sekolah di Kabupaten Inhil.

Ketua Panitia Pelaksana, Raja Indra Maulana mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta terhadap kebudayaan daerah, khususnya seni tari dan musik yang sangat beragam di Kabupaten Inhil.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan, untuk memberikan pengetahuan dan kompetensi bagi para penggerak dan pelaku seni. Sehingga, kesenian dan budaya daerah yang ada selama ini dapat terus dikembangkan dan dilestarikan,” tutur Raja Indra.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil, Suwardi berharap melalui kegiatan tersebut, seni dan budaya yang sudah ada di Bumi Sri Gemilang sejak puluhan tahun lalu, tidak hilang digerus oleh perkembangan kemajuan zaman.

“Kita ingin melestarikan serta mengembalikan seni dan budaya di Negeri Seribu Jembatan, yang saat ini sudah mulai melenceng dari nilai-nilai yang terkandung didalamnya,” terang Suwardi.

Selanjutnya, Suwardi menjelaskan, bahwa penggerak dan pelaku seni boleh saja melakukan modifikasi dan berkolaborasi dengan seni dan budaya modern. Namun, hendaknya hal tersebut tidak sampai menghilangkan kaidah dan kekayaan seni dan budaya daerah.(dro)