Bupati pantau Pelaksanaan Gemmar Mengaji

Bupati memantau pelaksanaan progam Magrib Mengaji disalah satu Masjid di Kota TembilahanTembilahan (www.detikriau.org) — Baru Jum’at 17/01/2014 lalu dicanangkan, Bupati Indragiri Hilir, HM. Wardan, langsung melakukan peninjauan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemmar Mengaji) ke beberapa Masjid di seputaran Kota Tembilahan, Minggu 19 Januari 2014.
Didampingi Camat Tembilahan Kota, RM. Sudinoto dan beberapa Pejabat Eselon di Lingkungan Pemkab. Inhil, sedikitnya ada 5 Masjid yang dikunjungi Bupati di hari ini, di antaranya Masjid Al-Ghulam parit 14, Masjid Pancasila dilingkungan Kantor Bupati, dan Masjid Al-Mu’awanah Tanjung Harapan.
Berdasarkan peninjauan yang dilakukan, gerakan yang memfokuskan penggemblengan generasi penerus dengan pendidikan agama ini gaungnya sudah mulai terasa. Indikasi ini dikuatkan atas fakta di lapangan, dimana Masjid-Masjid yang ditinjau Bupati sudah diramaikan oleh anak-anak sedari waktu menjelang masuknya maghrib, untuk mengikuti Maghrib Mengaji.
Dalam kesempatan peninjauan ini, Bupati menyempatkan diri untuk menjadi Imam sholat maghrib berjamaah di Masjid Al-Mu’awanah Jalan Tanjung Harapan. Selepas sholat maghrib, Bupati juga meluangkan waktu untuk menyaksikan proses pengajian di Masjid yang sama.
Dikatakan Bupati dalam sambutannya, Pemerintah Daerah serius melaksanakan program Maghrib Mengaji. “Karenanya Saya akan terus melakukan peninjauan ke Masjid-Masjid hingga program ini benar-benar membudaya di Kabupaten Indragiri Hilir dan gemuruh suara anak-anak mengaji menggema saling bersahutan”, tambah Bupati.
Bupati mengharapkan, dengan program Maghrib Mengaji ini, akan menambah minat warga masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir untuk mendatangi Masjid. “Jadi ke depan, Maghrib Mengaji ini hendaknya tidak hanya untuk anak-anak saja, namun untuk para orangtua juga”, harap Bupati.(dro)




Bupati Irup Peringatan Bulan K3 Sekaligus Pencanangan Magrib mengaji

Bupati Inhil H.M. Wardan Membacakan Sambutan Menteri Tenaga Kerja dan TransmigrasiTembilahan (www.detikriau.org) —  Bertempat di lapangan Upacara, jalan Gadjah Mada Tembilahan di Laksanakan Upacara Peringatan  Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang di sejalankan dengan Pencanangan Magrib Mengaji di Lingkungan PEMKAB Inhi. Kegiatan ini juga  dihadiri oleh Unsur MUSPIDA Inhil, Para Pejabat dilingkungan Setdakab Inhil, Unsur TNI dan POLRI serta Para PNS dan Honorer Lingkungan PEMKAB Inhil.Jum’at (17/1/2014) kemaren.

Pemukulan Beduk tanda di canangkannya Gerakan Magrib Mengaji (GEMMA) Oleh Bupati Inhil H.M.Wardan di dampingi KA KEMENAG Propinsi Riau
Pemukulan Beduk tanda di canangkannya Gerakan Magrib Mengaji (GEMMA) Oleh Bupati Inhil H.M.Wardan di dampingi KA KEMENAG Propinsi Riau

Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Inhil H.M.Wardan. Dalam Kesempatan itu Bupati Membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Usainya Bupati melakukan pemukulan beduk tanda di canangkannya  Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji.
Pada kesempatan itu Bupati Inhil H.M.Wardan juga menyerahkan bantuan, diantaranya; Penyerahan Perjalanan Umrah Kepada Qoriah, Penyerahan Mobil Ambulance kepada KORPRI Kab. Inhil, Bantuan Beasiswa dan berbagai batuan lainnya dari Pemkab Inhil.(dro)




Bupati dan Wakil hadiri Konfercab NU Inhil

BUPATI INHIL H.M. Wardan Menjadi Panelis dan Forkopinda Kab. InhilTembilahan (www.detikriau.org), kamis, (16/1) malam bertempat di salah satu Hotel di Tembilahan di Laksanakan Konferensi Cabang Nahdatul Ulama (Konfercab NU) Kab. Inhil yang di Hadiri Bupati dan Wakil Bupati Inhil serta beberapa pejabat eselon di Lingkungan Pemkab.Inhil serta undangan dan Alim ulama.
Ketua Pengurus Wilayah NU Propinsi Riau H.Badar Ali Madjid dalam sambutannya mengatakan bahwa NU bukan organisasi politik dan harus tetap menjaga Netralitasnya.”NU didirikan bukan ditujukan untuik kepentingan politik, jadi pastinya kami akan selalu menjadga untuk selalu berlaku netral,” Sampaikannya
Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya adalah bagian dari warga NU itu sendiri, dari latar belakang keluarga, mulai dari kakek beliau, Syekh Abdurrahman Ya’qub sudah mengalir ajaran-ajaran NU dan sampai saat ini pun beliau masih termasuk di dalam kepengurusan PBNU Propinsi Riau.
Di akhir sambutan Bupati mendoakan  semoga Konferensi Cab. PBNU Kab. Indragiri Hilir dapat terselenggara dengan baik, sukses dan lancar, serta terpilihnya pengurus yang baru yang akan membawa PBNU lebih baik dan berjaya di masa yang akan datang. Kepada pengurus, Bupati menyampaikan  harapan agar tidak hanya numpang nama tapi bisa berbuat banyak demi kemajuan organisasi.
“Atas nama PEMDA saya menitipkan dan mengharapkan kepada Pengurus Cab.NU untuk dapat memberikan support dan dukungan untuk pembangunan Inhil ke depan.”Pesan Bupati
Pada acara Konfercab NU di lanjutkan dengan Diskusi Panel Materi strategi kebijakan pembangunan, keamanan ketertiban masyarakat dan wawasan kebangsaan oleh FORKOPINDA Kab. Inhil.(dro)




Wabup Hadiri Maulid Nabi di Kuala Lahang

Wabup saat menyampaikan sambutanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H Rosman Malomo menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H, di Desa Kuala Lahang, Kecamatan Gaung Anak Serka, Kamis (16/1) kemaren.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami’ Tanjung Penagih, Desa Kuala Lahang ini turut dihadiri oleh beberapa Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Camat, Lurah dan Kepala Desa serta ratusan masyarakat dan jamaah Masjid Jami’ Tanjung Penagih.
Dalam sambutannya, Wabup mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) yang telah memilih dan mendukung pasangan Warohmah dalam Pemilukada beberapa waktu lalu.
“Melalui kesempatan ini, saya mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh masyarakat, terutama dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan Pemkab Inhil selama 5 tahun ke depan. Karena, sebaik apapun program yang telah direncakanan, tidak akan berjalan dengan sukses dan lancar tanpa adanya peran serta dari seluruh komponen yang ada,” tutur Wabup.
Dalam kesempatan ini, Wabup juga  mensosialisasikan beberapa program yang telah dicanangkan oleh Pemkab Inhil pada awal tahun 2014, diantaranya program Gerakan Jum’at Bersih. dan program Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gema Mengaji), yang diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP di seluruh Kabupaten Inhil.
“Mari kita bersama-sama mensukseskan semua program dan kebijakan yang telah direncanakan untuk menuju Kabupaten Inhil yang lebih baik, maju dan sejahtera,” tambah Wabup.
diakhir kalimatnya, Wabup juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Inhil untuk menjaga situasi dan keamanan di lingkungan dan daerahnya masing-masing. Apalagi, mengingat  tahun 2014 ini akan berlangsung pesta demokrasi, yaitu Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres).(dro)




Gara-gara Status BB, IRT Bonyok dikeroyok

bbTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hanya karena gara-gara status di BlackBerry, Bela (23) Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Jalan Kolong Kecamatan Tembilahan, dikeroyok. Kasus tersebut terjadi di Jalan M Boya, Sabtu (11/1) lalu.
Demikian dijelaskan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kasat Reskrim Polres Inhil,  AKP Ade Zamrah. Menurut Ade, peristiwa itu bermula ketika korban dan anaknya M Razka  yang masih berumur 9 bulan melintas di TKP bersama Tuti (20). Namun tiba-tiba pelaku dihadang oleh dua orang dan langsung di keroyok.
“Sebelum kejadian, korban sempat memasang status di BlackBerry. Mungkin saja itu membuat pelaku tersinggung. Lagi pula pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga,” ujar Ade, yang didampingi Kanit Reskrim Hery, Rabu (15/1) petang kemarin.
Akibat pengeroyokan itu korban menderita lebam di kening dan kepala bagian belakang. Kasus ini lanjut Ade, masih dalam pendalaman. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Bahkan dalam waktu dekat penyidik akan memanggil kedua terlapor Yuni dan Dewi yang sama-sama merupakan IRT.
“Kami masih menunggu hasil visum. Jika hasil itu sudah berasil kami terima, kami akan langsung memeriksa kedua pelaku,” jelasnya.
Sementara itu, Bela meceritakan peristiwa pengeroyokan terhadap dirinya secara tiba-tiba. Pada awalnya korban tidak pernah merasa punya masalah dengan pelaku. Apalagi ia dan pelaku juga memiliki hubungan keluarga. Namun yang amat disesalkan korban, kenapa pelaku tega melakukan itu saat ia sedang menggendong anaknya.
“Saya tidak melawan. Yang saya lakukan saat itu hanya berusaha menghindar dan melindungi anak saya. Tapi mereka tetap saja memukuli saya. Pengeroyokan itu baru berhenti setelah ada warga lain yang melerai,” tutu korban.
Sebagai korban Bela mengharap kasus ini dapat diproses sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlakau. Sebab, ia kawatair jika masalah ini tidak diselsesaikan secara hukum maka akan ada kasus-kasus serupa. “Kami berharap Polisi dapat memberikan saya akeadilan,” pintanya.(dro)




Pembangunan kembali Gedung SMP Satu Atap Tak Rampung, Masyarakat Kecewa



 

Tembilahan (www.detikriau.org) – Impian masyarakat Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah untuk kembali bersekolah di Bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negri satu atap di Desanya tampaknya harus kembali tertunda. Rehab bangunan yang sudah dikerjakan, hingga berakhirnya tahun anggara tidak juga terselesaikan.

Menurut Kepala Desa setempat, Amiruddin, sejak dimulai hingga terhentinya pembangunan, pengerjaan baru selesai sampai pada tahap pengerjaan tongkat umpak. Kondisi ini diakuinya cukup mengecewakan masyarakat. Apalagi sejak ambruknya bangunan SMP satu atap tersebut, aktifitas belajar mengajar menjadi terganggu.

Untuk melakukan aktifitas belajar mengajar, siswa-siswi SMP terpaksa menumpang dibangunan Sekolah Dasar (SD) yang letaknya bersebelahan. Namun karena ruang belajar bangunan SD itu tidak banyak, tentunya kondisi ini membuat proses belajar mengajar bagi Siswa-Siswi SMP satu atap dan SD menjadi terganggu.

“Kemaren waktu mengetahui bangunan SMP ini akan kembali dibangun, terus terang masyarakat kita merasa sangat gembira.  Namun kegembiraan itu ternyata hanya sementara. Pengerjaan bangunan ini tidak dapat diselsaikan sebagaimana harapan masyarakat,” Sampaikan Kepala Desa Sungai Laut, Amiruddin melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (16/1)

Sebagai kepala Desa, ditambahkan Amiruddin, ia sama sekali tidak pernah mengetahui siapa rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, karena memang ia tidak pernah dikabari. Apalagi menurutnya, papan plang proyek yang sedianya harus dipasang pada setiap kegiatan yang didanai pemerintah, juga tidak pernah terlihat. Amirruddin berharap terbengkalainya pengerjaan bangunan SMP ini segera menjadi perhatian pemerintah khususnya pemerintah kabupaten.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum berhasil melakukan komfirmasi dengan pejabat Dinas terkait. (dro)