Wabup Hadiri RAT Koperasi Sejawat

IMG_9360Tembilahan (www.detikriau.org) — Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo, membuka Rapat Anggota Tahunan ke-43 Koperasi Sejawat Tembilahan. Acara yang dilaksanakan disalah satu Hotel di Tembilahan ini juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi Kab. Inhil, H. Fajar Husein, serta Ketua Koperasi Sejawat, Sudirman Razak.Kamis, (30/1)
Sudirman Razak dalam sambutannya mengatakan, saat ini Anggota Koperasi Sejawat Tembilahan berjumlah 460 orang dengan omset sebear Rp 3,6 miliyar dan 5 miliyar aset. Ketua Koperasi Sejawat Tembilahan ini juga mengharapkan bimbingan dari Pemerintah Kab. Inhil, dikatakannya, ini adalah pertama kalinya Pejabat Daerah menghadiri acara yang ditaja oleh organisasi yang dikelolanya. “Untuk itu Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Wakil Bupati atas kesediaannya menghadiri acara Kami”, ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati dalam sambutannya menghimbau kepada para Anggota/Nasabah, khususnya dalam kesempatan ini Anggota Koperasi Sejawat Tembilahan untuk dapat mematuhi kesepakatan yang telah disepakati dengan pihak pengelola Koperasi. Sebab menurut Wabup, aturan main yang diberlakukan sebuah Koperasi semata-mata demi eksistensi Koperasi itu sendiri. “Koperasi harus tetap eksis demi mensejahterakan setiap Anggotanya”, ujar Wabup.
Tak lupa pula Wabup berpesan agar momen rapat ini dijadikan media introspeksi diri bagi para Anggota serta mengevaluasi perjalanan Koperasi Sejawat Tembilahan sepanjang tahun lalu agar dapat dijadikan pedoman dalam menyusun langkah-langkah ke depan.(dro)




Masyarakat Beri Penilaian Positif Komitmen Pemkab Inhil Untuk Perbaiki Infrastruktur Jalan

Kondisi jalan di Kecamatan KeritangTembilahan (www.detikriau.org) — Komitmen Pemkab Inhil untuk perbaiki infrastuktur jalan di Kabupaten Indragiri Hilir hingga dipedesaan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. terbangunnya fasilitas jalan yang baik terutama jalan penghubung sudah cukup lama menjadi impian hampir seluruh masyarakat.
beberapa fasilitas jalan yang kini sudah sukup parah, semisal jalan penghubung di tiga kecamatan yakni Kecamatan Batang Tuaka, GAS dan Gaung. Selain jalan antara desa dengan desa, Desa dengan Kecamatan kondisinya sebagian besar kini dalam keadaan rusak parah dan sangat sulit dilewati, terutama saat musim penghujan. Bahkan akses jalan utama di tiga Kecamatan tersebut yang menuju Ibu kota Kabupaten, Tembilahan juga tidak jauh berbeda.
“Jangankan jalan desa dan jalan kecamatan, jalan kabupaten saja yang menghubungkan tiga Kecamatan tersebut termasuk yang menghubungkan ke Ibukota Kabupaten rusaknya sangat parah. dulu ruas jalan ini sudah mulai bisa dilintasi kendaran roda empat. tapi kini, jangankan kendaraan roda empat, sepeda kayuhpun harus meniti dengan hati-hati jika ingin selamat,” kata Apol warga Kecamatan Batang Tuaka, belum lama ini
Kondisi serupa juga terjadi hampir diseluruh Kecamatan lainnya. jalan lintas Enok yang menghubungkan Kecamatan Enok dengan Kelurahan Seberang Tembilahan. Ruas jalan tersebut boleh dikatakan tidak pernah mulus seratus persen. Ada saja kerusakan disana sini, dan perbaikan hanya terkesan tambal sulam. Hingga jarak tempuh yang meskinya tidak seberapa, terasa cukup jauh akibat kendaraan tidak bisa dipacu dengan normal.
Kecamatan lainnya, mulai dari Kecamatan Keritang, Reteh dan Kecamatan Kemuning yang sebahagian besar daerahnya dengan tofografi dataran tinggi, kini kondisi jalan juga sangat memprihatinkan. Bahkan kerusakan jalan di dikawasan tersebut, juga terjadi pada jalan Nasional, yakni jalan Lintas Timur. Kalau kita terus berjalan dan sampai diperbatasan dengan Provinsi Jambi, kita akan terasa malu, karena ruas jalan disana mulus dan tidak rusak seperti didaerah kita.
Kerusakan yang terjadi cukup menimbulkan tanda tanya sebahagian besar masyarakat. apakah karena faktor geografis di Inhil yang sedemikian labil ataukah karena sebab lain. Namun masyarakat juga meminta dalam pelaksanaannya, pengerjaan perbaikan jalan ini dapat diawasi dengan baik. sangat mudah ditemui, jalan yang barus saja diperbaiki, tidak perlu hitungan waktu yang lama kondisinya sudah kembali rusak.
Jangankan di Kecamatan, di dalam kota Tembilahan saja banyak jalan setelah diperbaiki, dalam hitungan bulan kedepan sudah rusak kembali. penyebabnya mungkin saja pengerjaan tidak dilaksanakan sebagaimana keharusan. oleh karenanya tentu diperlukan pengawasan yang lebih baik.(dro)




Masyarakat Pinta Pemkab Inhil Sikapi Kemacetan Arus Lintas parit 11 Tembilahan hulu

Kondisi kemacetan seperti ini hampir setiap hari terjadi di lokasi parit 11 jalan H Arief Kecamatan Tembilahan Hulu
Kondisi kemacetan seperti ini hampir setiap hari terjadi di lokasi parit 11 jalan H Arief Kecamatan Tembilahan Hulu

Tembilahan (www.detikriau.org) — Jalur Lalu lintas seputaran parit 11 Jalan H Arief Kecamatan Tembilahan hulu  kerap macet. Kondisi seperti ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan pengguna jalan dan rawan menjadi penyebab timbulnya kecelakaan. Masyarakat sekitar berharap pemerintah Kabupaten segera menyikapi untuk mencarikan solusi terbaik.
Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga Jl H Arief, Azman. menurutnya, sebagai pengguna jalan yang setiap harinya melintasi jalur ini, kerap macetnya arus lalulintas cukup mengganggu aktifitas warga setempat.”yang jelas, sebagai pengguna jalan tentu saja kondisi seperti ini membuat kita tidak nyaman. apalagi disaat jam-jam sibuk, ratusan kendaraan akan terjebak dalam kemacetan. jalur yang tidak seberapa panjang yang seharusnya bisa ditempuh dalam hitungan beberapa menit, kadang-kadang membutuhkan waktu hingga puluhan menit. harusnya ini mendapatkan perhatian pemerintah agar jalur ini dapat kembali lancar,” Sampaikan Azman
Ditambahkan Azman, jika Pemkab inhil serius untuk mencarikan solusi mengatasi persoalan ini, ia sangat berkeyakinan kemacetan yang semakin hari semakin parah ini pasti akan dapat teratasi. Tanah abang Jakarta aja yang dulunya macet sekarang sudah bisa normal. ujarnya memberikan gambaran.
Udin, warga jalan H Arief lainnya menyarankan untuk menghindari kemacetan, pemerintah sedianya bisa menempatkan petugas, seperti misalnya petugas dari Dinas Perhubungan. MSAepengetahuan udin, parit 11 secara resmi bukan diperuntukkan sebagai pasar rakyat tapi sudah sejak lama pedagang memanfaatkan lokasi ini untuk berdagang mengadu untung. Dengan berjalannya waktu, kini kawasan ini lebih dikenal masyarakat sebagai pasar Parit XI dan semakin hari semakin ramai.” Tentunya aktifitas masyarakat ini tidaklah terlalu dipermasalahkan karena paling tidak cukup banyak masyarakat yang megadu nasib dan mencari rezky dikawasan ini. Hanya saja tentunya agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya, tentu perlu ditata dan diatur dengan baik.
“Ini salah satu biang penyebab terjadinya kemacetan, ditambah lagi, tidak seberapa jauh dari jembatan parit 11, berdiri sebuah sekolah. jika tidak diatur dengan baik. kemacetan tentunya tidak mungkin bisa dihindari,” Pendapat Udin
Ditambahkan Udin, karena pasar parit 11 keberadaannya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya, hampir setiap hari ia berbelanja berbagai keperluan rumah tangga dikawasan  ini.”Terus terang saya juga tidak mempermasalahkan keberadaan pasar tidak resmi ini, paling tidak, masyarakat sekitar tidak perlu lagi jauh-jauh untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Namun secara pribadi saya juga setuju kalaulah lokasi ini bisa ditata dengan lebih baik agar ruas jalan tidak sampai mengganggu pengguna jalan lainnya,” nilai Udin.
Pantauan Vokal, kawasan parit 11 ini hampir setiap hari memang tidak pernah sepi dari berbagai aktifitas perdagangan. ramainya pengunjung dan sempitnya ruas jalan memang kerap menimbulkan kemacetan.(dro)




Wabup Pimpin Pertemuan Stakeholder KPA Inhil

IMG_9286Tembilahan (www.detikriau.org) — Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Rosman Malomo, pimpin pertemuan Stakeholders Anggota Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Indragiri Hilir bertempat di Aula Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB), Tembilahan. Rabu (29/1)
Pertemuan ini dimaksudkan untuk merapatkan barisan dan mempersolid koordinasi di antara Anggota KPA Indragiri Hilir dalam rangka menanggulangi penyebaran HIV/AIDS serta menyusun strategi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan.
Dalam sambutannya, Sekretaris KPA Inhil, H. Umar Pulungan menyatakan bahwa hingga saat ini sudah terjadi 81 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Inhil. Penyebaran ini harus segera dihentikan untuk menghindari bahaya yang lebih besar di kemudian hari. Sebab dijelaskannya, berdasarkan definisi WHO, 1 kasus HIV/AIDS berpotensi menginfeksi 100 orang.
Sementara itu Wakil Bupati Indragiri Hilir dalam pemaparan materinya merincikan jumlah penderita HIV/AIDS di Kab. Inhil terbagi ke dalam berbagai kelompok di antaranya berdasarkan jenis kelamin dan usia yaitu laki-laki 48 orang, perempuan 28 orang, dan anak-anak 5 orang.
Berdasarkan data tersebut, Wabup merasa perlu adanya peningkatan koordinasi hingga ke tingkat  Kecamatan, Desa, dan RT/RW dalam melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS. Ditambahkannya, HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es, “yang terlihat hanya puncaknya”, ujar Wabup mengibaratkan.
Wabup berharap pertemuan ini dapat menghasilkan sesuatu yang minimal mampu meminimalisir atau bahkan sekedar menstagnankan penyebaran HIV/AIDS. Di samping itu, Wabup juga mengharapkan dukungan serta partisipasi dari semua pihak, tidak terkecuali dari pihak media. “Dukungan Rekan-rekan Pers lewat penyebarluasan informasinya akan sangat membantu upaya kita bersama mencegah virus mematikan ini lebih meluas”, ajak Wabup.(dro)




Bakar Sampah, Pembangkit Listrik Milik PLN Rayon Tembilahan Nyaris Terbakar

Foto: Ragil
Foto: Ragil

Tembilahan (www.detikriau.org) — Gara-gara membakar sampah, hampir saja peristiwa kebakaran yang pernah terjadi di Unit Pembangkit Tenaga Diesel (UPTD) Milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) rayon Tembilahan di Jalan lintas Provinsi Parit 4 Kecamatan Tembilahan hulu berulang. karena sekitar lokasi banyak terdapat ceceran bahan bakar solar, api membesar dengan cepat dan nyaris menyambar tangki minyak sebuah mesin pembangkit. selasa (28/1)
Peristiwa yang sempat mengagetkan masyarakat sekitar ini terjadi sekira pukul 12.15 Wib. tiba-tiba saja dilokasi UPTD membumbung asap hitam tinggi. masyarakat sekitar lokasipun berhamburan berdatangan untuk mencari tahu penyebabnya. apalagi tidak berselang lama setelahnya, pasokan listrik ke rumah-rumah pelangganpun terputus.
“Asapnya cukup pekat dan membumbung tinggi dan diiringi kobran api. awalnya kami menduga  terjadi lagi kebakaran di pembangkit listrik milik PLN itu,” Ujar Ridho, warga Kecamatan Tembilahan hulu yang kebetulan melintas di lokasi.
saat itu dikatakan Ridho, warga sekitar sudah tampak heboh dan berhamburan menuju lokasi. namun tidak berselang lama, api dapat dipadamkan.
Berdasarkan pengakuan Ketua RW Setempat, hartok, peristiwa itu disebabkan keteledoran salah seorang karyawan. kala itu ia sedang membersihkan sekitar lokasi dengan membakar tumpukan sampah. namun karena tanah disekitar dibasahi oleh ceceran bekas bahan bakar solar, api tiba-tiba saja membesar dan menjalar dengan cepat.
“Untung saja ia sigap dan bertindak cepat memadamkan api sehingga hal ini tidak menyebabkan kebakaran,” Ujarnya melalui sambungan telepon selular. selasa (28/1)
Hingga saat ini, tidak ada keterangan resmi dari pihak PLN Rayon Tembilahan atas peristiwa tersebut.
Pertengahan Juni 2012 yang lalu, peristiwa kebakaran sempat menghanguskan 2 unit mesin sewa dan 2 unit tangki bahan bakar. peristiwa kebakaran kala itu dipicu oleh konsleting listrik yang meyebabkan timbulnya percikan api yang menyambar tangki minyak mesin pembangkit.
Kala itu, 2 unit mesin Box berkapasitas masing-masing 2 Mega dan 2 unit tangki persediaan bahan bakar solar menyemburkan lidah api setinggi lebih dari 10 Meter diiringi kepulan asap hitam. Api baru bisa dipadamkan setelah 4 Unit mobil pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir serta 2 unit mesin portable milik Paguyuban Sosial Marga Thiongha Indonesia (PSMTI) Cabang Tembilahan tiba dilokasi dan membantu melakukan pemadaman. (dro)




Bupati Pinta Program Yang Dicanangkan Pemerintah Tidak Terhenti Sebatas Kegiatan Seremonial

BUPATI H.M. WARDAN DAN WAKIL BUPATI H.ROSMAN MALOMO SAAT MEMIMPIN RAPAT EVALUASI. Foto: Humas Pemkab Inhil
BUPATI H.M. WARDAN DAN WAKIL BUPATI H.ROSMAN MALOMO SAAT MEMIMPIN RAPAT EVALUASI. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) — Bupati Inhil, HM Wardan meminta seluruh program yang telah dicanangkan Pemerintah kabupaten indragiri hilir (Inhil) tidak hanya terhenti sebatas kegiatan seremonial. tetapi harus ditindaklanjuti secara serius hingga harapan yang hendak dicapai dapat terwujud. Untuk itu, Bupati meminta agar seluruh aparatur pemerintahan, khususnya Pegawai Negri Sipil (PNS) dapat melibatkan diri secara langsung dalam pelaksanaan program-program dimaksud.
Permintaan ini disampaikan Bupati saat dilakukan rapat evaluasi program bertempat di Aula Utama Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, senin (27/1) kemaren. rapat evaluasi yang juga dihadiri Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo serta seluruh Kepala Dinas, Badan dan Bagian serta Camat se Kabupaten inhil itu dipimpin langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan.
Menurut Bupati dalam arahannya, dalam masa 2 bulan 4 hari masa jabatannya sebagai Bupati, Pemkab Inhil telah mencanangkan bebeberapa program bagi masyarakat Inhil. agar dapat mengetahui sejauhmana pelaksanaan program-program dimaksud, secara berkala tentu diperlukannya evaluasi.
“Rapat hari ini merupakan sebuah langkah evaluasi kita untuk mengkaji sejauhmana program-program itu telah dilaksanakan. saya berharap agar semua program ini tidak terhenti sebatas kegiatan seremonial. oleh karenanya, saya menekankan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk bersungguh-sungguh mendukung agar pelaksanaan program dimaksud dapat terlaksana dengan baik,” Pesan Bupati
Untuk saat ini ditambahkan Bupati, yang sangat perlu mendapatkan perhatian khusus adalah program Gerakan masyarakat Magrib Mengaji (Gemmar Mengaji). kantor kementrian Agama (Kemenang)  bertindak selaku leading sektor dan didukung oleh Bagian Kesra Sekretariat Kabupaten Indragiri Hilir. “Kita tentunya berharap program ini akan dapat dilaksankan dengan baik dan memberikan dampak perubahan yang baik pula kepada masyarakat. insyaallah dengan kesungguhan apa yang menjadi harapan akan dapat tercapai,” Pungkas Bupati.
Gemmar Mengaji adalah salah satu program yang telah dicanangkan pada jaman kepemimpinan HM Wardan dan  H Rosman Malomo. Gemmar Mengaji dicanangkan secara langsung oleh Bupati pada jum’at tanggal 17 januari 2014 yang lalu. Program ini memiliki sasaran utama pada pelajar setingkat SD dan SMP yang dimaksudkan untuk memberikan pembekalan keimanan kepada generasi penerus dan membebaskan dari buta membaca Al Qur’an.
Teknis pelaksanaannya, beberapa Masjid, Surau dan Mushalla diseluruh kabupaten inhil akan ditetapkan sebagai wadah untuk anak-anak belajar membaca al Qur’an. disamping belajar baca tulis al Qur’an, anak-anak juga akan diberikan pengetahuan akan ilmu fiqih. Pengawasannya akan dilakukan oleh guru agama dimasing-masing sekolah termasuk peran serta masyarakat terutama orang tua siswa.
Gemmar Mengaji dikatakan Bupati dicanangkan akan kerinduaan dirinya pada suasana masa kecilnya. Kala itu menurut bupati, diwaktu-waktu magrib, seluruh masjid, surau dan mushalla ramai terdengar suara anak-anak membaca al Qur’an.
“Saya rindu suasana waktu masih kecil. Dulu, diwaktu-waktu magrib, hampir disetiap masjid dan surau ramai terdengar suara anak-anak membaca al-qur’an. Semua itu dapat menyejukkan hati,” Ujar Bupati dalam sebuah kesempatan.
Disamping itu, Gemmar Mengaji juga diharapkan kedepannya akan menjadi jembatan atas niat dan tekad Bupati untuk mengembalikan julukan Kota Ibadah bagi Kota Tembilahan. Secara bertahap, Bupati menyatakan akan mengupayakan untuk meminimalisir praktik-praktik maksiat yang beberapa waktu belakangan ini, mau tidak mau harus diakui semakin meresahkan. Beberapa lokasi tempat hiburan malam akan direlokasi dan diawasi dengan baik. Untuk semua itu, Bupati mengharapkan kerjasama dan peran aktif dari semua masyarakat.
“Insyaallah, kita akan kembalikan motto kota Tembilahan sebagai Kota Ibadah,” Pertegas Bupati kala itu. (dro)