Abrasi, 12 Rumah di Kec Enok Terjun Kesungai. Esok Bupati Akan Turun Ke Lokasi

abrasiEnok (www.detikriau.org)– Diterjang Abrasi, 12 unit pemukiman penduduk di pasar Kelurahan Teluk Medan Kecamatan Enok terjun ke sungai. kejadian yang terjadi  pada sabtu (1/2) kemaren itu tidak menimbulkan korban jiwa karena sebelumnya bencana itu sudah dapat diprediksi akan terjadi.
“Musibah  terjadi sekitar jam 11 malam, namun tidak ada korban jiwa. sebelumnya warga sudah memperkirakan akan terjadi abrasi yang di tandai dengan retaknya pinggiran sungai sehingga warga sudah mengemas barang untuk dipindahkan ketempat yang aman”. sampaikan warga setempat, Anjar  kepada wartawan.
Menurut keterangan kabag Humas Setdakab Inhil, Suhardiman, Bupati, HM Wardan sudah mendapatkan kabar ini dari pemerintah kecamatan Enok dan direncanakan besok, senin (3/2) akan langsung turun kelokasi untuk mengunjungi secara langsung warga yang tertimpa musibah.
“Hari ini Bupati baru tiba di Tembilahan setelah menghadiri kegiatan di Jakarta beberapa hari yang lalu. esok diagendakan beliau akan langsung turun kelokasi,” Sampaikan kabag Humas. (dro)




Hindari Masuk Penjara, Kades Diminta Terapkan Manajemen Masjid

wardanTembilahan (www.detikriau.org) — Agar tidak masuk penjara, Bupati kabupaten indragiri hilir (inhil), hm wardan meminta agar kepala desa lebih berhati-hati mempergunakan anggaran desa. Disarankan, penggunaan dana dilakukan dengan menerapkan manajemen masjid. Ahad (2 feb 2014)
Permintaan ini disampaikan Bupati saat menghadiri acara syukuran Syarifudin.A,Said yang telah menjabat ditahun ke 4 sebagai Kepala Desa (kades)  Nusantara jaya Kecamatan Keritang. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, beberapa kepala SKPD. Upika kecamatan, Tokoh Masyarakat setempat dan istri Bupati, Hj Zulaikah Wardan ini juga diselaraskan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan syukuran terpilihnya HM Wardan sebagai Bupati Inhil
“Tolong anggaran desa digunakan dengan lebih hati-hati. Jangan sampai masuk penjara. Untuk menghindari fitnah, sebaiknya gunakan manajemen masjid” sampaikan Bupati
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta agar setiap desa ikut mendukung program jum’at bersih. Kaum ibu-ibu juga harus bisa terlibat. Bapak-bapak bergotong-royong membersihkan lingkungan dan Ibu-ibu menyediakan bubur kacang. Sampaikan Bupati sambil tersenyum
Disamping hal itu, Bupati juga menghimbau agar petani kelapa tidak melakukan alih fungsi lahan.
Bupati juga meminta agar masyarakat menanam pohon kelapa disepanjang median jalan yang kosong. Ketika ada tamu luar yang masuk ke inhil nanti akan disambut dengan lambaian rimbunnya daun kelapa.(dro)




Pemkab diminta Tertibkan Perumahan Yang Berdiri diatas DAS

Tembilahan (www.detikriau.org) — Masyarakat kota Tembilahan meminta agar pemerintah kabupaten Indrairi Hilir segera lakukan penertiban terhadap perumahan-perumahan penduduk yang didirikan di Daerah Aliran Sungai (DAS). Jika hal ini tidak segera dilakukan, dikhawatirkan akan menghambat sirkulasi air dan menjadi penyebab semakin parahnya banjir pasang.
Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga Tembilahan, Hery . menurutnya, saat ini sudah cukup banyak didapati masyarakat yang mendirikan bangunan tanpa memperdulikan DAS. ia merasa khawatir jika hal ini terus dibiarkan, lambat laun aliran air akan tersumbat dan pada akhirnya akan menghambat turunya air ke sungai. akibatnya, banjir pasang yang setiap tahunya melanda daerah Inhil akan semakin parah.
“Sebagai daerah pasang surut kita pastinya tidak akan mungkin mampu untuk menghindari terjadinya luapan air kedaratan. terutama disaat-saat musim pasang tinggi. namun jika aliran anak sungai lancar (parit), disaat surut, air dengan cepat dapat kembali mengalir kesungai dan tidak akan dapat menggenangi daratan lebih lama,” Ujar Herry.
Cukup disayangkan, ditambahkan Hery, sepengetahuannya, disepanjang airan sungai parit XII, sebahagian besar sudah mulai tersumbat. penyebabnya, banyak masyarakat yang didapati menambah bangunan hingga menutupi aliran sungai tersebut. ia berharap hal ini dapat segera menjadi perhatian pemerintah melalui instansi berwenang.”dulunya parit XII ini menjadi parit pembuangan utama di kota Tembilahan. namun sayang nya saat ini kondisinya sudah parah. aliran parit ini sudah tersumbat. ini harus segera disikapi oleh pemerintah,” Harap Herry
Apa yang dimintakan Hery juga diamini oleh warga Tembilahan lainnya, Ian, Warga Kelurahan pekan arba Kecamatan Tembilahan ini juga memintakan hal yang hampir senada. sudah beberapa tahun belakangan ini, dikatakan Ian, sebahagian besar daratan di kelurahan pekan arba sudah tidak pernah lagi kering. akibatnya, kawasan yang dulunya  subur itu kini tidak bisa lagi ditanami dengan tanaman produktif apapun karena tergenangi air.
“dulu pekan arba dikenal sebagai salah satu daerah penghasil buah cempedak dan beberapa tanaman daerah tropis lainnya termasuk buah kelapa. namun saat ini tanaman itu semua sudah hampir tidak terlihat karena mati. dataran di daerah ini tidak pernah kering. Hujan yang tidak terlalu lama bisa membuat daratan tergenang air hingga berminggu-minggu. kondisi ini semakin parah disaat tibanya pasang tinggi,” Keluh iyan.
Tahun anggaran 2013 yang lalu ditambahkan iyan, memang sudah dilakukan pelaksanaan proyek normaliasi aliran parit xii. namun pengerjaan proyek yang menelan dana APBD Inhil ratusan juta rupiah itu terkesan mubajir karena tidak dikerjakan dengan maksimal. normaliasi hanya dilakukan dibagian tengah parit dan kedua ujungnya tidak menembus ke sungai. akibatnya kini aliran parit xii, khususnya yang membentang di keluarahan pekan arba tidak ubahnya bak kolam. tidak mengalir. pungkas iyan. (dro)




Siapkan SDM, Pemkab Inhil Fokus Benahi Pendidikan

anak sekolah Desa Teluk Kelasa Salami Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo saat menghadiri Peringatan Maulid NabiTembilahan (www.detikriau.org) — guna menjalankan roda pembangunan daerah, hingga saat ini Pemerintah kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM). namun untuk memenuhi ketersediaan SDM bukanlah pekerjaan mudah karena harus ditempuh melalui pembekalan ilmu pengetahuan melalui jenjang pendidikan yang memerlukan pengorbanan waktu dan kesabaran. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Kab Inhil, H Rosman Malomo saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 012 Desa Teluk Kelasa Kecamatan Keritang, sabtu (1/2). begitu pentingnya pendidikan, hingga di seratus hari pertama masa kepemimpinannya bersama Bupati, HM Wardan, pembenahan pendidikan menjadi salah satu target bersama beberapa program lainnya seperti Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji, jum’at bersih, kesehatan dan perekonomian.
“Menjalankan pembangunan tidak akan terlepas dari ketersediaan SDM yang handal. oleh sebab itu, pendidikan haruslah menjadi prioritas.”Ujar Wabup dalam penyampaian kata sambutannya kala itu.
Sebelumnya, dihari yang sama, Wabup di dampingi istri, Hj Bungatang Rosman juga menyempatkan diri untuk menghadiri peringatan Maulid nabi di Masjid Nurul Huda, parit satu nyiur permai Kecamatan Keritang. hingga diakhir bulan rabiul awal ini, Wabup tetap kekeh mengikuti kegiatan maulid nabi sekaligus bersilaturhami dengan masyarakat diberbagai pelosok Inhil meskipun kadang-kadang diperlukan jarak tempuh yang cukup jauh dan medan yang sangat sulit.
Dalam setiap kesempatan bertatap muka dengan masyarakat, wabup tidak henti-hentinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat yang kembali memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi orang nomor dua di kabupaten ini. namun agar berbagai program yang akan dilakukan pemmerintah dapat terlaksana dengan baik. Wabup juga tetap mengingatkan agar  setiap lapisan masyarakat bersedia untuk selalu memberikan dukungan.
“Salah satu dukungan adalah dengan ikut berpartisipasi demi suksesnya berbagai program yang telah dicanangkan,” Pinta Wabup mengakhiri.(dro)




Sukseskan Gemmar Mengaji, Pemkab Inhil Mintakan Dukungan Pengusaha TV Kabel

Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo di dampingi Kabag Humas Setda Kab. Inhil Memimpin Dialog dengan pengusaha Tv Kabel. Foto: Humas Pemkab Inhil
Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo di dampingi Kabag Humas Setda Kab. Inhil Memimpin Dialog dengan pengusaha Tv Kabel. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan(www.detikriau.org) — Bertempat d Aula Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan di laksanakan Dialog antara Pemda Inhil yang dihadiri Wakil Bupati H.Rosman Malomo dengan pengusaha Tv kabel yang ada di kota Tembilahan. Pada rapat ini juga di hadiri beberapa dinas dan instansi terkait, diantaranya Dishubkominfo, Satpol PP dan badan perizinan. Dialog ini di prakarsai Bagian Humas Setda Kab. Inhil sebagai salah satu tindaklanjut Program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji. Kamis (30/1) kemaren.
Dalam rapat ini, wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo mengharapkan Dukungan Para pengusaha untuk ikut mnensukseskan program Pemda yaitu gerakan masyarakat magrib mengaji (Gemmar Mengaji). Sebagai pimpinan Daerah, Wakil Bupati mengharapkan kepada pengelola Tv kabel untuk dapat membatasi atau mengontrol siaran-siaran waktu mengaji atau sekitar jam 18.00 sampai 19.30 Wib.
“Dengan dukungan dari masyarakat termasuk para pengusaha, pastinya pogram ini akan dapat dijalankan dengan baik dan diharapkan akan memberikan dampak yang baik bagi generasi penerus kita kedepannya,”Sampaikan Wabup
bantuan yang diharapkan pemerintah kepada pengusaha tv kabel adalah memintakan kesediaan mereka untuk menonaktifkan penyiaran saat memasuki waktu magrib dan menjelang sholat isya dan permintaan ini disambut baik oleh pengusaha. namun untuk itu, mereka juga berharap permintaan ini disampaikan Pemkab Inhil secara terulis berupa surat edaran dan sekaligus menegaskan sanksi bagi pengusaha yang tidak mematuhinya.
Dengan tercapainya kesepakatan ini,  wabup mengucapkan terimakasih. beliau mengatakan tekis pelaksanaannya akan diusahan sebaik-baiknya dan sanksi akan diberlakukan tanpa pendang bulu terhadap pengusahan Tv Kabel yang kedapatan tidak mematuhi.(dro)




Esok, KASBKBT Kembali Agendakan Pementasan Seni Budaya KALSEL

kuda kipangTembilahan (www.detikriau.org) — Komunitas Adat Seni dan Budaya Kalimantan Benua Tembilahan (KASBKBT) kembali mengagendakan pelaksanakan pagelaran pementasan seni Kalimantan Selatan. Pagelaran kali kedua ini dipusatkan di Taman Kota Jalan Gadjah Mada Tembilahan, sabtu,(1/2/2014) esok
Koordinator pelaksana, Wahyu yudistira menyatakan bahwa pementasan kali kedua pagelaran seni adat kalimantan selatan ini didorong atas dasar keprihatinan dan kekhawatiran kaum muda suku banjar dengan semakin meredupnya pamor seni nenek moyang ini ditengah kalangan generasi muda. padahal menurutnya, seni budaya memiliki pesan-pesan moral yang baik terutama bagi generasi penerus. agar senibudaya ini dapat kembali  dicintai masyarakat maka ianya haruslah kembali diperkenalkan kepada masyarakat. salah satu caranya adalah dengan mengadakan pementasan secara terbuka di depan umum secara berkala.
“Semua inn diprakarsai murni oleh kalangan muda suku banjar Inhil. kami berharap dengan pagelaran secara berkala, seni budaya warisan nenek moyang ini dapa kembali dikenal dan dicintai masyarakat,” Ujar Wahyu kepada Vokal, jum’at (31/1) di Tembilahan
Salah seorang tokoh masyarakat Inhil keturunan Kalsel, Arsuli Saleh juga berharap senibudaya ini jangan sampai terlupakan apalgi hilang ditengah masyarakat khususnya masyarakat keturun banjar. menurutnya, suku Banjar yang berdomisi di Kab Inhil saat ini merupakan masyarakat Suku Banjar Riau. Mereka lahir dan besar ditanah Riau meskipun dahulunya nenek moyang mereka adalah suku banjar yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan.
“Sejak lahir kita berada di tanah Riau. Saya yakin tidak semua generasi kita saat ini masih mengenal adat dan budaya tanah kelahiran nenek moyang kita. langkah yang diprakarsai kaum muda keturunan suku banjar ini tentunya harus mendapatkan sambutan baik.” Ujar Arsuli
Sebagaimana pemetasan seni budaya kalsel dalam pementasan sebelumnya pada awal januari 2014 yang lalu, pementasan kali kedua ini juga akan kembali mementaskan seni kuda kipang, silat kuntau dan theater mamadak. termasuk beberapa seni budaya masyarakat banjar lainnya seperti madihinan.(dro)