Tak Dapat Nikmati Internet, Pelanggan Diberikan Potongan Biaya Tagihan Bulanan



 

Tembilahan (www.detikriau.org) — Bagi pelanggan speedy yang mengalami gagal koneksi melebih jangka waktu 3 hari dipastikan akan mendapatkan nilai pemotongan pembayaran. diakui ada beberapa pelanggan speedy tembilahan tidak dapat menikmati koneksi internet. hal ini disebabkan adanya gangguan pada deslam 1 dan 2. pihak PT Telkom tembilahan menjanjikan untuk secepatnya melakukan upaya perbaikan.

Pernyataan ini disampaikan oleh kepala kantor pelayanan PT Telkom di Tembilahan, Mawardi. Akibat kerusakan deslam 1 dan 2 ini, Mawardi menyebutkan pihaknya banyak mendapatkan komplin dari konsumen. “Untuk semua ini, bagi pelanggan yang mengalami gagal koneksi melebihi waktu tiga hari akan kita berikan pemotongan pembayaran. kita meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,”Jelas Mawardi saat dimintai komfirmasi detikriau.org diruang kerjanya, senin (10/2)

Terjadinya kerusakan pada deslam 1 dan 2 yang menyebabkan hampir separo dari pelanggan speedy di Tembilahan tidak dapat menikmati akses internet hingga saat ini menurutnya masih belum diketahui penyebabnya. namun untuk itu, Mawardi menyatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada kantor pelayanan Pt Telkom di Pekanbaru untuk segera dilakukan perbaikan.

Terkait pernyataan kepala kantor pelayanan PT Telkom Tembilahan ini, pemotongan biaya pembayaran bulanan bagi pelanggan yang tidak bisa menikmati akses internet dinilai salah seorang pemilik Warnet di Tembilahan tentunya sangat tidak wajar. akibat kerusakan jaringan dalam beberapa hari ini ia mengalami kerugian yang cukup banyak. harusnya menurut Ameng ini yang dijadikan patokan PT Telkom dalam memberikan nilai pengganti. “Kalau sekedar hanya potongan biaya beban bulanan rasanya tidak adil. seharusnya kerugian kami yang dijadikan dasar  dalam memberikan nilai pengganti agar PT Telkom benar-benar bisa benar-benar profesional dalam memberikan pelayanan terutama jaminan penggunaan akses internet selama 24 jam penuh setiap harinya.” Kritik Ameng. (dro)




Jaringan Putus, Pelanggan Speedy di Tembilahan Mengeluh

Tembilahan (www.detikriau.org) — pelanggan speedy milik pt telkomsel di tembilahan mengeluh. Pasalnya, sudah beberapa hari jaringan internet yang harus dibayar ratusan ribu setiap bulannya mati total. Kondisi ini diakuinya sangat merugikan.Terlambat melakukan pembayaran, pelanggan dikenai sanksi denda dengan nilai rupiah tertentu. Harusnya, saat layanan internet tidak bisa dinikmati, PT Telkom juga dibebani sanksi yang sepadan.
Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang pelanggan speedy Tembilahan, Faisal. Dikatakannya, pekerjaannya sebagai seorang jurnalis setiap hari sangat tergantung pada jaringan internet. Sejak tanggal 6/2 yang lalu, jaringan internet dikediamannya tidak bisa terkoneksi. Komfirmasi kepada teknisi, dikatakan bahwa sedang ada gangguan. Menurut keterangan tehnisi, hampir separo dari pelanggan speedy di Tembilahan mendapatkan masalah koneksi.
“Memang sedang ada gangguan dari jaringan induknya. Mudah-mudahan secepatnya bisa normal kembali pak,” ujarnya singkat, sabtu (8/2) kemaren.
Jawaban singkat tanpa diiringi dengan penjelasan apapun, mau tidak mau harus diterima faisal. ia hanya bisa berharap janji perbaikan secepatnya yang disampaikan tehnisi speedy dapat segera terealisasi.
Minggu pagi (9/2), dilanjutkan Faisal, jaringan internetnya masih juga mengalami masalah yang sama. tidak bisa terkoneksi. Ia kembali mencoba menghubungi tehnisi. Meski masuk, telpon sama sekali tidak diangkat. Kemudian ia menelpon bagian pelayanan konsumen telkom di 0768147, diteruskan ke bagian keluhan pelanggan. Kepada operator ia menceritakan semua permasalahan. Setelah memintakan nomor pelanggan, operator memintakan waktu untuk melakukan pemeriksaan.
Hasilnya, tidak ada masalah. Menurutnya kemungkinan kesalahan terjadi pada jaringan telepon di Tembilahan. sambil meminta maaf, operator telkom berjanji untuk segera memintakan tehnisi melakukan perbaikan. Tidak berselang lama, tehnisi speedy datang, hanya dengan melihat lampu display modem, ia katakan kesalahan terjadi pada jaringan internet. “Kalau jaringan lokal, lampu display adsl yang mati pak. Untuk kerusakan itu kita bisa tangani. tapi untuk jaringan internet kita tidak bisa apa-apa. Saya  juga tidak bisa pastikan kapan bisa normal. Semalam saja ada ratusan pelanggan yang mengeluhkan hal yang sama. Ini hari minggu. besok kita akan coba periksa” ujarnya memberikan penjelasan, ahad (9/2)
Ditambahkan tehnisi untuk Tembilahan, dalam beberapa hari ini memang ada gangguan pada “deslam” 1 dan 2. Ia mengakui tidak mengetahui dimana letak kesalahannya dan hanya meminta agar pelanggan bisa bersabar.
Menurut faisal, jika benar seperti apa yang dikatakan tehnisi bahwa hampir separo pelanggan speedy di tembilahan tidak bisa menikmati layanan internet yang harus mereka bayar setiap bulannya, artinya permasalahan ini bukan hanya dialami dirinya. Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pihak telkom. Mereka menjanjikan pelayanan internet  24 jam penuh selama 30 hari dalam 1 bulan. Untuk menikmatinya, pelanggan harus menyanggupi membayarkan nilai pengganti dengan rupiah tertentu. Harusnya, jika dari kesepakatan itu salah satu pihak ingkar, wajar dikenai sanksi. Sama halnya dengan pelanggan yang telat melakukan pembayaran dikenai sanksi denda, harusnya demikian   pula jika PT Telkom yang ingkar, sanksi denda harusnya  juga dikenakan.
“Ketegasan harusnya bukan hanya diberikan kepada pelanggan. PT Telkom juga harus konsekuen. Jika salah, juga harus dikenai sanksi, ini baru namanya adil. Saya berharap hal ini juga harus menjadi perhatian badan perlindungan konsumen. Beri jaminan agar konsumen mendapatkan hak sesuai dengan pengorbanan yang akan mereka bayar. Jangan biarkan perusahaan besar sekelas PT Telkomsel bisa seenaknya hanya menuntut hak dan tidak bisa memberikan kewajiban secara maksimal sesuai janji yang mereka sampaikan,” Pungkasnya.
Senada, salah seorang pengusaha Warung Internet (warnet) juga mengeluh, putuskan koneksi internet ini menyebabkan setiap hari ini harus mengalami kerugian. “Terus terang saya sangat kecewa dengan terputusnya jaringan ini. bukan 1 atau 2 jam. ini sudah berhari-hari. pastinya usaha saya merugi,” Tutur Ameng kepada detikriau.org melalui sambungan selular. (dro)




Wabup Tinjau dan Berikan Bantuan Bagi Korban Kebakaran

DSC_2471Tembilahan (www.detikriau.org) — Usai melakukan Seminar Pemekaran Kabupaten Indragiri Hilir Utara (Inhut) Senin sore,10 Februari 2014 Wakil Bupati (Wabup) Inhil H Rosman Malomo  langsung meninjau lokasi kebakaran yang berada di Jalan H Sadri Gang Siak dan Gang Tiung  Tembilahan yang menghanguskan 8 unit rumah dan 1 rumah rusak parah.
Wabup Inhil Rosman Malomo sangat prihatin atas kejadian ini, karena beberapa waktu lalu juga telah terjadi tanah longsor di Kecamatan Enok. Ia berharap kepada korban bencana untuk tabah dan bersabar atas kejadian ini.
“Saya sangat prihatin atas kejadian yang menghanguskan 8 unit rumah dan 1 unit rumah rusak parah ini,” sebut wabup.
Wabup Inhil Rosman Malomo pada saat itu juga langsung memberikan bantuan-bantuan seperti peralatan dapur dan sembako. “Semoga apa yang kita berikan ini bisa membantu para korban,” imbuhnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin membantu para korban seperti sembako, pakaian bekas, dan lain-lain bisa langsung diberikan kepada Pak RT.
“Mari kita sama-sama membantu keluarga kita yang terkena musibah ini dengan menyumbangkan sedikit harta kita yang kita miliki,” tandas wabup.
Wabup Inhil Rosman Malomo melakukan peninjauan pada saat itu didampingi Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil Tantowi , Kepala Dinas Sosial (Dinsos)  Rasid, Camat Tembilahan Kota Sudinoto, dan Lurah Tembilahan Kota Rio.(dro/humas)




Amukan Jago Merah. 9 Unit Rumah Ludes

Yumaizul_372556TEMBILAHAN (Vokal) – 9 unit rumah dipermukiman padat penduduk Jalan H Sadri, Lorong Tiung dan Lorong Siak musnah. 8 ludes dilalap si jago merah dan 1 unit lagi terpaksa dirobohkan., Senin (10/2) sekitar pukul 11.50 WIB.
Beruntung kejadian itu tidak menimbulkan korban jiawa. Namun ditaksir kerugian mencapai hingga ratusan juta rupiah. Api diduga berasal dari rumah petak milik H Miskar di Lorong Tiung diakibatkan adanya hubungan arus pendek.
Menurut kesaksian warga setempat ia melihat api pertama kali muncul dari rumah petak sewaan “awalnya saya melihat asap hitam mengepul dari salah satu rumah petak sewaan itu,” Ujar Siti Munawaroh ditemui dilokasi kejadian.
Melihat itu, ia secara spontan berteriak meminta tolong. Namun tidak berselang lama, asap pekat itu berubah menjadi kobaran api. sontak penghuni yang mendiami rumah berdekatan berhamburan keluar sambil berusaha menyelamatkan harta benda mereka. ditambahkan saksi
Ketua RT 01 RW 06, Ali Amran menyebutkan akibat kejadian itu 9 unit rumah musnah. 8 diantaranya rata dengan tanah hangus dimakan api sedangkan 1 untinya lagi terpaksa dirobohkan untuk  menghindari terjadinya musibah kebakaran yang lebih meluas.
ditempat terpisah, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK Msi, saat dikomfirmasi melalu Paur Humas, Ipda Warno membenarkan adanya musibah kebakaran yang terjadi di Loroang Tiung dan Lorong Siak. Namun menurutnya pihak kepolsian belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.
“Menurut keterangan saksi dilokasi kejadian, diduga api dipicu oleg konsleting listrik. Namun benar tidaknya tentu perlu dibuktikan dengan kajian dan penelitian secara lebih mendalam di TKP,” jelasnya paur Humas.(dro)




Pemkab Inhil Gelar Seminar Kajian Rencana Pemkaran Inhut

 

Rapat rencana pembentukan Insel. Foto: Humas Pemkab Inhil
Rapat rencana pembentukan Insel. Foto: Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar seminar Kajian Pemekaran Kabupaten Indragiri Hilir Utara (Inhut) yang dilakukan oleh Universitas Indonesia (UI) yang digelar di Balai Utama Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia No 1 Tembilahan. Senin (10/2) Tembilahan.
Seminar Pemekaran kabupaten Inhut ini langsung dibuka oleh Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Rosman Malomo, dan didampingi oleh Sekda Alimuddin RM, Wakil Ketu DPRD Muslimin, Dr Widiono Sucipto, Usman dan tampak hadir Angota DPRD Komisi 1 Yusuf Said, asisten, staf ahli,  kepala dinas, kepala badan, kepala kantor dan camat-camat setempat.
Dalam sambutan Wakil Bupati Inhil Rosman Malomo, mengatakan bahawa Kabupaten Inhut ini nantinya terdiri dari lima kecamatan.
“Ada lima kecamatan yang akan masuk dalam Kabupaten Inhut yaitu Kecamatan Mandah, Palangiran, Telok Belengkong, Pulau Burung dan Kecamatan Kateman,” sebut Rosman Malomo.
Dalam pemaparan Dr Widiono Sucipto mengatakan bahwa Kajian Pemekaran Inhut ini dilakukan pada akhir 2013 lalu. “Survey kita lakukan pada bulan November 2013 yang di pimpin oleh Usman,” papar Sucipto.
Sambungnya lagi, Lima kecamatan ini memiliki potensi yang cukup besar, jadi oleh sebab itu masyarakat setempat mengusulkan agar dimekarkan menjadi kabupaten baru yaitu Kabupaten inhut, paparnya.
“Ada beberapa kekurangan yang perlu diketahui yaitu bahwa kelima kecamatan ini masih kekurangan insfrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” tandasnya.(dro/humas Pemkab Inhil)




APBD Inhil 2014 Diperkirakan Kembali Defisit

DSC_0199TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pendapatan daerah pada RAPBD tahun anggaran 2014 direncanakan sebesar Rp 1,695 triliun, Sedangkan Belanja Daerah sebesar Rp 2,071 triliun. Dengan jumlah belanja tersebut, APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2014 diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp 376,277 miliar.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Inhil, HM Wardan saat Rapat Paripurna ke-3 DPRD Kabupaten Inhil, dalam rangka Penjelasan/Pidato Bupati Inhil terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2014 dan Laporan Reses III tahun 2013 dari masing-masing daerah pemilihan, Senin (10/2).
Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Dani M Nursalam didampingi Ketua DPRD, HM Raus Walid serta Wakil Ketua, H Muslimin ini, turut dihadiri oleh Unsur Muspida, Sekda dan beberapa Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil.
Dikatakan Bupati, penyusunan RAPBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2014 menekankan pada pokok-pokok kebijakan untuk mengatasi permasalahan yang mendasar, yaitu program-program pembangunan yang lebih mengakar dan menyentuh masyarakat, khususnya masyarakat kecil, marginal dan miskin.
Selain itu, penyusunannya diupayakan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, yang juga menekankan kepada keterpaduan dan sikronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.
“Penyusunan RAPBD ditekankan pada prioritas pembangunan, yaitu peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, perekonomian masyarakat, peningkatan ruang kerja, pengembangan infrastruktur, penataan pembangunan ibukota kabupaten yang rapi, modern, indah dan bermartabat, serta reformasi pelayanan birokrasi dan pengelolaan daerah aliran sungai,” tutur Bupati, Wardan.
Selanjutnya, yang menjadi prioritas lainnya dari program pembangunan Pemkab Inhil, yaitu pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Dimana, penanganan lahan kritis dan tidak produktif melalui pembangunan dan rehabilitasi tanggul, normalisasi parit, pintu klip, penciptaan sawah baru dan pengadaan bibit unggul, serta pemberian alat tangkap ikan, dalam upaya peningkatan ekonomi masarakat melalui bantuan peralatan maupun dana untuk pengembangan usaha masyarakat kecil dan menengah.
Adapun garis besar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2014, terdiri dari Pendapatan Derah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah.
Dirincikan Bupati, untuk pendapatan daerah pada RAPBD tahun anggaran 2014 direncanakan sebesar Rp 1,695 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 82,115 miliar, dana perimbangan Rp 1,424 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 188,941 miliar.
Sedangkan Belanja Daerah, pada RAPBD tahun anggaran 2014 direncanakan sebesar Rp 2,071 triliun. Dimana, dengan jumlah belanja tersebut, APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2014 diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp 376,277 miliar.
“Rencana Belanja Daerah pada RAPBD tahun anggaran 2014 dialokasikan untuk belanja tidak langsung, terdiri dari belanja pegawai, belanja bunga, hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangann kepada pemerintah desa dan partai politik, serta belanja tidak terduga sebesar Rp 959,755 miliar. Sedangkan belanja langsung meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal sebesar Rp 1,112 triliun,” terang Bupati, Wardan.
Sementara itu, penerimaan pembiayaan pada RAPBD tahun anggaran 2014, berupa perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran atau silva tahun anggaran sebelumnya, yakni sebesar Rp 436,398 miliar. Dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 5,475 miliar, yg merupakan penyertaan modal dan investasi Pemkab Inhil.
“Pembiayaan netto pada RAPBD tahun anggaran 2014 adalah sebesar Rp 430,923 miliar, yang dipergunakan untuk menutupi devisit anggaran,” tambahnya.
Dengan uraian tersebut diatas, dijelaskan Bupati, bahwa RAPBD tahun anggaran 2014 masih terdapat sisa lebih penggunaan anggaran atau silva sebesar Rp 54,646 miliar, yang merupakan perkiraan dana reboisasi dan sisa Dana Alokasi Kkhusus (DAK) yang belum digunakan.(dro)