Selesaikan Persoalan UNISI, DPRD Inhil layangkan Tiga Rekomendasi

Puluhan massa demontrasi saat mendatangi gedung kantor DPRD Inhil menuntut tindaklanjut penyelesaian persoalan UNISITembilahan (www.deikriau.org) — DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyampaikan tiga rekomendasi kepada Pemerintah kabupaten Indragiri Hilir terkait persoalan Universitas Islam Indragiri (UNISI). Rekomendasi ini dinilai harus segera ditindaklanjuti untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kepada UNISI sebagai sebuah Universitas yang legal dan terakreditasi.
Ketiga point rekomendasi yang disampaikan pihak DPRD Inhil tersebut secara rinci tertulis, pertama, Agar aksi demonstrasi mahasiswa tidak terus berlanjut dan mencegah terjadinya pengrusakan fasilitas Negara, maka Dewan mendesak agar Pemda segera menyelesaikan permasalahan UNISI dan memulihkan kepercayaan masyarakat kepada UNISI sebagai Universitas yang legal dan terakrediasi.
Point kedua, Oleh karena pendiri Yayasan Tasik Gemilang sebagai pengelola Unisi adalah orang perorang yang karena jabatannya sebagai pejabat pemerintah pemangku kepentingan yang berkewajiban meningkatkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Inhil, maka Dewan mendesak agar Pemda mengambil alih pengelolaan Unisi sampai dengan Unisi berbadan hukum dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Hal yang juga menjadi dasar pertimbangan bahwa karena Unisi dinyatakan sebagai aset milik pemerintah, maka sejak pendirian yayasan, Pemda baik kabupaten maupun provinsi sudah banyak mengalokasikan anggaran dana untuk pembangunan gedung kantor dan perkuliahan operasional, bantuan siswa, pengadaan bahan pustaka, meubeler dan lain-lain.
Kemudian rekomendasi yang terakhir, Dewan menyebutkan bahwa sebagai salah satu pertimbangan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang perubahan UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang yayasan, Pasal 18 Ayat 2, maka rapat Pembina tidak dapat dilaksanakan karena pembina hanya tersisa 1 orang dari 5 orang.
Rekomendasi ini disampaikan pihak DPRD yang diwakili oleh Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Maryanto  kepada Bupati Inhil, HM Wardan yang saat itu didampingi oleh Wakil Bupati, H Rosman malomo dan sejumlah pejabat dalam pertemuan khusus bertempat di ruang rapat BAPPEDA Inhil, senin (17/2)
menyikapi rekomendasi yang disampaikan pihak DPRD, Bupati Inhil, HM Wardan menegaskan bahwa Pemkab Inhil akan segera menindaklanjuti terutama dalam upaya untuk segera mencarikan penyelesaian permasalahan yang saat ini sedang terjadi di UNISI.
“Secepatnya kita akan bentuk tim untuk menindaklanjuti surat rekomendasi DPRD ini agar persoalan UNISI segera dapat diselesaikan. namun yang pastinya kita tentu sangat berharap agar dapat diselesaikan dengan cara yang arif dan bijak,” Sampaikan Bupati.
Sebelumnya dihari yang sama, senin (17/2), pukul 10.35 Wib, puluhan mahaiswa UNISI kembali mendatangi kantor DPRD Inhil. kedatangan mereka  menuntut janji DPRD Inhil untuk memberikan jawaban terkait penyelesaian persoalan UNISI pada demo satu minggu sebelumnya.
“hari ini kita menuntut DPRD memberikan kejelasan akan penyelesaian persoalan UNISI. kami tidak ingin terombang-ambing tanpa kepastian seperti ini. ini harus tuntas agar nasib kami dan ribuan mahasiswa lainnya tidak terus berada dalam ketidakpastian,” Sampaikan salah seorang orator.
Dihadapan massa demontran, Ketua komisi IV DPRD Inhil, Maryanto yang saat itu didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, Muslimin dan Surya Lesmana menyampaikan bahwa sejauh ini pihak DPRD sudah melakukan pemanggilan pengurus Yayasan tasik Gemilang (YTG), baik pengurus YTG yang lama maupun pengurus baru.
dikatakan Maryanto, penjelasan pengurus yayasan lama pada RDP khusus terkait hal ini, selasa (11/2) yang lalu, Dewan dikatakannya mendapatkan pemahaman dan data yang cukup untuk menindaklanjuti upaya penyelesaian persoalan UNISI. tindak lanjut itu hari ini telah dibuatkan dalam bentuk tertulis dan akan disampaikan kepada Bupati Inhil, HM Wardan.
“Apa isi rekomendasi Dewan kepada Pemkab Inhil tidak akan saya sampaikan saat ini. nantilah. jam 13.00 Wib ini akan kita sampaikan ke Bupati agar dapat segera ditindaklanujuti” Sampaikan Maryanto.
Dalam kesempatan itu juga Maryanto meminta agar  puluhan massa demontrans agar bertindak arif dan tidak gegabah dalam menuntut penyelesaian UNISI. tidak perlu dengan cara anarkis tetapi harus dengan hati tenang. “Kami, pihak DPRD pastinya berada dibelakang perjuangan adik-adik. percayalah, kami punya data penting untuk menyelesaikan persoalan ini. data penting itu nanti bisa adik-adik lihat pada surat rekomendasi kita ke Pemkab Inhil.’Sampaikan Maryanto dengan nada suara yakin. (dro)
 
“PENGUTIPAN BERITA HARUS MENCANTUMKAN SUMBER SECARA LENGKAP, http://www.detikriau.org TIDAK BOLEH DILAKUKAN DENGAN PENYINGKATAN, dro. JIKA KETENTUAN INI TIDAK DIPENUHI, KAMI AKAN MENUNTUT SESUAI UU PERLINDUNGAN HAK CIPTA”




Tak Lulus Ujian Seleksi CPNS, Tenaga Honorer Diminta Tetap Bekerja Sebagaimana Biasa

Masyarakat Menduga Ada Indikasi Pemalsuan Data beberapa Honorer yang Lulus Seleksi —
imagesTembilahan (www.detikriau.org) — Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Idragiri Inhil meminta agar tenaga honorer K2 yang tidak lolos ujian seleksi CPNS untuk tetap menjalankan tugas sebagaimana biasa. Bagaimana aturan kedepannya, Pemkab Inhil masih menunggu ketetapan dari pemerintah pusat.
“Bekerja saja sebagaimana biasanya. kita masih menunggu aturan yang ditetapkan pemerintah. apakah nantinya mereka dikontrak atau bagaimana, kita masih menunggu.” Sampaikan Kepala BKD Inhil,Afrizal kepada detikriau.org melalui sambungan selulernya, Senin (17/2)
terkait beredarnya kabar dikalangan masyarakat terhadap adanya beberapa orang tenaga honorer K2 yang patut dipertanyakan kelegalannya. Afrizal menegaskan pihaknya siap menerima pengaduan masyarakat. “Silahkan saja sampaikan ke kita. apapun keluhan mereka, pihak BKD Inhil tinggal meneruskan hal itu kepada pemerintah pusat.” jawab Afrizal.
Ditempat terpisah, salah seorang tenaga honorer K2 dilingkungan Pemkab Inhil, Syahrul Badrin yang tidak lulus tes seleksi CPNS berharap ada kebijakan dari pemerintah akan nasib mereka kedepannya. meski mengaku ada rasa kekecewaan, pegawai honorer bagian Humas Setdakab Inhil ini mengaku pasrah. “Kami hanya bisa berharap agar ada kebijakan dari pemerintah akan nasib kami. meski belum beruntung dan belum memiliki kejelasan nasib kedepannya, saya tetap berkomitmen untuk bekerja dengan penuh semangat.” Sampaikannya sambil menyatakan tetap berharap suatu saat masih ada kesempatan untuk diangkat sebagai CPNS.
Dari total sebanyak 1.185 tenaga honorer K2 dilingkungan pemkab inhil yang mengikuti seleksi CPNS, hanya sebanyak 345 orang yang dinyatakan lulus. namun dari beberapa orang nama tenaga honorer K2 yang dinyatakan lulus, beredar kabar bahwa keabsahan mereka sebagai tenaga honorer patut dipertanyakan.”Ini sudah menjadi rahasia umum. beberapa nama honorer K2 yang dinyatakan lulus, keabsahannya patut dipertanyakan. kita menduga ada pemalsuan data. mereka tidak pernah diketahui menjadi tenaga honorer diinstansi manapun. inikan aneh” Ujar sumber yang masih meminta agar namanya untuk sementara tidak dipublikasikan. namun ia mengaku saat ini sedang melakukkan pengumpulan data. Jika sudah dinilai cukup, ia nyatakan tidak akan menyampaikan laporan ke BKD tetapi langsung kepihak kepolisian karena dinilai tindakan ini sebagai tindakan pidana.(dro)
 
“PENGUTIPAN BERITA HARUS MENCANTUMKAN SUMBER SECARA LENGKAP, http://www.detikriau.org TIDAK BOLEH DILAKUKAN DENGAN PENYINGKATAN, dro. JIKA KETENTUAN INI TIDAK DIPENUHI, KAMI AKAN MENUNTUT SESUAI UU PERLINDUNGAN HAK CIPTA”




Naas, Warga Pulau Palas Dihadiahi Ketupat Mentah oleh 5 Pria Tak diKenal

Gambar: Ilustrasi (tempo.co)
Gambar: Ilustrasi (tempo.co)

Tembilahan (www.detikriau.org) — Zulkifli Sunaryo (18), warga jalan Merdeka Desa Pulau palas Kecamatan Tembilahan Hulu bernasib naas. Entah apa sebabnya, Lima pria tidak dikenal menghadiahinya dengan ketupat mentah membuat korban merintih kesakitan dengan bagian hidung bengkak berdarah.
Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK,M,Si melalui Paur Humas, Ipda Warno Akman, pengeroyokan terhadap korban terjadi didepan Warnet Nabila, jalan M Boya Tembilahan sekira pukul 02.00 Wib, senin (17/2) dinihari. namun motif dibalik aksi pengeroyokan dan siapa pelakunya masih dalam lidik.”keterangan korban, malam itu ia dihampiri oleh dua orang tidak dikenal dan meminjam HP miliknya. namun entah apa sebabnya, kedua pria ini tiba-tiba memukulnya tepat dibagian hidung dan membuat hidung korban bengkak,” Ujar Paur Humas
Lebih naasnya, ditambahkan Paur Humas menceritakan keterangan korban, usai mendapatkan bogem mentah, tidak berselang lama, 3 orang pria tak dikenal lainnya juga menghampiri dan ikut mengeroyok dirinya. “Korban sudah menyampaikan laporan terkait pengeroyokan yang dialaminya. pelaku dan motif dibalik kejadian ini masih dalam lidik.” Pungkas paur Humas sambil mengatakan pihak kepolisian juga akan memintakan keterangan dari dua orang saksi, Andre dan Ria. (dro)
“PENGUTIPAN BERITA HARUS MENCANTUMKAN SUMBER SECARA LENGKAP, http://www.detikriau.org TIDAK BOLEH DILAKUKAN DENGAN PENYINGKATAN, dro. JIKA KETENTUAN INI TIDAK DIPENUHI, KAMI AKAN MENUNTUT SESUAI UU PERLINDUNGAN HAK CIPTA”
 




Sukseskan Pemilu 2014, TNI, Polri dan PNS Diminta Jaga Netralitas

Kapolres Inhil saat menyampaiakn amaran saat menjadi irup para peelaksanaan upacara bendera 17 hari bulan bertempat dihalaman kantor Bupati. Foto: humas Pemkab Inhil
Kapolres Inhil saat menyampaiakn amaran saat menjadi irup para peelaksanaan upacara bendera 17 hari bulan bertempat dihalaman kantor Bupati. Foto: humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-Mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu 2014, seluruh pihak, baik itu jajaran TNI, Polri dan Pegawai Negeri Sipil diminta untuk tetap menjaga netralitas, dengan tidak berpihak kepada kelompok tertentu dalam memberikan pelayanan, terutama selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pemilu.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo dalam amanatnya saat menjadi Inspektur Upacara 17 Hari Bulan di lingkungan Pemkab Inhil, di Lapangan Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Senin (17/2).
Turut hadir saat itu, Bupati, HM Wardan,  Wakil Bupati, H Rosman Malomo, Unsur Muspida, jajaran TNI dan Polri, serta sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Honorer di lingkungan Pemkab Inhil.
Dikatakan Kapolres, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian, Polri bertugas melakukan pemeliharaan kamtibmas, menegakkan hukum, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
“Sejalan dengan itu, maka saya berpesan agar Polri beserta mitra lainnya siap melaksanakan pengamanan Pemilu 2014, serta bersama-sama menjaga dan memelihara situasi kamtibmas agar tetap kondusif sejak tahap persiapan, penyelenggaraan dan penyelesaian pemilu, guna menjamin rasa aman para penyelenggara, peserta Pemilu dan masyarakat,” tutur Kapolres, AKBP Suwoyo.
Dijelaskan Kapolres, semua pihak harus melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap setiap tahapan pemilu, sehingga mampu mengantisipasi dan mengeliminir perkiraan gangguan dan ancaman yang muncul.
Oleh karena itu, harus dilakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana pemilu dan tindak pidana lainnya, sebagaimana yang diatur di dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
“Penegakan hukum terhadap tindak pidana Pemilu ini, akan dilaksanakan secara profesional, proporsional, akuntabel dan transparan, terangnya.
Selanjutnya, semua pihak juga diminta melaksanakan tugas pelayanan lainnya, terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu, agar dapat berjalan dengan sukses dan lancar sesuai harapan bersama.
“Kita harus tetap menjaga netralitas selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pemilu 2014 ini, baik dalam rangka pengamanan maupun penegakan hukum tindak pidana Pemilu,” pungkasnya.(dro)




Bupati Hadiri Haul Syech Abdul Qadir Al jaelani

Foto: humas Pemkab Inhil
Foto: humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Bupati kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menghadiri Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, yang dipusatkan di Majelis Ta’lim Ar-Ridha, Jalan Harapan Parit 8, Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (17/2).
Pada kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Majelis Ta’lim Al-Hidayah Cabang Tembilahan ke-17, sekaligus peresmian Gedung Majelis Ta’lim Ar-Ridha ini, turut pula dimeriahkan dengan haul ulama-ulama besar lainnya, seperti Syekh Nawawi Berjan, Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahab, KH Sa’dullah Hudari dan sejumlah Tuan Guru yang ada di Kabupaten Inhil.
Tampak hadir saat itu, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Riau, Aziz Zainal, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Tarmizi, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Riskan Irawan, serta sejumlah Pejabat Eselon, Ketua TP PKK, Ketua DWP, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Inhil.
Bupati Inhil dalam arahannya menyatakan, bahwa Pemkab Inhil sangat menyambut baik pelaksanaan haul ulama-ulama besar tersebut. Apalagi, mengingat Bumi Sri Gemilang, terutama Kota Tembilahan juga dikenal sebagai Kota Ibadah.
Selanjut, Bupati juga memaparkan beberapa program yang telah dicanangkan oleh Pemkab Inhil, terutama setelah dirinya dan H Rosman Malomo resmi dilantik pada November 2013 lalu, diantaranya Program Gerakan Masyarakat Maghrib (Gemmar) Mengaji, Penanaman Sejuta Pohon, Hibah Seribu Buku dan Gerakan Jum’at Bersih.
“Kemarin, kita telah melakukan pencanangan beberapa program unggulan Pemkab Inhil. Karena itu, kita sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat, agar program-program tersebut dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Al Ustadz H Asrori, yang juga Sekretaris MDI Provinsi Riau dalam tausiyahnya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya umat Islam untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Sehingga, nikmat tersebut tidak akan terputus dan bisa terus bertambah.
“Marilah kita selalu mengingat Allah, dengan melantunkan zikir kepada-Nya. Karena dengan begitu, akan membuat hati kita menjadi lebih tenang dan tentram,” pesannya. (dro)




Polres Inhil Bekuk 3 Pengedar. 6 Kg Ganja Kering Diamankan

Tembilahan (ganjawww.detikriau.org) — Polres Inhil amankan tiga pelaku pengedar ganja di Kecamatan kempas dan Enok. dari ketiga tersangka ini berhasil diamankan Barang Bukti berupa ganja kering seberat 6 Kilogram.
Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa selama ini ada peredaran narkoba jenis ganja di Kecamatan Kempas. Menindaklanjuti informasi ini, Tim Opsnal Polsek Kempas dipimpin Kanit Reskrim Ipda Agus Susanto bergerak cepat dan berhasil melakukan penangkapan dua orang tersangka dari dua lokasi berbeda.
“2 tersangka, Eko Handoko (30) dan Riko Hidayat (30) ditangkap di dua lokasi berbeda pada Jum’at (14/2) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari keduanya berhasil diamankan barang bukti ganja kering seberat 1 kilogram,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo melalui Kasat Narkoba AKP Imron Teheri , Ahad (16/2).
Tsk Eko, diringkus di kediamannya di Desa Danau Pulai Indah, Kecamatan Kempas, sedangkan tsk Riko ditangkap di depan PT ISK di Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas. tsk mengakui bhahwa mereka mendapatkan ganja dari  Ahmadi seorang warga Kecamatan Enok.
Kemudian jajaran Polsek Kempas, Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Inhil meluncur ke TKP. juga dibantu jajaran kepolisian Polsek Enok, Ahmadi (30) warga Kampung Tengah Hulu Desa Pengalehan Kecamatan Enok berhasil diringkus .
“dari tangan Ahmadi kita menemukan sebanyak 5 kilogram ganja yang disimpan di belakang rumah tersangka. Jadi keseluruhan barang bukti ganja yang berhasil diamankan dari 3 tersangka lebih kurang 6 kilogram,” pungkas Kasat.(dro)