PNS Diminta Bekerja Sesuai Ketentuan dan Peraturan Berlaku

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Bupati Inhil, HM Wardan mengingatkan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk bekerja, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang ini usai melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural di lingkungan Pemkab Inhil, yang digelar di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, pekan kemarin.
Dikatakan Bupati, dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, PNS harus selalu berpedoman kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Sehingga, ketika pelaksanaannya nanti di lapangan, tidak ada lagi bentuk pelanggaran apapun yang dilakukan.
“Jangan pernah bosan untuk belajar dan jangan biarkan waktu terbuang begitu saja. Pelajari dan cermati semua ketentuan dan peraturan yang ada. Untuk kemudian, kita pedomani dan diterapkan dalam melaksanakan tugas-tugas kita,” Ingatkan Bupati.
Selain itu, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, yang paling penting adalah menanamkan di dalam hati sanubari masing-masing bahwa sesungguhnya jabatan adalah amanah dan kepercayaan yang harus bisa dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan dengan baik.
“Jagalah amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita, serta laksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena, sekecil apapun bentuk pelanggaran yang dilakukan, akan berdampak tidak baik bagi kita dan orang-orang di sekitar kita,” tambahnya.
Kemudian, Bupati juga berpesan kepada seluruh jajarannya di lingkungan Pemkab Inhil, untuk bersama-sama dan saling memberikan dukungan dalam upaya memajukan dan mengembangkan Kabupaten Inhil ke arah yang lebih baik lagi.
“Dengan upaya bersama dan spirit baru menuju Inhil yang lebih baik, ke depan saya harapkan kita semua saling bahu-membahu membangun negeri yang kita cintai ini,” pungkasnya. (dro)




Pantauan Satelit NOAA 18, Inhil "Zero Hotspot"

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi saat turun langsung meninjau kebakaran Hutan dan Lahan diarea konsesei milik salah satu anak perusahaan Surya Dumai Group belum lama ini di Inhil
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi saat turun langsung meninjau kebakaran Hutan dan Lahan diarea konsesei milik salah satu anak perusahaan Surya Dumai Group belum lama ini di Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) — Meski kota Tembilahan masih tampak diselimuti kabut asap, hingga sore, senin (3/3/2014), Satelit NOAA 18 tidak mendeteksi satupun keberadaan titik panas (Hotspot) di kabupaten Inhil.
“Ahad (2/3) satelit NOAA 18 mendeteksi 15 Hotspot, tapi senennya (3/3) satelit tidak lagi menemukan satupun Hotspot,” Ujar Kepala BLH Inhil, H Encik kamal Syahindra melalui kabid Kerusakan Lingkungan, Ardy Yusuf, Selasa (4/3/2014)
Ditambahkan Ardy, pantauan keberadaan hotspot melalui satelit NOAA 18 memang setiap harinya dilakukan BLH Inhil, salah satu tujuannya adalah untuk mengantisipasi meluasnya area kebakaran hutan dan lahan. “Jika ditemui, kita segera koordinasikan dengan petugas dimana keberadaan titik panas. petugas yag memang sudah bersiaga akan segera mengambil tindakan untuk melakukan upaya pemadaman,” Terang Ardi
pantauan detikriau.org, selasa (4/3/2014) pagi, meski seninnya tidak lagi ditemukan hotspot, kota Tembilahan masih tampak diselimuti kabut asap bahkan sianr matahari pagi tidak dapat memancarkan sinarnya dengan baik karena terhalang cukup tebalnya kabut asap.(dro)




Pelipatan Kertas Suara Pileg ditargetkan 7 Hari

pelipatan kertas pilegTembilahan (detikriau.org)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai melakukan pensortiran dan pelipatan surat suara. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di digedung Tasik Gemilang. Untuk pelaksanaan tahapan ini sedikitnya melibatkan 100 orang tenaga kerja.
KPU Inhil melalui Lulu Andika sebagai Kordinator Umum pelipatan kertas suara mengatakan, pihaknya menargetkan satu minggu  untuk menyelesaikan pelipatan 1006 kotak dengan isi masing-masing kotak sebanyak 1000 lembar surat suara.
Honor untuk pekerjaan ini, jelasnya, dihitung dengan banyaknya lembaran kertas suara  dengan indeks Rp 100 per surat suara.
Pada saat bersamaan Lulu Andika juga menyebutkan bahwa kedatang surat suara ini pada hari Jumat (28/2)sekitar pukul 14.30 WIB sedangkan untuk tahap dimulainya pelipatan kertas suara dimulai pada hari Ahad
(2/3).
“Target kita untuk pelipatan surat suara ini selama tujuh hari”. Sebutnya kepada detikriau.org Senin (3/3). (Ahmad Tarmizi)




Mahasiswa UNISI Korban Lakalalin Akhirnya Meninggal Dunia

lakalalinTembilahan (www.detikriau.org) — Setelah sempat dirawat intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan, Korban Lakalalin, Zulkifli, Mahasiswa UNISI Tembilahan akhirnya menghembuskan nafas terakhir. korban meninggal dunia sekira pukul 16.30 Wib, Ahad (2/4/2014)
Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian Polres Inhil, korban meninggal akibat luka parah dibagian kepala atas kecelakaan laga kambing sesama sepeda motor yang dikendarai, Faisal (dalam berita sebelumnya terberitakan a.n M Rasul. red) warga Jalan Perintis Parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu yang hingga kini juga masih dalam perawatan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan.
Kronologi laka lantas ini terjadi pada Minggu (2/3) sekitar pukul 12.30 Wib di TKP Jalan Telaga Biru (kini jalan Baharuddin Jusuf. red) tepatnya didepan Lapangan Futsal ZA. Kejadian tabrakan berawal ketika korban Zulfikli dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Sky Drive BM 3758 GQ warna merah berjalan dari arah Kota Tembilahan dengan kecepatan tinggi.
Secara bersamaan, di TKP juga melintas sebuah kendaraan bermotor Suzuki BM 2849 BP warna biru yang dikendarai oleh Faisal dari arah Tembilahan Hulu. Diduga akibat kedua kendaraan tidak bisa menghindar maka tabrakan maut tak bisa dielakan.
Setelah bertabrakan, korban Zulkifli yang saat itu menggunakan kemeja abu-abu dengan membawa tas rangsel dipunggungnya lagsung tidak sadarkan diri, tergeletak ditengah jalan dengan luka robek bagian kepala serta bagian telinga mengelurkan darah segar.
Sedangkan lawannya, Faisal terpental dijalan aspal dan mengalami luka serius pada bagian bibir bawah bengkak serta kepalanya juga bengkak. Karena kedua korban sama-sama tergeletak ditengah jalan, sehingga membuat warga heboh datang kelokasi ingin melihat dari dekat kejadian itu.
“Kedua korban mengalami luka cukup serius, akhirnya mereka dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya sekitar 3 jam kemudian setelah dirawat, nyawa Zulkifli tidak bisa diselamatkan,”ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Senin (3/3).
Ditambahkan paur Humas, hingga komfirmasi ini disampaikan, satu korban lainnya, Faisal masih dalam perawatan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan. Sedangkan korban yang meninggal dunia jenazahnyanya sudah diambil pihak keluarga untuk dikebumikan sebagaimana mestinya.
“Kasus ini sudah dalam penanganan serius Satuan Unit Lantas Polres Inhil, untuk barang bukti berupa 2 unit kendaraan  bermotor milik kedua korban sudah diamankan,”Pungkas Paur Humas. (dro/Ahmad tarmizi)




Asyik Bermain Bola, Motor Raib Disikat OTK

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Gara-gara lupa melepas kunci kontak motor ketika memakirkan kendaraan. Vario Techno BM 3756 GI lenyap disikat OTK. Peristiwa ini terjadi di lokasi parkiran Stadion Beringin Tembilahan, Jum’at (28/2) sekitar pukul 09.45 Wib.
Nasib naas tersebut, dialami oleh Toto Subagio (36) seorang PNS dilingkungan Pemkab Indragiri Hilir warga Jalan Batang Tuaka Lorong Mekar Sari Kelurahan Pekan Arba Tembilahan. Atas kejadian ini korban ditaksir mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.
Kronologi kejadian berawal ketika pagi itu korban dengan beberapa teman sejawatnya sesama PNS, datang ke Stadion Beringin hendak berolah raga sepak bola. Setibanya dilokasi diduga koban lalai saat memakirkan motornya, kunci kontak tertinggal.
Setelah meletakan motornya, korban masuk kedalam Stadion untuk bermain bola bersama teman-teman lainnya.  Usai bermain sekira pukul 09.15 Wib dan bermaksud untuk pulang barulah disadari sepeda  motornya tidak lagi berada ditempat.
“Ditemani beberapa orang temannya korban segera menyampaikan laporan kehilangan ke Polsek Kota,”ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK.
Dijelaskan Kasat Reskrim, kasus hilangnya motor korban sudah ditangani oleh Tim Opsnal Reskrim Polres Inhil dan Polsek Tembilahan. Dugaan sementara hilangnya motor korban akibat terjadi kelalaian karena lupa mengambil kunci motornya. (dro)




NOAA 18 Deteksi 15 Titik Panas di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Senin (3/3/2014) satelit NOAA kembali mendapati adanya 15 titik panas (hot spot) diwilayah Inhil. jumlah hotspot ini kembali mengalami peningkatan dibandingkan dua hari sebelumnya yang hanya didapati 5 titik panas.
pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri hilir, H Encik Kamal Syahindra melalui Kasi Kerusakan Lingkungan Hidup, Ardy Yusuf kepada detikriau.org. Dikatakannya, ke 15 hotspot ini tersebar di 7 Kecamatan.
Ke 7 Kecamatan dimaksud dijelaskannya adalah Kecamatan Teluk Belengkong 5 titik, Desa Hibrida Jaya 2 titik, Desa Kelapa Patih Jaya, Desa Sumber Jaya, dan Desa Sumber Sari Jaya masing-masing 1 titik. Kemudian Kecamatan Gaung 4 titik, di Desa Simpang Gaung 2 titik dan Desa Pungkat, Desa Belantaraya masing-masing 1 titik. Kecamatan Pulau Burung hanya ditemukan 1 titik di Desa Keramat Jaya. Kecamatan Pelangiran 1 titik di Desa Saka Palas jaya.
Selanjutnya Kecamatan Kuindra ditemukan 1 titik di Desa Sungai Bela. 2 titik ditemukan di Kecamatan Tempuling yaitu di Desa sungai Salak dan Desa Harapan Jaya dan yang terakhir di Kecamatan Keritang tepatnya di Desa Pancur di Temukan 1 titik, paparnya.
Ditambahkan Ardy, BLH Kabupaten Inhil setiap harinya selalu melakukan pemantauan titik api melaluiSatelit NOAA 18 dan melaporkan ke pimpinan termasuk melakukan koordinasi kepada pihak kecamatan.
Ditambahkan Ardy, BLH Inhil setiap harinya selalu melakukan pemantauan-pemantauan titik api melalui satelit NOAA 18, jika dijumpai hotspot langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk segera ditindaklanjuti.
“Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi agar tidak terjadinya peluasan kebakaran lahan yang terjadi disuatu kecamatan. Sambung Ardy.
Dalam kesempatan itu, Ardy juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker
saat berpergian guna mengurangi resiko terkena penyakit yang disebabkan kabut asap apalagi menurutnya Kabupaten Inhil kini sudah ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat asap oleh Bupati beberapa hari yang lalu. tandasnya.(Ahmad Tarmizi)