Dalam Sepekan, Penderita ISPA di Inhil Meningkat 17 Persen Lebih

Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, SE MMTembilahan (detikriau.org) — Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir, hingga tangal 14 Maret 2014, terdata sebanyak 1394 masyarakat menderita penyakit ISPA. Jumlah ini meningkat sebanyak 204 kasus atau 17,14 Persen jika dibandingkan data satu minggu sebelumnya  sebanyak 1.190 Kasus.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (14/3/2014). Dikatakannya, sebagai tindak lanjut pertemuan yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Riau (Diskesprov) dalam rangka penanggulangan bencana kabut asap, dibentuk pos bencana asap diseluruh Puskesmas sekaligus Puskesmas disiagakan selama 24 jam penuh untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. Media centre ditempatkan di kantor Dinkes Kabupaten.
Hingga hari ini, Diskes Inhil telah menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat sebanyak 21.400 buah yang didistribusikan melalui Puskemas di 8 wilayah terdampak kabut asap yakni Tembilahan, Tembilahan Hulu, Sei Salak, kempas, Kuala Lahang, Sei Piring, Teluk Pinang dan Pelangiran.” hari ini kita mendapatkan tambahan 6000 masker dari diskesprov yang nantinya juga akan kita distribusikan ke daerah terdampak kabut asap,” Ujar kadiskes.
Dalam kesempatan ini, Kadiskes Inhil kembali menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas diluar rumah. jika harus keluar rumah, disarankan untuk mempergunakan masker. sering-sering membasuh muka dan sebaiknya mempergunakan penutup hidung dan mulut (masker) yang juga dibasahi dengan air untuk menghalangi masuknya partikel debu dampak kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga disarankan untuk banyak mengkonsumsi air putih, istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi dan tetap melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Berdasarkan data diskes Inhil per tanggal 14 maret 2014, secara keseluruhan penderita penyakit akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan sebanyak 1.797 kasus dengan rincian, ISPA 1.394 kasus, Pneumonia 39 Kasus, Asma 131 kasus, iritasi mata 70 kasus dan iritasi Kulit 163 kasus. (dro)




Speedy Lelet, Pelanggan Mengeluh

internetTembilahan (detikriau.org) — Jaringan internet milik PT Telkom Indonesia di wilayah Tembilahan kabupaten Indragiri Hilir dalam beberapa minggu terakhir kerap lelet hingga tak bisa terkoneksi. Akibatnya, pelangganpun mengeluh dan merasa dirugikan.
Seperti yang diungkapkan Indra, salah seorang pelanggan Telkom Speedy di kota Tembilahan. Dia mengakui kalau jaringan speedy yang digunakannya sangat lelet.
“Hingga hari ini tidak ada sedikitpun penjelasan dari PT Telkom. sebagai pelanggan, kondisi ini pastinya sangat membuat kita tidak nyaman,” ujarnya.
Ditambahkannya, selain leltnya jaringan speedy ditempat kediamannya, beberapa temannya sesama pelanggan speedy juga mengeluhkan hal serupa.
Arif, pelanggan speedy lainnya, meminta agar lambannya koneksi internet speedy ini segera dibenahi pihak PT Telkom. “Leletnya jaringan ini sudah terjadi dalam beberapa minggu tapi kesannya tidak ada upaya perbaikan,” Sampaikan Arief.
ia berharap, jika memang ada kerusakan, pihak PT Telkomsel segera melakukan perbaikan agar pelanggan tidak semakin merasa dirugikan. (dro)




SBY: Ini Terjadi Lagi, Riau Lagi

presiden-susilo-bambang-yudhoyono-sby-_131031120351-545Jakarta — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memakai nada tinggi saat memimpin rapat penanganan asap Riau. Ia tak habis pikir bencana serupa terus terjadi di provinsi tersebut. 
“Ini terjadi lagi. Riau lagi,” katanya saat memulai pengantar rapat lintas provinsi yakni Jawa Tengah, Jakarta, dan Riau.
 
Riau, kata dia, seharusnya bisa belajar dari peristiwa serupa tahun lalu. Kala itu, bencana asap terjadi bahkan sampai ke negara tetangga. Di tengah situasi krisis akhirnya dilakukan tindakan cepat. Jajaran TNI/Polri dikerahkan.
 
Bahkan ketika itu, ia memberikan waktu satu pekan untuk selesaikan masalah asap. Tetapi dalam waktu lima hari bencana asap di Riau bisa diatasi. Sayangnya, pelajaran tahun lalu tidak diterapkan tahun ini sehingga bencana serupa kembali terjadi.
 
“Saya lihat, terus terang, kita tidak efektif benar dalam menangani semua ini sehingga membesar dan dalam skala sekarang ini,” katanya.
 
Ia mengatakan bencana asap yang terus menerus terjadi tak lain disebabkan oleh kesalahan sendiri. Sebagian masyarakat di Riau melakukan pembakaran di lahan-lahan yang ada. Belum lagi cuaca ekstrim yang ikut membuat api mudah menjalar.
SBY pun mengatakan akan mengeluarkan instruksi untuk dilaksanakan oleh semua pihak setelah mendengarkan laporan. “Operasi tanggap darurat akan lakukan bersama setelah mendengar langsung laporan situasi terkini. Dari situ saya putuskan,” katanya.
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/03/14/n2fbid-sby-ini-terjadi-lagi-riau-lagi




Meski Hanya 15 Menit di Guyur Hujan Lebat, Warga Kempas Bersyukur

Rengat 1-20140314-00563Kempas (detikriau.org) — Jum’at (14/3/2014) sekira pukul 17.56 Wib, Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir diguyur hujan lebat. Meski hanya lebih kurang 15 menit, Rahmat Tuhan ditengah bencana kabut asap dan ancaman gagal panen ini disambut ucapan syukur masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, hujan akhirnya menyirami tanah Kempas.” Sampaikan warga setempat, oyong melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org
Tidak turunnya hujan lebih dari tiga bulan terakhir membuat lahan pertanian masyarakat mengering. tanaman padi yang baru ditanam berangsur menguning. lebih parahnya, dalam beberapa hari belakangan, beberapa lahan perkebunan masyarakat di Kecamatan Kempas juga terbakar.
“Kami bersyukur. meskipun tidak terlalu lama, turunnya hujan pastinya akan membasahi lahan pertanian dan mudah-mudahan juga akan memadamkan kebakaran lahan perkebunan masyarakat,” Sampaikannya dengan ucapan penuh syukur. (dro)




Lukman Edy : Selidiki dan Tindak Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan

Pemerintah Dinilai Tidak Serius Tangani Kabut Asap di Provinsi Riau —
Lukman EdyTEMBILAHAN (detikriau.org)- Pemerintah diminta segera membentuk tim dari lintas lembaga Negara untuk menyelidiki perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota DPR/MPR RI, HM Lukman Edy (LE) terkait dengan penanganan kondisi kabut asap di Provinsi Riau yang dinilainya masih sangat kurang dan tidak serius dilakukan oleh Pemerintah.
Dikatakan LE, bencana kabut asap yang saat ini sedang melanda hampir seluruh daerah di Provinsi Riau sudah membahayakan masyarakat.
“Bahaya dari bencana kabut asap ini harus segera kita cegah dan diantisipasi, seperti jangka pendeknya menyebabkan masyarakat terserang penyakit ISPA, sedangkan jangka panjangnya dapat menyerang jaringan otak dan mengganggu pertumbuhan,” tutur Anggota DPR/MPR RI asal Riau ini dalam konferensi pers, di Kantor PWI Inhil, Jalan Telaga Biru Tembilahan, Jum’at (14/3) sore.
Selain itu, lanjut Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) MPR RI ini, bencana asap secara internal akan mengganggu anak bangsa, dan secara eksternal juga akan mengganggu harkat, martabat dan harga diri bangsa di dunia internasional. Apalagi, jika kemudian bencana asap di Provinsi Riau ini sampai ke negeri tetangga, tentu dunia internasional terutama Asia Tenggara akan bereaksi keras.
“PKB secara lembaga dan kami secara pribadi sudah menegur keras Pemerintah yang belum melaksanakan upaya penanggulangan secara serius. Dimana, menjelang penutupan masa sidang kami melakukan interupsi di sidang paripurna DPR dan atas interupsi itu DPR sudah melayangkan surat kepada Presiden, agar memperhatikan serta bertindak segera, karena bencana asap di Riau sudah
sangat mengkhawatirkan,” terangnya.
Oleh karenanya, ia juga mendesak Pemerintah segera melakukan tanggap darurat, dengan mengerahkan semua peralatan untuk memadamkan api, baik melalui alat pemadam darat maupun melalui udara, serta segera memerintahkan lembaga-lambaga teknologi untuk membuat hujan buatan.
“Pemerintah juga harus membentuk tim penyidik dari lintas lembaga negara guna menyelidiki perusahaan mana yang melakukan pembakaran hutan dan lahan. Selanjutnya, lakukan penindakan tegas dan keras terhadap pelaku berupa pencabutan izin dan penangkapan serta proses hukum secepatnya,” Tegasnya.(dro)




Presiden Minta Segera Operasi Tanggap Darurat di Riau

070131_817869_kabut_asap_1JAKARTA – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan bencana kabut asap yang kembali melanda Provinsi Riau dan sekitarnya selama beberapa bulan terakhir ini. Presiden mengaku telah menginstruksikan para menteri terkait di Kabinet Indonesia Bersatu II untuk segera melaksanakan operasi tanggap darurat untuk mengatasi bencana asap tersebut.

“Malam ini saya telah instruksikan lagi agar para Menteri terkait segera lakukan operasi tanggap darurat, dengan gunakan semua cara dan alat,” kata Presiden dalam akun twitter pribadinya @SBYudhoyono pada Kamis malam, (13/3).

Presiden mengingatkan agar semua jajaran pemerintah pusat dan daerah bersama-sama menyelesaikan masalah kabut asap tersebut.

Presiden menyatakan, ia ingin para pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk mencegah dan menangani asap tersebut. Ia mempertanyakan mengapa bencana asap ini kembali terjadi.

“Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para Menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih,” tandas Presiden. (*)
Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/03/14/221897/Presiden-Minta-Segera-Operasi-Tanggap-Darurat-di-Riau-