Polsek Gaung dan GAS Amankan 4 Kg Ganja

ganjaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Polsek Kecamatan Gaung dan Gaung Anak Serka (GAS) berhasil mengamankan sebanyak 4 kilogram narkotika jenis daun ganja, Selasa (25/3).
Berdasarkan keterangan pihak Kepolisian,  4 kg Daun ganja kering ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan seorang ABK Speed Boad Mala Express, Sugeng (46), di Pelabuhan Kuala Lahang, Kecamatan Gaung sekitar pukul 15.00 WIB dihari yang sama.
“Dari pengakuan Sugeng, ia mengaku memiliki narkotika jenis daun ganja yang disimpannya di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS.” Kata kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik, M.Si melalui Paur Humas, Ipda Warno Akman, rabu (26/3/2014)
Selanjutnya, dilanjutkan paur Humas, hari itu juga, sekitar pukul 16.00 WIB Kapolsek Gaung, Iptu Peris Siregar berserta jajarannya yang dibantu personil dari Polsek GAS melakukan penggeledahan di rumah Hendri Efendi (48).
“Setelah kita lakukan penggeledahan di rumah Hendri Efendi, di Jalan Merdeka, Kelurahan Teluk pinang ditemukan narkotika jenis daun ganja seberat ± 4 kg dalam bentuk kemasan,” terang Warno.
Dalam penggeledahan tersebut, lanjut Warno, turut disaksikan oleh sejumlah warga sekitar, diantaranya Masnur dan Bahtiar.
“Untuk barang bukti dan tsk saat ini telah diamankan di Polsek Gaung,” imbuhnya.(dro)




Esok, Inhil Jadi Tuan Rumah Rakerda Pramuka

sekdaTembilahan (detikriau.org)- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengungkapkan bahwa esok, Kamis (27/3/2014) akan dilaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2014 Pramuka.
“Kita baru saja selesai melakukan rapat persiapan rakerda. Sebagai tuan rumah, kita pastinya harus persiapkan berbagai hal yang akan dibutuhkan demi kelancaran kegiatan dimaksud,” papar Sekda Inhil, Alimuddin RM kepada detikriau.org (26/3).
Pada saat yang bersamaan ia juga menyebutkan bahwa selain rakerda, nantinya juga akan dilakukan pelantikan pelantikan ketua pengurus
lainnya
“Selain rakerda, kita juga melakukan pelantikan Ketua Mabicab, Ketua Kwarcab dan Dewan Kerja Cabang,” imbuh mantan kadistamben ini
Diakhir kalimatnya Sekda berharap agar kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan di Gedung Engku Kelana iniberjalan dengan lancar dan sukses tanpa kendala yang berarti. (Ahmad Tarmizi)




Rekam Jejak Mega Jual Aset Negara Bayangi Pencapresan Jokowi

megaJAKARTA – Era kekuasaan PDI Perjuangan dengan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI kelima telah diidentikkan dengan praktik penjualan aset negara. Mulai dari satelit, gas, sampai kapal tanker raksasa milik Pertamina.

Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio, rekam jejak negatif pada era kekuasaan PDIP itu pula yang sulit sulit dihapuskan dari ingatan publik. Bahkan, kekhawatiran yang muncul adalah terulangnya praktik itu apabila Joko Widodo alias Jokowi yang menjadi capres PDIP terpilih menjadi presiden selanjutnya.
“Noda tersebut akan datang kembali bahkan lebih pekat dan sulit dihapus jika Jokowi memang terlalu didikte partai yangg punya track record buruk dalam penjualan aset negara,” ujar Agung saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (25/3).
Dipaparkannya, apabila PDIP tak mau mengulang sejarah penjualan aset negara, maka Jokowi sebagai capres yang diusung partai berlambang banteng moncong putih itu seharusnya berani mengemukakan visi misi pengelolaan aset negara. Pria yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta itu juga ditantang berani mengampanyekan untuk menempatkan menteri dari kalangan profesional dan non-partisan.
Sayangnya, kata Agung, kampanye Jokowi miskin program. “Yang ditampilkan adalah sosoknya yang sederhana. Kampanye yang menguras perasaan tapi mengesampingkan akal sehat,” ujar Agung.
Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah juga menyinggung kembali soal kebijakan penjualan aset negara pada masa kepemimpinan Mega. Fahri melalui akunnya di Twitter menyinggung beberapa kebijakan Megawati yang dinilai merugikan dengan tagar #MelawanLupa.
“Dulu kau jual kapal tanker VLCC milik Pertamina lalu Pertamina kau paksa sewa kapal VLCC dengan mahal #MelawanLupa,” tulis Fahri dalam akun Twitter miliknya.(*)
Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/03/25/224185/Rekam-Jejak-Mega-Jual-Aset-Negara-Bayangi-Pencapresan-Jokowi-




Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Diskop Inhil Genjot UMKM

koperasiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam rangka mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, Dinas Koperasi (Diskop) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melihat masih cukup banyak potensi Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM) yang masih bisa dikembangkan.
Meski untuk mengembangkannya tidak mudah karena banyak persoalan dan hambatan, baik bersipat internal maupun ekternal, Namun hal itu bukanlah menjadi penghalang.
“Langkah awal untuk memajukan UMKM, kita akan memperbaiki dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM). ,”ujar Kadiskop dan UKM, R Rida Indaryati, kemarin.
Berdasarkan data yang ia miliki, tahun 2014 ini jumlah UMKM terdata sebanyak 8.188. Dimana jumlah itu terdiri dari usaha mikro sebanyak 6.183, usaha kecil sebanyak 1.838 dan usaha menengah 167 usaha.
“Kita akan mendorong para pengusahan kecil, mikro, dan menengah serta kelompok usaha ekonomi produktif agar mereka mampu mengembangkan usahanya,” katanya.
Selain itu, dalam memajukan perekonomian masyarakat, Diskop juga fokus memperhatikan usaha home industri. “Kami juga akan menata administrasi UMKM Agar produksi yang mereka hasilkan lebih menarik,”jelasnya.
Dengan begitu mantan Kepapala BP2KB Inhil itu berharap UMKM daerah ini dapat terus berkembang dan mampu menghasilkan produk yang siap bersaing dipasar-pasar nasional, bahkan internasional. (dro/adv Pemkab Inhil)




Jaga Keamanan Api dan Pemilu, Warga Teluk Sungka Laksanakan Ronda Malam

rondaGaung Anak Serka (detikriau.org) – Menghindari terjadinya berbagai tindakan yang melanggar ketentuan hukum selama masa pemilu, Masyarakat Desa Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mengadakan kegiatan ronda malam.
“Kegiatan ini kita lakukan menjang pemilu dan berkemungkinan setelah pemilihan anggota dewan dan presiden selesai nanti kegiatan ini dihentikan”. Ujar Sekdes Teluk Sungka, A Rani kepada detikriau.org, selasa (25/3/2014)
Hal senada juga disampaikan ketua Rukun Warga (RW) I (satu) Desa Teluk Sungka, M. Ridwan. ia menyebutkan bahwa kegiatan ini sudah berjalan sejak beberapa bulan yang lalu.”Ronda ini sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu”. Sebutnya
Menurut Ridwan, kegiatan ini disampaing menjaga kondusifitas selama Pemilu  jugasebagai bersiaga akan bahaya api.
“Ronda malam yang kita lakukan ini juga sebagai pengontrol akan bahaya kebakaran perumahan karena dalam beberapa bulan ini kita dilanda kemarau”. Imbuhnya
Sementara itu, warga desa setempat, pahrul mengatakan sangat mendukung kegiatan ini karena dinilai memiliki banyak keuntungan bagi masyarakat terutama yang berkaitan dengan keamanan masyarakat setempat. “kegiatan ini sangat bagus karena selain bersiaga akan bencana api, kita juga bersiaga akan kejahatan lainnya yang berkemungkinan terjadi”. Paparnya
Namun berbeda lagi dengan desa Teluk Pantaian Kecamatan GAS. desa bertetangga dengan Teluk Sungka ini sama sekali tidak melakukan kegiatan ronda malam.
“kami disana tidak pernah sama sekali melakukan ronda malam seperti desa teluk sungka, padahal kita juga masih dalam satu pengawasan yang sama oleh Kapospol”. Sebutnya warga setempat Hendri. (Ahmad Tarmizi)




Demo di Kedutaan, Keluarga Penumpang MAS Sebut Pemerintah Malaysia Pembunuh

MASBeijing, – Para keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 bentrok dengan aparat keamanan di Beijing, China. Insiden ini terjadi saat massa berkumpul di luar kedutaan Malaysia untuk menyampaikan protes mereka terkait hilangnya pesawat MH370.
“Kembalikan keluarga kami,” seru para demonstran di depan gerbang gedung Kedutaan Malaysia di Beijing. Aksi demo ini diikuti sekitar 200 orang. Massa juga membawa spanduk-spanduk bertuliskan: “Pemerintah Malaysia adalah pembunuh” dan “Kami ingin keluarga kami kembali.”
Jeritan dan tangisan mewarnai aksi demo ini. “Putraku, putraku, kembalikan putraku!” teriak Wen Wancheng (63) sembari menangis seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (25/3/2014). Di belakang pria lanjut usia itu, para anggota keluarga lainnya meneriakkan slogan-slogan. Sejumlah orang lainnya tampak terisak-isak.
Para keluarga korban tersebut marah dan kecewa karena pemerintah Malaysia telah mengumumkan pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia, padahal belum ada satu puing pun yang ditemukan.
Bentrokan ini terjadi ketika personel keamanan mencoba menghalangi sejumlah anggota keluarga yang ingin mendekati para wartawan, yang ditempatkan di area khusus. Aksi saling dorong pun terjadi. Akibatnya, seorang wanita terluka dan harus diangkut dengan tandu.
Sebelumnya, pada Senin (24/3), Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan bahwa MH370 berakhir di lokasi terpencil Samudera Hindia bagian selatan, atau sebelah barat Perth, Australia.
Dalam keterangannya, PM Najib menyebutkan bahwa kesimpulan ini didasarkan pada analisa baru oleh perusahaan satelit Inmarsat dan badan penyidik Inggris UK, Air Accidents Investi­gation Branch (AAIB) pada data satelit yang menunjukkan rute menyimpang MAS MH370 hingga ke Samudera Hindia.
Berdasar analisa tersebut, disimpulkan bahwa MH370 terbang menuju koridor selatan dan posisi terakhirnya berada di tengah-tengah Samudera Hindia, barat Perth, Australia. Pada lokasi tersebut, sama sekali tidak ada lokasi pendaratan sehingga disimpulkan MH370 berakhir di lautan.
Pesawat MAS MH370 menghilang sejak 8 Maret lalu dengan membawa 227 penumpang dan 12 awak. Pesawat jenis Boeing 777-200ER ini memiliki rute Kuala Lumpur-Beijing, namun entah mengapa, pesawat ini berubah jalur hingga mengarah ke Samudera Hindia.
 
Sumber: http://news.detik.com/read/2014/03/25/132641/2535903/1148/demo-di-kedutaan-keluarga-penumpang-mas-sebut-pemerintah-malaysia-pembunuh?9911012