Gedung Kantor Bupati Terbakar, Dokumen Berharga Ikut Hangus

gedungTembilahan (detikriau.org) — Disamping menimbulkan kerugian material yang ditaksir hingga milyaran rupiah, kebakaran gedung utama kantor Bupati Inhil juga meludeskan banyak dokumen berharga.
Hal ini diakui Bupati Inhil, HM Wardan, Namun menurut Bupati, apa dokumennya belum bisa diketahui.” Inikan kantor, jadi jelas banyak dokumen berharga. tapi kita belum mengetahui apa saja dokumen yang ikut hangus terbakar,” Sampaikan Bupati saat ditemui wartawan disela tinjauannya di lokasi kebakaran, Jum’at (11/4/2014) pagi
Dijelaskannya, Bangunan gedung utama komplek perkantoran Bupati Inhil ini telah berusia lebih dari 30 tahunan. Pembangunan awalnya dilakukan pada jaman Bupati Bakir Ali. Hampir seluruh bagian gedung masih berbahan kayu.
“Umur bangunan sekitar 30 tahun lebih dan berbahankan kayu. oleh karenanya api sangat cepat menyebar,” Tambahkan Bupati
Bupati juga menyatakan kebakaran gedung utama Kantor Bupati Inhil tidak akan mengganggu pelayanan publik. meski seluruh ruangan di Gedung Kantor Bupati lama ini tidak bisa diselamatkan.
“Pelayanan harus tetap jalan, pegawai yang ada akan kita evakuasi dan ditempatkan pada bagian basemen gedung baru,” Jelas Bupati. (dro)




Bagian Umum Diduga Titik Awal Timbulnya Api

Sayap kanan bawah bangunan utama gedung komplek kantor Bupati Inhil dimana keberadaan ruang kantor bagian Umum Setdakab Inhil ini Titik Awal keberadaan api.
Sayap kanan bawah bangunan utama gedung komplek kantor Bupati Inhil dimana keberadaan ruang kantor bagian Umum Setdakab Inhil ini diduga menjadi Titik Awal keberadaan api.

Tembilahan (detikriau.org) — Gedung Utama Komplek Perkantoran Bupati Inhil Jalan Akasia itupun akhirnya ludes. Bangunan yang didirikan diera tahun 80an jaman Bupati Bakir Ali itu kini hanya tinggal kenangan. Titk Awal api diduga bermula di ruang kantor Bagian Umum Setdakab Inhil.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dilapangan dari salah seorang satpol PP yang mendapat tugas jaga malam, Iwan, memperkirakan kebakaran terjadi sekira pukul 01.20 Wib, Jum’at (11/4/2014) dinihari.  Dikatakannya, kobaran api pertama kali dilihatnya pada bagian lantai  satu ruas kanan bangunan gedung berlantai dua itu.
“Saya melihat kobaran api sekira pukul 01.30 an. pastinya saya kurang ingat karena situasi sempat membuat saya panik. namun saat pertama saya ketahui, lantai satu bagian sayap kanan gedung, api sudah berkobar cukup besar. sontak saya berteriak mencoba mencari bantuan,” Ujar Iwan saat ditemui detikriau.org dilokasi kejadian sekira pukul 02.15 Wib.
Titik awal timbulnya api ini juga dibenarkan oleh salah seorang warga Tembilahan yang secara  kebetulan melintas didepan kantor Bupati. Menurut penjelasan warga yang mengaku bernama edy ini, malam itu, sekira pukul 01.00 Wib, ia beranjak dari lokasi pujasera jalan kapten Muchtar Tembilahan. Sekira pukul 01. 20 Wib, saat melintas didepan kantor Bupati Inhil, ia melihat pada bagian depan lantai satu gedung utama kantor Bupati inhil terlihat kobaran api.
“Api belum terlalu besar. hanya pada bagian bawah gedung bersebelahan dengan kantor Bappeda. Karena penasaran saya berhenti persis didepan pintu masuk yang dalam keadaan tertutup. saat itu saya berusaha untuk memberitahukan kepada petugas jaga namun saya tidak melihat seorangpun,” Sampaikan Edy saat bertemu detikriau.org didepan kantor Bupati Inhil saat kejadian musibah kebakaran.
Pantauan lapangan detikriau.org, setibanya dilokasi kebakaran di kantor Bupati Inhil sekira pukul 01.55 Wib, detikriau.org menyaksikan kobaran api sudah sangat besar. semburan api yang disertai kepulan asap dan bara api membumbung tinggi ke udara.
saat itu terlihat petugas damkar dibantu anggota satpol PP dan beberapa PNS berusaha mengendalikan amukan api agar tidak menyebar kebagian gedung lainnya komplek perkantoran Bupati Inhil ini. Namun karena besarnya kobaran api diiringi dengan hembusan angin yang cukup kencang membuat upaya pemadaman tidak membuahkan hasil maksimal.
Pukul 02.40 Wib, Kobaran api sudah merembet ke bagian belakang gedung utama kantor Bupati. diselasar penghubung ke gedung kantor Bupati baru, tampak petugas damkar berjibaku dengan segala upaya menghambat agar api tidak  menyeberang. Usaha keras ini membuahkan hasil baik. Kobaran api dapat dibendung agar tidak menyebelah ke gedung kantor Kesbangpol, gedung kantor Bappeda dan gedung kantor baru.
Pukul 03.13 Wib, Api mulai meredup setelah hampir meludeskan seluruh bagian bangunan. pukul 03.17 Wib, sudah hampir dapat dipastikan api tidak lagi mengancam keberadaan gedung berhampiran. Namun petugas damkar yang dibantu damkar swadaya PSMTI secara  terus menerus menyirami api dengan semburan air untuk memastikan api tidak kembali
membesar.
Kemudian sekira pukul 03.22 Wib hampir seluruh bagian gedung utama kantor bupati sudah menjadi arang. detikriau.org hanya melihat kobaran api yang masih cukup besar pada bagian teras depan gedung utama kantor Bupati Inhil dan semakin lama semakin meredup. (dro)




Jokowi Bukan Lagi "Kartu As" PDI-P?

JokowiJAKARTA— Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio, mengatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) terlalu menggantungkan pemilu legislatif kepada bakal calon presidennya, Joko Widodo. Situasi ini, kata dia, membuat tim sukses Jokowi melakukan kesalahan strategi sebelum pileg.
“Tim sukses Jokowi cenderung bertahan dengan bersandar kepada sosok Jokowi yang dianggap suci. Padahal, sosok Jokowi itu juga sudah mulai diserang sehingga sandarannya mulai rapuh,” ujarnya, saat dihubungi, Kamis (10/4/2014).
Agung mengatakan, tim sukses Jokowi kurang mampu melakukan serangan balik terhadap serangan kampanye negatif yang dilancarkan lawan-lawan politiknya. Ia pun menyarankan PDI-P meninjau ulang tim sukses Jokowi.
“Karena mereka tidak mampu menciptakan ‘Jokowi Effect’ untuk mendongkrak suara PDI-P dalam pileg secara signifikan,” katanya.
Agung juga menilai PDI-P terlalu terburu-buru mendeklarasikan Jokowi sebagai capres. Menurutnya, deklarasi tersebut idealnya seminggu sebelum hari pemungutan suara sehingga euforia Jokowi masih terjaga. Dengan derasnya serangan kepada Jokowi, ia pun menyarankan agar pencapresan Jokowi dievaluasi oleh PDI-P.
“Di sini Jokowi telah menjadi ‘kartu mati’ dan bukan ‘kartu as’ buat PDI-P,” katanya.
Seperti diberitakan, PDI-P berada di posisi teratas hitung cepat Pemilu Legislatif 2014 dengan perolehan suara di kisaran 18 sampai 20 persen. Akan tetapi, angka ini jauh dari target yang sebelumnya dipatok di kisaran 27 persen. PDI-P dinilai tak berhasil memenuhi target karena tak mampu memaksimalkan “Jokowi Effect”. Salah satu penyebabnya, PDI-P dianggap terlambat menetapkan Joko Widodo sebagai bakal calon presiden.(Kompas.com)




Api Hanguskan Gedung Kantor Bupati Inhil

Gedung Kantor Bupati 3Tembilahan (detikriau.org) — Hanya dalam hitungan kurang dari 2 jam, gedung utama kantor Bupati Inhil ludes dilalap api.
Berdasarkan informasi yang berhasil didapatkan dilapangan, kobaran api diketahui pertama kali terjadi pada lantai dasar gedung utama kantor Bupati Inhil  sekira pukul 1.20 wib, Jum’at (11/4/2014) dinihari.
“Sekira pukul 1.20 Wib. tapi saat itu api sudah cukup besar menjilati lantai bagian bawah gedung,” Ujar seorang Pamong yang mendapat giliran jaga malam, Iwan kepada detikriau.org di lokasi
Api baru mulai berhasil dikuasai sekira pukul 3.22 Wib setelah hampir seluruh bagian Gedung Utama Kantor Bupati Inhil ini hangus menjadi arang.
Dengan kejadian ini, Beberapa ruang digedung utama ini diantaranya, Ruang Bupati, Ruang Wakil Bupati Inhil dan Ruang Sekda ludes.
Hingga berita ini dirilis, belum diketahui secara pasti penyebab timbulnya api. (dro)
Gedung Kantor BupatiGedung Kantor Bupati 4Bupati dan Sekda Ikut Menyaksikan Api melalap Gedung Kantor Bupati




Desa Teluk Sungka, Caleg Golkar Raup Suara Terbanyak

teluk sungkaGaung Anak Serka (detikriau.org) – Caleg Partai Golongan Karya (Golkar) meraih peringkat suara tertinggi dalam bursa pesta demokrasi yang berlangsung pada Rabu 9 April 2014 didesa Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).
“Dari hasil rekapitulasi, Caleg Golkar raih suara terbanyak”. Sampaikan Ketua PPS, Asropin kepada detikriau.org, Kamis (10/4/2014)
Pantauan lapangan detikriau.org, rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dari 4 TPS  didesa tersebut, suara terbanyak diperoleh caleg Partai Gokar, HM Raus Walid dengan 147 suara,  disusul  Caleg Partai Demokrat, H. Bakri 66 suara. Kemudian caleg PPP, Bambang Irawan 45 suara dan Sarbaini juga dari PPP dengan 38 suara.
Sementara itu berdasarkan rekapitulasi hasil perhitungan suara caleg DPRD Provinsi didesa yang sama jumlah suara tertinggi  diraih oleh caleg dari partai Golkar, Elly Suryani SH dengan perolehan 128 suara, H Septina Primawati 68 suara, Ruslan Jaya 62 suara, kemudian disusul oleh caleg dari parpol PPP Ir. H. Muhammad Arpah dengan perolehan 54 suara.
Sampai berita ini dirilis, jumlah suara caleg DPD dan DPR RI masih dalam proses rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara oleh anggota PPS. (Ahmad Tarmizi)




Pemkab Inhil Laksanakan Rapat Evaluasi Gemmar Mengaji

Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil
Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Pemerintah Kabupaten Indragiri hilir (Pemkab Inhil) melaksanakan rapat evaluasi program Gemmar Mengaji. Rapat yang dipimpin secara langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan bertempat di Aula kantor Bupati Inhil ini juga diikuti oleh beberapa Kepala Dinas, Kantor dan Badan dilingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah Alim Ulama di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Kamis (10/4/2014)
Dalam rapat ini BUpati menjelaskan bahwa Gemmar Mengaji yang sudah dicanangkan beberapa waktu yang lalu berdasarkan kepada Peraturan Bupati Nomor 01 Tahun 2014 yang mengacu kepada PERDA yang telah disyahkan oleh DPRD Inhil tanggal 20 Desember 2012 bernomor No 07/2012.
“Saya berharap kepada Dinas terkait (Dinas Pendidikan dan Kemenang Inhil. red) untuk dapat merumuskan PERBUB agar bisa dijabarkan dan menjadi salah satu materi pendidikan di Sekolah,” Pinta Bupati.
Dari hasil rapat evaluasi yang dilakukan ini masih ditemukan beberapa kendala. Bupati berharap agar kendala ini dapat dicarikan solusi terbaik agar nantinya program Gemmar Mengaji akan dapat memberikan manfaat yang baik kepada masyarakat.(rls/adv pemkab inhil)