KPU Tetapkan Calon Anggota DPRD Inhil 11-13 Mei 2014

Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Inhil, Muhammad Dong
Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Inhil, Muhammad Dong

Tembilahan (detikriau.org) — Terhitung sejak tanggal 10 – 15 April, penghitungan surat suara hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 masih dilakukan ditingkat PPS. Sedangkan penetapan calon Anggota DPRD Inhil terpilih baru dilaksanakan pada tangal 11 – 13 Mei 2014 mendatang.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua KPU Inhil, Suhaidi melalui Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara, M Dong kepada detikriau.org saat ditemui diruang kerjanya, sabtu (12/4/2014).
“Pemungutan sudah kita laksanakan pada tanggal 9 April yang lalu, saat ini kitamasih melakukan penghitungan suara,” Ujar M Dong.
Ditambahkannya, Sesuai Jadwal, penghitungan suara diawali ditingkat PPS yang berlangsung sejak tanggal 10 – 15 April. Kemudian penghitungan dilanjutkan ditingkat PPK pada tanggal 13-17 April.  Penghitungan selanjutnya akan dilakukan di tingkat KPU kabupaten pada tanggal 19-21 April.
“Setelah dilakukan penghitungan suara ditingkat KPU kabupaten, seluruh hasil pemungutan suara, baik hasil perolehan suara parpol termasuk caleg yang akan duduk di DPRD Inhil untuk periode berikutnya sudah dapat kita ketahui. namun penetapan calon terpilih baru akan dilakukan pada tanggal 11-13 Mei,” Terang M Dong.
Masih menurut M Dong, selesai ditingkat kabupaten, penghitungan suara dilanjutkan di KPU Provinsi pada tanggal 22-24 April dan Terakhir, penghitungan kembali dilakukan pada KPU Pusat di Jakarta. Tandas M Dong. (dro)




Teluk Sungka : Lukman Edi Raup suara terbanyak DPR RI. Agustian Rasmanto DPD

IMG00603-20140410-1840Gaung Anak Serka (detikriau.org) – Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara didesa Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) jumlah suara tertinggi ditingkat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia(RI) diraup oleh H. Muhammad Lukman Edi dengan perolehan suara sebanyak 213 dari partai PKB. Untuk DPD, pengumpulan suara terbanyak diraih Agustian Rasmanto.
Urutan selanjutnya untuk peraih suara terbanyak DPR RI, diurutan ke dua, Caleg Golkar, Idris Laena dengan total suara 62 disusul oleh Nurliah dari parpol yang sama yaitu Golkar dengan perolehan 51 suara. Diurutan keempat Muhammad Nasir dari parpol Demokrat dengan 25 suara.
Untuk rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pengumpul tertinggi dipegang oleh Agustian Rasmanto dengan perolehan 171 suara kemudian disusul oleh Afri dengan 112 suara, sedangkan urutan ketiga terbanyak didapat oleh 2 kandidat dengan perolehan jumlah suara sama yaitu 66 suara, kedua kandidat tersebut adalah H. Abdul Gafar Usman dan Intsiawati Ayus.
Menurut penuturan salah seorang anggota PPS, Inas, rekapitulasi hasil penghitungan suara keseluruhannya baru rampung dikerjakan pada Kamis malam.
“Kamis malam rekapitulasi seluruhnya sudah selesai dikerjakan”. Tuturnya kepada detikriau.org Jumat (11/4/2014).
Berdasarkan pantauan sehari sebelumnya, satuan kerja PPS sedikit mengeluh karena banyaknya jumlah berkas yang harus dikerjakan dan ditanda tangani.”Kemarin (Pilkada red) tidak sebanyak ini yang harus ditanda tangani kalau sekarang berkas yang mau ditanda tangani oleh PPS dan saksi parpol tebalnya hampir satu jengkal”. Gurau Ketua PPS, Asropin (Ahmad Tarmizi)




PROVINSI RIAU PILOT PROJEK RMC 1 DALAM PENGENDALIAN PNPM MANDIRI PERDESAAN

kepala BPM Bangdes Riau H. Daswanto. SE
kepala BPM Bangdes Riau H. Daswanto. SE

Pekanbaru (detikriau.org) — Provinsi Riau dinobatkan menjadi pilot projek se RMC (Regional Managemen Consultan) 1 dalam pengendalian Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.
Penobatan sebagai pilot Projek ini dikarenakan Provinsi Riau melalui BPM Bangdes (Badan pemberdayaan Masyarakat dan pengembangan desa) dinilai berhasil dalam melakukan pengendalian Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM –MPd). Dibandingkan 3 Provinsi dalam RMC 1 yakni Sumut, Kepri dan Aceh, pengendalian PNPM yang dilakukan Provinsi Riau cukup baik. Dan RMC 1 merupakan penyumbang terbaik dalam pengendalian se Indonesia.
Berdasarkan penjelasan kepala BPM Bangdes H. Daswanto. SE, Keberhasilan tersebut dilihat dari kinerja dalam melakukan pengendalian program, sehingga tahun 2013 ini, sejumlah kegiatan dalam PNPM Mandiri Perdesaan berjalan sesuai dengan target, sasaran dan juga batas waktu.
“Ketiganya bisa dikerjakan dengan baik mengingat proses tahapan, pencairan anggaran dan penyerapannya sudah 100 % dikerjakan. Sehingga tidak ada silva atau sisa anggaran yang harus dikembalikan kepada pemerintah pusat,” papar Daswanto dalam Rapat Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Riau dihadapan para konsultan dan fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan dan satuan kerja kabupaten Seprovinsi Riau, Jumat (11/4/ 2014) di salah satu Hotel di Pekanbaru,
Selain menyampaikan keberhasilan pengendalian yang telah dilakukan oleh Provinsi, Kepala Badan juga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih terus menjadi tanggungjawab pemerintah bersama para konsultan untuk segera diselesaikan.
“Pengendalian yang tidak kalah penting yang harus juga dilakukan adalah kecamatan potensi bermasalah . Saat ini dari 5 kecamatan potensi masalah telah selesai 3 dan harus diselesaikan semuanya. Juga pengendalian terhadap tunggakan simpan pinjam perempuan, yang saat ini terjadi tran peningkatan, hal tersebut harus difikirkan bersama.” Tambahkan Daswanto.
Saat ini menurutnya, alokasi BLM PNPM Mandiri Perdesaan pada tahun 2014 mengalami peningkatan alokasi dan lokasi dibandingkan tahun 2013. Alokasi APBD Rp 63,947 Miliar (48,49%) sedangkan APBN sebesar Rp 67,917 Miliar (51,51 %), ada penambahan pagu BLM PNPM MPd dari APBD Kabupaten sebesar Rp 54 ,315 Miliar (41,19%).
Dalam Rakor Propinsi kali ini, dihadiri narasumber langsung dari Jakarta, yakni deputi Team Leader bidang Monitoring Wahyu, Tim NMC bidang TrainingHanan, serta koordinator wilayah RMC 1 Ismail A.Z. Mereka hadir untuk memberikan penguatan kepada tenaga konsultan dan fasilitator Kabupaten dalam meningkatkan kinerja untuk melakukan pengendalian program dan tidak mengesampingkan target capaian termasuk sasaran sesuai dengan visi untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan jumlah pemanfaat program.(dro)




Duh, Jamaah Nabi Palsu Cecep Berbusana Ala K-Pop

gaya-busana-korea-pop-_120416175755-383BANDUNG — Pengikut aliran yang diduga sesat pimpinan Cecep Solihin (52 tahun) tak semuanya menggunakan busana Muslim.
Sebagian jamaah nabi palsu tersebut mengenakan pakaian ‘gado-gado’ alias campuran pakaian barat dan Korea. ‘’Ada anggotanya yang menggunkan pakaian ala Korea Selatan, pakai anting, dan pakaian modis model barat,’’kata Sekretaris Umum MUI Jabar, Rafani Achyar, kepada RoL, Kamis (3/4).
Saat ditanya oleh Rafani mengapa pengikutnya menggunakan pakaian seperti itu, Cecep yang kini ditahan di Polrestabes Bandung menjawab dirinya tak bisa memaksa anggota kelompoknya. Menurut Cecep, seperti ditirukan Rafani, penggunaan pakaian merupakan hak anggota kelompoknya.
“Saya tak bisa memaksakan anggota untuk berpakaian Muslimah,’’kata Rafani menirukan ucapan Cecep.
Dikatakan Rafani, anggota kelompok Cecep ini sebagian besar kaum perempuan.
Terungkapnya kasus aliran sesat dengan pimpinan Cecep Solihin (52 tahun) meninggalkan cerita para jamaah yang ditinggalkannya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) mengungkap, banyak pengikut nabi palsu tersebut perempuan berstatus memiliki suami. Rata-rata mereka meninggalkan suaminya dan berkumpul di komunitas yang menempati sebuah rumah di Jl Cintaasih, Kelurahan Samboja, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar mengungkapkan, anggota kelompok ini sangat tunduk pada perintah pimpinan mereka (Caecep) dibanding kepada suami atau orang tua.
“Ada seorang bapak yang akan memeluk anaknya karena lama menghilang. Anak tersebut justru tak mau pulang ke rumah orangtunya dan tetap ingin tinggal di rumah ketua aliran tersebut,’’tutur dia.
Rafani menduga anggota kelompok aliran ini sudah menjalani cuci otak sehingga perintah ketua mereka sangat dipatuhi. Ciri-ciri seperti ini, kata dia, memang biasa ditemukan dalam sebuah kelompok aliran sesat.(republika.co.id)




Kantor Bupati Ludes, Masyarakat Kritik Kinerja Damkar

damkarTembilahan (detikriau.org) — Kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bangunan utama komplek gedung perkantoran Bupati Inhil menimbulkan keheranan masyarakat. bukan disebabkan apa-apa. Hanya terpisah jalan selebar beberapa meter, Pasukan pengawal musibah yang menjadi langanan tetap kab inhil ini dinilai masyarakat tidak mampu berbuat banyak.
“Kita hanya heran saja. jarak hanya terpisahkan oleh jalan, tapi tetap terlambat dan terlihat tidak siap,” tanya Andi salah seorang warga Tembilahan. Jum’at (11/4/2014)
Dikatakan Andi, malam kejadian, ia juga berada dilokasi kebakaran karena rumah kediamannya tidak seberapa jauh dari komplek perkantoran Bupati Inhil ini.
“Jam persisnya saya kurang ingat. tapi saya menyaksikan mobil damkar yang pertama tiba akhirnya tidak mampu berbuat banyak, tangki air mobil dalam keadaan kosong.” Tutur Andi.
Hal serupa ini menurutnya sangatlah disayangkan. harusnya kendaraan itu siap siaga 24 jam. Kalau seperti ini bagaimana masyarakat bisa mengandalkan damkar untuk mengendalikan musibah kebakaran jika rumahnya sendiri saja tidak mampu ditangani dengan baik.
Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Inhil, Yusfik menyatakan, untuk mengani musibah kebakaran gedung utama kantor bupati inhil pihaknya sudah menurunkan kekuatan personil secara penuh ditambah 2 unit mobil damkar dan 3 kendaraan pemadam Viar. Namun yang menjadi kendala tidak lebih dikarenakan sulitnya sumber air.
“Kita sudah turunkan kekuatan penuh. tapi sumber air yang menjadi kendala. Kolam persediaan kita kering karena seluruh unit kendaraan damkar mengambil air di kolam itu.” Ujar Yusfik menjawab komfirmasi wartawan
Untuk mendapatkan pasokan air, Damkar menurutnya terpaksa memintakan bantuan pasokan dari PDAM dan mobil penyiram bunga.
“kita terpaksa mengambil air cukup jauh itupun masih dibantu pasokan air pdam dan armada mobil penyiram bunga.”Pungkasnya. (dro)




Bupati Buka Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa KONI Inhil

koniTEMBILAHAN (detikriau.org) -Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan i membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2014, Jum’at (11/4).
Kegiatan yang digelar di Aula salah satu Hotel di Tembilahan ini turut dihadiri Perwakilan KONI Provinsi Riau, H Darmansyah dan Edwar Sanger, Unsur Muspida, sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Ketua dan Pengurus KONI, serta Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga di Kabupaten Inhil.
Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas prestasi yang telah dicapai oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Inhil selama ini dan berharap agar hasil yang telah diperoleh tersebut dapat terus di tingkatkan di masa mendatang.
“Dengan spirit baru Inhil, saya bersumpah bersama-sama dengan pengurus KONI dan Pengcab Olahraga untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang dicapai Kabupaten Inhil selama ini. Jadi, target kita pada Porda nanti minimal juara umum seperti tahun sebelumnya. Saya yakin dan percaya dengan kekompakkan dan kerjasama deri seluruh pihak terkait, keinginan dan harapan ini akan dapat terwujud,” tutur Bupati, Wardan.
Melalui kegiatan ini Bupati berharap dapatterpilih ketua KONI Kabupaten Inhil yang baru, yang diharapkan dapat membangun dan memajukan olahraga di Bumi Sri Gemilang, dengan menjalin kerjasama dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan seluruh pihak terkait, khususnya para pengurus dan pengcab olahraga.
Ketua Umum KONI Provinsi Riau diwakili Sekretaris, H Darmansyah berharap seluruh jajaran KONI Inhil dapat terus meningkatkan kinerja dalam upaya mempertahankan prestasi yg telah diraih selama ini, seperti menjadi juara umum pada Porda Riau sebelumnya.
“Manfaatkanlah semua fasilitas olahraga yang dimiliki Kabupaten Inhil saat ini, seperti venue futsal dan lapangan atletik di stadion sepakbola yang sangat refresentatif, untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga di Inhil,” terangnya.
Sementara itu, Panitia Pelaksana, Wandi menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memilik Ketua Umum KONI Inhil periode 2013-2017, menanamkan semangat dalam membangun KONI Inhil, merumuskan program kerja dan sebagai media penyusunan kebijakan KONI Inhil untuk persiapan Porda Riau di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mendatang.
“Peserta kegiatan ini terdiri dari peserta penuh utusan cabor masing-masing 2 orang, peserta peninjau dari pengurus KONI Riau dan KONI Inhil, serta ditambah Steering Commite (SC) dengan jumlah 3 orang,” imbuhnya.(dro)