Kesal jalan rusak, warga letakkan batang kayu dan drum bekas dibadan jalan

gerilyaTembilahan (detikriau.org) – Jalan Gerilya parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu yang sudah rusak sejak lama akhirnya menimbulkan kekesalan masyarakat setempat. Wargapun menimbun badan jalan tersebut dengan batang kayu dan drum bekas serta tumpukan sampah lainnya.

Pantauan detikriau.org dilokasi, kondisi jalan tersebut terdapat lubang-lubang disertai genangan air yang membuat para pengguna jalan kesulitan untuk menghindarinya
“Aduh kalau seperti ini jalannya saya jadi malas mau menempuhnya Mas”. Kata Darman kepada detikriau.org Jumat (18/4)
Kerusakan jalan tersebut dimulai beberapa meter dari jembatan penghubung parit hingga kebundaran simpang tiga yang juga terdapat pos polisi Lalu Lintas
Selain itu salah satu warga setempat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa dengan kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air seperti itu membuatnya resah ditambah lagi bila musim panas yang membuat lokasi disekitar jalan tersebut berdebu karena banyaknya kendaraan yang melintas
“Bila musim hujan ya begitu kondisinya, kalau musim panas lebih parah lagi, banyak debu-debunya, ya sudah pasti kita resah”. Sampainya dengan nada kesal
Ia juga mengharapkan jalan tersebut dapat seegra diperbaiki agar masyarakat yang berada dipinggir jalan serta pengguna jalan bisa lebih aman menggunakan jalan dan warga setempat juga nyaman berada daerah tersebut
“Dari dulu kita harap jalan ini diperbaiki cepat agar kita disini tenang karena tidak terkena debu termasuk warga yang melintasinya.”. Tandasnya. (Ahmad Tarmizi)




PKB dan GOLKAR Masing-masing Rebut 8 Kursi di DPRD Inhil

dprd inhilTembilahan (detikriau.org) — Berdasarkan hasil pleno di tingkat Kecamatan, Partai Golkar dan PKB dipastikan tampil sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD Inhil. Kedua parpol ini masing-masing mengantongi 8 kursi.

Secara keseluruhan, PKB meraih masing-masing 2 kursi di Dapil I dan VI. sedangkan di dapil II,III,IV dan V masing-masingnya 1 kursi.
Partai Golkar meraih masing-masing 2 kursi di Dapil II dan V. sedangkan di dapil I,III,IV dan VI masing-masingnya 1 kursi.
PDIP berhasil merebut 6 kursi DPRD Inhil dengan perolehan masing-masing dapilnya 1 kursi.
PPP merebut 5 Kursi yang berasal dari dapil I, II, IV, V dan VI
Demokrat 5 kursi yang berasal dari I,II,III, V dan VI
Gerindra 3 Kursi, berasal dari Dapil I, III, dan VI
Nasdem 3 Kursi, dari dapil I, IV dan V
PAN 2 kursi dari dapil I dan VI
PKS 2 Kursi dari dapil I dan VI
PBB 2 kursi dari dapil I dan VI
Hanura 1 kursi dari Dapil I.
(dro)




Jago Merah lalap RM Ampera 99 di Kec Tembilahan Hulu

ampera 99Tembilahan (detikriau.org) – Setelah melahap Kantor Bupati Inhil, jago merah kembali beraksi. kali ini giliran Rumah makan Ampera 99 Jalan Gerilya parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu. Akibat kejadian ini, satu karyawan mengalami luka bakar dan kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Berdasarkan keterangan karyawan Rumah Makan Ampera 99, Mila (28). Kejadian berawal saat ia hendak mengganti tabung gas 3 Kg yang sudah kosong dengan tabung yang baru. tiba-tiba saja pada kepala tabung gas menyemburkan api.
“Saya hendak melepas selang gas, tiba-tiba saja api menyambar dan lansung membesar,” Sampaikan Mila kepada detikriau.org saat ditemui dikediamannya jalan paruna parit V Kecamatan Tembilahan hulu sambil meringis menahan sakit akibat luka bakar pada bagian kakinya.
Saat kejadian, Mila mengaku hanya berdua dengan istri pemilik rumah makan.
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, M.si melalui Paur Humas, Ipda Warno Akman membenarkan tejadinya peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah makan yang berada persis didepan kampus STAI Kecamatan Tembilahan hulu ini. Kebakaran terjadi sekira pukul 12.30 Wib, Jum’at (18/4/2014).
Kronologis kejadian dipaparkan paur Humas bermula saat Mila, karyawan rumah makan ampera 99 hendak mengganti selang kompor gas kemudian api langsung menyambar dan membesar sehingga langsung membakar atap rumah makan yang terbuat dari atap daun rumbia.
Api baru dapat dipadamkan sekira pkul 13.00 wib oleh pemadam kebakaran yg dibantu oleh warga. “Akibat kejadian ini kita perkirakan kerugian sekitar Rp 100 juta.” Jelas Paur Humas. (Ahmad Tarmizi)




SDA Klaim Jajaran DPP PPP Kompak Dukung Prabowo

151611_705345_surya_dharmaJAKATRTA – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) menyatakan partainya siap menjalin koalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Hal ini dikatakan jelang kedatangan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, ke Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (18/4) sore.

“Koalisi sudah semakin mengkristal. Ketua umum bersama sejumlah pengurus DPP PPP sepakat untuk berkoalisi dengan Pak Prabowo. Pak Prabowo siang ini akan ke sini membicarakan masalah koalisi itu,” kata SDA setiba di markas PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Ditegaskan, partai yang dia pimpin tidak ada persoalan dalam menjalin koalisi dengan Gerindra. Meskipun, internal partai berlambang Kabah itu kini tengah dililit masalah internal, yang berujung pemecatan Suharso Manoarfa dari jabatan waketum dan empat Ketua DPW.

“Sekali lagi Ketum dan DPP PPP yang lain sepakat untuk berkoalisi dengan Prabowo.,” tegasnya.

‪Politikus yang kini menjabat Menteri Agama RI itu juga menambahkan, dalam koalisi ini partainya tidak ada perjanjian politik kecuali untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Seluruhnya diarahkan untuk kepentingan bangsa. Bersatu dulu, kita punya visi yang sama untuk memperjuangkan bangsa ini. Tidak ada politik transaksi,” tandasnya.(Fat/jpnn)




Ini Alasan Gerindra Emoh Bangun Koalisi Kerempeng

084029_gerindra1Jakarta – Pemilihan anggota legislatif pada 9 April lalu tak menghasilkan satu pemenang dominan. Semua partai yang berlaga mesti menjalin koalisi jika ingin mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Pasalnya ambang batas minimal pengajuan pasangan capres dan cawapre adalah mendapat suara minimal 25 persen, atau kursi di Dewan Perwakilan Rakyat paling sedikit 20 persen.
Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya Ahmad Muzani mengatakan, ambang batas alias presidential treshold itu adalah sebuah angka minimal. Artinya besaran angka tersebut belum tentu menghasilkan kekuatan yang bisa mengamankan kedudukan presiden di DPR.
Menurut Muzani semua produk undang-undang yang dikeluarkan presiden harus mendapat persetujuan DPR. Sehingga bila dukungan kekuatan Presiden di DPR sedikit kebijakan pemerintah bisa sering terganggu.
Atas dasar itulah partai besutan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Prabowo Subianto itu tidak ingin membangun koalisi dengan sedikit partai. Partai Gerindra ingin membangun sebuah koalisi besar yang merupakan gabungan dari banyak partai politik.
Dengan banyak partai politik yang bergabung akan menghasilkan kekuatan yang besar juga di DPR, sehingga roda pemerintahan akan efektif.
“Perlu diingat bahwa koalisi dibangun tidak hanya sebagai syarat mengajukan capres dan cawapres, tapi juga untuk membuat roda pemerintahan berjalan efektif,” kata Muzani saat berbincang dengan detikcom, Kamis (17/4/2014) malam.
Sebuah pemerintahan yang menganut sistem presidensial seperti Indonesia menurut Muzani akan berjalan efektif ketika banyak partai terlibat, bukan koalisi dengan dukungan sedikit partai alias kerempeng.(detik.com)




Jatah Raskin Hanya 5 Kg/KK Plus Kutu

Enok-20140417-00222 copyKempas (detikriau.org) — Warga Dusun Mekar Serumpun Desa Danau Pulai Indah Kecamatan Kempas mengeluh. pasalnya, raskin yang diterima dinilai tak layak konsumsi. Selain banyak kutu, jatah yang diterimapun hanya cukup untuk kebutuhan makan beberapa hari.
“Kebanyakan warga saya tergolong masyarakat kurang mampu. beras raskin pastinya menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu. setidaknya, dengan beras bantuan pemerintah ini akan dapat sedikit meringakan kebutuhan rumah tangga warga,” Sampaikan Kepala Dusun Mekar Serumpun, Yusni kepada detikriau.org, kamis (17/4/2014)
Sayangnya, ditambahkan Yusni, beras bantuan pemerintah ini belakangan jumlahnya tidaklah lagi banyak. Untuk 7 RT di Dusunnya, raskin yang diterima hanya sebanyak 585 Kg atau masing-masing KK hanya mendapatkan rata-rata sebanyak 5 Kg.
“Sudahlah jumlah yang kita terima sedikit, beras bantuan ini juga banyak kutu.”keluh Yusni sambil menyebutkan untuk setiap kilonya raskin harus mereka tebus dengan harga sebesar Rp. 2.200. (dro)