Dahlan: Kemauan Itu Seperti Emas

080523_440789_dahlan_iskan1MALANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tampaknya sudah mendapat tempat di hati mahasiswa. Untuk kesekian kalinya mengisi kuliah tamu di Malang, Dahlan kembali mendapat sambutan hangat dan dielu-elukan mahasiswa.

Hal ini sebagaimana yang tersaji kemarin (17/5) di Universitas Brawijaya (UB), Dahlan berhasil memberi motivasi di dua seminar yang dia hadiri yakni seminar tentang kelautan di Widyaloka UB, dan seminar tentang menyongsong generasi emas di Fakultas Teknologi Pertanian.

Dalam seminar kedua ini, hadir juga 150 santri dari Malang Raya yang sedang mengikuti pelatihan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UB.

Dahlan mengisi seminar terlebih dahulu di Widyaloka dengan ditemani Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Agus Suherman dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB Prof. Dr. Ir. Diana Arfiati, MS.

Dahlan mengatakan, untuk menjadi sukses, yang dibutuhkan mahasiswa hanyalah kemauan. Jika mempunyai kemauan, semua orang mempunyai hak yang sama untuk sukses.

“Kemauan ini seperti emas, ada yang 24 karat, 22 karat sampai 18 karat, kalau ada yang belum sukses padahal punya kemauan, mungkin kadar emasnya yang kecil,” kata Dahlan disambut tepuk tangan sekitar 500 peserta seminar yang hadir.

Antusiasme peserta dalam seminar itu terlihat dalam proses tanya jawab. Bahkan, Dahlan memberi uang Rp500 Ribu kepada seorang mahasiswi bernama Trisolia, karena pernyataan mahasiswa ini yang dianggap hebat oleh Dahlan.

Trisolia mengatakan kalau menjadi mahasiswa perikanan itu adalah istimewa.”Karena jika fakultas lain mencari kerja, kita menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya. Mendapat jawaban, Dahlan langsung meminta uang kepada stafnya dan memberikannya ke Trisolia.

Sebelum mengisi seminar di Fakultas Teknologi Hasil Pertanian, kemarin mantan wartawan ini sempat melihat pameran yang sudah disediakan oleh panitia. Dalam kunjungan pamerannya itu, Dahlan sempat melihat olahan hasil pertanian yang dikemas sedemikan rupa oleh para mahasiswa.

Salah satunya Dahlan menyicipi pentol yang dimasak dengan cara Vacuum Frying, diolah dengan teknologi yang masih langka ini, Dahlan memuji rasa pentol yang kering menyerupai keripik. Dengan menggunakan Vacuum Frying, pentol yang diciptakan bisa semakin awet.

“Enak, bagus ini,” kata Dahlan. Selain itu, Dahlan juga melihat kue olahan non beras dan jus kreasi mahasiswa fakultas tersebut.

Di hadapan Rarusan mahasiswa FTP dan santri Se-Malang Raya, kemarin Dahlan menekankan pentingnya mahasiswa pertanian menguasai teknologi. Kemarin Dahlan juga mengajak mahasiswa untuk memikirkan pembuatan alat untuk menanam padi.

“Kita ini lima tahun mendatang akan menjadi sepuluh negara maju di dunia. Jangan sampai negara kita maju tapi petani kita tradisional,” kata pria yang juga pemenang konvensi Partai Demokrat ini.(jpnn)




Bujang Dara, Duta Wisata Kabupaten

rudiansyahTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bujang dan dara yang keluar sebagai pemenang secara otomatis akan menjadi duta wisata Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

“Jika mereka terpilih menjadi bujang dara ada beberapa tugas yang akan mereka emban nantinya. Antara lain, mereka akan menjadi duta Kabupaten Inhil pada ajang-ajang tertentu. Pemenang bujang dara tingkat Kabupaten selanjutnya akan mengikuti bujang dara tingkat Provinsi.” sampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil, H Rudiansyah, kemaren

Bujang dara yang menjadi duta secara aktif dapat mempromosikan ke unikan dan aneka ragam wisata yang terdapat di daerah Inhil agar dapat lebih dikenal oleh daerah lainya.

Disampaikan Rudiansyah kembali, ajang pemilihan bujang dara yang sedang berlangsung berdampak terhadap para peserta untuk pengembangan pola pikir menjadi lebih maju. Mereka dituntut mengenal dan mengerti tentang potensi daerah serta lebih mengenal identitas daerah secara umum.

“Ajang tersebut memberi ruang dan peluang mereka berinovasi dan berkreasi dalam uapaya menemukan jati diri tanpa keluar dari lingkar budaya dimana mereka berasal,”pungkasnya menjelaskan.(dro/adv pemkab inhil)




Jika Ketua PBNU Dukung Prabowo, Suara NU Akan Ikut

ketua-umum-pbnu-kh-said-aqil-siroj-_140424175912-191Depok – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, telah menyatakan dukungannya terhadap Calon Presiden (Capres) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio, menyatakan dukungan ini akan menggembosi suara pemilih terhadap capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi).

“Dukungan Kiai Said kepada Prabowo dapat menyebabkan gembosnya dukungan massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Jokowi, terutama warga NU, basis massa PKB,” tutur Agung, Jumat petang (16/5).

Ikatan patron – klien di lingkungan warga NU sangat kuat, ujar Agung, seperti pengaruh kiai yang sangat kuat atas santri-santrinya. Sementara sang kiai menjadi klien dari kiai-kiai di atasnya.

Apalagi, papar Agung, masing-masing kiai memiliki lebih dari seribu santri. Hitung saja perkalian pemilih NU dari pola patron klien ini.

Kiai Said, jelas Agung, merupakan patron dari sejumlah kiai yang memiliki banyak santri, begitu pula kiai-kiai klien Kiai Said yang merupakan patron dari klien-klien kiai dibawahnya.

Jadi, ungkap Agung, Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), jelas dirugikan jika kiai said mendukung Prabowo.

Dukungan terhadap Jokowi akan semakin gembos jika kiai-kiai NU yang ada di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memilih Prabowo. Bahkan, pungkas Agung, jika Prabowo memilih calon wapres dari kalangan NU, kemungkinan Jokowi hanya membeli gerbong kosong bernama PKB.(republika)




Adakah Kyai Penyebar Dosa?

akhir-zamanPertanyaan semacam itu mungkin dianggap seperti mengada-ada. Di samping itu di Indonesia ini apa yang tidak ada ? Sampai yang benar-benar tidak patut terjadi pun bisa dilakukan orang.

Dan kadang justru kemudian dipopulerkan oleh orang-orang yang tidak waras tapi menguasai media atau sarana lainnya. Anda masih ingat orang yang memakan mayat? Bagaimana dia? Justru dipopulerkan oleh orang-orang tidak waras dan dikenal di seluruh Indonesia.

Kalau hanya bertanya tentang kyai yang menyebar dosa, ya tidak usah djawab. Mungkin ada, mungkin bahkan banyak. Persoalannya bukan masalah ada atau tidak, namun jangan-jangan masyarakat tidak menyadarinya, bahkan pelakunya juga tidak merasa. Padahal dampak pengrusakannya sangatlah dahsyat. Itu yang jadi masalah.

Suatu gambaran, Seorang kyai, dulu waktu remajanya merupakan anak kyai yang dihormati mayarakat. Anak kyai ini biasa manja dan tidak pernah dimarahi oleh siapapun, bahkan ayahnya juga tidak pernah memarahinya. Tidak seperti kepada anak-anak yang lain.

Perlu diingat, seorang anak kadang jadi manja dan tidak pernah dimarahi, berbeda dengan anak-anak yang lain, karena ada beberapa kemungkinan. Mungkin anak itu punya karakter rawan, misalnya dimarahi langsung sakit, maka orang tuanya tak lagi memarahinya walau bersalah.

Mungkin karena anak pertama, atau terakhir, atau pertama laki-laki dari anak-anak perempuan, atau pertama perempuan dari anak-anak laki- laki dan berbagai sebab lainnya. Atau yang terburuk adalah karena anak itu pandai berpura-pura di depan orang tuanya hingga kelihatannya benar terus atau baik terus. Itu sebanding buruknya dengan yang pintar berdusta dan beralasan logis (walau isinya dusta) di depan orang tuanya.

Nah, gambaran anak kyai yang masih remaja ini adalah anak yang tidak pernah tampak salah di depan orang tuanya. Tampak tunduk, bahkan cium tangan kepada ibu bapaknya. Suaranya lembut dan sebagainya. Tetapi di balik itu dia menyembunyikan kenakalannya bahkan kebangkangannya.

Yaitu sering-sering tidak ikut shalat berjamaah ke masjid. Dan itu dilakukan dengan berbagai cara, hingga tidak begitu ketahuan, karena bapaknya yang jadi imam masjid pun tidak mungkin setiap waktu menengok apakah anaknya ada atau tidak. Karena jamaahnya cukup banyak.

Ketika anak kyai ini sudah nikah, kebiasaan tidak shalat berjamaah ke masjid makin menjadi-jadi. Karena rumahnya sudah tidak menyatu lagi dengan rumah orang tuanya walau masih di lingkugan masjid. Ketika kyai sepuh wafat, sang anak ini pun menggantikan orang tuanya sebagai kyai untuk memimpin masjid. Tetapi tampaknya justru yang lebih sering datang ke masjid dan mengimami shalat berjamaah adalah asistennya.

Pada awal-awalnya jamaah masjid tidak mempersoalkannya, dan kegiataan shalat berjamaah pun berlangsung biasa saja. Tetapi dalam jangka sekian waktu, tahu-tahu jamaah masjid semakin surut, mempreteli satu persatu bagai daun berguguran di musim kering.

Lingkungan masyarakat diseputaran masjid itu kemudian tampak sulit melangkahkan kaki ke masjid. Imam shalat kadang sudah menunggu-nunggu setelah adzan, tapi jarang orang masuk ke masjid. Kenapa jadi begini? Apakah mereka tidak giat ke masjid lagi itu gara-gara mengikuti jejak kyai muda yang malas ke masjid? Atau memang hati mereka masing-masing tertutup oleh godaan dunia yang lebih mereka anggap lebih menjanjikan?

Persoalannya bukan hanya sampai di situ. Gambaran kyai muda malas ke masjid itu ternyata dampaknya merambat ke mana-mana. Masjid-masjid kosong. Di mana-mana dikeluhkan seperti itu.

Kenapa?

Karena tipe seperti gambaran kyai muda itu tidak hanya ada di satu tempat, tetapi ada di berbagai tempat. Dan celakanya, ketika kyai-kyai muda itu merupakan pengganti kyai-kyai besar di pusat-pusat pendidikan Islam. Maka akibatnya ditiru oleh orang-orang yang belajar di situ dari berbagai daerah.

Sehingga secara serempak terjadilah peristiwa kosongnya masjid-masjid dari jamaah di berbagai tempat akibat pengaruh kyai-kyai muda yang malas ke masjid yang mereka sudah menggantikan para kyai tua, yakni orang tua mereka yang telah meninggal.

Ada juga yang jadi politikus namun lebih kental hubungannya dengan orang-orang kafir bahkan dikenal sebagai pengkhianat dan sulit dipercaya. Ada juga yang jadi penggerak untuk menjaga tempat-tempat persembahan orang-orang kafir terutama di hari-hari raya mereka.

Bahkan tidak malu-malu mengadakan perayaan agama orang kafir di kantor mereka, hingga orang kafir pemilik hari raya kekafiran itu justru jadi para tamu. Padahal sudah ada ancamannya dalam Hadits :

“Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah diantara umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-sampai berhalapun di sembah”. (HR : Ibnu Hiban).

Ya Allah, kenapa di bumi-Mu ini gejala banyaknya pengganti-pengganti para penolong agama-MU justru menjadi penggembos bahkan perusak agama-MU, ya Allah…

Ya Allah, kenapa gejala para pengganti dari para pemakmur masjid-masjid-Mu kini banyak yang menjadi peroboh masjid-masjid itu dari hidayah-Mu walau tampaknya bangunan-bangunan masjid justru megah-megah ya Allah…

Firman Allah :

“Apakah ini merupakan salah satu bentuk dari musibah yang telah Engkau kisahkan adanya kejadian zaman dahulu, ya Allah …” (QS : Maryam : 56)

” .. Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi ” (QS : Maryak m : 57)

“Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (QS : Maryam : 58)

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” (QS : Maryam : 59)

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun”. (QS : Maryam: 60)

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dan dosa orang tua kami. Sayangilah kami sebagaimana orang tua kami mengelola kami waktu kecil. Ya Allah Yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami atas agamaMU.

Ya Allah tunjukkanlah kami kebenaran itu benar dan berilah rizqi kami untuk mampu mengikutinya, dan tunjukkanlah kami kebatilan itu batil, dan beri rizki kami untuk mampu menjauhinya.(dro/voa-islam.com)




Golkar Diusulkan Usung Calon Luar Partai. Nama Abraham Samad dinilai Potensial

nudirman munirJakarta (detikriau.org) — Politisi senior Partai Golkar, Nudirman Munir mengusulkan pada rapimnas yang dijadwalkan berlangsung pada minggu (18/5/2014) esok, Partai Golkar tidak mengusung pasangan calon dari internal pada Pemilu Presiden 2014.

hal ini disampaikan Nudirman dalam diskusi bertajuk “Kemana Partai Golkar Akan Berlabuh?” yang berlangsung di Jakarta, Jumat, (16/5/2014). Nudirman menyarankan partainya mendukung bakal calon dari luar partai Golkar. Syaratnya, kandidat yang didukung harus dipastikan bisa menandingi elektabilitas kandidat yang ada sekarang. Abraham Samad menjadi salah satu kandidat potensial yang disebut Nudirman.

Menurut Nudirman, elektabilitas Aburizal Bakrie, bakal calon presiden yang juga adalah Ketua Umum Partai Golkar ini tak memadai untuk mengantarkan kemenangan dalam Pemilu Presiden 2014.

“Ada masanya Golkar enggak mengusung kadernya sebagai capres, (seperti) pada periode (kepemimpinan) Akbar Tandjung. Kenapa Golkar hari tidak berani begitu lagi?” tantang Nudirman Munir, Jumat (16/5/2014) sebagaimana yang dikutip dari kompas.com.

Nudirman mengatakan pada masa Akbar memimpin partai, dukungan diberikan kepada pasangan Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi bukan kepada kader partai.

Fakta yang tak disebutkan Nudirman, Partai Golkar “mengirimkan” Jusuf Kalla menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono saat partai berkoalisi mengusung pasangan Megawati dan Hasyim. Kemenangan SBY dan Kalla pada Pemilu 2004 itu kemudian mengantarkan Kalla menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada periode sebelumnya.(dro)




Keutamaan Mengingat Kematian dan Bagaimana Caranya ?

matiAda beberapa hadist Rasulullah s.a.w yang menjelaskan keutamaan mengingat kematian itu, diantaranya;
1. “Perbanyakkanlah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan segala macam kelezatan (kematian)”. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi)

2. Mengingat kematian dapat melebur dosa dan berzuhud: “Perbanyaklah mengingat kematian, sebab yang sedemikian itu akan menghapuskan dosa dan menyebabkan timbulnya kezuhudan di dunia. (diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya)

3. Kematian sebagai penasehat pada diri sendiri: “Cukuplah kematian itu sebagai penasehat” (Diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi)

4. Orang yang tercerdik adalah orang yang terbanyak mengingat kepada kematian: “Secerdik-cerdiknya manusia iayalah yang terbanyak ingatnya kepada kematian serta terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat. (diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan ibnu Abiddunya)

Abdullah bin Muthrif berkata: Kematian itu akan melenyapkan kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang yang diliputi oleh kenikmatan itu. Oleh sebab itu carilah kenikmatan yang tidak ada kematiannya yakni yang tidak ada habisnya.

Ketahuilah bahwa orang yang senantiasa berkecimpung dalam kemewahan keduniaan, yang tenggelam karena tertipu keindahannya serta yang amat mencintai kesyahwatan-kesyahwatan serta kesenangan-kesenangannya, pastilah terlupa hatinya mengingat akan kematian itu. Bahkan ia tidakakan mengingat sama sekali bahwa pada suatu ketika ia juga akan mati. Jikalau diingatkan oleh orang lainpun, ia akan membencinya dan malah lari dari nasihat yang baik itu. Golongan manusia yang semacam inilah yang disebut Allah Ta’ala dalam firmanNya:

“katakanlah bahwa sesungguhnya kematian yang kamu semua melarikan diri daripadanya itu, pasti akan menemui kamu. Kemudian kamu semua akan dikembalikan kepada dzat yang maha mengetahui segala yang ghaib seta yang nyata. Selanjutnya ia akan memberitahukan kepadamu semua apa-apa yang kamu lakukan“. (S Jumu’ah 8)

Seseorang yang mengingat kematian itu ada tiga macam keadaannya:

1. orang terperosok di dalam keduniaan
2. orang yang bertaubat,
3. orang yang menyadari terus menerus.

Golongan orang yang pertama yakni yang sudah terperosok kelembah keduniaan, lazimnya jarang sekali ia akan mengingat-ingat akan kematian itu. Kalaupun ia mengingatnya pada suatu saat, maka yang tampak ialah bagaimana jika ia sudah meninggal dunia, tentu harta bendanya tidak akan dibawanya serta. Jadilah ia akan betul-betul bersedih hati menemui kematian itu. ia menyedihkan hartanya yang banyak, sebab bagaimanapun juga pasti akan ditinggalkan. Orang semacam ini terus juga mencela kematian dan seolah-olah enggan untuk menghadapinya. Oleh sebab itu, jika ia ingat kepada kematian, tidaklah akan mendekatkan diri pada Allah Ta’ala melainkan makin jauh jua.

Golongan orang yang kedua ialah orang yang bertaubat. Ia kan memperbanyak ingatan akan kematian itu dengan tujuan agar timbul ketakutan dan ketaqwaan dalam qalbunya. dengan demikian dapatpula menyempurnakan ketaubatan yang dilakukannya.

Mengenai golongan orang yang ketiga adalah orang yang sadar dan mengetahui duduknya persoalan kematian itu. Ia senantiasa akan ingat dengan kematian dan dengan tabah akan menghadapi kedatangannya. Sebabnya ialah karena ia sadar pula bahwa saat kematian itu adalah merupakan saat yang sangat bahagia baginya, ia akan dapat bertemua dengan kekasihnya. Ingatlah bahwa seseorang yang mencintai sesuatu pasti tidak akan terlalai sedikitpun masa pertemuannya dengan siapa yang dikasihnya itu. Kekasih satu-satunya bagi orang yang demikian adalah Allah Subhanu wa Ta’ala.

Bagaimana Jalan Sebaiknya Untuk Mengingat-Ingat Kematian Itu ?

Jalan yang sebaik-baiknya untuk itu adalah dengan memperbanyak kenang-kenangan kepada kawan- kawan atau teman sepergaulan yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya. Ingatlah mereka sebentar. Bagaimana kematian mereka itu dab bagaimana akhirnya tempat berdiam dibawah tanah.

Ingat pulalah sejenak rupa mereka-mereka itu, juga kedudukan dan jabatan mereka dikalangan masyarakat. Kenangkan pula bagaimana keadaannya sekarang. Tentunya kebagusan rupa dan kedudukan itu telah dilenyapkan oleh tanah yang menutupinya.

Bagian-bagian tubuhnya tentu sudah tercerai berai di dalam kubur mereka. Masjid dan majelispun akan berkurang karena ditinggalkan emreka itu. Bahkan bekas-bekas apapun dari mereka itu sudah tidak terdapat lagi. Selanjutnya hendaklan diresapkan kedalam hatinya bahwa ia adalah tidakberbeda sama sekali dengan kawan-kawan yang sudah terlebih dahulu berpulang. apa yang akan dialami oleh dirinya sendiri adalah sama dan tepat dengan apa yang dialami oleh mereka itu, akibatnyapun sama.

Nah, dengan pemikiran semacam itu secara terus menerus, terutama sekali saat memasuki kawasan kubur dan diwaktu membesuk orang sakit, pasti sedikit banyak akan mempengaruhi ingatannya kepada kematian yang pasti akan ditemuinya. Ingatan akan keamtian itu akan timbul kembali dalam kalbunya dan oleh karenanya akan berhasrat pula untuk membuat segala persiapan guna menyambut kedatangannya, bahkan mungkin dapat akan menjauhkan dirinya dari tipuan keduniaan.

Apabila disuatu saat dirinya amat terpesona dengan sesuatu benda duniawi, maka seyogyanya selalu mengingat-ingat kembali bahwa ia pasti akan tercerai berai dengan apa yang dicintainya itu. Ia pasti akan meninggalkannya atau benda itu yang akan meningalkannya terlebih dahulu. Apa yang dicintainya itu pasti tidak kekal berada di sisinya.

Terjadi sesuatu peristiwa yaitu Ibnu Muthi’ pada sjatu hari memandang rumahnya yang memang baik, indah dan elok sekali. Ia kagum pada keindahannya itu tetapi kemudian ia menangis. Setelahnya ia berkata, Ah andaikan tidak ada kematian, pasti aku akan mencintaimu dan gembira sekali memilikimu. Yah andaikan kita tidak memasuki liang kubur yang sempit, tentu mata kita akan terpesona selalu oleh harta duniawiah ini”. Sehabis berkata ini, ia meneruskan tangisnya lagi. Semoga Allah Ta’ala merahmati kita sekalian dan orang yang mulian ini.(dro)
Pustaka: Mau’izhatul Mukminin. Ringkasan dari ihya’ ‘Ulumuddin (karangan Imam Al Ghazali)