MEMBUKA TABIR KEGAIBAN

syaikh abdul qadir jailanidetikriau.org – MEMBUKA TABIR KEGAIBAN ini adalah sebuah kita yang ditulis oleh seorang wali Allah, Syaikh Abdul Qadir Jailani. Beliau dilahirkan di Naif dikawasan daerah jailan, Persia pada bulan ramadhan 470 H kurang lebih bertepatan dengan tahun 1077 M. Ayahnya bernama Abu Shaleh, seorang yang sangat ta’at kepada Allah dan mempunyai keturunan dengan Imam Hasan, yaitu anak sulung dari Syaidina Ali (saudara sepupu Nabi Muhammad saw) dengan Fatimah (anak perempuan Nabi Muhammad saw).

Ibu Syaikh Abdul Qadir Jailani adalah putri Abdullah Shaumayya, seorang yang juga sangat ta’at kepada Allah, keturunan Imam Husain, anak Ali dengan Fatimah. Jadi Syaikh Abdul Qadir Jailani adalah anak keturunan Hasan dan juga Husain.

Karya Syaikh Abdul Qadir Jailani yang paling agung adalah kitab “Futuhul Ghaib (Membuka Tabir Kegaiban). Kitab ini berisikan 80 (delapan puluh) ajaran dan nasehat sang Syekh yang sangat terkenal diseluruh dunia yang nantinya akan kami tuliskan kembali secara bertahap.

Semenjak kecil Syaikh Abdul Qadir Jailani dikenal dikenal sebagai anak yang pendiam dan mempunyai sopan santun. Ia suka merenung sambil berpikir dan sangat cenderung kepada mistik (pengalaman kerohanian). Setelah berusia 18 tahun. Syaikh Abdul Qadir Jailani mnejadi orang yang paling tamak dengan ilmu dan cenderung ingin selalu bersama-sama dengan orang-orang shaleh. Keadaan inilah yang mendorong dirinya untuk pergi mengembara ke Bagdad, yang pada masa itu menjadi pusat pengkajian berbagai ilmu.

Syaikh Abdul Qadir Jailani juga dijuluki Ghautsul A’zham’ (wali Allah yang paling Agung). Menurut pemahaman orang-orang sufi, Ghaut berada dibawah tingkatan Nabi dalam pangkat kerohanian dan dalam menyampaikan rahmat Allah kepada manusia. Ada juga orang masa sekarang ini yang mengatakan bahwa Syaikh Abdul Qadir Jailani masuk dalam peringkat Ash –Shiddiqun, sebagaimana digelarkan oleh Al-Qur’an untuk orang-orang seperti beliau.

Syaikh Abdul Qadir Jailani meninggal dunia pada tanggal 11 Rabiul Awal 561 H atau Tahun 1166 M.
AJARAN SYAIKH ABDUL QADIR JAILANI

Ajaran Pertama:
Ada tiga perkara yang wajib diperhatikan oleh setiap Mu’min didalam seluruh keadaan, yaitu: Melaksanakan segala perintah Allah, menjauhkan diri dari segala yang haram, dan ridho dengan hokum-hukum atau ketentuan Allah.
Ketiga perkara ini jangan sampai tidak ada pada seorang mukmin. Oleh karena itu seorang Mu’min harus memikirkan perkara ini, bertanya kepada dirinya tentang perkara ini dan anggota tubuhnya melakukan perkara ini.

Ajaran Kedua:
Ikutilah dengan ikhlas jalan yang telah ditempuh oleh Nabi besar Muhammad saw dan janganlah merubah jalan itu. Patuhlah kepada Allah dan Rasulnya dan jangan sekali-kali berbuat durhaka.
Bertauhidlah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya. Allah itu maha suci dan tidak mempunyai sifat-sifat tercela atau kekurangan.
Janganlah ragu-ragu terhadap kebenaran Allah. BErsabarlah dan berpegang-teguhlah keadaNya.
Bermohonlah kepadaNya dan tunggulah dengan sabar.
Bersatupadulah dalam menta’ati Allah dan jangan berpecah belah.
Saling mencintai antar sesame dan janngan saling mendengki.
Hindari diri dari segala noda dan dosa. Hiasilah dirimu dengan ketaatan kepada Allah.
Janganlah menjauhkan diri dari Allah dan jangan pernah melupakanNya.
Janganlah lalai untuk bertobat kepadaNya dan kembali kepada-Nya.
Jangan jemu untuk memohon ampun kepada Allah pada siang dan malam hari. Mudah-mudahan kamu akan diberikan lindungan olehi-Nya dari marabahaya dan azab neraka, diberikan kehidupan yang berbahagia di dalam surge, bersatu dengan Tuhan dan diberi nikmat-nikmat oleh-Nya. Kamu akan menikmati kebahagiaan dan kesentosaan yang abadi disorga beserta para Nabi, orang-orang shiddiq, para syuhada’ dan orang-orang sholeh. Kamu akan kekal didalam surge itu untuk selama-lamanya.
Ajaran ketiga:………….. (bersambung)

Sumber: diterjemahkan oleh Asep Kamal dari kitab Futuhul Ghaib, Karya Syaikh Abdul Qadir Jailani
Dituliskan kembali oleh : Muhammad Faisal




Mengenal Putra dan Putri Rasulullah

Mengenal-Putra-dan-Putri-Rasulullah-720x340detikriau.org — Pembicaraan tentang putra dan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk pembicaraan yang jarang diangkat. Tidak heran, sebagian umat Islam tidak mengetahui berapa jumlah putra dan putri beliau atau siapa saja nama anak-anaknya.

Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,

قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ

“Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR Ahmad no.24864)

Saat beliau mengucapkan kalimat ini, beliau belum menikah dengan Maria al-Qibtiyah.

Anak-anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga adalah Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari jalur Khadijah, kemudian Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah dan Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

Putri-putri Rasulullah

Para ulama sepakat bahwa jumlah putri Rasulullah ada 4 orang, semuanya terlahir dari rahim ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.

Pertama, putri pertama Rasulullah adalah Zainab binti Rasulullah.

Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah binti Khuwailid, yang bernama Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini berlangsung sebelum sang ayah diangkat menjadi rasul. Zainab dan ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menerima Islam, akan tetapi sang suami, Abu al-Ash, tetap dalam agama jahiliyah. Hal ini menyebabkan Zainab tidak ikut hijrah ke Madinah bersama ayah dan saudari-saudarinya, karena ikatannya dengan sang suami.

Beberapa lama kemudian, barulah Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah menyelamatkan agamanya dan berjumpa dengan sang ayah tercinta, lalu menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama mertua dan istrinya. Keluarga kecil yang bahagia ini pun bersatu kembali dalam Islam dan iman. Tidak lama kebahagiaan tersebut berlangsung, pada tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-Ash dan putri mereka Umamah.

Setelah itu, terkadang Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana dalam hadis disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, ketika shalat, apabila beliau sujud, beliau meletakkan Umamah dari gendongannya.

Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.

Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabat yang mulia Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Keduanya turut serta berhijrah ke Habasyah ketika musyrikin Mekah sudah sangat keterlaluan dalam menyiksa dan menyakiti orang-orang yang beriman. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra yang dinamai Abdullah.

Ruqayyah dan Utsman juga turut serta dalam hijrah yang kedua dari Mekah menuju Madinah. Ketika tinggal di Madinah mereka dihadapkan dengan ujian wafatnya putra tunggal mereka yang sudah berusia 6 tahun.

Tidak lama kemudian, Ruqoyyah juga menderita sakit demam yang tinggi. Utsman bin Affan setia merawat istrinya dan senantiasa mengawasi keadaannya. Saat itu bersamaan dengan terjadinya Perang Badar, atas permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun tidak bisa turut serta dalam perang ini. Wafatlah ruqayyah  bersamaan dengan kedatangan Zaid bin Haritsah yang mengabarkan kemenangan umat Islam di Badar.

Ketiga, Ummu Kultsum binti Rasulullah.

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha. Oleh karena itulah Utsman dijuluki dzu nurain (pemilik dua cahaya) karena menikahi dua putri Rasulullah, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki sahabat lainnya.

Utsman dan Ummu Kultsum bersama-sama membangun rumah tangga hingga wafatnya Ummu Kultsum pada bulan Sya’ban tahun 9 H. Keduanya tidak dianugerahi putra ataupun putri. Ummu Kultsum dimakamkan bersebelahan dengan saudarinya Ruqayyah radhiallahu ‘anhuma.

Keempat, Fatimah binti Rasulullah.

Fatimah radhiallahu ‘anha adalah putri bungsu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. Pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah menikahkannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Pasangan ini dikaruniai putra pertama pada tahun ketiga hijriyah, dan anak tersebut dinamai Hasan. Kemudian anak kedua lahir pada bulan Rajab satu tahun berikutnya, dan dinamai Husein. Anak ketiga mereka, Zainab, dilahirkan pada tahun keempat hijriyah dan dua tahun berselang lahirlah putri mereka Ummu Kultsum.

Fatimah adalah anak yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari gaya bicara dan gaya berjalannya. Apabila Fatimah datang ke rumah sang ayah, ayahnya selalu menyambutnya dengan menciumnya dan duduk bersamanya. Kecintaan Rasulullah terhadap Fatimah tergambar dalam sabdanya,

فاطمة بضعة منى -جزء مِني- فمن أغضبها أغضبني” رواه البخاري

“Fatimah adalah bagian dariku. Barangsiapa membuatnya marah, maka dia juga telah membuatku marah.” (HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda,

أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد، وفاطمة بنت محمد، ومريم بنت عمران، وآسية بنت مُزاحمٍ امرأة فرعون” رواه الإمام أحمد

“Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiah bin Muzahim, istri Firaun.” (HR. Ahmad).

Satu-satunya anak Rasulullah yang hidup saat beliau wafat adalah Fatimah, kemudian ia pula keluarga Rasulullah yang pertama yang menyusul beliau. Fatimah radhiallahu ‘anha wafat enam bulan setelah sang ayah tercinta wafat meninggalkan dunia. Ia wafat pada 2 Ramadhan tahun 11 H, dan dimakamkan di Baqi’.

Putra-putra Rasulullah

Pertama, al-Qashim bin Rasulullah. Rasulullah berkunyah dengan namanya, beliau disebut Abu al-Qashim (bapaknya Qashim). Qashim lahir sebelum masa kenabian dan wafat saat usia dua tahun.

Kedua, Abdullah bin Rasulullah. Abdullah dinamai juga dengan ath-Thayyib atau ath-Thahir. Ia dilahirkan pada masa kenabian.

Ketiga, Ibrahim bin Rasulullah.

Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia adalah anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17 atau 18 bulan. Rasulullah sangat bersedih dengan kepergian putra kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya ini. Ketika Ibrahim wafat, Rasulullah bersabda,

“إن العين تدمع، والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يُرْضِى ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون” رواه البخاري

“Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari).

Kalau kita perhatikan perjalanan hidup Rasulullah bersama anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak. Allah Ta’ala mengaruniakan beliau putra dan putri yang merupakan tanda kesempurnaan beliau sebagai manusia. Namun Allah juga mencoba beliau dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaiman dahulu mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, ibu, kakek, dan pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah juga tidak memperpanjang usia putra-putra beliau, salah satu hikmahnya adalah agar orang-orang tidak mengkultuskan putra-putranya atau mengangkatnya menjadi Nabi setelah beliau. Bisa kita lihat, cucu beliau Hasan dan Husein saja sudah membuat orang-orang yang lemah terfitnah. Mereka mengagungkan kedua cucu beliau melebih yang sepantasnya, bagaimana kiranya kalau putra-putra beliau dipanjangkan usianya dan memiliki keturunan? Tentu akan menimbulkan fitnah yang lebih besar.

Hikmah dari wafatnya putra dan putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sebagai teladan bagi orang-orang yang kehilangan salah satu putra atau putri mereka. saat kehilangan anaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dan tidak mengucapkan perkataan yang tidak diridhai Allah. Ketika seseorang kehilangan salah satu anaknya, maka Rasulullah telah kehilangan hampir semua anaknya.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya..

Sumber: Islamweb.net




Ketika Prabowo Bikin Takut Australia

Prabowo tak bakal berkompromi dengan Australia, kata Hikmahanto Juwana

252106_usai-mendaftar-pilpres--prabowo-hatta-arb-diarak-pendukung_663_382Jakarta — Pengamat hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menganggap tenggat waktu penyelesaian kode tata kelakuan baik (Code of Conduct) sebagai syarat pulihnya hubungan RI-Australia merupakan sesuatu yang terburu-buru.

Untuk diketahui, dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott pada awal Mei, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono berharap COC sudah rampung bulan Agustus.

Menurut Hikmahanto, proses pemulihan hubungan yang demikian hanya menunjukkan kasus kisruh hubungan RI-Australia menyangkut ego pribadi Presiden SBY, bukan masalah negara.

“Saya melihat hubungan kedua negara harus membaik semata-mata karena tenggat waktu kepemimpinan Presiden SBY yang sebentar lagi akan berakhir,” ujar Hikmahanto, 22 Mei 2014. Masa jabatan SBY sebagai Presiden RI akan berakhir pada bulan Oktober.

Hikmahanto khawatir COC akan diselesaikan seadanya. “Saya prediksi COC tidak akan sampai detail. Pembuatan COC kan membutuhkan negosiasi, sementara negosiasi membutuhkan waktu yang mungkin sampai lewat Agustus. Yang terpenting ketika ditanya dan ditagih rakyat (di akhir periode SBY menjabat), COC-nya sudah ada,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UI itu.

Dalam hal ini, ujar Hikmahanto, terlihat seolah-olah RI tidak tegas dalam menyikapi kasus penyadapan yang dilakukan oleh Badan Intelijen Australia. Dia berpendapat, seharusnya setelah penarikan Duta Besar RI untuk Australia Nadjip Riphat Kesoema, pemerintah RI turut mengusir Dubes Australia Greg Moriarty.

“Dengan begitu saat memulai kembali proses pemulihan hubungan bisa lebih baik. Tidak seperti sekarang yang seolah-olah tanggung. Dalam kasus ini, rakyat melihat SBY yang memulai tetapi dia juga yang meminta untuk diakhiri,” kata Hikmahanto.

Dia menilai seharusnya Indonesia bisa lebih tegas di masa mendatang di bawah kepemimpinan baru. “Apabila tampuk kekuasaan dipegang oleh Pak Jokowi dan JK, maka mereka akan melihat kondisi yang terjadi saat ini dan belajar dari pengalaman rezim SBY. Sementara apabila Prabowo dan Hatta Rajasa yang terpilih, maka kebijakan yang diambil akan lebih mementingkan Indonesia,” kata Hikmahanto.

Apabila Prabowo yang naik jadi presiden, ujar Hikmahanto, tidak bakal ada kompromi. Itu sebabnya, menurut Hikmahanto, Australia cukup khawatir bila Prabowo berkuasa.

Hikmahanto mengingatkan agar sikap tegas yang ditunjukkan oleh masing-masing calon presiden tidak hanya terjadi saat masa kampanye saja. “Mereka harus merealisasikan janji-janji ketika masa kampanye, khususnya yang menyangkut kebijakan luar negeri. Jangan nanti setelah duduk di kursi kekuasaan, lalu lupa,” kata dia.

Akar masalah

Hubungan RI-Australia memanas setelah skandal penyadapan terhadap Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono berserta sejumlah pejabat tinggi RI lainnya terungkap di media Australia, November 2013. Presiden SBY lantas menarik Dubes Nadjip dari Canberra ke Jakarta untuk berkonsultasi.

Sebagai syarat untuk pemulihan hubungan, Presiden SBY mengajukan enam langkah yang akhirnya dibuat tata kode kelakuan baik atau COC pada 26 November 2013. Keenam langkah itu yakni pertama, Menteri Luar Negeri kedua negara membicarakan secara mendalam dan serius isu-isu sensitif berkaitan dengan hubungan bilateral kedua negara paska terbongkarnya penyadapan.

Kedua, setelah ada kesepakatan, maka akan ditindaklanjuti dengan pembahasan protokol dan kode etik secara lengkap dan mendalam. Ketiga, SBY akan memeriksa konsep protokol dan kode etik itu. Keempat, pengesahan kode etik akan dilakukan di hadapan Presiden SBY dan PM Tony Abbott.

Kelima, kedua negara harus membuktikan kode etik itu dipenuhi dan dijalankan. Keenam, setelah kode etik dijalankan, maka kepercayaan terhadap Australia diharapkan muncul kembali.

Namun penyelesaian COC ini berpotensi terhambat dengan kebijakan Angkatan Laut Australia yang mendorong perahu pencari suaka ke perairan Indonesia.

Sumber: Viva.co.id




Habib Syech Mantapkan Mahfud MD Dukung Prabowo-Hatta

Habib Syech mengajak Mahfud bersalawat ke berbagai daerah.

248153_mahfud-md-siap-menjadi-capres-ataupun-cawapres_663_382Jakarta — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mantap mendukung  calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dengan saran dan dukungan para kiai, Mahfud bersedia menjadi ketua tim pemenangan.

Menurut Mahfud, keputusan itu diambil ditengah pro dan kontra yang ada di lingkungan sekitarnya. Tapi, ada beberapa tokoh yang dianggap Mahfud sebagai mentor dan panutan yang memantapkan pilihannya.

Salah satunya adalah Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Murid dari almarhum Habib Anis bin Alwi Alhabsyi, imam masjid Riyadh Gurawan Solo itu langsung menghubungi Mahfud dan menyatakan bersyukur dan memantapkan agar mendukung Prabowo – Hatta.

“Habib Syech menyatakan bersyurkur dan mengajakan saya untuk bersalawat ke berbagai daerah untuk mendoakan kemenangan Prabowo-Hatta,” katanya.

Menurut Mahfud, kiai Agus Ali Masyhuri dari Tulangan Sidoarjo juga mengatakan “wajib” bagi dirinya untuk melanjutkan perjuangan di jalan politik.

Meski ada yang mendukung, ada juga kiai yang meminta Mahfud untuk memikirkan masak-masak sebelum menjatuhkan pilihan. Seperti sahabatnya, KH, Khudori Yusuf atau Gus Yusuf dan K. Ahmad Bagja.

“Mereka menyarankan agar saya mempertimbangkan secara konprehensif dan tenang, jangan terburu-buru,” katanya.

KH Malik Madani, senior dan penasihat Mahfud dari UIN Yogya, meminta agar dirinya netral. Banyak tuduhan bahwa Mahfud dinilai sedang memburu jabatan atau sedang sakit hati.

Lain dengan para kian, tanggapan lain juga datang dari para mahasiswa Mahfud. Dia mengaku menerima pesan bahwa mahasiswanya akan mengambil sikap politik lain dan mendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Pesan itu isinya kami tetap mengagumi dan ta’dzim kepada Bapak sebagai guru kami, tapi izinkan kami mengambil pilihan politik lain.” Katanya.

Tidak hanya itu, Mahfud mengungkapkan, gurunya yang mengajarnya di UGM, Prof. Maria Sumardjono juga mengirimkan pesan. Inti pesan tersebut meminta agar Mahfud berhati-hati dan tidak emosional dan terburu-buru dalam mengambil keputusan tentang masalah penting seperti ini.

Akhirnya Mahfud mengaku mengikuti apa yang dikatakan oleh Imam Al-Ghazali. Bahwa memperjuangkan nilai kebaikan agama itu takkan efektif kalau tak punya kekuasaan politik. Dengan kata lain, nilai luhur agama adalah saudara kembar dari pejuangan politik.

“Memperjuangkan kebaikan ajaran agama dan mempunyai kekuasaan politik adalah saudara kembar. Agama adalah dasar pejuangan, sedang kekuasaan politik adalah pengawal perjuangan. Perjuangan tanpa fondasi atau dasar (prinsip) agama akan runtuh, dan perjuangan yang tak dikawal kekuasan politik akan sia-sia,” Katanya.

Dengan semua masukan tersebut, Mahfud mengaku telah mantap memilih untuk menjadi ketua pemenangan tim capres Prabowo-Hatta.

“Bismillah dengan ini saya nyatakan memulai berjuang bersama pasangan Prabowo-Hatta dengan memimpin tim nasional pemenangan pasangan tersebut,” katanya.

Sumber: Viva.co.id




Hingga ada Kejelasan, Aktifitas PT SAL diminta di Hentikan

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir AMD junaidi saat memimpin rapat dengan terkait penolakan masyarakat Desa Pungkas atas masuknya PT SAL diruang Banggar gedung DPRD Inhil, kemaren
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir AMD junaidi saat memimpin rapat dengan terkait penolakan masyarakat Desa Pungkas atas masuknya PT SAL diruang Banggar gedung DPRD Inhil, kemaren

Tembilahan (detikriau.org)- DPRD Inhil sepakat untuk sementara waktu menghentikan aktifitas PT Setia Agrindo Lestari (SAL). keputusan ini diambil hingga adanya kejelasan persoalan komplik yang kini tengah terjadi dengan masyarakat Desa Pungkat.

Hal ini disampaikan oleh ketua komisi II DPRD Kabupaten Inhil, Junaidi kemaren saat ditemui detikriau.org di gedung DPRD Inhil

“Kita sudah mengadakan pembahasan dengan masyarakat setempat. keputusannya, kita menghentikan sementara kegiatan PT SAL sampai persoalan ini selesai”. Ujarnya

Pada saat yang sama Junaidi juga menyebutkan bahwa tidak hanya PT SAL yang akan diperingati akan tetapi perusahaan-perusahan lainnya juga akan mendapat peringat jika melanggar ketentuan yang merugikan masyarakat, “ini juga warning untuk perusahaan lainnya”. Ancam Junaidi.

Menurut penyampaiannya, sejauh ini memang sudah banyak keluhan-keluhan dari masyarakat yang sampai ke dewan, oleh karena itu pihaknya akan melakukan peninjauan mengenai izin dari perusahaan-perusahaan yang dimaksud untuk segera ditindaklanjuti.(Ahmad tarmizi)




Sekda Inhil Buka Rakor PPRG 2014

Foto: Rul, Humas Pemkab Inhil
Foto: Rul, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Inhil, Alimuddin RM membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Perencanaan Penganggaran Yang Responsif Gender (PPRG) Kab.Inhil Tahun 2014.

Rakor PPRG yang dilaksankan di Aula kantor Dipenda Inhil ini ditujukan untuk menyamakan persepsi para penentu kebijakan, program dan kegiatan mulai dari penyusunan perencanaan dan penggaran agar responsif gender. Kemudian untuk memberikan pengarahan tentang tata cara pengintegrasian isu gender kedalam system perencanaan dan pengagaran program dan kegiatan supaya responsive gender.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan akan dapat membuahkan hasil tersusunya perencanaan dan pengangaran program dan kegiatan yang responsif gender disemua SKPD sebagai penangung jawab masing- masing bidang pembangunan yang selanjutnya dapat diterapkan anggaran responsif gender dalam semua program dan kegiatan pembangunan serta menurunnya isu gender dalam semua bidang pembangunan sehingga seluruh SKPD melaksanakan anggaran berbasis kinerja.

Peserta Rakor PPRG ini berjumlah sebanyak 150 Orang peserta yang terdiri dari Setdakab Inhil, Staf ahli Bupati, asisten, kepala badan, dinas, kantor sekretariat Dprd,sekretaris Dinas,Badan,Kabag Umum Sekretariat Dprd, Direktur Rsud tengku sulung dan Raja musa, Camat dan sekcam se kab.inhil, kepala bagian dilingkungan setda inhil kab.inhil, kasubag petencanaan dinas, badan, kantor se- inhil, kasubag perencanaan yang juga mengikuti rakor sejumlah 30 orang.

Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari, terhitung sejak tanggal 22 – 24 mei 2014 dengan menghadirkan Nara sumber dari Kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, jakarta, Badan Pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan KB provinsi Riau, dan Bappeda Kab.Inhil.

Dalam sambutannya, Sekda pelaksanaan rakor PPRG ini kenudian akan dilanjutkan dengan pelatihan PPRG bagi kasubbag perencanaan SKPD. Hal ini ditujukan untuk menyamakan persepsi dan memberikan arahan serta batasan tentang ruang lingkup perencanaan, penyusunan, penganggaran yang Responsif Gender di semua SKPD.

“Mengingat arti pentingnya kegiatan ini saya mengharapkan seluruh SKPD dan peserta lainnya agar dapat mengikuti kegiatan ini sebaik- baiknya, sehingga dapat mengambil manfaat dan dapat memperoleh akses yang sama dalam sumberdaya pembangunan, serta mempunyai persepsi yang sama dalam mengintegrasikan gender dalam dokumentasi perencanaan dan penganggaran.” Pesan Sekda

Kepada kasubag perencanaan SKPD, Sambung Sekda, selain mengikuti rakor ini ia juga berpesan agar dapat mengikuti pelatihan PPRG dengan sebaik- baiknya dan penuh tanggung jawab, yang nantinya diharapkan dapat mengimplementasikan dalam penyusunan anggaran yang responsif gender di masing- masing SKPD.(dro/adv pemkab inhil)