Ruhut: Jokowi Presiden, tapi Jadi RI-4, Bukan RI-1

1812535Jokowi-Ruhut1780x390JAKARTA — Pernyataan pedas terus dilayangkan juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul terhadap bakal calon presiden yang diusung poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo. Kali ini, Ruhut meragukan performa Jokowi jika terpilih sebagai presiden. Menurut dia, anggapan orang yang mengatakan bahwa jika Jokowi menjadi presiden, dia tak akan menjadi RI-1 yang sesungguhnya, ada benarnya.

“Enggak salah juga kalau ada yang bilang Jokowi kalau jadi presiden bukan RI,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Ruhut mengatakan, pendapatnya ini berdasarkan situasi internal PDI Perjuangan yang dinilainya sangat berjenjang dengan keberadaan Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri dan putrinya, yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P, Puan Maharani. Ruhut menilai, dua sosok ini akan mempersulit posisi Jokowi. Apalagi, kata dia, dengan keberadaan calon wakil presidennya, Jusuf Kalla, yang dianggapnya dominan.

“JK kan kadang-kadang juga jadi the real president. RI-1 nya bisa bisa Bu Mega, bisa JK. RI-3 kan ada Puan, bos. Ada yang bilang Jokowi RI-4. Aku bilang biar sama nomor urut PDI-P,” kata Ruhut.

Partai Demokrat sendiri memilih netral pada Pemilu Presiden 2014. Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini tak berkoalisi dengan dua poros koalisi yang dibangun PDI Perjuangan maupun Partai Gerindra.

Sumber: kompas.com




Awali Pidato, Jokowi Gunakan Mukadimah Berbahasa Arab

JAKARTA – Serangan politis berbau SARA ke arah Joko Widodo semakin kencang seiring kian dekatnya pemilu presiden. Salah satunya adalah dengan menghembuskan kabar bahwa calon presiden yang dikenal dengan sapaan Jokowi itu diragukan kadar keislamannya dan tak fasih melafalkan doa dalam Bahasa Arab.

Namun, Jokowi menjawab keraguan itu bukan dengan bantahan. Pria yang berpasangan dengan Jusuf Kalla di pemilu presiden (pilpres) itu justru menunjukkan kefasihannya melafalkan doa dalam Bahasa Arab.

Hal itu pula yang ditunjukkan Jokowi saat menyampaikan sambutan pada peresmian posko pusat pemenangan Jokowi-JK di kawasan Kebayowan Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/5). Sesaat setelah mengucap salam, Jokowi tidak langsung meneruskannya dengan sambutan. Ia memilih menggunakan mukadimah berbahasa Arab.

Begitu selesai mengucap salam dan dibalas dengan ucapan wassalamu alaikum, Jokowi lantas melanjutkan dengan doa dalam Bahasa Arab. Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, wabihi nasta’inu ‘alaa umuriddunya waddin, wa’ala habiibina, wasyafi’ina.”

Pemandangan yang bisa dibilang ganjil itu justru mengundang aplaus. Hingga Jokowi menuntaskan mukadimahnya dalam Bahasa Arab,  suara koor ‘amiin’ masih terdengar.

Jokowi lantas menyampaikan candaan ketika tuntas membaca mukadimah. “Kalau NU tahu bagaimana meneruskannya,” sambil melihat ke arah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang juga hadir pada acara itu.

Tawa pun pecah ketika hadirin mendengar candaan Jokoki. Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri yang didampingi Tjahjo Kumolo (sekretaris jenderal), Puan Maharani (Ketua Badan Pemenangan Pilpres PDIP) dan sejumlah elite partai pengusung Jokowi-JK yang hadir pun ikut tertawa.

Sementara Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa duet Jokowi-JK harus bisa menunjukkan diferensiasi. Salah satunya adalah kemeja yang menjadi identitas pasangan itu.

Jokowi mengatakan, dirinya akan mengenakan kemeja kotak-kotak. Sedangkan JK akan mengenakan kemeja putih. “Tidak harus sama semua, ada yang kotak-kotak, ada yang putih, karena Indonesia memang warna warni,” katanya.

Saat berbicara soal kostum itu, Jokowi secara tidak langsung menyindir pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang juga mengenakan kemeja putih. “Kita ini trendsetter (pihak yang memulai, red), sana yang follower,” ucap pria yang juga Gubernur DKI itu lagi-lagi disambut tawa.

Sumber: jpnn.com




Mahfud MD: Ada yang Menyerang Diri Sendiri, lalu Menyalahkan Kami

133325820140507-120149780x390JAKARTA — Mahfud MD, ketua tim kampanye nasional pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mengingatkan tim kampanyenya untuk tidak melakukan black campaign atau kampanye hitam menjelang Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.

Mahfud menyayangkan masih ada lawan politiknya yang melakukan kampanye hitam, salah satunya dengan memfitnah lawan politik. “Sekarang ini ada yang lempar batu sembunyi tangan, ada yang melakukan serangan politik kepada diri sendiri, tetapi diisukan itu kita yang berbuat, menyalahkan kita sebagai lawan,” kata Mahfud dalam orasinya pada pemantapan tim kampanye Prabowo-Hatta di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (27/5/2014) siang.

Hadir dalam acara ini semua caleg terpilih dari setiap partai koalisi, yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Keadilan Sejahtera. Hadir pula para petinggi dari setiap partai.

Menuut Mahfud, kampanye hitam yang dilayangkan dalam rangka pemilu akan merugikan bangsa ke depan. Efek yang ditimbulkan dari kampanye hitam tidak akan sebanding meskipun pelaku kampanye hitam berhasil mendapatkan kekuasaan yang mereka inginkan.

“Dalam kampanye kemenangan, kita tidak boleh black campaign dengan memfitnah. Kita tidak boleh kampanyekan SARA. Kita harus lihat dan menyadari kampanye yang sensitif akan berdampak negatif untuk jangka yang panjang, sementara kampanye ini kita lakukan hanya untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.

 

 

Sumber: Kompas.com




Warga Pungkat Berharap Keputusan Dewan Berpihak Ke Masyarakat

“Terkait Penolakan Kehadiran PT SAL”

DPRD dan Dinas Perkebunan Inhil saat meninjau lokasi sengketa masyarakat Desa Pungkat dan PT SAL akhir pekan kemaren.
DPRD dan Dinas Perkebunan Inhil saat meninjau lokasi sengketa masyarakat Desa Pungkat dan PT SAL akhir pekan kemaren.

Tembilahan (detikriau.org) — Masyarakat Desa Pungkat Kecamatan Gaung berharap agar Pemkab dan DPRD Inhil untuk mengambil kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Mereka menilai kehadiran anak perusahaan Sinar Mas Group, PT Setia Agrindo Lestari (SAL) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini hanya menimbulkan kerugian bagi masyarakat setempat.

“akhir pekan Kemaren, Anggota DPRD Inhil gabungan Komisi I dan II beserta Dinas perkebunan turun langsung melihat ke lokasi. Kita berharap lembaga penyampai aspirasi masyarakat dan Pemkab Inhil arief dan memberikan keputusan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat,” Sampaikan perwakilan masyarakat pungkat, Zacky Hasan melalui sambungan telepon selularnya kepada detikriau.org, selasa (27/5/2014)

Komisi II DPRD Inhil, melalui anggotanya, Edi Haryanto ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya terkait harapan masyarakat pungkat ini, selasa (27/5/2014) memberikan jaminan bahwa tindakan yang mereka lakukan pastinya dilatarbelakangi pembelaan terhadap kepentingan masyarakat.

DPRD dan Dinas Perkebunan Inhil saat meninjau lokasi sengketa masyarakat Desa Pungkat dan PT SAL akhir pekan kemaren (2)“kemaren kita sudah turun kelokasi. apa yang disampaikan masyarakat, kami nilai benar adanya. ini bentuk komitmen dan kepedulian kami untuk bekerja dan menjadi pelindung masyarakat. pastinya, kebijakan kami lebih didasari keberpihakan kepada masyarakat. tidak ada yang lain,” Jawab politisi Partai Golkar Inhil ini.

Dari hasil kunjungan itu, Edi Sindrang sebagaimna ia akrab disapa juga kembali menegaskan agar PT SAL, sementara waktu bersedia untuk menghentikan segala aktifitasnya sampai adanya kesepakatan dengan masyarakat secara jelas.

“Dalam hal ini kami juga meminta kepada Kepala Desa setempat untuk legowo. permintaan penolakan ini hemat kami memang aspirasi masyarakat setempat. Kades harus lebih memikirkan kepentingan masyarakat bukan pengusaha,” Pinta Edi Sindrang.(dro)




Martha Juga Sebut Ingin Segera Dirikan Media Center

Tembilahan(detikriau.org) – Disamping menjalin silaturahmi, Kepala Bagian (Kabag) Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Inhil juga berencana menidirikan Media Center diruangan Humas Setda Inhil dan ini dilakukan bukan karena adanya protes dari teman-teman awak media, akan tetapi ini dilakukan untuk memudahkan teman-teman media bekerja dan mencari informasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kabag Humas Setda Inhil Marta Haryadi kemaren kepada detikriau.org diruang kerjannya.

“Dalam waktu dekat, sebulan atau dua bulan ini, kita akan usahakan membangun media center di ruangan humas,” sebut Marta.

Nantinya, kata Marta kembali, ruangan kasubag-kasubag akan disekat, disanalah untuk sementara waktu teman-teman pers baik media cetak, online dan sebagainya bekerja.

Mengenai perlengkapan, sambung Mantan Kakan Satpol PP ini, akan duusahakan selengkap mungkin. “Kalau dananya cukup, kita akan lengkapkan semua fasilitas yang ada. Jika tidak, akan kita sediakan secara bertahap,” paparnya.

Ia juga menegaskan, bahwa ini dilakukannya bukan karena ‘diserang’ oleh rekan-rekan pers di Inhil mengenai dirinya yang dianggap terlalu tertutup ini.

“Ini tidak ada hubungannya dengan kejadian penolakan pengangkatan saya sebagai kabag humas,” sebutnya.

Kita lakukan ini karena benar-benar ingin membuat teman-teman pers merasa mudah saat bekerja dan mencari informasi. Tandasnya. (Ahmad Tarmizi)




Martha Haryadi Katanya Ingin Jalin Silaturahmi Dengan Pers

bbm__1400731591382Tembilahan(detikriau.org)-Marta Haryadi rencanakan akan menggelar pertemuan dengan organisasi pers di Inhil untuk jalin silaturahmi.

“Dalam waktu dekat saya akan coba melakukan pertemuan dengan kawan-kawan media,” sebut Marta Haryadi kepada detikriau.org saat ditanyakan penolakan dirinya sebagai Kabag Humas Inhil.

Penolakan ini duga Marta  mungkin disebabkan teman-teman pers tidak suka dengan dirinya dikarenakan sewaktu menjabat Kakan Satpol PP selama 5 tahun yang terkesan tertutup. katanya, itu hanyalah tuntutan tugas.

“Dulu dan sekarang tentu beda, jika waktu menjadi Kakan Satpol PP saya harus tegas dan disiplin dan tentu saat saya ditugaskan menjadi Kabag Humas Inhil cara itu tidak digunakan lagi,” sebut Juru Penerangan ini.

Yang jelas, katanya lagi, dalam waktu dekat ini ia akan melakukan pertemuan dengan kawan-kawan pers. Asisten I Setda Inhil, Darussalam sudah menyatakan kesediaan untuk memfasilitasi pertemuan ini. Tandasnya

Sebagimana diketahui sebelumnya, usai pelantikan Martha Haryadi sebagai Kabag Humas Setdakab Inhil, seluruh organisasi wartawan di Kabupaten Indragiri Hilir sepakat menyatakan penolakan. Mereka meminta agar Bupati Inhil kembali melakukan evaluasi.

Penolakan ini berasal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Anggota Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) dan Forum Komunikasi Wartawan Inhil (FKWI). (Ahmat Tarmiji)