Wabup Inhil Hadiri BBGRM XI dan HKG Ke 42 Prov Riau di Inhu

foto: way/rul, humas pemkab inhil
foto: way/rul, humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo beserta rombongan Tim Penggerak PKK Inhil menghadiri acara peringatan bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM) XI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-42 Tahun 2014 Tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan di lapangan bola Desa buluh Rampai Kecamatan Siberida kabupaten Inhu. Turut hadir dalam acara tersebut pejabat tingkat Provinsi diantaranya Sekda Provinsi Riau, H. Zaini Ismail beserta Kepala Badan BPM BANGDES Provinsi Riau H. Daswanto.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan BPM BANGDES Prov.Riau H. Daswanto,S.IP,M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa dasar Pelaksanaan Kegiatan ini didasarkan dalam peraturan Republik Indonesia bahwa Pedoman bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM)XI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-42 Tahun 2014 Tingkat Provinsi Riau Di Kab.Inhu.

“tujuan pelaksaan Kegiatan ini untuk membangkitkan dan membangun kembali semangat gotong royong dalam masyarakat sebagai upaya penguatan integritas sosial menuju masyarakat Mandiri dan sejahtera” ungkapnya.

Sedangkan Sekda Provinsi.Riau, Drs.H.Zaini Ismail ,Msi dalam sambutannya mengatakan bahwa makna yg sangat Kuat dalam bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM)XI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-42 Tahun 2014 Tingkat Provinsi Riau Di Kab.Inhu merupakan upaya untuk lebih menggelirakan semangat gotong royong untuk aktif di masyarakat dalam pembangunan yang dijadikan gerakan nasional yang didasari oleh Tiga pertimbangan utama, diantaranya, Memperkuat integrasi sosial dalam kehidupan masyarakat pada stiap komunikasi lokal agar tercipta keharmonisan kehidupan bersama yang akan bermuara pada penguatan persatuan Bangsa fan Kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian meningkatkan kepedulian peran aktif masyarakat dalam pembangunan yang berdasarkan semangat gotong royong dan keswadayaaan sebagai sistem sosial budaya yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat kita agara masyarakat merasa memiliki dan bertanggung jawab dalam melaksanakanya, memanfaatkan dan melestarikan hasil pembangunan.

“Termasuk untuk menguatkan pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun diri dan lingkungan secara mandiri.” Kata Sekda

dalam bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM)XI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-42 Tahun 2014 Tingkat Provinsi Riau Di Kab Inhu ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan gotong royong dan keswadayaan dalam pelaksaaan berbagai program pembanguanan termasuk dalam 10 Program PKK, tandas Sekdaprov
Usai kegiatan, Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo memberikan pernyataan sambutan baik atas kegiatan serupa ini. Tujuan kegiatan ini tentunya sebagai sebuah upaya untuk dapat kembali mengaktualisasikan nilai-nilai gotong royong. Gotong royong sejak dulu menjadi sikap dasar Bangsa Indonesia. Kita bisa merdeka dan maju seperti saat ini semuanya adalah buah dari gotong royong.

“Nilai ini yang sudah mulai terkikis dan sebagai pemerintah sudah menjadi kewajiban agar dapat kembali menimbulkan nilai-nilai gotong royong ditengah-tengah masyarakat,” Kata Wabup

Wabup juga berpesan kepada masyarakat Inhil agar terus mengejar berbagai program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. Dalam hal ini adalah program jumat bersih. Wabup meminta kepada minta camat dan lurah diseluruh Inhil untuk berupaya dengan segala upaya agar dapat menggerakkan kembali nilai-nilai gotong royong didaerahnya masing-masing. (rul/adv pemkab inhil)




Prabowo: Desakan Pembubaran Babinsa Cara PKI

 

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo
Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo

Jakarta – Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo mengkritik desakan beberapa pihak yang ingin membubarkan Bintara Pembina Desa (Babinsa). Sebab, wacana pembubaran Babinsa sama seperti dengan cara komunis untuk bangkit.

“Kelompok ‘merah’ yang terdiri dari koalisi PDIP, NasDem, PKB dan Hanura menyarankan agar Babinsa dibekukan sementara. Kita harus cermat dan waspada. Saya teringat dengan makalah Ketua PKI DN Aidit yang diberi judul laporan singkat tahun 1964 tentang hasil riset mengenai keadaan kaum tani dan gerakan tani di Jawa Barat,” ujar Suryo Prabowo, di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Dia menilai ini semacam pola yang secara sistematis ingin menjauhkan TNI dari rakyat. Padahal TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan.

“Sayangnya petinggi TNI terutama AD mudah tergoda iming-iming kekuasaan. Di jajaran TNI sudah tahu, media juga pernah memuat bahwa Hendropriyono Cs beberapa bulan lalu menggalang beberapa pejabat puncak TNI AD untuk berpolitik praktis mendukung kelompok ‘merah’ tersebut,” jelasnya.

Menurut dia, manuver politik mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono sudah bisa dibaca oleh beberapa pihak khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sehingga itulah alasan SBY pernah menyampaikan agar tim pemenangan kandidat capres tidak menggunakan TNI.

“Itulah mengapa SBY menekankan perwira tinggi TNI AD agar tetap netral. Sadar langkahnya terbaca presiden, mereka cepat lakukan preemtive strike, atau mendahului melakukan serangan politis kepada koalisi merah putih tentang pelibatan Babinsa,” ungkap.

Desakan agar Babinsa dibubarkan muncul dari kubu Jokowi-JK sebagai reaksi terhadap ditemukannya oknum Babinsa yang meminta warga memilih capres tertentu.

“Ini strategi sangat licik yang akan mengunci Probowo. Jika Probowo menang nanti diklaim atas bantuan TNI melalui Babinsa. Jadi ada alasan bikin rusuh. Kalau sudah rusuh TNI/Polri bisa ambil tindakan, lantas dituding TNI tidak netral karena mendukung nomer 1. Tujuan akhir kelompok ini nanti mencabut TAP MPRS No.XXV/1966 & UU 27/1999 tentang larangan komunisme,” bebernya.

Sebaliknya, Suryo menganjurkan daripada berpolitik busuk yang dapat merusak hubungan TNI dan rakyat, lebih baik sesama capres beradu visi, misi atau program.

“Sesama jenderal satu ilmu, satu buku dan satu guru. Jadi mudah sekali membaca strateginya. Makanya Prabowo lebih fokus pada visi, misi dan program kerja pro rakyat. Dituduh borjuis rapopo, yang penting kebijakannya populis. Lagi pula borjuis itukan istilah yang biasa digunakan komunis,” ujarnya
Sumber: inilah.com




Bhineka Tunggal Ika Menurut Prabowo dan Joko Widodo

“Intinya adalah contoh keteladanan dari semua pemimpin.”

254661_debat-capres-cawapres-2014-di-balai-sarbini--jakarta_663_382Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto mengatakan perangkat untuk menegakkan keberagaman sudah cukup dan sangat jelas. Hukum yang ada dan UUD 1945 sudah ada. Keberagaman adalah harga mati pasangan tersebut.

Prabowo mengatakan sudah menjalankan prinsip keberagaman itu. Dia mencontohan pada pemilihan kepala daerah Jakarta 2012. Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo adalah orang yang mengajukan kadernya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai wakil gubernur.

Menurut dia, waktu mengajukan Ahok banyak kecaman, banyak protes, karena Ahok berasal dari minoritas.

“Tapi semua tahu, saya keras mempertahankan, saya mengambil sikap dan tentu itu diketahui oleh umum,” kata Prabowo dalam debat kandidat capres-cawapres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin malam, 9 Juni 2014.

Prabowo berjanji, jika dipercaya oleh rakyat memimpin negeri ini, akan terus menjaga komitmen untuk menegakkan Bhinneka Tunggal Ika. Menurut dia, keberagaman bisa ditegakkan dengan memberikan contoh keteladanan dari pemimpin.

“Intinya adalah contoh keteladanan dari semua pemimpin. Kami dalam kegiatan sehari-hari terus menerus menjalankan Bhineka dan menjaga itu. Jadi, kerangka hukumnya sudah bagus tinggal penegakan hukumnya yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

“Perantinya sudah bagus, tinggal dijalankan. Kami tidak main-main dengan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Prabowo.

Sementara itu, Joko Widodo mengatakan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati dan harus dijalankan.

“Bhineka kergamanan sudah final, kami sudah tidak mau mengungkit-ngungkit itu lagi. Saya tidak mau bicara itu lagi. Banyak contoh, tapi menurut saya sudah final. Yang penting dilaksanakan,” tegas Jokowi.

Sumber: vivanews.com




Terus Diserang Isu HAM, Kata Prabowo : Saya adalah abdi negara yang membela kedaulatan

IMG-20140609-06060detikriau.org – Isu pelanggaran HAM terus dimanfaatkan untuk menjatuhkan kredibilitas capres Prabowo Subianto. Kata Prabowo, saya adalah abdi negara yang membela kedaulatan.

Pernyataan tegas ini disampaikannya ketika menjawab singgungan yang dilontarkan cawapres Jusuf Kala dalam debat kandidat di gedung balai Sarbini, Jakarta sebagaimana disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional, senin (9/6/2014)

Menurut Prabowo, hak asasi adalah hak manusia untuk hidup. Untuk menjamin hak itu, pemerintah wajib melindunginya sebagaimana dijamin oleh Undang-undang Dasar 1945.

“Saya adalah abdi negara yang membela kedaulatan, menjaga hak-hak asasi manusia. Mencegah kelompok-kelompok radikal, kelompok yang mengancam orang-orang yang tidak bersalah. Jadi, manakala kita menghadapi kelompok-kelompok yang merakit bom, yang menginginkan huru hara, ya mereka ini ancaman terhadap hak-hak asasi manusia. Karena itu, kewajiban seorang prajurit untuk melindungi segenap tumpah darah dari ancaman-ancaman tersebut. Yang memberi dan melakukan penilaian atas kinerja prajurit adalah atasan” ujar Prabowo.

Dengan sedikit menghela napas, Prabowo mengaku mengerti arah pertanyaan yang dilontarkan JK. “pak JK menilai saya tidak mungkin bisa menjaga HAM, karena saya disebut pelanggar HAM. Arah pertanyaan Bapak kan seperti itu? Tapi Bapak tidak mengerti. orang seperti saya ini sering berada di tempat-tempat yang berbahaya demi kehidupan rakyat Indonesia,” Tegas Prabowo

Menurut Prabowo, ia sudah bertanggungjawab kepada atasan, jika mau tau juga, ia mempersilahkan JK untuk mempertanyakan kepada atasannya waktu itu. (dro)




Pemeriksaan Kesehatan JCH Tahap II Dimulai Usai Idul Fitri

jchTEMBILAHAN (detikriau.org)-Pemeriksaan kesehatan tahap kedua bagi seluruh Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Indragiri Hilir, yang masuk dalam porsi keberangkatan tahun 2014 direncanakan akan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang.

“Pemeriksanaan kesehatan Jemaah Calon Haji (JCH) tahap II, rencananya akan kita mulai dari tanggal 11 hingga 19 Agustus nanti, yang dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan (Diskes),” Sampaikan Kepala Diskes Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie usai menghadiri Diklat Prajabatan Golongan III bagi CPNS di aula Kantor Dispenda Inhil, Senin (9/4).

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan dengan lebih lengkap, seperti rontgen dan laboratorium, ditambah pengobatan yang dilakukan langsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan. “termasuk pemberian dua macam vaksin, yaitu vaksin Meningitis dan vaksin Influenza,” terang Alvi.

Dijelaskan mantan Kepala Bappeda Inhil ini, pemeriksaan kesehatan bagi JCH harus dilakukan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah, agar dapat dipastikan kondisi kesehatan JCH secara pasti guna meminimalisir jumlah jemaah haji yang sakit saat melakukan ibadah haji.

“Proses pelayanan kesehatan yang akan diberikan kepada JCH ini melalui dua tahap. Dimana, tahap pertama adalah pemeriksaan kesehatan fisik dan penyakit-penyakit kronis, di Puskesmas setempat, yang pelaksanaannya sudah dilakukan sebelumnya,” tambahnya.

Oleh karena itu, mengingat pemeriksaan kesehatan ini sangat penting, maka JCH diharapkan dapat mengikuti seluruh proses pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan, karena hal itu merupakan salah satu ketentuan yang harus diikuti JCH sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

“Melalui pemeriksaan kesehatan ini, akan didapatkan data secara jelas apakah seorang JCH itu dianggap sudah mampu atau tidak untuk diberangkatkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah keseluruhan JCH asal Kabupaten Inhil yang masuk dalam porsi keberangkatan, untuk melaksanakan Ibadah Haji ke Tanah Suci Mekkah tahun 1435 H adalah sebanyak 550 orang, yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Inhil.(dro)




Sekda Inhil Buka Pendidikan dan Pelatihan CPNS Formasi 2013

Sekda Memasang tanda Peserta Secara simbolis kepada Perwakilan Peserta Diklat. Foto: Agustan, Humas Pemkab inhil
Sekda Memasang tanda Peserta Secara simbolis kepada Perwakilan Peserta Diklat. Foto: Agustan, Humas Pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM buka kegiatan Pendidikan dan pelatihan Jabatan Golongan III bagi Calon Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dari pelamar umum di lingkungan Pemkab Inhil Formasi TH 2013. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula kantor Dispenda Inhil ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), beserta beberapa pejabat esselon di Lingkungan Pemkab Inhil.

Diawal arahannya, Sekda menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan serupa ini. Peserta adalah adalah orang-orang terpilih dari sekian banyak orang yang ingin mengabdikan diri sebagai aparatur negara dan ingin bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil.

“Oleh sebab itu janganlah saudara sia-siakan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah. Buktikanlah bahwa saudara layak menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan layak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil yaitu dengan cara bekerja secara profesional, disiplin, penuh pengabdian dan tanggung jawab serta yang terpenting adalah keiklasan saudara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.” Ujar Sekda

Ditambahkan Sekda yang terpenting harus mampu menghindari melekatnya image negatif publik terhadap PNS seperti indisipliner, kurang beretika, koruptif dan lain-lain.

Berkenaan dengan konsep diri PNS, sebagai aparatur dan sekaligus pelayan masyarakat harus memiliki sikap, yang perlu menjadi perhatian antara lain , Bekerja sebagai ibadah, Menghindari sikap tidak terpuji, Bekerja secara professional, Selalu meningkatkan kompetensi dirinya secara terus menerus, mampu menempatkan diri sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, Bekerja berdasarkan peraturan yang berlaku serta Tidak rentan terhadap perubahan dan terbuka serta bersikap realistis.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan Jabatan Golongan III bagi Calon Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dari pelamar umum Di lingkungan PEMKAB Inhil Formasi TH 2013 ini diikuti oleh sebanyak 21 peserta yang terdiri dari tenaga Pendidik 10 orang, tenaga Medis 7 Orang dan tenaga Teknis 4 orang. (dro/adv pemkab inhil.)