2012 PDAM TI Sudah Sakit, Hari Ini Puncaknya

PLT Direktur PDAM TI, Eddywan Shasby
PLT Direktur PDAM TI, Eddywan Shasby

Tembilahan (detikriau.org) – PLT Direktur PDAM Tirta Indragiri, Eddywan Shasby membantah bahwa penurunan pelayanan dalam beberapa waktu belakangan ini terjadi disebabkan kepemimpinannya. Apa yang terjadi saat ini menurutnya merupakan puncak dari persoalan yang dialami PDAM TI sejak tahun 2012 silam.

Penegasan ini disampaikan Staff Ahli Bupati Inhil ini kepada detikriau.org diruang kerjanya, rabu (18/6/2014). Menurut Eddywan, ia diberikan tugas oleh Bupati Inhil sebagai PLT Direktur PDAM TI dalam rangka melakukan pembenahan. Tugas itu selama jangka waktu 6 bulan terhitung sejak tangal 2 Mei 2014.

“Waktunya bisa saja hingga habis masa itu atau sebelumnya. Yang jelas tugas saya adalah untuk melakukan pembenahan PDAM TI. 2012 dulu sudah sangat sakit, hari ini puncaknya,” kata Eddywan

ditambahkannya, jika PDAM TI ini sebuah perusahaan swasta, ia yakin dengan kondisi saat ini mereka sudah harus gulung tikar. Bertahannya PDAM TI hari ini lebih disebabkan dorongan keras dari karyawannya untuk tetap memberikan pengabdian dalam melayani masyarakat.

Eddy juga menegaskan belum bisa memberikan batasan waktu sampai kapan PDAM TI bisa kembali sehat. Namun untuk itu ia sudah mengambil berbagai kebijakan dalam upaya menyehatkan PDAM TI.

“Kita juga meminta bantuan akuntan publik dalam rangka pengelolaan keuangan yang profesional karena masalah utama PDAM TI terletak pada persoalan keuangan,” Tandas Eddywan. (dro)




Jubir Gus Dur: JK Dipecat Karena Indikasi Korupsi

Jusuf Kalla
Jusuf Kalla

Jakarta – Isu pemecatan dari militer yang terus menyerang Prabowo Subianto akhirnya terbantahkan setelah sebelumnya bertubi-tubi diserang. Sebaliknya, cerita lama Jusuf Kalla yang kini menjadi pendamping Jokowi, pernah dipecat Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kini kembali mencuat ke publik.

Jika sebelumnya publik dikejutkan dengan bocornya dokumen rahasia Dewan Kebijakan Perwira (DKP) 1998 tentang pemecatan Prabowo Subianto dari militer. Istana membenarkan adanya Keppres Nomor 62 Tahun 1998 yang dikeluarkan Presiden Habibie tentang pemberhentian dengan hormat Prabowo.

Namun sebaliknya, publik berbalik menyoroti kubu Jokowi-JK terkait pemecatan Cawapres Jusuf Kalla ketika menduduki posisi Menteri Perdagangan di Kabinet Persatuan Nasional. Hal ini semakin menjelaskan siapa sebenarnya yang mengalami pemecatan.

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Adhie Massardi membenarkan bahwa JK memang dipecat oleh Gus Dur dari jabatannya karena terindikasi korupsi.

“Sebagai Presiden, ketika itu Gus Dur punya banyak informasi. Kalau tidak akurat, pasti tidak akan diberhentikan mengingat JK merupakan kiriman Golkar yang cukup kuat di parlemen,” ujarnya ketika dihubungi wartawan, Rabu (17/6).

Ia menuturkan, dirinya pernah berbicara ke Gus Dur soal indikasi korupsi yang melibatkan beberapa menteri. Adhie bertanya kepada Gus Dur kenapa tidak kita bawa ke ranah hukum agar memberi pelajaran bagi yang lain-lain.

“Secara spontan Gus Dur bilang, Sampeyan ini kayak enggak tahu (kualitas) pengadilan kita saja. Salah-salah kita dibilang fitnah. Jadi pemberhentian saja cukup, sebagai sanksi sosial!” ujar Adhie mengenang kembali apa yang dikatakan Gus Dur.

Namun, lanjut Adhie, seharusnya Marzuki Darusman sebagai Jaksa Agung waktu itu dilapori juga oleh Gus Dur. Cuma dirinya tidak ingat persisnya apakah Gus Dur melaporkan hal tersebut.

“Saya tidak begitu yakin. Soalnya Marzuki kan dari Golkar juga. Tapi kalau Akbar Tanjung sebagai ketua umum Golkar dipastikan dilapori Gus Dur soal rencana pemberhentian JK,” pungkasnya.

Seperti dikutip dari situs nu.or.id, terungkap sendiri dari mulut JK soal pemecatan dirinya dari menteri oleh Gus Dur. Bahkan, JK mengaku sempat mengelabui Gus Dur agar tidak dipecat. Meski pada akhirnya JK tidak bisa menghindari hal itu.

Usai melantunkan tahlil dan doa untuk almarhum Gus Dur, pada malam tujuh hari wafatnya Gus Dur, ada kisah manis dari mantan Wapres Jusuf Kalla saat menjadi menterinya Gus Dur.

Kawasan Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, penuh sesak. Ribuan orang menggelar tahlil tujuh hari wafatnya almarhum Gus Dur, Selasa malam Rabu 5 Januari 2010. Beberapa tokoh penting dan selebritis ikut tahlilan.

Acara sendiri dimulai setelah salat isya. Terlihat Wimar Witoelar, Jusuf Kalla beserta istri, Mendiknas M Nuh, Wakil Ketua MPR Lukman Saifuddin, pelawak Memet, Indro Warkop dan Tarzan.

Suasana berkabung penuh khidmat, meski tak lepas dari kebiasaan Gus Dur: kelucuan. Ini muncul saat JK memberi kesan-kesan tentang almarhum.

Di hadapan ribuan orang yang mengikuti doa dan tahlil, JK bercerita bahwa suatu ketika saat dia masih menjadi menteri di era Gus Dur, dia pernah memperdayai presiden keempat Indonesia itu.

JK, saat Gus Dur menjadi Presiden, diangkat menjadi Menteri Perindustrian. Dalam suasana yang penuh ketegangan politik dan gaya kepemimpinan Gus Dur yang kontroversi, JK mengaku bahwa dia mempunyai kenangan yang tak terlupakan. Salah satunya, dia pernah membohongi Gus Dur.

“Gus Dur doyan sekali memecat menteri. Setiap dua bulan sekali, Gus Dur memecat menteri. Sebenarnya, waktu itu saya sudah mau dipecat dua kali. Tapi, saya berhasil selamat,” ujarnya.

Nah, JK punya pengalaman tentang ini. Kata JK, waktu itu dia dipanggil Gus Dur ketika sedang berada di luar negeri. Tiba-tiba, Gus Dur memerintahkannya untuk kembali ke Tanah Air segera. Tanpa pikir panjang, JK pulang dan segera menghadap atasannya. Dia berpikir ada masalah yang gawat.

“Anda sudah tidak bisa diajak bekerja sama lagi,” begitu kenang JK mengutip ucapan Gus Dur ketika itu. Dengan penuh tanda tanya, JK mempertanyakan mengapa.

“Anda pergi ke luar negeri tanpa izin,” kata JK yang mantan Ketua Umum Golkar ini, menirukan pernyataan Gus Dur.

Mendengar itu, JK langsung berpikir panjang, bagaimana agar dirinya tidak dipecat. Entah darimana idenya, tiba-tiba saja terlintas di pikirannya untuk menipu Gus Dur. Lalu, JK mengeluarkan sebuah kertas.

Dengan percaya diri, JK menyerahkan lembar kertas itu pada Gus Dur dan bilang, “Ini surat izin dari Setneg”.

“Gus Dur tidak bisa melihat. Nah, karena saya tipu itu, saya selamat dari pemecatan. Tapi, pas sebulan kemudian, saya dipanggil lagi. Dan, kali itu, saya dipecat betulan,” kata JK disambut gelak tawa para hadirin.

sumber: inilah.com




Percakapan Mega dan Basyrief Bikin Geger

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan

Jakarta – Dugaan percakapan antara Jaksa Agung Basyrief Arief dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal Jokowi, membuat geger penegakkan hukum di tanah air.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, terlepas benar atau tidak percakapan itu, kabar tersebut telah membuat geger penegakkan hukum.

“Yang pasti, berita transkrip itu, benar atau tidak, sudah bikin geger sendiri. Saya saja hampir loncat,” kata Ramadhan, ketika dihubungi, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Untuk itu, Ramadhan meminta agar Basyrief mengklarifikasi kebenaran percakapan tersebut.

Sebab, klarifikasi dan konfirmasi, akan membuat isu tersebut terang-benderang.

“Jika rekaman dan transkrip itu tidak benar, maka otomatis terehabilitasi pula nama baik tokoh-tokoh di percakapan itu. Nah, mau dibikin clear nggak?” tegas Ramadhan.

Sebelumnya, Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengaku mendapatkan transkrip rekaman yang diduga antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Jaksa Agung Basyrief Arief.

Isinya diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi Bus TransJakarta DKI Jakarta, dimana Jokowi sebagai Gubernur. Tersangka salah satunya adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono.

sumber: inilah.com




Sambut Ramadan, PWI Inhil Gelar Sunatan Massal

indexTEMBILAHAN-Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1435 H, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hilir menggelar sunatan massal.

Ketua PWI Kabupaten Inhil, Muhammad Yusuf menyampaikan, kegiatan sunatan massal ini sebagai bentuk kepedulian organisasi pers ini kepada warga Tembilahan, khususnya anak-anak yang berada di sekitar Kantor PWI Kabupaten Inhil di Jalan Telaga Biru Tembilahan.

“Kegiatan sunatan massal ini dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2014, Hari Ulang Tahun PWI ke-68, Milad Inhil ke-49 dan menyambut bulan suci Ramadan 1435 H,” ungkap Ketua PWI Kabupaten Inhil, Muhammad Yusuf kepada wartawan, Selasa (17/6).

Lanjutnya, kegiatan sosial ini dilaksanakan di Kantor PWI Kabupaten Inhil di Jalan Telaga Biru Tembilahan dan diikuti 20 anak-anak. Peserta sunatan massal nantinya juga akan diberikan bantuan sarung dan uang saku.

“Ini merupakan kerjasama PWI Kabupaten Inhil dengan para donatur yang peduli dengan kegiatan sosial ini,” sebutnya.

Kegiatan sunatan massal ini akan direncanakan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni mendatang dengan mendatangkan tenaga medis dari RSUD Puri Husada. (rls)




Besok direncanakan Pawai Ta’ruf MTQ Ke 44 Inhil dilepas Gubernur

Tembilahan (detikriau.org) — Besok, kamis (19/6/2014) Pawai taaruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke 44 akan dilaksanakan. Puluhan ribu peserta pawai direncanakan akan dilepas langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Annas Maamun.
”Jika tidak ada perubahan akan dihadiri oleh Pak Gubernur,” kata Bupati Inhil, HM Wardan disela kegiatan melakukan checking lokasi MTQ di Venue Futsal, Rabu (18/6/2014). Persiapan MTQ sendiri hingga saat ini dikatakan Bupati telah mencapai 90 persen dan Ia berharap pada besok pagi sudah selesai.

”Saya sudah lihat bazar, lokasi pawai dan astaqa, semua sudah bagus dan malam ini kita akan melakukan pelantikan dewan hakim,” ujarnya.
Pada pawai taaruf yang akan diikuti puluhan ribu peserta itu akan diikuti juga oleh Dinas dan Instansi yang akan memamerkan ciri khas dari masing-masing bagian.

”Saya ingin MTQ kali ini penuh dengan nuansa kelapa, juga kepada Kepala SKPD sudah diintruksikan untuk memamerkan ciri masing-masing kantor pada pawai nanti, seperti contohnya Dinas Pertanian bisa memamerkan hasil tanaman khas Inhil,” tandas Bupati.(dro/adv pemkab inhil)




Wabup Kunjungi Korban tanah longsor di Belaras

TEMBILAHAN, (detikriau.org) -Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo mengunjungi Korban Tanah Longsor di Desa Belaras dan Puting Beliung di Desa Bekawan Kecamatan Mandah, Selasa (17/6/2014).

Dengan menggunakan kendaraan air, kunjungan Wabup Inhil ini, dimulai dengan mengunjungi korban tanah longsor kemudian perjalanan dilanjutkan untuk melihat korban puting beliung.

“Kita sudah lihat tadi di Belaras, ada 1 rumah yang rubuh, dan berdasarkan kebijakan pihak kecamatan 9 kepala keluarga sudah diungsikan, jadi kita tidak terlalu khawatir jika penduduknya sudah ditempatkan ditempat yang lebih aman,” kata Wabup.

Wabup mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati dengan bencana yang akan terjadi, apalagi seperti tanah longsor yang sebelum terjadi terlihat terlebih dahulu tanda-tandanya.

“Jika puting beliung kita memang tidak bisa memprediksikan, namun seperti tanah longsor sebelum terjadi ada tanda-tandanya terlebih dahulu, seperti tanah yang retak, bangunan yang semakin miring. Itu bisa dijadikan acuan untuk waspada” kata mantan Ketua DPRD Inhil ini.

Meskipun demikian Wabup tetap berharap, musibah-musibah seperti ini tidak terjadi lagi.

“Saya harap ini yang terakhir,” tandasnya. (rul/adv pemkab inhil).