Ketua Gardu Inhil : Indonesia harus jadi nomor satu. “Sukarno Kecil” Ada Pada Diri Prabowo

IMG01052-20140311-1513_001_001Tembilahan(detikriau.org) – Indonesia Harus memiliki pemimpin yang Kuat, Tegas, Mandiri, Berkarakter dan semua itu ada pada dalam diri “Sukarno Kecil” yaitu calon Presiden No urut 1, Prabowo
pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (Gardu) sekaligus Ketua Sekbercab Korwil V Inhil, Zulfendi kepada detikriau.org. Sabtu (21/6/14).

“Jika Prabowo-Hatta yang memimpin Indonesia maka saya yakin dan percaya Indonesia akan menjadi Negara Nomor 1 di Dunia,”

Menurut penuturannya, sebagai bangsa yang besar, Indonesia wajib memiliki pemimpin yang memiliki ketegasan, kuat, mandiri serta berkarakter untuk mengembalikan Indonesia menjadi Macan Asia yang dahulunya disegani oleh bangsa-bangsa lainnya

“Hanya Prabowo saja yang siap mempimpin Indonesia kembali menjadi macan Asia”. Tuturnya

Pada saat yang sama ia juga mengatakan bahwa dengan visi dan misi yang besar bagi kepentingan negara dan seluruh masyarakat Indonesia, sudah jelas. Indonesia akan bangkit menjadi negara kesatuan yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah sebagai faktor pendukung untuk mewujudkan kecerdasan bangsa dan negara dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas

“Visi-Misinya sudah jelas, yaitu Membela Rakyat Indonesia dan Menyelamatkan Sumber Daya Alam demi Kepentingan Rakyat Indonesia,” tandasnya. (Ahmad Tarmizi)




Hari Lingkungan Hidup Se Dunia, Desa Tanjung Pasir ditanami Sejuta Pohon Mangrove

Wakil Bupati Inhil Foto bersama dengan Warga masyarakat Desa Tanjung Pasir. Foto, Agustan/ humas pemkab inhil
Wakil Bupati Inhil Foto bersama dengan Warga masyarakat Desa Tanjung Pasir. Foto, Agustan/ humas pemkab inhil

Tanah Merah – Sempena Peringatan hari Lingkungan Hidup se Dunia Provinsi Riau Tahun 2014, Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo melakukan penanaman pohon mangrove secara simbolis. Dalam kegiatan penanaman sejuta pohon mangrove yang dilaksanakan di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah ini juga turut dihadiri oleh Kepala BLH Provinsi Riau Hj.Yul Wiryati Musa,S.Apt. M.Si, Kadis Kehutanan Kab. Inhil H.M.Tahaher, Kadis Perikanan dan Kelautan Urip Sukarno, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Inhil H.Encik Kamal Syahindra, Staf Ahli Bupati Inhil, Kepala BLH Kabupaten Kota Propinsi Riau serta Camat dan upika kecamatan Tanah Merah.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia provinsi Riau tahun 2014 tajaan BLH, Dinas Khutanan dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Inhil ini mengambil Tema ”satukan langkah, lindungi ekosistem pesisir dari dampak perubahan iklim”.

Usai melaksanakan kegiatan Penanaman pohon mangrove, rombongan juga melakukan peninjauan pembibitan mangrove sebanyak satu juta pohon yang terletak di Desa tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah.

Dalam sambutannya Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau Hj.Yul Wiryati Musa,S.Apt. M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia yang pertama di provinsi Riau TH 2014. Dan Desa Tanjung Pasir ini merupakan daerah pesisir yang mempunyai potensi besara kedepan.

Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo atas nama Pemerintah Kabupaten Inhil mengucapkan terimakasih kepada Kepala BLH Propinsi Riau atas dipilihnya Desa tanjung Pasir Kabupaten Inhil sebagai salah satu daerah pesisir tempat penanaman sejuta mangrove dari 7 kabupaten/kota tempat penyemaian Porvinsi Riau. Dikatakan Wabup, dengan dipilihnya Desa Tanjung Pasir pastinya akan memberikan manfaat yang sangat besar.

“akhir –akhir ini terjadinya beberapa bencana alam seperti bencana longsor salah satu penyebabnya tentu diakibatkan dari semakin berkurangnya hutan mangrove ini.” Ujar Wabup. Oleh karena itu, atas nama PEMDA Inhil, Wabup menyatakan sambutan baik terselenggaranya kegiatan ini. Geografis Kabupaten Inhil ditambahkan Wabup, terbentang daerah pesisir yang sangat panjang yaitu kurang lebih sepanjang 339 KM.

“Setelah kita tanam, saya berharap masyarakat tidak lagi melakukan pengrusakan karena untuk memperbaikinya dibutuhkan dana yang sangat besar. Mari bersama-sama kita pelihara dan jaga kelestariannya agar memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat dan lingkungan kedepannya,” Pesan Wabup. (agus/adv pemkab inhil)




Ketua TP PKK Propinsi Riau Berkunjung Ke Inhil

Foto Bersama Ketua TP PKK Propinsi Riau dengan Ketua TP PKK dan GOW  Kab. Inhil. Foto: Agustan/ humas pemkab inhil)
Foto Bersama Ketua TP PKK Propinsi Riau dengan Ketua TP PKK dan GOW Kab. Inhil. Foto: Agustan/ humas pemkab inhil)

Tembilahan (detikriau.org) Ketua TP PKK Propinsi Riau Hj. Latifah Hanum Annas melaksanakan Kunjungan Kerja sekaligus ramah tamah dengan TP PKK Kab. Inhil serta pengurus, BKMT dan Gabungan organisasi wanita yang ada di Kab. Inhil. Kegiatan yang di laksanakan bertempat di kediaman Bupati Inhil ini di hadiri Ketua TP PKK Kab. Inhil serta pengurus, BKMT dan seluruh gabungan organisasi wanita se Kab. Inhil. , Jum’at (20/6/2014)

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Inhil, Hj. Zulaikha Wardan mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya dan penghargaan kepada Ibu Ketua TP PKK Propinsi Riau di tengah kesibukan beliau menemani suami sebagai seeorang Gubernur masih menyempatkan untuk berkunjung ke Kabupaten ini.

“Semoga dengan silaturahmi ini dapat memberikan semangat dalam melaksanakan program-program PKK,” Sampaikan Zulaikah
Istri Bupati Inhil ini juga berkesempatan menjelaskan beberapa kegiatan yang sudah di laksanakan TP PKK Inhil diantaranya, melaksanakan KUNKER Ke 7 Kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Kab. Inhil, Pelantikan Bunda PAUD Se-Kab.Inhil, serta turut serta menyukseskan program PEMDA 1 Desa 1 PAUD dan kedepannya akan di laksanakan Jambore PKK se-Kabupaten Inhil.

Dalam Arahannya, Ketua TP PKK Propinsi Riau Hj.Latifah Hanum Annas berharap agar seluruh TP PKK dapat menjalankan program – program PKK, di antaranya tertib Administrasi serta membuat laporan sekali dalam setahun yang berfunsi untuk mengevaluasi dan mengetahui kendala-kendala apa yang kita hadapi.

Di akhir acara juga di lakukan penyuluhan penyakit Diabetes Miletus yang menghadirkan pembicara Direktur Rumah Sakit Puri Husada, Dr. Iriyanto, SPD. (Agus/Adv Pemkab inhil)




Gubri Irup Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Inhil

Gubernur Riau, H Annas Maamun menjadi Irup peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2014 di Kabupaten Inhil.
Gubernur Riau, H Annas Maamun menjadi Irup peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2014 di Kabupaten Inhil.

TEMBILAHAN (detikriau.org)-Gubernur Riau, H Annas Maamun tampil sebagai Inspektur Upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2014 tingkat Provinsi Riau, yang dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (20/6/2014).

Upacara yang dipusatkan di Lapangan Gajah Mada Tembilahan ini, turut diikuti oleh Bupati Inhil, HM Wardan, Bupati dan perwakilan Bupati kabupaten/kota se Provinsi Riau, Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo, Unsur Muspida, sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemprov Riau dan Pemkab Inhil, Pejabat Sipil, TNI dan Polri serta beberapa organisasi lainnya di Inhil

Gubernur Riau (Gubri mengatakan bahwa peringatan hari lingkungan hidup tahun 2014 ini diharapkan dapat menjadi momentum pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup secara lebih konsisten, dengan komitmen yang lebih tinggi.

Sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, kata Gubri, perlu dikelola untuk masyarakat dengan tidak hanya mempertimbangkan generasi masa kini, tetapi juga generasi yang akan datang. Karena, pengelolaan lingkungan hidup mendorong pemanfaatan SDA secara arif.

“Saya mengingatkan bahwa sesuai tema hari lingkungan hidup tahun ini, maka perhatian terhadap kerusakan, serta dampak perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir menjadi hal yang penting untuk diperhatikan,” tutur Gubri, H Annas Maamun membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof Balthasar Kambuaya.

Kesamaan pandang dan langkah antara pemerintah dan pemerintah daerah perlu lebih ditingkatkan, demikian halnya dengan keterlibatan masyarakat dan dunia swasta. Pasalnya, kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup serta pengelolaan SDA yang tidak berkelanjutan, dapat mengganggu ketahanan lingkungan hidup.

“Saya berharap dengan komitmen dan kerjasama kita, dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup Indonesia, termasuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” tandasnya. (adv pemkab inhil)




Atuk Hadiri Peresmian MTQ Ke 44 Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Pembukaan MTQ ke 44 Tingkat Kabupaten Indragiri hilir ditandai dengan penekanan tombol sirene yang dilakukan oleh Gubernur Riau, Annas Maamun, Bupati Inhil, HM Wardan , Wabup H Rosman Malomo, Ketua DPRD Inhil, H raus Walid serta Kakan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau. Seremoni pembukaan berlangsung meriah dan penuh nuansa religius, warga yang hadir tampak khidmat mengikuti kegiatan ini. Kamis (19/6/2014) malam

Sebagaimana lazimnya, prosesi pembukaan helat baca seni al qur’an ini ditandai dengan meriahnya penampilan marching band diikuti dengan defile kafilah dari 20 Kecamatan se Inhil. Tampak ribuan warga Inhil penuh sesak ingin menyaksikan helat religi ini.

Bupati Inhil menyampaikan ucapan terimakasih atas kesediaan Gubri untuk hadir. Kedatangan Gubri menurut Bupati sebagai bentuk support bagi pemerintah dan masyarakat Inhil demi suksesnya helat MTQ Provinsi Riau yang juga akan dilaksanakan di kota Tembilahan pada oktober mendatang.

”Mudah-mudahan saja, acara MTQ ke 44 Inhil ini dapat menjadi barometer bagi Pak Gubri untuk menilai kesiapan kita sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi mendatang,” sampaikan Bupati.(Ahmad Tarmizi/adv pemkab inhil)




Perang Jenderal di Kedua Kubu Capres Makin Ganas

Wiranto, eks atasan Prabowo yang kini di kubu Joko Widodo, buka kartu.
256643_jenderal--purn--wiranto-bicara-soal-prabowo-_663_382jakarta – Sedikit demi sedikit, ledakan ‘petasan’ dalam pertarungan Pilpres 2014 berganti menjadi ledakan ‘bom’ yang dilempar oleh kedua kubu calon presiden. Bom-bom itu terang menyasar kedua capres, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Prabowo dengan kasus hak asasi manusia di masa lalunya, dan Joko Widodo dengan kasus korupsi pengadaan bus TransJakarta yang membuat bawahannya di Pemprov DKI Jakarta diusut oleh Kejaksaan Agung.

‘Bom’ terbaru dilempar oleh mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto yang kini merupakan Ketua Umum Hanura, salah satu partai pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla. Wiranto yang bekas atasan Prabowo itu buka suara seputar bocornya dokumen keputusan Dewan Kehormatan Perwira tanggal 21 Agustus 1998 yang berisi rekomendasi pemberhentian Letnan Jenderal Prabowo Subianto dari TNI.

“Pemberhentian Prabowo sebagai Pangkostrad disebabkan adanya keterlibatan dia dalam penculikan saat menjabat Danjen Kopassus,” kata Wiranto di Jakarta, 19 Juni 2014. Perbuatan Prabowo itu, ujar Wiranto, melanggar Sapta Marga, Sumpah prajurit, etika keprajuritan, dan pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Dengan adanya fakta tersebut, istilah diberhentikan dengan hormat atau tidak sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Sejatinya masyarakat sudah dapat menilai. Saya tidak mau terjebak pada istilah karena perbedaan istilah tersebut sarat kepentingan politik,” kata Wiranto.

Meski demikian, Wiranto menjelaskan secara normatif apa yang dimaksud pemberhentian secara hormat atas seorang prajurit TNI. “Seorang prajurit diberhentikan dengan hormat apabila yang bersangkutan habis masa jabatannya, meninggal dunia, sakit parah, cacat akibat operasi militer, mengundurkan diri dari kedinasan dan disetujui atasan,” kata dia.

Sementara pemberhentian dengan tidak hormat, ujar Wiranto, apabila prajurit tersebut melanggar Sapta Marga, melanggar Sumpah Prajurit, dan melanggar hukum sehingga ia tidak pantas lagi menjadi prajurit.

Selain itu, Wiranto tak setuju dokumen Dewan Kehormatan Perwira disebut rahasia negara. “Jadi tersebarnya produk DKP bukan pembocoran rahasia TNI. Alasan pertama, karena dalam kasus tersebut yang menjadi korban adalah masyarakat sipil, maka TNI tidak bisa lagi mengklaim dokumen itu rahasia internal TNI yang tidak bisa dipublikasikan,” ujar Wiranto.

Alasan kedua, kata Wiranto, karena dia selaku Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan periode 1998-1999 sudah secara bertahap menjelaskan kepada masyarakat soal keterlibatan TNI Angkatan Darat dalam aksi penculikan aktivis disertai permohonan maaf atas kejadian tersebut. Wiranto pun dahulu telah berjanji secara terbuka untuk mengusut dan menindak anggotanya yang terlibat penculikan aktivis.

Alasan ketiga, ujar Wiranto, karena “Dalam pelaksanaannya, semua kegiatan mulai pembentukan DKP, Mahkamah Militer, kinerja DKP, serta saran DKP kepada Panglima ABRI yang kemudian menjadi keputusan saya, disampaikan pada presiden. Keputusan pemberhentian (Letjen Prabowo Subianto) juga sudah dipublikasikan sejak lama sehingga bukan sesuatu yang rahasia.”

Ketiga alasan itu, menurut Wiranto, menjadikan dokumen DKP tak lagi masuk kategori rahasia negara. “Kasus tersebut sudah terbuka, sudah menjadi milik publik. Kalau dianggap sebagai pembocoran rahasia negara, pendapat itu singguh aneh, mengada-ada, dan tidak sesuai kenyataan,” kata dia.

Bikin berang

Pernyataan Wiranto itu sontak membuat gerah kubu Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Gerindra dan Direktur Operasi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Edhy Prabowo, menyatakan Prabowo diberhentikan dengan hormat dari militer. Buktinya, Prabowo mendapat uang pensiun sampai sekarang.

Edhy pun minta tudingan penculikan oleh Prabowo dibuktikan. “Itu kan operasi intelijen. Waktu itu keadaan genting. Maka boleh melakukan sesuatu, mengambil tindakan,” kata dia.

Tim advokasi Prabowo-Hatta tak perlu berpikir lama untuk menindaklanjuti ucapan Wiranto. Mereka langsung melaporkan Wiranto ke Badan Pengawas Pemilu hari itu juga dengan tudingan melakukan kampanye hitam dan fitnah keji yang murahan atas Prabowo.

“Kami melaporkan Wiranto ke Bawaslu terkait ucapannya yang mengatakan bahwa penculikan aktivis adalah inisiatif Prabowo. Sebagai orang tua, seharusnya Wiranto santun dalam berpolitik. Jangan halalkan segala cara demi menjegal elektabilitas Prabowo. Rakyat sudah cerdas dan tidak bisa dibodohi,” kata Ketua Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburrahman.

Tim Prabowo berharap Bawaslu segera menindaklanjuti laporan mereka. Jika Wiranto terbukti melakukan kampanye hitam, maka mereka minta Bawaslu untuk melaporkannya ke Kepolisian. Kubu Prabowo juga mempertimbangkan untuk langsung melaporkan Wiranto ke Kepolisian dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Kemarahan atas perkataan Wiranto juga diperlihatkan Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang kini bergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Hatta.

“Surat berkop rahasia negara itu berlaku 40 tahun baru bisa dibuka. Kalau dibuka sebelum 40 tahun, artinya Pak Wiranto melanggar pidana. Wiranto patut ditangkap dan harus meminta maaf ke publik,” kata Kivlan dalam wawancara dengan tvOne.

Ia yakin dokumen keputusan DKP itu disebarkan untuk menggerus elektabilitas Prabowo menjelang Pilpres yang tinggal 19 hari lagi, yakni 9 Juli 2014.

Kivlan pun menyinggung sikap politik Wiranto yang berubah-ubah. “Pak Wiranto sudah bertemu Prabowo sebelum mendukung Joko Widodo. Dia sudah mendukung pencapresan Prabowo dan berjanji tidak akan mengungkit-ungkit masa lalu lagi. Dulu mendukung Prabowo tapi sekarang berbalik arah, itu saya sesalkan,” ujar Kivlan.

Isi dokumen

Dalam dokumen keputusan DKP, disebutkan bahwa Letjen Prabowo Subianto memerintahkan Satgas Mawar dan Satgas Melati untuk menangkap dan menahan aktivis kelompok radikal dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Dokumen itu juga menyebut Satgas Mawar melakukan penculikan bukan atas inisiatif sendiri, melainkan karena percaya pada Prabowo yang menyatakan perintah itu berasal dari pimpinan dan sudah dilaporkan kepada pimpinan.

Masih menurut dokumen itu, penculikan tersebut ternyata tidak dilaporkan Prabowo ke Panglima ABRI. Dia baru melaporkannya pada April 1998 setelah didesak Kepala Badan Intelijen ABRI.

Prabowo pun disebut tidak melakukan pengendalian atas tindakan Satgas Mawar.

Atas dasar itu dan sederetan kesalahan lain, DKP merekomendasikan agar Prabowo diberhentikan dari dinas keprajuritan.

Untuk diketahui, kubu kedua capres saat ini diisi oleh para pensiunan jenderal TNI. Di kubu Prabowo, selain Kivlan Zein, ada pula mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purn) George Toisutta yang didapuk menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan.

Sementara di kubu Joko Widodo, selain Wiranto tercatat pula mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono yang pernah bertugas di Kopassus, dan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Nasional tahun 1970.

 

sumber:  VIVA.co.id