Survei LSN: Capres Militer Lebih Diminati Masyarakat

Sebanyak 64,5 persen menginginkan kombinasi pemimpin militer dan sipil

Prabowo - Jokowidetikriau.org – Sebuah survei menunjukkan bahwa calon presiden berlatar belakang TNI masih lebih diminati ketimbang dari warga sipil. Jajak pendapat ini dilakukan oleh Lembaga Survei Nasional (LSN) berdasarkan hasil survei pada tiga putaran debat kandidat.

“Publik lebih membutuhkan Capres yang diasosiasikan tegas daripada capres yang dipersepsikan merakyat dan sederhana,” kata Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry di Jakarta, minggu 29 Juni 2014.

Hasil survei menunjukkan sebesar 64,5 persen menginginkan kombinasi capres dan cawapres TNI dan sipil. Sementara yang menginginkan capres-cawapres sipil-sipil hanya 30,5 persen dan lima persen mengaku tidak tahu.

Ditanya apakah setuju dengan capres berlatar belakang TNI, sebanyak 80 persen mengaku setuju. “Jadi hanya 15,2 persen saja yang menyatakan tidak setuju, dan sisanya menyatakan tidak tahu,” katanya.

Survei ini dilaksanakan pada 23-26 Juni di 34 Provinsi dengan 1070 responden menggunakan tekhnik rambang berjenjang (Multistage random sampling), tingkat kesalahan (Margin Of Error) sebesar 3,0 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

© VIVA.co.id




Memasuki Ramadan, Omset Pedagang Busana Muslim Mulai Meningkat

Tembilahan (detikriau.org) — Datangnya bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang busana muslim di pusat kota Tembilahan. Melonjaknya pembeli busana muslim selama bulan puasa membuat jumlah omzet pedagang setiap harinya cenderung semakin mengalami kenaikan sejalan dengan semakin mendekatnya perayaan Idul Fitri.

Busana muslim yang ditawarkan di Pasar Tembilahan sangat bervariasi, mulai dari baju koko, mukena, kopiah, sajadah, baju gamis dan lain-lain.

“Biasanya peningkatan pembeli akan semakin meningkat seiring dengan mendekatnya perayaan Idul Fitri nanti,” ujar Andri, salah satu pemilik toko dipasar Tembilahan.

Untuk harga busana muslim sangat bervariasi, tergantung kualitasnya. Untuk baju koko dengan kualitas sedang, ditawarkan Rp 100.000, sedangkan untuk kualitas terbaik mencapai harga Rp 400.000 an.

Adapun mukena dijual mulai harga Rp 150.000 hingga Rp 175.000. Baju gamis pendek dibanderol mulai Rp 80.000 an dan untuk baju gamis panjang mulai Rp 150.000 an.

“Pembeli sudah ada yang mulai beli grosiran. Biasanya untuk didagangkan lagi di Daerah. tapi banyak juga yang eceran.,” tambah dia.

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan busana muslim di bulan Ramadhan, Andri mengaku telah menyediakan stok busana muslim sejak sebelum memasuki bulan ramadan.(dro)




Bupati Inhil Ikuti Tarawih Pertama di Masjid Al Huda

Foto: Syahrul badrin, Humas Pemkab Inhil
Foto: Syahrul badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil melaksanakan tarawih pertama bulan Ramadan di Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Kegiatan ini juga diikuti oleh Sekda, H Alimuddin RM, Unsur Muspida, staff ahli Bupati dan beberapa pejabat esselon termasuk anggota DPRD Inhil, ketua MUI beserta masyarakat kota Tembilahan

Dalam sambuannya, dalam rangka mensyiarkan bulan suci Ramadan Bupati mengajak kepada semua masyarakat inhil untuk bersama-sama meramaikan masjid dan surau. Bupati berharap sejak malam pertama hingga berakhirnya Ramadan jamaah tetap meramaikan rumah-rumah ibadah.

“Jadikan bulan Ramadan sebagai ladang untuk berbuat amal sholeh. Terus tingkatkan amal ibadah agar mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat,”Pesan Bupati

Diakhir pidatonya Bupati juga mengingatkan warganya untuk selalu berhati-hati terutama dalam mengantisipasi penyebab timbulnya bahaya kebakaran yang sudah cukup banyak menimbulkan kerugian masyarakat inhil. (rul/adv pemkab inhil)




9 Makna Penting Ramadan

Oleh: Muhbib Abdul Wahab

indexdetikriau.org – Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidhayarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.

Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.

Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya. Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan.

Pertama, Syahr al-Qur’an (bulan Alquran), karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama.

Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan pua sa wajib), karena hanya Ramadhan me ru pakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran), karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpah an rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Ke enam, Syahr al-’Id(bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya). Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin

Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.

Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian.

Kesembilan, Syahr Allah (bulan Al lah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.(dro/republika)

 




Satu hari Menjelang Ramadan, Harga Daging Ayam Ras Melonjak Tajam

daging ayam rasTembilahan (detikriau.org) – Satu hari menjelang Ramadan, harga daging ayam ras dipasar kota Tembilahan mengalami lonjakan tajam. Dua hari sebelumnya, daging ayam ras masih dipasarkan pada kisaran Rp 26 ribu perkilogram kini melonjak hingga mencapai Rp 45 ribu atau naik Rp 19 ribu per kilogram.

“Kaget aja, dua hari lalu saya masih membeli daging ayam ras Rp 26 ribu perkilogram. Hari ini harga sudah mencapi Rp 45 ribu,” Ujar seorang pembeli, Aris kepada detikriau.org, sabtu (28/6/2014)

Ijul, pedagang daging ayam ras dipasar di parit 11 Kecamatan Tembilahan Hulu mengatakan bahwa lonjakan harga disebabkan pasokan daging ayam tidak mengalami peningkatan tetapi permintaan masyarakat melonjak.

Selain daging ayam ras, beberapa kebutuhan masyarakat lainnya juga mengalami kenaikan.

Bawang putih biasanya diperdagangkan dengan harga Rp 15 ribu kini naik menjadi Rp 18 ribu perkilogram. Demikian pula untuk bawang merah, harga sebelum kenaikan hanya Rp 18 ribu kini naik menjadi Rp 22 ribu. “Selain bawang, minyak goreng dan telor juga sudah naik.

“Telor biasanya perpapan (30 butir .red) dihargai Rp 28 ribu kini naik menjadi Rp 32 ribu. Sedangkan minyak goreng kemasan merk bimoli, sebelumnya untuk kemasan 2kg dipasarkan Rp 28 ribu kini naik menjadi Rp 31 ribu,” Jelas Atik, salah seorang pedagang dipasar terapung jalan Yos Sudarso Tembilahan. (dro)




PDIP Terlalu Percaya Diri

18PDIP1Jakarta – PDIP terlalu percaya diri akan memenangkan pemilihan Presiden pada 9 Juli mendatang. Kini elektabilitas Joko Widodo telah dilampaui Prabowo Subianto.

“Pertama, PDIP menganggap sebelah mata elektabilitas Prabowo. Menurut saya, psikologi politik yang dibangun PDIP ini terlampau prematur, “ kata pengamat komunikasi yang mengajar di FISIP Universitas Airlangga Surabaya, Rendy Pahrun Wadipalapa, saat dihubungi media, Sabtu (28/6/2014).

Rendy mencontohkan, salah satunya ungkapan bahwa Joko Widodo bila dipasangkan dengan sandal jepit pun akan menang. “Saat itu banyak sekali statement dari pengamat yang bilang jika Jokowi dipasangkan dengan sandal jepitpun bisa jadi Presiden” kata dia.

Kesalahan kedua adalah polarisasi dalam tubuh PDIP. PDIP sendiri tidak satu kata dalam mengangkat Jokowi. “Polarisasi dan konflik internal inilah yang ikut menyurutkan elektabilitas Jokowi,” kata Rendy.

Ketiga adalah, strategi media menggunakan jasmev. “Dengan memakai Jasmev sebagai unjung tombak, dia hanya memindahkan strategi ketika gubernur Jakarta ke pemilihan presiden,” kata Rendy.

Menurut Rendy, media sosial memang penting untuk mengejar kue kelas menengah sekaligus pemilih pemula. Namun tipikal pemilih Indonesia sangat berbeda dengan Jakarta.

“Kesibukan berlebihan di sosmed membuat timses Jokowi kecolongan dalam menggarap daerah dan massa riil,” kata Rendy.

MetroTV yang dimiliki oleh Surya Paloh hanya menjangkau 2 % masyarakat. “Dengan sisa waktu hanya dua minggu ini, Jokowi sulit mengejar Prabowo,” katanya.

Sebelumnya, situs berita The Sidney Morning Herald, Kamis (26/6), melaporkan sejumlah lembaga survei yang memiliki hubungan dengan Joko Widodo menahan publikasi hasil surveinya.

Pasalnya, survei tersebut dikhawatirkan akan membuat mendorong para pemilih untuk mengalihkan dukungannya ke Prabowo Subianto.

Dalam pemberitaan disebutkan sejumlah narasumber telah dihubungi oleh Fairfax Media, kelompok media terbesar di Australia yang memiliki surat kabar Sydney Morning Herald (Sydney), The Age (Melbourne), dan Brisbane Times (Queensland).

Ada perubahan yang drastis, dimana sebelumnya, Jokowi memimpin dengan jarak dua digit, kemudian mengalami perlambatan kenaikan elektabilitasnya.

Laporan tersebut juga memuat tulisan Aaron L Connelly, peneliti Lowy Institute. Tulisan itu menjelaskan bahwa lembaga survei yang dipercaya seperti CSIS, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator mendapati pertarungan antara kedua calon sama kuat.

sumber: inilah.com