Divonis Seumur Hidup, Akil Tertunduk dan Pejamkan Mata

Akil MuchtarJAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar tampak menunduk sambil memejamkan matanya setelah mendengarkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis berupa hukuman seumur hidup kepadanya.

Akil dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan melalukan tindak pidana pencucian uang terkait sengketa pemilihan kepala daerah yang bergulir di MK. Mulanya, Akil tampak menatap majelis hakim begitu amar putusan atas perkaranya dibacakan.

Akil bahkan sempat mengoreksi majelis hakim yang salah menyebut alamat rumahnya yang masuk dalam daftar barang bukti dalam amar putusan. Namun setelah itu, Akil terlihat menunduk dan memejamkan matanya beberapa saat.

Hakim menyatakan Akil terbukti menerima suap terkait empat dari lima sengketa Pilkada dalam dakwaan kesatu, yaitu Pilkada Kabupaten Gunung Mas (Rp 3 miliar), Kalimantan Tengah (Rp 3 miliar), Pilkada Lebak, Banten (Rp 1 miliar), Pilkada Empat Lawang (Rp 10 miliar dan 500.000 dollar AS), dan Pilkada Kota Palembang (sekitar Rp 3 miliar).

Untuk Pilkada Kota Palembang, hakim menyatakan orang dekat Akil Muhtar Ependy terbukti menerima Rp 19,8 miliar dari Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masyito. Namun, majelis hakim tidak memperoleh kepastian mengenai total uang yang diterima Akil terkait Pilkada Kota Palembang itu.

Berdasarkan fakta persidangan, hanya menunjukkan adanya uang Rp 3 miliar yang disetorkan ke rekening perusahaan istri Akil, CV Ratu Samagat. Sementara itu, hakim menyatakan Akil tidak terbukti menerima suap sebagaimana Pasal 12 huruf c Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi terkait sengketa Pilkada Lampung Selatan sebesar Rp 500 juta.

Menurut hakim, berdasarkan fakta persidangan, uang yang diterima Akil tersebut tidak bertujuan untuk mempengaruhi putusan sengketa Pilkada Lampung Selatan. Ketua Majelis Hakim Suwidya menyatakan perbuatan Akil menerima Rp 500 juta merupakan gratifikasi.

Kemudian, hakim menyatakan Akil terbukti menerima suap sebagaimana dakwaan kedua yaitu terkait sengketa Pilkada Kabupaten Buton (Rp 1 miliar), Kabupaten Pulau Morotai (Rp 2,989 miliar), Kabupaten Tapanuli Tengah (Rp 1,8 miliar), dan menerima janji pemberian terkait keberatan hasil Pilkada Provinsi Jawa Timur (Rp 10 miliar).

Akil juga terbukti dalam dakwaan ketiga, yaitu menerima Rp 125 juta dari Wakil Gubernur Papua periode tahun 2006-2011 Alex Hesegem. Pemberian uang itu terkait sengketa Pilkada Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel, Kota Jayapura, dan Kabupaten Nduga.

Hakim juga menyatakan Akil terbukti menerima uang dari adik Gubernur Banten Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana sebesar Rp 7,5 miliar sebagaimana dakwaan keempat.

“Terungkap terdakwa menerima uang Rp 7,5 miliar ke rekening CV Ratu Samagat yang berhubungan dengan jabatannya,” kata hakim.

sumber: kompas.com

 




Kubu Jokowi Panik Elektabilitas Tersalip Prabowo

foto:rimanews
foto:rimanews

Jakarta – Serangan demi serangan terus dilakukan kubu capres Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) kepada kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa belakangan ini. Hal itu dinilai karena kubu pasangan capres Jokowi-JK sudah panik elektabilitasnya tersalip oleh pasangan nomor urut satu tersebut.

Menurut pengamat politik dari Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad, meski kubu Jokowi terus mengklaim bahwa Gubernur DKI Jakarta itu menang telak atau menang 6-0 dalam debat capres kemarin, masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana gestur yang ditampilkan oleh Prabowo maupun Jokowi.

“Debat capres kemarin, gestur dan atrikulasi Prabowo lebih otentik. Tim Jokowi lebih agresif serang Prabowo karena itu refleksi dari kepanikan di kubu Jokowi karena elektabilitas Prabowo terus menanjak,” kata Herdi saat dihubungi, Minggu (29/6/2014).

Ia kemudian juga menyoroti penampilan Jokowi sepanjang debat, yang lebih banyak menyontek catatan dari tim suksesnya. Menurutnya itu semakin menguatkan persepsi bahwa Jokowi baru pantas menjadi pemimpin di level daerah atau lokal.

Pemimpin harus tampil mengayomi, punya gagasan visi misi kuat dan secara kejiwaan tangguh untuk memimpin Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dalam debat capres kemarin, Jokowi masih lihat catatan.

“Bagaimana nanti di level dunia berdebat dengan pemimpin dari negara lain di G20, APEC, atau Asia Timur. Jokowi lebih pantas pemimpin di level lokal. Serangan kepada Prabowo karena kecemasan elektabilitas Prabowo terus meningkat,” cetusnya.

Herdi menambahkan, klaim kubu Jokowi bahwa pihaknya akan menang 65 persen di pemilu 2014 tidak cukup bukti. Hal itu justru semakin menunjukkan kekhawatiran karena takut kalah dalam pemilu nanti.

“Itu bagian dari refleksi tersebut. Kekhawatiran akan kalah. Klaim Jokowi 65 persen tidak cukup bukti,” imbuhnya. [inilah.com]




Ruas Jalan Macet, Pembeli Enggan Berbelanja ke Pasar Wadai

11Tembilahan (detikriau.org) – Jelang datangnya waktu berbuka puasa, beberapa ruas jalan kota Tembilahan mengalami kemacetan, pemandangan ini terlihat mulai dari kawasan jalan M.Boya, Jalan Jendral sudirman, Jalan baharuddin Jusuf, Jalan H Abdul Manaf, Jl H Sadri dan beberapa ruas jalan protokol lainnya. Pada umumnya kemacetan ini di sebabkan banyaknya warga pengendara kendaraan roda dua untuk membeli panganan berbuka puasa.

“Setiap Ramadan pemandangan seperti ini sudah lumrah, beberapa titik ruas jalan di kota Tembilahan mengalami kemacetan, hal ini tentu menyulitkan para pengguna jalan,”kata Indra (20) salah seorang mahasiswa di kota Tembilahan.

Kemacetan pada beberapa kawasan tersebut, terlihat semakin parah mulai pukul 16.00 Wib sampai menjelang waktu berbuka puasanya pukul 18.00 WIB. Tampak beberapa personil Satuan Lalu Lintas Polres Inhil di bantu dengan petugas dari Dinas Perhubungan tampak menertibkan alur kendaraan yang melintas.

Puasa tahun ini, pemerintah daerah memindahkan lokasi “pasar wadai” dari lokasi sekitar jalan gadjah mada kelokasi diseputaran halaman pasar pagi jalan baharuddin Jusuf Tembilahan. Akibatnya, ruas jalan ini mengalami kemacetan yang cukup parah.

“kami menilai penetapan kawasan pasar pagi sebagai lokasi pasar wadai tidak dipertimbangkan dengan matang. Areal ini sangat sempit dan menyulitkan pembeli untuk datang kelokasi,” Kata Usuf salah seorang warga Tembilahan ketika sempat berbincang di lokasi, senen (30/6/2014)
Ditambahkan usuf, dengan sempitnya ruas jalan semakin diperparah dengan tidak tertatanya lokasi parkir kendaraan dengan baik. Akibatnya ruas jalan menjadi macet.

“Jalurnya terlalu padat dan macet. Masyarakat jadi enggan untuk mampir,” Tambah Usuf.

Pantauan, ruas jalan baharuddin jusuf sebagai akses utama untuk menuju lokasi pasar pagi memang tampak dijubeli ratusan kendaraan. Kemacetan semakin parah menjelang semakin mendekatinya lokasi pasar pagi. Akibat kondisi ini, tidak sedikit terlihat masyarakat yang semula berniat untuk mencari jajanan berbuka puasa berbalik arah berburu panganan kelokasi lainnya.

“Sulit mau ke pasar wadai. Macet. Kita belanja ke tempat lain saja,” Ujar salah seorang warga sambil berlalu. (dro)




Bupati Sidak Sejumlah SKPD

Bupati Inhil H.M.Wardan di dampingi Sekda dan Asisten melakukan Sidak dan Evaluasi ke beberapa Dinas dilingkungan Pemkab Inhil. Foto: Agustan, humas pemkab inhil
Bupati Inhil H.M.Wardan di dampingi Sekda dan Asisten melakukan Sidak dan Evaluasi ke beberapa Dinas dilingkungan Pemkab Inhil. Foto: Agustan, humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Memasuki Hari kedua Puasa ramadhan 1435 H, Bupati yang di dampingi Sekda H.Alimuddin RM, SH.MP serta beberapa Asisten Melaksanakan Sidak ke Beberapa Dinas dan SATKER yang ada di PEMKAB Inhil, Sidak dan silaturahmi yang di lakukan Bupati Inhil di antaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Inhil. Senin, (30/6/2014).

Dalam kunjungan yang di lakukan Bupati Inhil beserta rombongan juga melihat perkembangan prospek pembangunan Inhil. Bupati Inhil H.M.Wardan usai melaksanakan silaturahmi yang di rangkai sidak, kepada wartawan mengatakan, di samping melakukan sidak beliau juga langsung melakukan rapat dengan Kepala dinas, pejabat eselon empat, dan PPTK yang terkait. Pada rapat ini Bupati inhil langsung menanyakan perkembangan kemajauan Progres baik fisik maupun keuangan dari semua kegiatan-kegiatan dan pekerjaan yang ada.

“Saya berharap agar dari pekerjaan yang ada dilakukan evaluasi dan melaporkan apa yang menjadi kendala di lapangan.” Ujar Bupati sambil berharap ditriwulan ketiga nanti minimal progress sudah mencapai 50%.

Dengan kehadiran Bupati yang di dampingi Sekda, serta beberapa Asisten di harapkan memberikan spirit dan berpacu untuk mencapai target. Beliau, menambahkan agar setiap dinas dan satker agar membuat jadwal dari perkembangan kegiatan – kegiatan tersebut.(adv pemkab inhil)




Ringankan Beban Masyarakat, Pemkab Diminta Gelar Operasi Pasar

Tembilahan (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diminta untuk segera mengadakan operasi pasar. Hal ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat khususnya selama bulan ramadan dan menjelang hari Raya Idul Fitri.

Permintaan ini disampaikan anggota DPRD Inhil, Herwanissitas Senen, (30/6).” Menurutnya, operasi pasar sudah merupakan kegiatan tahunan. Selama ramadan dan menjelang tibanya hari raya idul fitri, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat dan sudah lajim diiringi dengan kenaikan harga. “Saya rasa ini waktu yang tepat untuk melaksanakan operasi pasar,” Nilai Herwanissitas.

Kegiatan ini menurut Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil ini dilaksanakan oleh Bagian Ekonomi Setdakab Inhil bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Ia berharap kedua satker ini segera melaksanakan tugas yang sudah diamanahkan kepadanya dalam rangka membantu masyarakat.

”paling tidak dengan operasi pasar akan dapat membantu masyarakat mendapatkan beberapa kebutuhan pokok mereka dengan harga yang relative terjangkau.”Pungkasnya.

Pantauan lapangan, memasuki bulan Ramadan, beberapa kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan. Kebutuhan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam termasuk beberapa jenis sayur mayur mengalami peningkatan harga yang cukup tinggi. Kenaikan harga seperti ini tentunya akan semakin membebani masyarakat khususnya bagi yang berada dalam taraf ekonomi menengah kebawah. Perhatian pemerintah untuk segera mengambil kebijakan tentunya menjadi sesuatu yang sangat diharapkan agar umat muslim dapat menjelankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih khusyuk. (dro)




Malam Ke dua, Bupati Inhil Taraweh di Masjid YAMP

oto: way/humas pemkab inhil
oto: way/humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) –Bupati inhil, HM Wardan melaksanakan sholat taraweh sekaligus menjadi imam dan penceramah di masjid yayasa amal bhakti muslim pancasila (YAMP) dilingkungan komplek gedung perkantoran Bupati Inhil. Turut hadir Sekda, H ALimuddin RM, para Asisten beserta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ahad (29/6/2014)

Dalam tausiyahnya, Bupati Mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat untuk dapat memanfaatkan sepuluh hari pertama ramadan yang dikenal sebagai hari pemberian rahmat dengan cara memperbanyak amal ibadah kepada Allah Swt. seperti mekakukan sholat malam berjama’ah serta memperbanyak imfak dan sedekah.

Bupati juga menghimbau kepada kaum muslimin dan muslimat untuk terus meramaikan masjid dan mushola sampai akhir Ramadan. ” kepada para mubalig dan mubalighah saya berharap agar dapat terus meningkatkan siraman rohani yang menunjukkan dalam berdakwah yang menyangkut ahlak maupun sosial lainya.” Pesan Bupati.(adv pemkab Inhil)