Terduga Pembantai Balita Jeanette Berasal dari Kecamatan Enok

donaculikTembilahan (detikriau.org) – Yulia alias Dona (19) yang menjadi tersangka pelaku pembunuhan balita Jeanette Gracya Candrio (1,4) di Pekanbaru beberapa waktu lalu sempat diketahui ikut memilih dalam pemilu Legislatif di Kabupaten Inhil. Warga asal Kecamatan Enok ini tinggal bersama suaminya disebuah rumah kontrakan di Jalan H Arief Lorong Belida Parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu 

“Yulia dan suaminya, Saparuddin memang membuat KTP disini, ia diketahui berasal dari Kecamatan Enok. Dan bahkan saat Pemilu Legislatif lalu, ia dan suaminya ikut mencoblos, tapi saat Pilpres mereka sudah tidak ikut mencoblos lagi,”Sampaikan KEtua RT setempat, harmizan kemaren di Tembilahan

Ditambahkan Harmizan, suami Yulia bekerja sebagai penjual ikan di pasar pinggir Jalan H Arif Tembilahan Inhil, selama tinggal ditempat tersebut hubungannya dengan masyarakat baik dan cukup sopan dengan tetangga.

“Ia dan suaminya hanya enam bulan tinggal dengan mengontrak rumah dan membuat ktp juga alamat rumah kontrakan itu,” Tambahnya.

Menurut penyampaian suami korban kepada Harmizan, ia tidak mengetahui saat Yulia meninggalkan rumah. Yulia hanya menelepon suaminya setelah dalam perjalanan meninggalkan Tembilahan dan menyampaikan akan mencari pekerjaan di Pekanbaru.

“Saat pergi dari sini mereka tidak pernah melapor,” Tandas harmizan.(ahmad Tarmizi)




Air PDAM TI Keruh dan Berbau, Warga Pinta Pemkab Inhil Serius lakukan Pembenahan

Kondisi air PDAM TI. Foto diambil, senin (11/8/2014) jam 17.50 Wib
Kondisi air PDAM TI. Foto diambil, senin (11/8/2014) jam 17.50 Wib

Tembilahan (www.detikriau.org) – Warga kota Tembilahan mengeluh, kondisi pasokan air PDAM Tirta Indragiri sudah beberapa waktu belakangan ini kerap kali berwarna keruh dan berbau. Mereka berharap pemerintah daerah untuk serius lakukan pembenahan dan tidak membiarkan hal ini terus berlarut-larut.

“Bagaimana mau kita pakai, air keruh dan berbau. Mbok ya pemerintah jangan hanya diam dan tutup mata. Masyarakat sekarang sudah disuguhi air comberan. Kalau memang tak bisa lagi PDAM TI itu dibenahi, sekalian aja ditutup,”Kesal Yanto, salah seorang warga Tembilahan kepada detikriau.org, senin (11/8/2014)

Menurut yanto, kondisi air PDAM seperti ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Hingga hari tidak ada sedikitpun perobahan.

“Bayaran mau tepat waktu. Sedikit aja terlambat, sanksi dendapun jadi imbalan. Tapi apa pantas air comberan seperti ini juga ditarik pungutan dari pelanggan?” tanyanya.

Kekesalan yanto bukannya tidak beralasan, dari berbagai sumber lapangan yang dikumpulkan detikriau.org, apa yang disampaikan yanto benar adanya, pasokan air yang dialirkan melalui pipa-pipa PDAM kerap kali berwarna keruh, bergetah dan berbau kurang sedap.

Tidak cukup hanya itu, airpun tidak mengalir dengan maksimal sehingga untuk mendapatkannya masyarakat masih memerlukan tambahan mesin pompa listrik. Akibatnya, untuk mendapatkan layanan air PDAM dengan kualitas yang sangat jauh dari kata memuaskan ini, pelanggan masih harus membutuhkan biaya tambahan listrik untuk menghidupkan mesin pompa.

PLT Direktur PDAM Tirta Indragiri, Eddywan Shasby diruang kerjanya, rabu (18/6/2014) yang lalu membantah bahwa penurunan pelayanan PDAM TI belakangan ini terjadi disebabkan kepemimpinannya. Apa yang terjadi saat ini menurutnya merupakan puncak dari persoalan yang dialami PDAM TI sejak tahun 2012 silam.

Menurut Eddywan, ia diberikan tugas oleh Bupati Inhil sebagai PLT Direktur PDAM TI dalam rangka melakukan pembenahan. Tugas itu selama jangka waktu 6 bulan terhitung sejak tangal 2 Mei 2014.

“Waktunya bisa saja hingga habis masa itu atau sebelumnya. Yang jelas tugas saya adalah untuk melakukan pembenahan PDAM TI. 2012 dulu sudah sangat sakit, hari ini puncaknya,” kata Eddywan kala itu

ditambahkannya, jika PDAM TI ini sebuah perusahaan swasta, ia yakin dengan kondisi saat ini mereka sudah harus gulung tikar.

Eddywan juga menegaskan belum bisa memberikan batasan waktu sampai kapan PDAM TI bisa kembali sehat. Namun untuk itu ia sudah mengambil berbagai kebijakan dalam upaya menyehatkan PDAM TI. (dro)




567 Calon Jemaah Haji Asal Inhil Jalani Pemeriksaan Kesehatan Tahap Dua

pemeriksaan tahap dua calon jamaah haji asal InhilTembilahan (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil malaksanakan pemeriksaan kesehatan tahap dua bagi calon jemaah haji (jch) asal Inhil yang akan berangkat ke tanah suci.

Kepala Dinas Kesehatan DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, dr Saut Pakpahan mengatakan bahwa pemeriksaan tahap kedua ini menjadi pemeriksaan penentu bagi calon jemaah haji untuk kepastian berangkat ke tanah suci.

“Pemeriksaan ini merupakan tahapan lanjutan dari pemeriksaan tahap pertama yang diadakan di Puskesmas didaerah atau alamat dari setiap calon jamaah haji asal Inhil ini, Sampaikannya, Senin (11/8/2014)

Pemeriksaan kesehatan tahap II ini dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Inhil sejak tanggal 11 hingga 19 Agustus 2014. Untuk Kecamatan Tembilahan sebanyak 146 JCH, pemeriksaan kesehatannya dilaksanakan dalam 2 hari yakni tanggal 11 dan 12 Agustus. Kemudian untuk Kecamatan Tembilahan hulu, Kempas dan Tempuling dilakukan pada tanggal 13 agustus.

Tanggal 14 agustus untuk Kecamatan Kuindra, Concong dan Tanah Merah. Selanjutnya Kecamatan Reteh, Sungai Batang, Kemuning, Mandah dan Gas dilakukan tanggal 15 agustus.

Kecamatan Batang Tuaka, Gaung, Kateman, Pelangiran, Pulau Burung dan Teluk Belengkong tanggal 16 agustus. Dan terakhir tanggal 18 – 19 agusutus 2014 diperuntukan bagi Kecamatan Keritang. Tercatat sebanyak 567 CJH yang berasal dari Inhil menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan tahap kedua ini digratiskan tidak seperti pemeriksaan tahap pertama yang mana setiap JCH dikenakan biaya sebesar Rp 100.000

Ditambahkan dr Saut Pakpahan, ada penambahan test kesehatan dalam pemeriksan tahap kedua ini seperti rontsgen, laboraturium, dan pemeriksaan dokter spesialis

“ada tambahan pemeriksaan untuk tahap kedua ini yaitu rontsgen, laboraturium, dokter spesialis dan nantinya setiap jamaah akan dikelompokan berdasarkan golongan resiko tinggi dan mana yang normal”. Jelasnya

Sementara itu untuk jumlah Petugas Kesehatan Haji Daerah (PKHD) yang akan mendampingi calon jamaah haji hingga ketanah suci sebanyak satu orang dan untuk Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) sebanyak tiga orang. Tandasnya. (ahmad tarmiji/adv pemkab inhil)




Wabup Inhil: Bekukan Koperasi yang Hanya Miliki Papan Nama

IMG_2051Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo meminta agar keberadaan koperasi yang terkesan hanya memiliki papan nama untuk dibekukan dan kembali didirikan koperasi baru yang benar-benar dapat dijalankan dengan baik guna memacu pertumbuhan koperasi yang lebih maju kedepannya.

Pernyataan ini disampaikan oleh orang nomor dua di kabupaten Inhil kepada awak media usai menghadiri acara ramah tamah gubernur riau, H Annas Maamun dengan Mentri Koperasi dan UKM RI di Gedung Daerah jalan Diponegoro, Pekanbaru. Senin (11/8/2014)

Sama halnya sebagaimana yang disampaikan Gubernur Riau dalam pidatonya, menurut Wabup, di Inhil sendiri juga ada koperasi-koperasi yang memang sudah berjalan dengan baik dan memenuhi semua aturan. Koperasi seperti ini haruslah dapat dipertahankan.

Disamping itu juga diakuinya, masih ada koperasi-koperasi yang kurang mampu beraktifitas dengan baik. Koperasi seperti ini harus dibina dan diupayakan untuk dipacu akan kedepannya dapat beraktiftas dan menjalan operasionalnya dengan lebih baik.

Yang harus menjadi perhatian, Wabup meminta untuk dipelajari akan adanya koperasi-koperasi yang hanya memiliki papan mana namun sama sekali tidak ada aktifitas.

“Jika ada koperasi seperti ini bukankah lebih baik dibekukan saja” Saran Wabup

Hari ini ditambahkan Wabup, cukup banyak masyarakat yang berupaya mengajukan permohonan untuk mendirikan koperasi. Tetapi keinginan ini tidak bisa terpenuhi disebabkan sudah sangat banyaknya jumlah koperasi yang terdaftar di Diskop dan UKM Inhil.

Agar keinginan masyarakat yang benar-benar ingin mendirikan dan menjalankan koperasi dengan baik dapat terpenuhi makanya perlu dilakukan telaah terhadap koperasi yang hanya memiliki papan nama tanpa adanya aktivitas dan digantikan dengan koperasi baru.

Sebelumnya dihadapan Mentri Koperasi dan UKM RI, Gubernur mengatakan bahwa di Riau saat ini terdata sebanyak 5. 126 Koperasi dengan jumlah UKM sebanyak 525 buah.

Waktu ia masih menjabat Bupati Rohil, Anas mengatakan ada koperasi yang keberadaannya benar-benar membantu dan dibutuhkan masyarakat dan Pemerintah mengapresiasi baik serta mendukung agar koperasi yang baik ini tetap terus eksis dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tahun ini, Provinsi Riau menurut Gubernur berencana untuk memberikan bantuan kepada Koperasi-koperasi yang baik. Jika dalam era kepemrintahan sebelumnya ada program yang disebut Usaha Ekonomi Desa (UED), Gubri mengeaskan keinginannya untuk menghentikan program ini dan bantuan dialihkan kepada Koperasi.

“Koperasi-koperasi baik yang kita berikan bantuan itu anntinya yang akan menalurkan bantuan usaha kepada usaha-usaha kecil agar mereka dapat hidup dan berkembang dengan baik,” Harap gubernur.(rul/adv pemkab Inhil)




Wikileaks Rilis Kolaborasi Rahasia Sekjend PBB dengan Israel dan Amerika

Ban Ki Moon
Ban Ki Moon

detikriau.org – Wikileaks merilis bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon berkolaborasi secara rahasia dengan rezim “Israel” dan Amerika Serikat untuk melemahkan efek laporan Dewan Penyelidikan yang menuduh “Israel” melanggaran hak asasi manusia di Gaza pada Desember 2008-Januari 2009.

Dokumen pada hari Jumat (8/8/2014) yang mengungkapkan bahwa Ban menulis surat pada Dewan Keamanan PBB untuk meminta anggotanya tidak memperdulikan rekomendasi Dewan Penyelidikan PBB terkait pengeboman militer zionis “Israel” di Gaza.

Laporan itu menunjukkan bahwa militer zionis (IDF) memiliki peran langsung dalam tujuh dari sembilan serangan terhadap gedung PBB di Jalur Gaza, serta menuduh “Israel” telah menghancurkan gedung-gedung PBB yang semestinya kebal dan tak boleh diganggu.
Menurut Wikileaks, Susan Rice, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, berbicara setidaknya empat kali dengan Ban Ki Moon “untuk mendiskusikan kekuatiran terhadap laporan Dewan Penyelidikan mengenai insiden di lokasi PBB pada bulan Desember 2008 dan Januari 2009”.

Rekomendasi dari laporan ini mencakup kebutuhan untuk penyelidikan lebih mendalam dan tidak memihak pada “insiden” baru-baru ini, dan terkait dengan pengeboman fasilitas PBB.
Menurut Wikileaks, Rice pertama-tama meminta Ban untuk tidak menyertakan rekomendasi dalam ringkasan laporan akhir ini, yang seharusnya dikirim ke Dewan Keamanan PBB pada 5 Mei.
Ban menjawab bahwa “ia dibatasi dalam apa yang bisa dilakukan karena Dewan Penyelidikan bersifat independen; itu adalah laporan dan rekomendasi mereka dan ia tidak dapat menahannya”.

Dalam percakapan kedua, “Rice mendesak Sekretaris Jenderal itu untuk menjelaskan dalam surat pengantarnya saat ia mengirimkan ringkasan itu kepada Dewan Keamanan bahwa rekomendasi tersebut melampaui cakupan dari kerangka acuan dan tidak diperlukan tindakan lebih lanjut.”

Ban kemudian menjawab bahwa “stafnya bekerja dengan delegasi ‘Israel’ untuk teks surat pengantar itu”.

Ia menegaskan dalam percakapan telepon terakhirnya bahwa “secarik surat pengantar yang memuaskan” telah dirampungkan. (*)

wk1wk2wk3




Netanyahu Tuduh Wartawan Asing Rugikan Israel dalam Laporannya

Foto: net
Foto: net

Gaza (detikriau.org) – Wartawan-wartawan asing yang meliput Gaza,   menolak tuduhan PM Israel, Benyamin Netanyahu, yang mengatakan media asing tidak imbang dan bias, dalam laporan-laporannya karena pro Palestina akibat tekanan dari Hamas.

Netanyahu mengadakan pertemuan dengan wartawan  malam Jumat.

Menurut media Palestina Al-Ray, jurnalis yang baru saja meninggalkan perbatasan mengatakan Netanyahu berbohong dan mengaskan mereka tidak mendapatkan tekanan dari Hamas selama meliput Gaza. Demikian diberitakan IMEMC dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor menyatakan, “Saya tidak percaya dengan hasil fotografer yang ada yang menggambarkan satu kelompok  Palestina meluncurkan rudal, atau diluncurkan oleh salah seorang   dari Hamas.”

Para wartawan asing juga menegaskan,  menolak tuduhan  Netanyahu seperti ditulis Harian Haaret,  yang mengatakan 710 wartawan yang memasuki Gaza menutupi serangan Israel, hanya seorang koresponden (dari India Saluran TV NDTV) yang membuat gambar  Hamas menembakkan roket ke Israel.

Salah satu claim Netanyahu adalah demikian banyak gambar tentang serangan Israel ke Jalur Gaza yang berlangsung sejak 8 Juli lalu, tapi minim sekali gambar penembakkan roket Hamas ke wilayah Israel, padahal Israel menjadikan serangan roket Hamas ini sebagai alasan utamanya menyerbu Jalur Gaza.

“Gambar yang sama terungkap, tapi kami bertemu semua wartawan yang mengatakan mereka tidak melihat gambar tersebut,” tambahnya.

Fihak wartawan asing juga menegaskan fakta NDTV berhasil mengambil sebuah gambar tidak membuktikan apa-apa. Wartawan lain melaporkan, “Saya melihat sejumlah kecil pejuang Hamas; mereka hanya sedikit.Ini mengingatkan saya pada Perang kedua di Lebanon, saya tidak melihat pejuang Hizbullah di wilayah perbatasan,” tambahnya.

Menurut New York Times ‘Anne Bernard, awak media NYT hanya menyiarkan laporan tentang peluncuran roket dari daerah-daerah berpenduduk dan pertanian. “Kami melihat mereka terbang “, katanya,” tapi, dalam waktu dua minggu, saya tidak melihat yang menembakkan roket. Mereka menyembunyikannya agar tidak menjadi sasaran serangan Israel.