Bupati: Jangan Biarkan Alsintan Jadi Besi Tua

-Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan meminta kepada semua kelompok tani yang telah diberikan bantuan hibah berbagai peralatan mesin pertanian untuk tidak membiarkannya menjadi pajangan dan pada akhirnya menjadi besi tua, tetapi hendaknya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin guna meningkatkan produksi pertanian.

Permintaan ini disampaikan Bupati dalam penyampaian kata sambutannya pada pelaksanaan panen bibit padi sekaligus penyerahan bantuan alsintan kepada kelompok tani bertempat di Balai Benih Utama (BBU) Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan akhir pekan kemaren.

“Kurang lebih 9 bulan saja menjabat sebagai Bupati, sudah beberapa kali saya menghadiri berbagai kegiatan dibidang pertanian. Sebelum hari ini, saat penanaman di BBU pekan arba ini saya juga hadir termasuk juga mengikuti panen raya di desa sanglar beberapa waktu lalu. Terus terang saya merasa bangga,” Ujar Bupati

Diera tahun 80 an ditambahkan Bupati, hanya dengan mengandalkan peralatan tradisional disertai dengan semangat yang luar biasa dari petani, nama Inhil sepat melambung dan dikenal sebagai lumbung padinya Riau.

Hari ini, petani kita sudah diperkenalkan dengan peralatan pertanian modern. Jika dimanfaatkan dengan benar, Bupati berkeyakinan Inhil akan kembali mampu meraih predikat itu dan bahkan lebih mengingat begitu masih besarnya potensi lahan pertanian yang ada.

Dalam kesempatan ini Bupati juga berpesan agar dinas terkait tetap melakukan pemantauan dan suverfisi agar alsintan yang telah diperbantukan ini benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Jangan peralatan ini hanya disimpan dan bahkan lama kelamaan menjadi besi tua. Harus diawasi agar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” Ingatkan Bupati.(dro/adv pemkab inhil)




Diwakili Staff Ahli, Bupati Buka Pelatihan Manasik Haji 2014

Staff Ahli Bupati Inhil Sar'i membuka Manasik Haji TH 2014. Foto: agustan, humas pemkab Inhil
Staff Ahli Bupati Inhil Sar’i membuka Manasik Haji TH 2014. Foto: agustan, humas pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan diwakilil Staff Ahli Bupati, Sar’i menghadiri pembukaan bimbingan manasik haji Tahun 2014. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Agung Al Huda Jalan Jendral Sudirman ini juga dihadiri oleh Kemenag Inhil, kabid haji kemenang Provinsi Riau, Ketua MUI Inhil dan seluruh jamaah calon haji.

Dalam sambutan Bupati yang dibawcakan Sar’I mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya manasik haji agar para jamaah nantinya akan lebih siap dan mandiri dalam menunaikan Ibadah Haji sesuai dengan tuntunan agama islam.

“Sehingga diharapkan akan diperoleh haji yang mabrur karena haji merupakan rukun islam kelima yang wajib untuk dilaksanakan bagi setiap umat muslim yang mampu (Istitho’ah),” Ujar Bupati

Pengertian mampu tersebut di tinjau dari berbagai aspek antara lain; keuangan, kesehatan, dan ilmu pengetahuan.

Pada kesempatan ini juga Bupati menghimbau kepada para Jamaah Haji agar dapat mengikuti Manasik Haji ini dengan tekun dan bersungguh-sungguh sehingga nantinya bermanfaat dan mendapatkan nilai Haji seperti yang kita harapkan bersama.

Untuk keberangkatan haji tahun 2014, seluruh Jamaah Calon Haji asal Kab. Inhil yang tergabung di Kloter 4 Emberkasi Batam berjumlah 445 orang. Pelaksanaan Manasik Haji ini di laksanakan selama 2 hari.(gus/adv pemkab inhil)




Ketua Komnas PA Rekomendasikan Hukuman Mati Bagi Pelaku Mutilasi di Kab Siak

meredekaJakarta (detikriau.org) – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait merekomendasikan hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati bagi pelaku kejahatan seksual dan mutilasi di Kabupaten Siak, Riau.

“Tuntutan pokoknya Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup, bahkan hukuman mati kecuali satu tersangka yang masih dibawah umur,” ujar Arist dikutip detikriau.org melalui inhilah.com, Sabtu (23/8/2014).

Diketahui terdapat empat pelaku yang kini sudah diamankan diantaranya berinisial MD (20), DD (19), DP (17) dan S (24). Mereka telah melakukan kejahatan yang terencana dan secara berulang-ulang.

Bahkan Arist menegaskan kasus kejahatan seksual yang disertai kasus mutilasi ini menjasi kejahatan kemanusiaan luar biasa. Karena itu pihaknya merekomendasikan jerat pidana hukuman berat terhadap para pelaku.

“Pemerintah daerah tidak boleh diam terhadap peristiwa ini karena Riau sudah masuk darurat kejahatan seksual terhadap anak,” tambahnya.

Sebelumnya. berdasarkan keterangan para pelaku dihadapan Arist Merdeka Sirait dalam kunjungannya ke Siak pada Kamis 14 Agustus 2014 yang lalu, mereka mengaku telah menguliti bahkan menjual daging manusia itu pada beberapa warung makan (lapo) di Kota Perawang, Siak, Riau. Namun, mereka mengaku, daging tersebut tidak dijual dalam ukuran kilogram.

“Biasa dijual per satu kantong plastik dan dijual dengan harga Rp30 ribu. Pada pemilik warung, mereka bilang itu adalah daging sapi atau daging biawak,” ungkap Arist memberikan keterangan saat itu

Pelaku MD dan S, kata Arist adalah otak di balik penjualan daging manusia itu pada pemilik warung. Tindakan itu diketahui sudah dilakukannya sejak 2014.(dro)

 




Annas Maamun Larang Pejabat Bepergian, Bupati Inhil Justru Benarkan

“Puji Keberhasilan DTPHP Inhil Raih Berbagai Bantuan Hibah untuk Petani”

dari kiri: Kadis DTPHP Inhil, Sekretaris Dinas THP Provinsi Riau dan Bupati Inhil saat panen bibit padi di BBU Pekan Arba
dari kiri: Kadis DTPHP Inhil, Sekretaris Dinas THP Provinsi Riau dan Bupati Inhil saat panen bibit padi di BBU Pekan Arba

Tembilahan (detikriau.org) – JIka Gubernur Riau, Annas Maamun melarang pejabatnya bepergian keluar daerah, tidak demikian dengan Bupati Inhil, HM Wardan. Bupati menginjinkan pejabatnya untuk bepergian asalkan pulangnya membawa hasil bagi pembangunan daerah.

Menurut Bupati, menjalankan pembangunan dalam rangka mempercepat kesejahteraan masyarakat tidaklah cukup hanya mengandalkan kemampuan APBD kabupaten. Oleh karenanya, Bupati Inhil meminta pejabatnya untuk berupaya maksimal mendapatkan sumber pendanaan lainnya baik dari APBD Provinsi maupun Pusat.

dikatakan Bupati, dulu mantan Bupati Inhil, Usman Draman, pernah menyampaikan ada resep yang harus dilakukan untuk mendapatkan tambahan pendanaan itu, yakni “Panjek, Hoyak dan kaik (panjat, goyang dan dikait. red). Pesan ini menurutnya memberikan makna untuk berhasil diperlukan usaha dan perjuangan secara maksimal.

“harus di PHK kalau mau dapat. Makanya saya izinkan pejabat saya untuk bepergian keluar daerah asalkan pulangnya membawa hasil,” Ujar Bupati saat memberikan sambutan pada acara panen bibit padi di BBU Pekan Arba kemaren.

Dicontohkan Bupati, keberhasilan DTPHP Inhil mendapatkan bantuan hibah alat-alat mesin pertanian (alsintan) melalui APBN patut untuk mendapatkan pujian. Dengan bantuan peralatan mesin-mesin yang sangat dibutuhkan petani untuk meningkatkan produktifitas ini, ditunjang dengan bibit yang baik, Bupati berkeyakinanInhil akan mampu bertahan sebagai penyumbang produksi beras terbesar untuk provinsi Riau dan bahkan ia juga berkeyakinan produksi itu akan mampu untuk terus ditingkatkan mengingatk hari ini potensi lahan pertanian Inhil masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan.

“Apalagi kata pak Wiryadi (kadis DTPHP Inhil. Red), ia juga sudah mendapatkan peluang tambahan bantuan hibah 50 unit lagi alsintan. Ini harus dijadikan contoh oleh pejabat lainnya agar upaya kita untuk mensejahterakan masyarakat akan lebih cepat terwujud.” Tandas Bupati. (dro/adv pemkab inhil)




Dandrem 031 WB lakukan Kunker di Kab Inhil

 

Dandrem 031 WB diterima Wabup Inhil dikediaman Bupati Inhil. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil
Dandrem 031 WB diterima Wabup Inhil dikediaman Bupati Inhil. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Danrem 031 Wirabima, Brigjen Priadi Agus Irianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepada detikriau.org disela kunjungannya, Danrem menyatakan bahwa kedatangannya kali ini sejalan dengan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan Negara.

“penjabarannya, secara rutin kita selalu melakukan pantauan keamanan terutama terhadap pulau-pulau terluar. Dalam setiap waktu saya selalu lakukan hal itu dan kali ini kebagian selatan Provinsi Riau hingga ke Tembilahan,” Ujar Dandrem 031 WB, Brigjen Priadi Agus Irianto di damping Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf FP Tarigan, Jum’at (22/8/2014)

Didampingi Dandim 0314 Inhil, Danrem 031 WB saat memantau kesiapan prajurit TNI yang bertugas di Kecamatan Kateman. Foto: Syahrul Badrin
Didampingi Dandim 0314 Inhil, Danrem 031 WB saat memantau kesiapan prajurit TNI yang bertugas di Kecamatan Kateman. Foto: Syahrul Badrin

Setibanya di Tembilahan, Dandrem juga berkesempatan melakukan silaturahmi dengan Pemkab Inhil yang kala itu diterima oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dikediaman Bupati Inhil. Dalam kesempatan itu, Wabup didampingi Asisten I dan II Setdakab Inhil terlihat saling beramah tamah.

Usainya, Dandrem bersama rombongan bertolak melanjutkan kunjungan kerja ke Kecamatan kateman.(dro/rul)




Dewan Kembali Desak Pemkab Inhil Evaluasi Perizinan Perusahaan

zulkarnaenTembilahan (detikriau.org) – DPRD Inhil melalui anggota komisi II Zulkarnaen kembali memintakan agar Pemkab Inhil segera melakukan evaluasi perizinan termasuk penghentian sementara operasional perusahaan kehutanan dan perkebunan khususnya yang saat ini terlibat komplik dengan masyarakat setempat.

Menurut Ketua Partai Nasdem Kabupaten Inhil ini, masuknya investor harusnya memberikan manfaat positif bagi masyarakat bukannya malah menjadi penyebab timbulnya perselihan yang berdampak merugikan masyarakat.

“Kasus Desa pungkat menjadi pembelajaran bahwa kehadiran perusahaan justru merugikan masyarakat tempatan. Ini harus disikapi segera agar tidak terus berumunculan kasus-kasus serupa kedepannya,” Ujar Zulkarnaen kepada detikriau.org. jum’at (22/8/2014)

Menurut Zulkarnaen, penghentian operasional sementara ini dimaksudkan agar Pemkab Inhil mengantisiasi kemungkinan terjadinya komplik serupa, bukan hanya di pungkat tetapi juga dibeberapa daerah lainnya di inhil yang semakin hari semakin terlihat mulai bermunculan.

Hal yang terpenting menurutnya, pemkab Inhil harus segera melakukan kajian ulang terhadap ijin yang telah dikeluarkan terutama untuk izin-izin yang berada dikawasan hutan dan sumber penghidupan masyarakat lainnya.

Ditambahkannya, DPRD Inhil cukup banyak menerima pengaduan dari masayrakat terkait persoalan lahan antara perusahaan dengan masyarakat. Dikatakannya, sebagai contoh, salah seorang warga Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra saat ini juga melaporkan kepada DPRD bahwa lahannya diduganya telah dijual oleh oknum mantan kepala Desa setempat kepada perusahaan perkebunan dengan cara membuatkan SKT baru.

Padahal diatas lahan itu menurut pengakuan pengadu (sadike. Red) dulunya pernah berdiri pemukiman penduduk dan pernah ditanami tanaman perkebunan kelapa. Namun karena tidak mampu mengatasi serangan hama babi dan instrusi air laut, lahan itu terpaksa ditinggalkan.

“penguasaan lahan-lahan yang dilatarbelakangi penyalahgunaan oleh oknum-oknum tertentu seperti ini juga menjadi salah satu penyebab timbulnya komplik. Kita juga patut pertanyakan proses sosialisasi yang dijalankan perusahaan. Makanya kajian ulang terhadap izin yang telah diberikan sangat dirasakan begitu mendesak.” Pungkas Zulkarnaen. (dro/adv pemkab inhil)