Bayi Kembar Siam dengan Dua Wajah Kembali Lahir di India

liveleak-300x143detikriau.org – Bayi kembar siam dengan dua wajah kembali lahir di India. Bayi kembar siam ini lahir pada tanggal 22 Agustus 2014 di rumah sakit Sipil Khatav. Bayi India ini lahir dengan dua wajah dan empat mata. Fenomena aneh dan unik ini sangat langka terjadi. Selama ini tercatat, baru ada 35 kasus serupa. Yang terakhir kelahiran bayi kembar siam dengan dua wajah ini terjadi di Australia pada Februari 2014 lalu.

Dilaporkan Liveleak, menurut Dr Suresh Sirsat di Marathi, hal ini merupakan kasus yang serius, dan para medis kali ini berusaha untuk menyelamatkan nyawa bayi tersebut. Diperkirakan Bayi tersebut tidak akan mampu bertahan hidup lama, namun pihak rumah sakit akan berusaha memberikan yang terbaik.

Bayi yang lahir dengan dua wajah itu kini menjalani perawatan di Akola setelah telah lahir dengan craniofacial duplikasi di rumah sakit sipil Khatav.(*)




Ngaku di Tindas PT SHM, Warga di Lima Desa Ngadu ke DPRD Inhil

pertemuan diruang komisi II DPRD InhilTembilahan (detikriau.org) – Puluhan warga di lima desa dan dua kecamatan di kabupaten Indragiri Hilir bagian selatan mendatangi gedung kantor DPRD Inhil, kamis (28/8/2014) sore. Kedatangan warga yang diterima Komisi II ini mengadukan upaya yang disebut warga sebagai sebuah perbuatan “penindasan” dan “intimidasi” yang dilakukan PT Sabuk Hijau Mutiara (SHM)

Diadukan juru bicara masyarakat desa Tuk Jimun, Kemuning Muda, Lubuk Besar Kecamatan Kemuning serta desa Kayu Raja dan kotabaru reteh Kecamatan Keritang, Amel Tasri, bahwa PT SHM telah memprovokasi masyarakat denan mengajak secara bersama-sama untuk merebut tanah-tanah yang didiuduki dan diolah masyarakat menjadi kebun sawit. Untuk ajakan kerjasama ini, bagi masyarakat yang bersedia membantu, masing-masing dari mereka akan diberikan konpensasi berupa tanah seluar 5 Ha.

PT SHM menurutnya juga sudah beberapa kali melakukan pemasangan portal dijalan yang dibangun masyarakat untuk menuju areal perkebunan masyarakat.

“mereka juga secara kontinyu mengumpulkan masyarakat dan mengadakan rapat untuk membicarakan berbagai stategi untuk mencapai tujuan tersebut,” paparkan Amel

Dijelaskan Amel, dulu, sebelum izin pengelolaan diterbitkan oleh mentri kehutanan (menhut) untuk PT SHM, sebagaimana pencermatan mereka berdasarkan data disurat keterangan untuk PT SHM dari Menhut, Menhut memintakan SHM untuk menginventasirir hak-hak masyarakat diatas areal lahan yang dimohonkan. Namun PT SHM tidak melaksanakannya.

Keputusan Menhut untuk PT SHM bernomor : SK. 378/Menhut-II/2008. Sementara ditambahkan Amel, dalam kawasan areal yang dimintakan pengelolaannya oleh PT SHM itu, jauh-jauh hari sudah berdiri diatasnya 5 buah desa tersebut dan diakui keabsahannya dalam wilayah kabupaten Inhil.

Atas persoalan ini, masyarakat yang saat itu tergabung dalam Koperasi Serba Usaha Tri Sukses pernah mnyurati Menhut dan atas dasar surat itu, Menhut telah memberikan arahan sesuai suratnya, No. s.103/VI-BPHT/2010 tertanggal 4 februari 2010 dan Menhut juga telah menyurati PT SHM dengn suratnya no 122/VI-BPHT/ 2010 tertanggal 10 februari 2010. Namun terhadap arahan Menhut untuk kembali melakukan inventarisir lahan-lahan masyarakat itu juga tidak diindahkan PT SHM

“yang terjadi malah PT SHM kembali membuat penekanan dan pemaksaan kepada masyarakat untuk meninggalkan tanah-tanah perkebunan yang sejak lama telah mereka garap jauh hari sebelum PT SHM masuk kewilayah kami,” Kesal Amel yang diamini oleh puluhan warga lainnya.

Secara panjang lebar Amel terus memberikan keterangan atas berbagai upaya yang dilakukan PT SHM untuk merebut anah yang diakui masyarakat adalah hak mereka.

Yang juga patut dipertanyakan tambah amel, surat izin yang diterbitkan Menhut untuk PT SHM pada bulan oktober tahun 2008 namun hingga hari ini diatasnya sama sekali tidak pernah dilakukan penggarapan. Padahal sebagaimana kami ketahui bahwa RKT untuk PT SHM telah diterbitkan sejak tahun 2011, namun hingga hari ini, sekali lagi mereka tidak pernah melakukan aktifitas nyata sesuai peruntukan.

Atas semua itu, Amel menegaskan bahwa masyarakat yang tergabung dalam koperasi Tri Sukses meminta kepada menhut agar menganulir izin lahan yang diberikan kepada PT SHM agar tidak terjadinya bentrokan dengan masyarakat setempat.

Masyarakat menurut Amel juga meminta menhut untuk memanggil PT SHM serta tidak lagi memprovokasi dan mengadu domba masyarakat.

“hari ini kami datang ke DPRD Inhil. Kami berharap agar wakil kami digedung mulia ini mau mencarikan solusi untuk membantu agar tanah kami tidak direbut penjajah,” Pungkas Amel.

Kepala Dinas Kehutan Inhil, M Thaher yang hadir dalam pertemuan ini menyatakan bahwa secara pribadi ia baru saja mengetahui persoalan ini secara pasti pada tanggal 5/8/2014. Saat kunjungan kerja Bupati di Kecamatan Selensen pada tanggal tersebut. Kita mendapatkan surat pemberitahuan dari camat satu hari sebelumnya (4/8/2014. red)

“karena saya memang baru menjabat sebagai kadishut Inhil,” Ujar Thaher

Ditambahkan Thaher, berdasarkan berbagai dokumen yang sudah ia pelajari, SHM mendapatkan izin dari Menhut sejak tahun 2008, namun selanjutnya berpekara dipengadilan hingga tahun 2013 dan akhirnya di MA mereka dinyatakan menang atas gugatan dari perusahaan yang katanya juga pemegang hak dalam kawasan itu. Setelah menang, PT SHM kemudian melakukan eksekusi sendiri.

“Kita akan mencoba melakukan upaya-upaya untuk memediasi persoalan ini. Kita akan coba untuk lakukan pendataan ulang terlebih dahulu dan selanjutnya menurunkan tim investigasi kelapangan,” Janjikan Thaher.

Secara aturan menurut thaer, luasan areal yang diberikan bukanlah mutlak akan diperoleh keseluruhan sebagaimana surat izin yang diterbitkan Menhut. Bisa saja hanya sebahagian atau hanya beberapa hektar. Jika setelah pendataan diatasnya ada kawasan perkampungan atau lain-lain maka harus dikurangkan terlebih dahulu.

Thaher menyarankan agar masyarakat dapat berjuang sesuai dengan prosedur dan aturan. Jangan terburu-buru karena ini terkait dengan administrasi Negara.

“Kita akan kaji. Jika nantinya memang memungkinkan, kita akan mohonkan Bupati untuk menyurati Menhut agar dilakukan peninjuan ulang. Gubernur juga akan disurati. Jika Gubernur setuju, nanti Gubernur juga menyurati Menhut untuk memintakan peninjauan ulang. Jalannya ada, tapi sekali lagi harus bersabar,” Tandas Thaher.

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Junaidi yang menjadi pimpinan rapat saat itu didapingi beberapa orang anggota, Herwanissitas, Edi Hariyanto, Bakri dan Mansun menyatakan bahwa Dewan menyatakan menerima pengaduan masyarakat ini dan berjanji akan menindaklanjuti guna mencarikan jalan penyelesaian terbaik.

“Sebagai wakil rakyat, pastinya kita akan melakukan yang terbaik untuk rakyat. Kita akan coba pelajari dan mencarikan jalan penyelesaian terbaik,” Ujarnya.

Disampaing anggota Komisi II DPRD Inhil, pertemuan ini juga dihadiri oleh Badan Perizinan Inhil, Dinas Perkebunan dan Kepolisian Polres Inhil. (dro)




Pemkab Inhil bangun Jembatan Penghubung Dusun Tunas Jaya dengan Dusun Pematang Sari

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Inhil, H Yulizal melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung Dusun Tunas jaya dengan Dusun Pematang Sari Kecamatan Tempuling. Rabu (27/8) kemaren

Turut hadir Kepala Bidang Sarana dan Prasarana BPMPD Inhil, H Arispudin, fasilitator kabupaten dan kecamatan, Kepala Desa (Kades) Karya Tunas Jaya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), mahasiswa KKN dan sejumlah masyarakat setempat.

Dikatakan Yulizal, apabila dilihat dari perkembangan dan sikap kebersamaan serta kegotongroyongan masyarakat setempat, ia yakin bahwa Desa Karya Tunas Jaya akan semakin maju dan berkembang di masa mendatang, begitu pula dengan pembangunan infrastrukturnya.

“Jika sudah seperti itu, tentu dana untuk pembangunan desanya akan bisa lebih ditingkatkan lagi dari dana yang ada sekarang,” tutur Yulizal.

Selanjutnya, mantan Kabag Keuangan Setwan Kabupaten Inhil ini berharap, agar seluruh masyarakat Kabupaten Inhil terutama Desa Karya Tunas Jaya dapat terus mendukung dan ikut berpartisipasi dalam mensukseskan seluruh program pembangunan di Kabupaten Inhil.

Sementara itu, Kades Karya Tunas Jaya, Mispan mengaku sangat senang dan gembira atas dimulainya pembangunan jembatan penghubung, dengan panjang 44 meter dan lebar 2,5 meter tersebut. Pasalnya, hal ini sudah sangat ditungu dan dinantikan oleh masyarakat sejak lama.

“Untuk dana pembangunannya, bersumber dari Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ), yang ditalang terlebih dahulu. Karena ini merupakan inisiatif dan keputusan bersama antara aparatur desa, mengingat kebutuhan masyarakat akan keberadaan jembatan penghubung ini sangat mendesak,” terangnya. (dro/adv pemkab inhil)




Galery Paripurna Ke 7 DPRD Inhil Masa Sidang Ke II Tahun Sidang 2014

Tembilahan (detikriau.org) – DPRD Inhil melaksanakan rapat paripurna ke 7 masa persidangan ke II tahun sidang 2014 tentang tangapan Bupati terhadap pemandangan umum fraksi terhadap draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014.

Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam didampingi Muslimin ini juga dihadiri sebanyak 24 anggota DPRD Inhil lainnya.

Kegiatan  ini juga tampak dihadiri oleh unsur Muspida dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhil (dro)




Menjaga Kesegaran Biji Kopi di Rumah

kopiTIDAK hanya di kedai kopi, kini banyak orang yang mulai memiliki mesin kopi dan menyimpan biji kopinya sendiri. Untuk merawat biji kopi tetap sempurna, Anda perlu melakukan beberapa hal penting.

Kopi yang nikmat dapat tersaji dengan sempurna dari biji kopi yang berkualitas. Jika biji kopi tidak dalam kondisi bagus karena penyimpanan yang salah, Anda tidak akan mendapatkan rasa nikmat darinya.

Untuk itu, dalam melakukan penyimpanan terhadap biji kopi, Anda perlu memerhatikan beberapa hal. Barista dan Chief Supervisor Starbucks Stasiun Kota membagikan tip kepada Anda tentang bagaimana merawat biji kopi dengan benar.

“Tip merawat biji kopi yang pasti hindari kopi dari musuhnya. Musuh kopi itu adalah udara cahaya, maka itu harus dihindari. Kita perlu mempertahankan biji kopi biasanya dalam suhu ruangan,” terangnya kepada Okezone di Starbucks Stasiun Kota, Kamis (28/8/2014).

Selain menjauhi biji kopi dari cahaya dan udara, ada satu hal penting lagi yang perlu diperhatikan. Hal ini juga yang dilakukan Erick dalam pekerjaannya membuat kopi.

“Dan kopi kalau sudah dibuka itu ada batas pemakaiannya, ada batas premiumnya, yaitu seminggu,” pungkasnya.




2014, WHO Rilis 10 Negara dengan Tingkat Polusi Udara Terburuk

199017-faa5f5b8-2e56-11e4-b89e-184ce1a188b9detikriau.org – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis 10 negara yang dinilai memiliki tingkat polusi yang paling terburuk. Penilaian ini didasarkan hasil database tingkat polusi udara pada 1.600 kota di 19 Negara.

Berikut adalah 10 negara yang paling tercemar di dunia.

1 Pakistan

Polusi PM2.5 rata-rata: 101 ug / m3

Dengan populasi penduduk hampir 180 juta jiwa, polusi udara perkotaan di Pakistan menjadi penyebab biang kematian ribuan orang dewasa setiap tahun.

Sebuah laporan Bank Dunia menemukan bahwa polusi udara ruangan saja menyebabkan lebih dari 80.000 pasien terpaksa dirawat di rumah sakit per tahunnya; hampir 8.000 kasus bronkitis kronis, dan hampir lima juta  kasus pernapasan bawah pada anak di bawah usia lima tahun.

2 Qatar

Rata polusi PM2.5: 92 ug / m3

Dengan populasi 2 juta orang dan terus berkembang, Qatar juga menghadapi peningkatan pencemaran udara. Sumber polusi tertinggi berasal dari rata-rata pertumbuhan konstruksi yang tinggi dan sibuknya lalu lintas udara. Dengan semua ini menjadi pendorong Qatar menjadi negara yang paling tercemar kedua di dunia.

3 Afghanistan

Rata polusi PM2.5: 84 ug / m3

Pemerintah Afghanistan memperkirakan bahwa polusi udara bertanggung jawab untuk 3000 kematian setiap tahun di ibukota Kabul.

Dengan populasi penduduk hampir 30 juta, Afghanistan menderita kemacetan lalu lintas, debu dan keterbatasan geografis kota pegunungan.

Ukuran pembengkakan di kota ini telah menyebabkan rumah ilegal didukung oleh generator diesel atau bagi mereka yang tidak mampu listrik, mereka membakar ban dan kantong plastik untuk bahan bakar.

4. Bangladesh

Rata polusi PM2.5: 79 ug / m3

Rumah bagi hampir 155 juta orang ini kualitas udaranya telah jatuh hampir 60 persen dalam 10 tahun terakhir. Bahkan tiga kota di Bangladesh termasuk dalam 25 kota dengan kualitas udara sangat buruk.

5. Iran

Rata polusi PM2.5: 76 ug / m3

Dengan populasi lebih dari 76 juta, empat kota di Iran masuk dalam daftar 10 kota paling tercemar di dunia. Kombinasi keputusan politik yang buruk, kurang lancarnya pasokan BBM dan kemacetan lalu lintas menyebabkan penduduknya terpaksa harus menghirup campuran udara mematikan bermuat partikel karet, asbes, sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan karbon monoksida.

6 Mesir

Rata polusi PM2.5: 74 ug / m3

Meningkatnya jumlah mobil, pabrik dan pembangkit listrik serta penggunaan metode pemanasan lama seperti pembakaran batu bara dan kayu dianggap sebagai sumber buatan manusia yang menjadi penyebab utama pencemaran udara.

7 Mongolia

Rata polusi PM2.5: 64 ug / m3

penduduknya mungkin hanya 2,7 juta tapi Mongolia sangat panjang, musim dingin Mongolia yang dapat turun menjadi minus 40 derajat Celsius mengharuskan banyak orang Mongolia harus membakar batubara untuk memasak dan pemanasan. Kondisi ini menciptakan masalah polusi udara besar. Ibukotanya Ulaanbaatar adalah salah satu kota paling tercemar di dunia.

8 Uni Emirat Arab

Rata polusi PM2.5: 61 ug / m3

Ini mungkin salah satu daerah terkaya di dunia, tetapi telah membuat kekayaannya dari industri minyak dan gas yang terkenal kotor. Dengan populasi penduduk lebih dari 9 juta, Dubai meluncurkan tahunan “car free day” pada tahun 2010 untuk mencoba mengatasi masalah kemacetan dan polusi.

9. India

Rata polusi PM2.5: 59 ug / m3

Pada musim dingin 2013, polusi udara di New Delhi adalah 60 kali lebih tinggi dari tingkat yang dianggap aman menurut Pusat India untuk Sains dan Lingkungan (CSE) dan memiliki tingkat tertinggi dari polusi udara di dunia menurut WHO.

Polusi yang berasal dari lokasi konstruksi, emisi industri, kebakaran terbuka, emisi kendaraan dan populasi mengejutkan 1,2 miliar menempatkan India di nomor sembilan pada daftar Negara dengan kualitas udara paling buruk.

10. Bahrain

Rata polusi PM2.5: 57 ug / m3

Polusi udara tidak sepenuhnya diturunkan ke negara-negara berkembang di dunia. Negara berpenghasilan tinggi seperti Bahrain yang mungkin hanya memiliki populasi 1,3 juta tapi nyatanya juga tercatat di nomor 10 oleh WHO sebagai Negara dengan tingkat udara buruk. polusi bersumber dari produksi energi, debu, asap dan emisi industri.(dro)
Sumber : news.com.au