Kepala Daerah Dilarang Pakai Jalur Khusus

tjahjo-kumolo_8JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuat kebijakan khusus terkait perjalanan dinas kepala daerah, baik gubernur maupun wali kota/bupati. Kebijakan khusus tersebut adalah larangan untuk menggunakan jalur khusus bila bepergian ke luar kota maupun luar negeri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, kalau pergi dengan pesawat dan kereta api, kebanyakan kepala daerah ternyata menggunakan jalur khusus atau malah kelas very very important person (VVIP). ”Perilaku ini tidak mendidik masyarakat,” tegasnya.

Padahal, dengan menggunakan jalur khusus tersebut, kepala daerah malah kehilangan kesempatan untuk bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga kepala daerah tidak bisa mengetahui bagaimana kesulitan yang dihadapi masyarakat. ”Karena itu, Kemendagri akan membuat surat perintah agar tidak menggunakan jalur khusus. Dalam waktu secepatnya surat itu akan dikirim,” paparnya.

Kebijakan khusus juga mengatur perjalanan ke luar negeri. Menurut Tjahjo, setelah dievaluasi, ternyata perjalanan dinas pejabat negara ke luar negeri selama lima tahun belakangan kurang bermanfaat. Hampir 80 persen perjalanan ke mancanegara itu ternyata bersifat liburan. Ada juga yang sifatnya hanya studi banding. ”Perjalanan dinas seperti ini harus dikurangi,” tandasnya.

Selain soal pemerintah daerah, Kemendagri menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian untuk meningkatkan potensi daerah. Sesuai instruksi Presiden Jokowi, akan ada penghentian berbagai kebijakan impor selama dua tahun. Kebijakan itu harus bisa dimanfaatkan setiap kepala daerah dan masyarakat untuk bisa berdikari. ”Tentu perlu dukungan semua pihak,” tuturnya.(jpnn)




Walikota Pekanbaru Ajak masyarakat untuk Kembangkan Budaya Melayu

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT di Dampingi Muspida Kota Pekanbaru Meninjau Bazar Festival Bandar Senapelan. Foto; Humas Pemko
Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT di Dampingi Muspida Kota Pekanbaru Meninjau Bazar Festival Bandar Senapelan. Foto; Humas Pemko

Pekanbaru (detikriau.org) – Walikota Pekanbaru, Firdaus mengajak kepada seluruh masyrakat untuk dapat terus mengembangkan Budaya Melayu di Negri sendiri dan mengangkat marwah kota Pekanbaru.

Ajakan ini disampaikan Firdaus dalam pidatonya saat meresmikan Festival Bandar Senapelan yg ke 1 di Tepian Sungai Siak Sabtu,(1/11/2014)

Dalam kesempatan ini, Firdaus sekaligus memberikan apresiasi yang tinggi kepada segenap masyarakat terlebih kepada UKM yang mengikuti Bazar. Firdaus meminta kepada Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata ,Dinas Perindag, Hermanius untuk mengupayakan agar hasil produksi UKM dapat dijadikan Sebagai Oleh-Oleh Khas Dari Kota Pekanbaru

“Jika ini bisa dilakukan pastinya akan sangat membantu UKM untuk terus eksis serta meningkatkan perekonomian mereka,” Ujar Firdaus

Turut hadir dalam kegiatan itu Muspida kota pekanbaru,Dinas Pariwisata prov, Disperindag,Dinas Budaya dan Pariwisata kota pekanbaru,serta Camat-Camat se kota Pekanbaru.(dro)




Kerusakan mangrove sebabkan kerugian miliaran dolar

DSC_0064Athena – Kerusakan mangrove berlangsung tiga sampai lima kali lebih cepat dibandingkan rata-rata kerusakan hutan dan menyebabkan kerugian hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS) menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Environment Programme/UNEP).

Laporan UNEP yang berjudul The Importance of Mangroves: A Call to Action yang diluncurkan pada Senin (29/9) menyebutkan emisi akibat berkurangnya lahan mangrove menyumbang hampir seperlima emisi global dari deforestasi dan menyebabkan kerugian ekonomi antara enam miliar dolar AS sampai 42 miliar dolas AS setiap tahun.

Menurut laporan itu, mangrove juga terancam perubahan iklim, yang bisa menyebabkan kerusakan mangrove lebih lanjut sampai 10-15 persen pada 2100.

Mangrove ditemukan di 123 negara dan mencakup area 152.000 kilometer persegi. Lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia hidup dalam 10 kilometer hutan mangrove dan mendapat beragam manfaat dari produk kehutanan dan perikanan, air bersih dan perlindungan terhadap erosi dan cuaca ekstrim.

“Mangrove memberikan layanan ekosistem dengan nilai 33 sampai 57.000 dolar AS per hektare per tahun,” kata Direktur Eksekutif UNEP Achim Steiner seperti dilansir laman UNEP.

“Ditambah kemampuan superior mereka untuk menyimpan karbon yang jika tidak akan dilepaskan ke atmosfer, menjadi jelas bahwa kerusakan mangrove berlanjut akan berdampak pada ekologi dan ekonomi,” katanya.

“Namun peningkatan kerusakan dan degradasi mangrove – yang dipicu oleh konversi lahan untuk pertanian dan perikanan, pembangunan daerah pantai dan polusi – terjadi pada tingkat yang mesti diwaspadai, dengan lebih dari seperempat mangrove yang menutupi Bumi sekarang telah hilang.”

Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap keragaman hayati, keamanan pangan dan kehidupan komunitas-komunitas pesisir yang paling terpinggirkan di negara-negara berkembang tempat lebih dari 90 persen mangrove ditemukan.

“Dengan mengukur nilai ekonomi ekosistem mangrove dan peran kritis mereka dalam pengaturan iklim global, laporan itu ditujukan untuk mendorong pembuat kebijakan menggunakan perangkat dan panduan yang lebih baik untuk memastikan konservasi dan pengelolaan mangrove berkelanjutan,” kata Steiner.

Laporan itu juga menjelaskan mekanisme pembiayaan dan insentif untuk mendorong konservasi mangrove seperti REDD+, investasi sektor swasta dan pembentukan Aksi Mitigasi Nasional di negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Perlindungan penyimpan karbon dalam jangka panjang dan mencegah mereka melepaskan emisi ke atmosfer, menurut laporan itu, merupakan tindakan masuk akal dan hemat yang bisa dilakukan untuk membantu mitigasi perubahan iklim. (ANTARA News)




Bisnis Ayam Bangkok yang Menjanjikan

IMG-20140824-07430Tembilahan – Beternak ayam kampung tidaklah lebih menguntungkan dari beternak ayam bangkok. dengan masa panen yang sama, berat tubuh ayam bangkok pastinya akan mengunguli ayam kampung. selisih berat badan ayam bangkok bisa mencapai 50% dari ayam kampung dengan usia yang sama. tak hanya itu saja, tekstur daging ayam bangkok yang lebih lezat juga menjadikan alasan beberapa rumah makan menjadikan daging ayam bangkok sebagai menu unggulan.

 

Beternak Ayam Bangkok Sangatlah Mudah.

Untuk bisa beternak ayam bangkok tidak membutuhkan keahlian khusus, siapa saja bisa melakukannya. mulai dari beternak sekelas coba-coba, ternak skala rumahan hingga ternak dalam skala besar.

untuk mencoba beternak ayam jenis ini juga tidaklah membutuhkan modal yang bear. untuk sekedar coba-coa, cukup dengan indukan 2 hingga 5 ekor sebagai langkah awal. untuk kelas rumahan bisa 10 – 50 ekor

 

Perawatan Cukup Muda

Bicara soal perlakuan atau perawatan ayam bangkok ini bisa dibilang cukup mudah. termasuk soal makan juga relatif sama dengan jenis ayam lainnya.

untuk pembuatan kandang juga terbilang relatif mudah. ayam juga bisa dikelompokan dalam jumlah tertentu setiap kandangnya.

 

IMG-20140921-07504Harga Lebih Mahal

Harga ayam bangkok kadang-kadang sangat menggiurkan bagi yang mendengarnya. Jika ayam kampung dihargai dengan hanya didasarkan berat tubuh, berbeda dengan ayam bangkok.untuk ayam bangkok dewasa dengan postur tubuh tinggi besar dan menarik bisa dihargai diatas Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Kalaupun terpaksa menjual dengan didasarkan berat tubuh, pastinya dengan usia yang sama, berat ayam bangkok akan lebih unggul dari ayam kampung dan pastinya akan menghasilkan jumlah rupiah yang lebih banyak. Ini salah satu alasan yang kerap menjadi penentu pilihan bagi peternak untuk membudidayakan ayam bangkok ketimbang ayam kampung biasa.

 

Memulai Usaha Beternak Ayam Bangkok

Untuk memulai usaha ternak ayam bangkok alangkah baiknya Anda memahami akan manfaat dari ayam bangkok tersebut, disamping untuk menyeleksi induk yang mau dijadikan usaha ternak ayam bangkok, juga agar supaya Anda mengetahui dengan jelas arah pasar dan harga jual ayam bangkok, tanpa itu semua akan sulit.

 

picture-014Tehnik Memilih / Mencari Bibit Ayam Bangkok yang Bagus / Baik / Unggul

Dalam mencari ayam bangkok santai saja jangan terburu – buru, datangi tempat – tempat peternakan jangan bilang kalau Anda mau mencari ayam, katakan hanya sekedar ingin tahu soal ayam bangkok yang baik,

Pancing peternak/penjual bibit tersebut tentang induk pejantanya apakah sudah pernah menang belum juga jagan ketinggalan tanya masalah harga.

Jika semua sudah Anda dapatkan dan ada yang baik menurut kategori Anda jangan langsung dibeli, tunggu beberapa hari untuk membeli, dengan demikian Anda bisa membandingkan dengan hasil peternak yang lain. kalau semua rencana sudah matang Anda akan mendapatkan ayam yang sesui dengan selera Anda juga yang dimaui pasar, bahkan mungkin dengan harga yang murah. atau Anda datang ke pasar ayam pantau sewaktu penjual mencoba ayam – ayam mereka.

Bahkan bila Anda sudah benar – benar cepat ingin mendapatkan ayam untuk usaha ternak ayam bangkok, Anda bisa mendatangi tempat sambung ayam pilih yang juara (menang) Anda akan mendapatkan induk penjatan yang siap untuk usaha ternak ayam bangkok, akan tetapi dengan jalan tersebut harga sudah mahal.

 

picture-002Persiapan kandang

Untuk memulai usaha ternak ayam bangkok perlu persiapan kandang. Disini Anda bisa pesan atau membuat sendiri. Kandang bisa terbuat dari bambu atau kawat ram. Pilih yang sesuai dengan kemapuan Anda, juga tempat usaha ternak ayam bangkok.

Masalah ukuran kandang disesuikan dengan lahan yang ada.kandang usaha ternak ayam bangkok dengan ukuran T 150cm X P100 cm X L80cm sudah cukup, lebih besar akan lebih baik.jadi ukuran kandang usaha ternak ayam bangkok tidak ada ukuran baku.

Untuk memperoleh hasil usaha ternak bangkok yang baik di perlukan indukan yang baik minimal sebagai pejantan pernah menang dalam sabung ayam, sedang induk betina pilih minimal umur 1 tahun.

Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina.

Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan.

Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas.

Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.

Telur akan menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari.

Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari.

Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan.

Usaha ternak Ayam bangkok memiliki segmen pasar yang berbeda ada yang membeli untuk ayam aduan ada yang sebagai hobby dan ada yang juga untuk tujuan komersial.

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam Usaha ternak ayam bangkok, cara mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

 

picture-0121Tips Memilih Ayam Bangkok yang Baik/Bagus :

  • Pilih ayam yang berbadan tegap, atletis, kulit kasar seperti kulit buah jeruk menandakan ayam tersebut tahan rasa sakit,
  • Jenger blangkon menandakan hatinya besar bermental baja,
  • Kalau yang memiliki pukulan besar apabila ayam yang dipegang badanya lantas diangkat kakinya mengatung semua, lakukan beberapa kali kalau terus digantung hampir pasti ayam tersebut memiliki pukulan besar sedangkan yang jalu posisi jalu dekat dengan cakar, apalagi kalau didukung bawah ceker tumbuh seperti sisik (batu rantai).
  • Untuk menghindari kekalahan dalam laga adu ayam, perlu sekali di perhatikan cara tidurnya, posisi tidur ayam yang mau diadu untuk besok pagi atau siangnya. Kalau pada malam tidur dengan kepala di sembunyikan, walau kondisi ayam sudah baik atau siap tarung alangkah baiknya jangan diadu dulu tunda beberapa hari lagi akan tetapi apabila posisi tidur ayam pada malam harinya tidak menyembunyikan kepalanya itu pertanda ayam siap diadu.
  • Kalau Anda mengadu ayam seperti itu peluang untuk menang besar sekali.resep ini sudah beberapa kali Saya coba, selama ini membuahkan hasil yang memuaskan, Anda perlu mencobanya.

 

 




Ratusan Pelajar di Tembilahan Ikuti Seleksi Kuis Kita Harus Belajar

247386_10150213753287937_300828992936_7039536_684780_nTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ratusan siswa SD, SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Indragiri Hilir mengikuti seleksi Kuis Kita Harus Belajar tahun 2014, di aula Dinas Pendidikan, Jalan Veteran Tembilahan, Jum’at (31/10) kemaren

Kegiatan tajaan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau bekerjasama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekom) ini, dibuka secara resmi Oleh kadisdik Inhil, Helmi D diwakili Suhaimi Eka.

Suhaimi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan perwakilan dari Kabupaten Inhil untuk mengikuti seleksi Kuis Kita Harus Belajar (Kihajar) tingkat nasional, yang rencananya akan digelar pada 16-20 November mendatang di Jakarta.

“Dengan adanya seleksi ini, kita harapkan siswa Inhil dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengunakan IT, sehingga mampu bersaing dan menjadi peserta terbaik untuk mewakili Riau di tingkat nasional,” tutur Suhaimi.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha UPT TIKP Disdik Provinsi Riau, Ridwan mengaku senang atas semangat yang diperlihatkan oleh para siswa di Kabupaten Inhil. Dimana, mereka terlihat antusias mengikuti seleksi Kuis Ki Hajar ini.

Untuk diketahui, Kuis Kihajar merupakan kompetisi yang dilaksanakan dalam bentuk soal, yang ditujukan kepada para siswa SD, SMP, SMA sederajat melalui siaran TV Edukasi dan Web Kihajar. Kegiatan ini merupakan agenda nasional, yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.(dro/adv pemkab inhil)




“Tanaman Tuhan” yang selamatkan lingkungan

DSC_0109Surabaya  – “Bakau ini adalah tanaman Gusti Allah.”

Kalimat itu dikatakan Djoko Suwondo sambil jemari tangan kirinya merangkul erat empat bibit bakau.

Djoko, Kepala Pengelola Ekowisata Hutan Mangrove, Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur,  menjelaskan kepada pengunjung cara menanam tanaman penangkal abrasi itu.

Pengunjung seolah berpadu suara “ooo…” tanda paham atas ucapan Djoko ketika dia menarik umbi bakau.  Terlihat potongan kerucut yang sempurna.

Bentuk dan ukuran kerucut itu sangat presisi dengan “tutup” umbi di atasnya, seperti telah diukir dengan hati-hati.

Kerucut itu lah yang nantinya akan menjadi tunas pohon bakau dan menyatu menjadi rimbunan hutan mangrove.

“Ini yang saya bilang tanaman Gusti Allah, Allah benar-benar menciptakan sempurna, benar-benar pas kalau orang mana bisa ngukir sepas dan serapi ini,” tuturnya.

Tunas itu tidak ditancapkan, tetapi justru ia harus diposisikan di atas yang akan tumbuh menjadi batang dan daun.

Lawan dari tunas yang sama-sama lancip itu lah yang ditancapkan ke tanah berlumpur dan akan mengakar hingga kedalaman 200 meter.

Ajak Bertobat

Kepedulian Djoko terhadap bakau dimulai pada 2006 silam ketika ia tidak sengaja menyusuri sungai dan melihat pembalakan besar-besaran.

Bakau diincar para pembalak untuk dibuat arang karena lebih tahan lama dibandingkan kayu-kayu yang lain.

“Keunggulannya ini, api bisa menyala walaupun dalam keadaan basah,” ujarnya.

Khawatir akan dampak buruk abrasi yang semakin mengikis daratan, Djoko mulai terjun menanami bakau.

Pria lulusan Teknik Sipil Universitas Atma Jaya itu rela menanggalkan profesinya sebagai kontraktor di salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan mulai menanam pohon yang bernama latin “Rhizopora racemosa” itu.

“Kalau tidak ditanami bakau, abrasi ini sampai Ahmad Yani (pusat Kota Pahlawan), di situ saya terpanggil,” ucapnya.

Ia pun mulai mengajak pembalak-pembalak liar untuk “tobat”, berbalik arah menanami bakau.

Awalnya memang sulit, karena pembalak pembalak liar itu mendapatkan sedikitnya Rp50.000 per hari dari aksi ilegalnya itu.

Djoko pun mau tidak mau mengimingi penghasilan yang lebih besar dari menanam pohon bakau, tak ayal ia harus merogoh koceknya sendiri karena sebagian besar pembalak di sana termasuk dalam golongan keluarga miskin (gakin).

Lambat laun, pesisir laut yang tergerus abrasi mulai menghijau hingga sepanjang 200 hektare.

Bantuan-bantuan pun mulai mengalir, seperti dari PT Pertamina yang menyumbang 30.000 pohon bakau sejak 2011 serta mendirikan dua gazebo dan satu alat pantau senilai Rp150 juta sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Lahan yang terkikis pun mulai berubah menjadi tempat yang menyenangkan untuk berwisata, mulai dari anak-anak sekolah untuk “study tour” hingga ibu-ibu dharma wanita yang menggelar arisan.

Pejabat-pejabat daerah pun mulai berdatangan mengunjungi Ekowisata Mangrove yang berlokasi di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Pantai Timur Surabaya itu.

“Tapi jujur, saya kurang begitu senang karena para pejabat itu hanya seremonial saja, nanti tidak akan ke sini lagi untuk memantau, niat saya bukan itu, bukan untuk dilihat,” tukasnya.

Gaung keberhasilan Djoko dalam menyelamatkan lingkungan pun sampai ke telinga Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.

Wakil Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Kristen F Bauer dan VJ Daniel pun sempat bertandang ke ekowisata tersebut.

“Pihak Amerika ingin menyumbang, tapi enggak bisa karena harus melalui pemerintah daerah,” ungkap Djoko.

Sejumlah penghargaan pun diraih, seperti Juara II Objek Wisata Terbaik Kategori Kreatif dan Inovatif pada 2012 dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan dari salah satu agen pariwisata.

Saat ini 36 karyawannya pun mendapat penghasilan yang lebih baik, sedikitnya Rp75.000 sampai Rp100.000 ditambah dengan uang makan Rp8.000 per hari.

“Dulu yang susah sekali diajak, sekarang malah tidak mau libur,” ujarnya, sambil tersenyum.

Lingkungan sekitar juga diberdayakan dengan membentuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membuat es mangrove, dan menyediakan makanan untuk setiap pengunjung yang ingin makan-makan di gazebo.

Pengunjung dikenakan biaya masuk Rp15.000 untuk anak-anak, dewasa Rp25.000 dan sudah termasuk menanam bakau, sementara bagi yang ingin menyewa perahu dikenakan Rp300.000 yang bisa memuat enam orang.

Sehari-hari, Djoko dan keluarganya hidup dari penghasilan usaha “minimarket” atau toko swalayan.

“Saya tidak merasa bekerja di hutan mangrove ini, seusia saya apalagi yang dikejar, saya hanya mengharapkan ridho Gusti Allah, dan saya yakin bagi siapapun yang menanam bakau, imbalannya itu surga,” ujarnya. (Antara)