Pemulung Temukan Mayat Bayi Perempuan di TPA

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan, ditemukan di tempat pembuangan akhir (TPA), Jalan Sungai Beringin, Tembilahan, Jumat (7/11) sekitar pukul 08.00 WIB pagi kemarin.

Mayat bayi perempuan itu pertama kali ditemukan seorang pemulung, NM (56) warga Kelurahan Sungai Beringin Tembilahan, dengan kondisi sudah tidak bernyawa yang terbungkus dalam plastik asoi warna hitam.

Penemuan maayat bayi perempuan itu diakui langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhil, H Fauzar. Saat ini kata Fauzar aparat kepolisian sedang melakukan pemerksaan. Ia juga belum mengetahui apakah mayat tersebut dibuang langsung ke TPA.

“Bisa saja dibuang orang tuanya ke tumpukan-tumpukan sampah. Setelah itu terangkut oleh petugas kebersihan. Ini yang belum jelas, karena masih diselidiki petugas kepolisian,”terang Fauzar singkat

Sementara itu Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Tembilahan, Iptu Edy Sutomo membenarkan kasus penemuan mayat bayi perempuan. Kuat dugaan mayat bayi itu hasil hubungan gelap pelaku yang membuangnya.

“Seperti bisa, saksi yang pertama kali menemukan mayat bayi ini tengah melakukan aktivitas rutin di TPA itu. Saat itu ia membuka bungkusan plastik warna hitam dan di dalamnya terdapat mayat bayi perempuan,” kata Edy Sutomo.

Masih menurut Kapolsek, setelah diperiksa lalu saksi memberi tahukan persoalan ini kepada petugas TPA yang ada di lokasi. Bersam-sama petugas TPA melihat  kondisi mayat bayi yang masih terbungkus plastik hitam itu.

“Petugas yang menerima laporan itu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Lalu membawa mayat bayi tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan visum, “terangnya.

Setelah proses tersebut, mayat bayi langsung di kebumikan oleh pihak rumah sakit. Saat ini jajaran kepolisian sedang memintai keterangan saksi-saksi terkait penemuan mayat itu dan melakukan penyelidikan terhadap ibu pembuang mayat bayi.(dro/*1)




Persiapan Lomba Tingkat Nasional, Bunda PAUD Inhil Ikuti Pelatihan

IMG_4387TEMBILAHAN (detikriau.org)-Sebagai persiapan menjelang pelaksanaan lomba Bunda PAUD berprestasi tingkat nasional, yang rencananya digelar pada Bulan Desember 2014 mendatang, Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Hj Zulaikhah mengikuti pelatihan dan pembinaan di Kota Pekanbaru, Jum’at (7/11).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau ini, turut dihadiri Kepala Bidang PLS Disdik, Ketua Himpaudi dan mitra PAUD Kabupaten Inhil.

Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikhah mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut, pihaknya telah memaparkan berbagai materi terutama yang berkaitan dengan prestasi yang telah dicapai PAUD Inhil. Setelah dilakukan evaluasi oleh tim dari pusat, ternyata ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan disempurnakan lagi.

“Sesuai dengan arahan tim tadi, kita yang telah ditunjuk dan memenuhi kriteria Bunda PAUD berprestasi untuk kategori peningkatan kerjasama mitra PAUD, harus melakukan perbaikan pada bidang peran dan keikutsertaan mitra,” tutur Zulaikhah usai mengikuti pelatihan dan pembinaan.

Dijelaskan Ketua TP PKK Inhil ini, mitra PAUD tersebut harus dikelompokan terlebih dahulu, yakni mitra dari pemerintah, pihak swasta dan organisasi mitra lainnya. Kemudian dari pengelompokan tersebut, harus diuraikan dengan lebih jelas tentang peran dan fungsinya masing-masing.

“Setelah mengikuti pelatihan dan pembinaan ini, kita harapkan pada lomba yang dilaksanakan di Bulan Desember nanti, Kabupaten Inhil bisa meraih prestasi yang maksimal dan membanggakan,” tambahnya.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, lanjut isteri Bupati Inhil ini, kerjasama dengan seluruh pihak terkait, seperti Disdik Inhil harus lebih ditingkatkan lagi, sehingga setiap program yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Semoga apa yang diarahkan dan disampaikan oleh tim dari pusat ini, dapat kita penuhi dan pada saat lomba nanti tidak ada masalah lagi, supaya Inhil mendapat prestasi terbaik sesuai dengan apa yang kita harapkan,” imbuhnya.(adv pemkab inhil)




Karyawan Ngaku di Rampok, 1,5 Kg Emas dan Uang Rp 35 Juta Ludes

59938_foto_ilustrasi_663_382Gaung (detikriau.org) –Pedagang Emas, Warga Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Marzuki (43) melaporkan peristiwa perampok terhadap harta bendanya. Akibat peristiwa itu, ia mengaku mengalami kerugian berupa emas seberat 1,5 kg dan uang tunai sebesar Rp 35 juta.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa terjadi pada rabu (5/11/2014) kemaren sekitar pukul 06.00 WIB. Saat kejadian Marzuki sedang berada di rumah. Emas seberat 1,5 Kg dan uang tunai Rp 35 juta sebelumnya dititipkan kepada karyawannya, Fikri untuk dibawa ke tempat berdagang di pasar Desa setempat.

Lebih kurang 20 menit setelah menyerahkan tas berisi emas dan uang tunai, ia mendapatkan kabar bahwa Fikri telah dirampok oleh orang tak dikenal (otk). Dilaporkan peristiwa itu terjadi didepan pemakaman Umum jalan H Horman Desa Belantaraya.

“Laporannya kita terima rabu sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi menjawab komfirmasi melalui sambungan selularnya, Kamis (6/11).

Menurut pengakuian Fikri di depan petugas ditambahkan Kapolres, saat ia tiba di TKP, tiba-tiba dihampiri oleh 2 OTk dan langsung mendorong tubuhnya serta merampas paksa tas yang berisikan emas dan uang puluhan juta rupiah. Fikri mengaku sempat berteriak meminta tolong.

Teriakan itu kata Fikri membuat para pelaku panik dan melarikan diri. Namun Fikri tetap mencoba untuk mengejar kawanan rampok dengan berlari. Karena pengejarannya tak membuahkan hasil, Fikri kembali dan memberi tahukan kejadian tersebut kepada warga.

Selain Marjuki dan Fikri, petugas juga memeriksa beberapa orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa perampokan tersebut. “Kami belum bisa memberikan keterangan dengan jelas atas kasus ini karena masih dalam pengembangan petugas. Akibat Kejadian itu Marjuki ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 805 juta rupiah” Pungkas Kapolres.(dro/*1).




Pengurus Kamabiran Gerakan Pramuka Mandah di Lantik

Mandah (detikriau.org) – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) gerakan pramuka Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM, melantik pengurus Kamabiran gerakan pramuka Kecamatan Mandah priode 2014-2019 sekaligus menutup kursus pembina pramuka mahir desa Kwarcab 04.02 yang dilaksanakan sejak 1 hingga 6 November, Kamis (6/11).

Pada kesempatan itu Alimuddin, juga memberikan apresiasi kepada pelaksana kegiatan. Dari target 80 peserta, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 136 peserta.

“Nantinya akan dilanjutkan dengan kursus mahir lanjutan. Dengan harapan agar yang mengikuti kursus mapun yang baru dilantik dapat menjalankan amanah sebagai anggota pramuka,” ujar Alimuddin.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Kelurahan Khairiah Mandah, Kecamatan Mandah itu juga dihadiri pengurus Kwarcab gerakan pramuka Inhil. Diantaranya Wakil Kwarcab Alvi Furwati Alwie, Marta Hariyadi dan unsur Kwaran Riduan Ahim serta pihak lainya.

Sementara itu Ketua Kemabiran gerakan pramuka Kecamatan Mandah, Nursal, bertekat akan menjadikan daerahnya sebagai Kecamatan Pramuka di Kabupaten Indragiri Hilir. Untuk itu ia mengajak pihak terkait agar bersama-sama mewujudkanya.

“Semua itu akan bisa kita realisasikan kalau semua pihak mau bergandeng tangan dan komit untuk gerakan pramuka. Saya optimis ini bisa terwujud jika melihat dari potensi sumber daya yang ada saat ini,” tuturnya.(dro/*1)




Wabup Inhil Buka Sarasehan Peringatan Hari Pahlawan

Wabup saat menyampaikan amaran. Foto, Humas Pemkab
Wabup saat menyampaikan amaran. Foto, Humas Pemkab

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil H. Rosman Malomo membuka secara resmi acara sarasehan dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2014 yang mengambil Tema ‘ Pahlawanku Idola Ku yang dilaksanakan di Gedung Abdurrahman Siddiq STAI Aulia Urrasyidin Tembilahan. Kamis (6/11/2014)

Dalam sambutannya Wabup menyatakan bahwa  sarasehan seperti ini dipandang perlu dilaksanakan sebagai salah satu momentum dan usaha yang tepat bila dikaitkan dengan perkembangan situasi dan kondisi aktual bangsa kita dewasa ini.

atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Wabup menyatakan sambutan baik sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Panitia pelaksana penyelenggara dengan harapan kegiatan ini dapat mengaktualisasikan kembali nilai-nilai kepahlawanan perintis kemerdekaan, dan kesetiakawanan sosial bagi generasi muda di Kabupaten Indragiri Hilir.

“sebagai generasi muda kita harus menumbuhkan dan menjaga nilai-nilai kejuangan dengan segala daya dan upaya agar jati diri sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur tidak hanya menjadi retorika belaka.” Kata wabup

Ia juga mengajak kepada semua generasi muda di Kabupaten Indragiri Hilir agar selalu menggelorakan semangat juang dengan penuh keyakinan serta bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Peserta sarasehan terdiri dari pelajar ,SD, SLTPdan SLTA sederajat, Mahasiswa, Guru Mata pelajaran PPKN, Perguruan Tinggi se Kota Tembilahan, Organisasi Sosial kemasyarakatan serta kaum Pemuda pemudi yang mendatangkan narasumber dari. KODIM 0314, POLRES dan Akademisi.(adv pemkab inhil)




Era SBY, BBM Naik Saat Tren Harga Minyak Meroket

antrean-bbm-di-spbu-ilustrasi-_140828021112-360JAKARTA — Pro kontra rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemerintahan Joko Widodo terus berlanjut. Sejumlah alasan dikemukakan sebagai dasar penolakan atau penerimaan atas rencana tersebut.

Pada era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kenaikan harga BBM disertai dengan tren meningkatnya harga minyak mentah dunia. Tren kenaikan ini juga terjadi pada harga minyak Indonesia (ICP) dari posisi 80 an dolar AS per barel menjadi hampir 100 dolar AS.

Dari Pusat Data Republika, harga minyak mentah ICP pada Mei 2013 sebesar 99,01 per barel. Ini terjadi sebulan sebelum menteri ESDM Jero Wacik mengumumkan kenaikan harga BBM.

Pada Juni, harga minyak mentah ICP mencapai 99,97 dolar AS per barel, bahkan sempat menyentuh angka psikologis 100 dolar per barel. Perdagangan rata-rata selama sebulan akhirnya ditutup pada angka 99,97 dolar AS.

Harga minyak terus meroket pada bulan-bulan berikutnya pada 2013 hingga menyentuh angka 109 dolar AS per barel. Jelang akhir 2013, harga minyak dunia ditutup pada angka 106 dolar AS per barel.

Menurut Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), pada periode Januari hingga Juni 2013 terjadi lonjakan permintaan minyak yang tinggi. Dampaknya, harga minyak mentah pun ikut terdorong menjulang.

Asumsi harga minyak pada APBN Perubahan 2013 naik dari 100 dolar AS per barel menjadi 108 dolar AS. Pada usulan APBN 2013, pemerintah mematok harga minyak hanya 100 dolar AS, namun seiring perubahan pada tingkat pasar, asumsi harga minyak pun dinaikkan. (rol)