Wabup Inhil Kukuhkan Kepengurusan IPRY Komisariat Inhil Periode 2013-2015

872732012kukuhkanTEMBILAHAN (detikriau.org)-Wakil Bupati Inhil , H Rosman Malomo melantik pengurus Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Komisariat Indragiri Hilir periode 2013-2015, yang dipusatkan di Balai Kota Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/11) malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun spirit Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY) Komisariat Inhil yang berwawasan kedaerahan menuju Inhil Gemilang” ini, turut dihadiri oleh perwakilan Walikota DIY, Kepala Disporabudpar dan Kepala Badan Kesbangpol Inhil, serta tokoh masyarakat dan mahasiswa asal Negeri Seribu Parit yang ada di Yogyakarta.

Wabup Inhil dalam sambutannya menyatakan sangat bahagia bisa bertatap muka dan bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pelajar Inhil di Yogyakarta, karena melalui momentum tersebut akan mempertebal semangat membangun serta meningkatkan pengabdian, demi memajukan Bumi Sri Gemilang di masa mendatang.

“IPRY merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang para anggotanya merupakan mahasiswa dan pelajar Inhil yang menuntut ilmu di Yogyakarta dan salah satu wadah untuk menampung potensi anggotanya,” Ujar Wabup.

Wabup mengucapkan terima kasih dan penghargaaan kepada masyarakat Inhil yang ada di Yoyakarta atas berbagai kegiatan dan peranaktifnya dalam mendukung pelaksanaan pembangunan untuk daerah ini maupun Inhil.

“Saya harapkan seluruh mahasiswa yang ada di luar daerah Inhil, khususnya di Yogyakarta untuk selalu menjalin komunikasi yang baik dengan Pemda dan masyarakat yang ada di Kabupaten Inhil,” tambahnya.

Usai prosesi pelantikan, Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo mendapat cendramata dari mahasiswa dan melakukan tepuk tepung tawar.

Pada kesempatan itu, juga ditampilkan berbagai kesenian budaya melayu, diantaranya tarian menongkah dan diakhiri dengan peninjauan ke Asmara Mahasiswa Inhil, yang merupakan bangunan dan aset Pemda Inhil di kota gudeg itu.(dro/adv pemkab inhil)




Dinsos Inhil “TO” Pelajar dan Anak Putus Sekolah di Warnet

Dinsos Inhil saat  mendata sejumlah anak-anak putus sekolah disalah satu warnet di kota Tembilahan
Dinsos Inhil saat mendata sejumlah anak-anak putus sekolah disalah satu warnet di kota Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir merazia sejumlah warnet di dalam kota Tembilahan untuk memantau keberadaan anak-anak sekolah disaat jam belajar berlangsung. Disamping anak-anak sekolah, anak-anak putus sekolah juga dijadikan target operasi.

“Jika kedapatan, kita akan data dan berikan nama-nama mereka kepada Dinas Pendidikan setempat untuk ditindaklanjuti. Bagi anak-anak putus sekolah yng kita temukan, juga akan kita data. Disdik juga punya program dibidang pendidkan untuk mereka,” Ujar Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosoal Inhil, H Burhan ditemui dilokasi, selasa (11/11)

Ia mengaku, anak sekolah yang berhasil ditemui diwarnet kali ini kebanyakan berdalih mencari tugas yang disarankan guru-guru mereka di sekolah.

Burhan meminta agar pihak sekolah sebaiknya tidak memberikan tugas kepada anak didik yang berkaitan dengan penggunaan jaringan sosial apalagi pada jam-jam aktif belajar. Selain penilaian negatif akan timbul, anak-anak juga dikhawatirkan dapat menyalahgunakan sarana tesebut.

“Kita kan tidak tahu apa kah anak ini benar-benar mencari tugas yang diberikan gurunya. Atau hanya iseng ingin main ke warnet. Yang kita kawatirkan mereka mengakases hal-hal yang tidak baik bagi anak seusia mereka,” Tandasnya.(dro/*1)




Gesa Serapan APBD, Sekda Larang Pimpinan SKPD Bepergian

Sekda Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM
Sekda Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Gesa serapan APBD 2014, Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM tidak membenarkan pimpinan SKPD untuk berpergian keluar kota. Hal ini ditegaskannya usai menghadiri rapat evaluasi serapan APBD tahun 2014 di Balai Utama Kantor Bupati setempat, Senin (10/11) kemaren.

“Terkecuali ada hal yang sangat mendesak. Kita harus fokus untuk kejar target realisasi APBD,” Kata Sekda.

Selain itu lanjut Sekda, Bupati juga menginginkan agar hasil pemeriksaan keuangan tahun ini mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Untuk dapat memenuhi apa yang diinginkan Bupati dibutuhkan kerja keras seluruh Satker.

“Kuncinya seluruh satker harus berkomitmen untuk bekerja keras,” Tandasnya. (dro/*1)




Kali ini TP PKK Inhil Kunker di Kecamatan Tembilahan Hulu

IMG_2622 - CopyTembilahan (detikriau.org) – TP. PKK Kab. Inhil kembali melaksanakan kunjungan kerja. kalinya ke kecamatan tembilahan hulu. Kegiatan yang diawali dengan kunjungan kelokasi kebun PKK Tembilahan Hulu ini juga dihadiri oleh ketua tim penggerak pkk kabupaten inhil Hj Zulaikhah Wardan didampingi Hj Haryati Allimuddin, ketua TP PKK kecamatan Tembilahan Hulu dr Famella Octorina, sekretaris camat (sekcam) Alyusroni Pagta, lurah se kecamatan Tembilahan Hulu, para kepala desa dan Kader PKK.

Ketua TP-PKK Kecamatan dalam sambutannya melaporkan hasil kerja yang telah dilaksanakan TP PKK Kecamatan Tembilahan Hulu seperti kegiatan sosialisasi hidup bersih dan sehat, memotivasi ibu-ibu kader PKK Tembilahan Hulu untuk memsukseskan Program magrib mengaji.

“Khususnya kepada anak-anak pada waktu magrib untuk melaksanakan membaca al-quran karena ini juga merupakan salah satu program dari pemerintah daerah Kabupaten Inhil” jelasnya dalam laporan.

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah Wardan berharap agar kedepannya peran PKK dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.

“Secara berjenjang dan secara bersama-sama 10 program pokok PKK harus memberikan manfaat kepada masyarakat.”Pesannya

Kerjasama dan koordinasi seperti ini diharapkan istri Bupati Inhil ini agar dapat terus berlanjut, seperti kunjungan kerja yang dilaksanakan TP PKK Kabupaten ke kecamatan-kecamatan, kecamatan bisa melaksanakan kunjungan ke kelurahan, dan kelurahan melaksakan ke tingkat RT dan RW.

“Tentunya agar semua terlaksana secara berjenjang” Imbuhnya.(dro/adv pemkab inhil)




Diskes Inhil Canangkan POMP Filariasis Tahap Ke-3

“Sekaligus Pencanganan Inhil Bebas Pasung Tahun 2017 dan Pelantikan pengurus Mabisaka Bhakti Husada serta pengurus Saka Bhakti Husada Indragiri Hilir masa bakti 2014-2018”

 

Foto: Humas Pemkab Inhil, Syahrul Badrin
Foto: Humas Pemkab Inhil, Syahrul Badrin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir Mencanangkan Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) Filariasis tahap ke-3 tahun 2014

Pencanangan ini dibuka beriringan dengan pelantikan pengurus Mabisaka Bhakti Husada serta pengurus Saka Bhakti Husada Indragiri Hilir masa bakti 2014-2018 bertempat di lapangan upacara Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Tembilahan, Selasa (11/11/2014).

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 sampai 12.00 WIB ini dihadiri Bupati Indragiri Hilir Drs H Muhammad Wardan MP, Sekda,H Alimuddin RM, serta para undangan lainnya.

Kadiskes, Dr Alvi Furwanti menyatakan bahwa pencangan POMP Filariasis adalah sebuah upaya untuk dapat membebaskan masyarakat dari terjangkiti penyakit kaki gajah. Untuk pengurus Mabisaka Bhakti Husada serta pengurus Saka Bhakti Husada Indragiri Hilir masa bakti 2014-2018 yang baru dilantik diharapkan dapat segera menjalankan semua tugas yang diembankan dengan baik.

“Sejalan, hari ini kita juga mencanangkan Inhil bebas pasung pada tahun 2017,” kata Dr Alvi Furwanti.

Menurutnya, secara Nasional, bebas pasung ditargetkan akan dapat direalisasi selambatnya tahun 2019. Namun Menkes RI berharap Target Indonesia Bebas Pasung 2019 itu dapat diwujudkan oleh pemerintah daerah lebih cepat dari batas waktu yang telah ditetapkan.
Sepintas ia menjelaskan amanat Menkes RI bahwa penderita gangguan jiwa seharusnya diberikan pengobatan secaran intensif di rumah sakit khusus, bukan malah diasingkan dan dipasung sebagaimana akhir-akhir ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat.

Harus ada pemahaman bahwa tindakan pemasungan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan bisa berdampak hukum bagi siapapun yang melakukannya.

Oleh karenanya Menkes  berharap kepada pemerintah daerah agar dapat segera melakukan tindakan penertiban dan membuat target bebas pasung dengan secepatnya atau paling tidak sama dengan target pemerintah pusat pada 2019.

Sementara itu, Bupati Inhil, H Muhammad Wardan dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik serta menyatakan apresiasi tinggi terhadap program pencanangan POMP Filariasis dan Bebas pasung 2017.

“Semoga apa yang kita lakukan ini dapat berjalan dengan sukses dan tercapai tujuan sesuai dengan yang kita harapkan,” Sampaikan Bupati.

Usai menyampaikan sambutan, Bupati melakukan penandatanganan  pencanangan POMP Filariasis dan Bebas Pasung Tahun 2017 yang akan dilaksanakan Dinas kesehatan kabupaten Inhil.(Mirwan)

 

Bupati Inhil Selaku Ketua Majelis Pebimbing Cabang Gerakan Pramuka Inhil Dan Pencanangan POMP Filariasis dan Indragiri Hilir Bebas Pasung Tahun 2017 Ditandai Dengan Pemukulan Gong
Bupati Inhil Selaku Ketua Majelis Pebimbing Cabang Gerakan Pramuka Inhil Dan Pencanangan POMP Filariasis dan Indragiri Hilir Bebas Pasung Tahun 2017 Ditandai Dengan Pemukulan Gong

Penyerahan SK Kepada Ketua Majelis Pebimbing Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Cabang Indragiri Hilir
Penyerahan SK Kepada Ketua Majelis Pebimbing Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Cabang Indragiri Hilir, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie, SE MM




Hukuman penjara untuk imam di Xinjiang, Cina

Xinjiang (detikriau.org) – Cina menjatuhkan hukuman penjara atas 22 orang di Daerah Otonomi Xinjiang, Cina barat, termasuk beberapa imam yang dituduh berkhotbah secara gelap.

Hukuman penjara mulai dari lima hingga 16 tahun itu disampaikan dalam pengadilan bersama dengan dakwaan memicu kebencian sara dan menggunakan ‘tahyul’ untuk meremehkan hukum.

Media lokal melaporkan bahwa ke-22 terpidana adalah umat Islam.

Pemerintah Beijing berupaya untuk memberantas yang dianggap sebagai ekstrimisme Islam di provinsi khusus tersebut setelah serangkaian serangan yang dituduh dilakukan kelompok militan suku Uighur yang merupakan umat Islam.

Namun para pegiat dan warga yang mengasingkan diri dari Xinjiang mengatakan kendali pemerintah pusat yang ketat atas kawasan dan budaya di sana yang menjadi penyebab dari munculnya kekerasan dan bukan kelompok militan yang terorganisir.

Kelompok Kongres Uighur Dunia sudah mengeluarkan kecaman hukuman terbaru ini dengan menyebutnya sebagai tekanan atas agama, yang merupakan hak warga Uighur.

“Yang disebut sebagai perbedaan antara agama yang sah dan gelap ditentukan berdasarkan kebutuhan politik Cina,” tutur juru bicaranya Dilxat Raxit.

Cina khawatir jika warga Uighur di Xinjinag mendapat dukungan dari militan Islam di Pakistan dan Afghanistan.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat, Barack Obama -yang sedang berada di Beijing untuk KTT APEC- mengatakan dalam wawancara dengan kantor berita Xinhua menyebut salah satu kelompok Gerakan Islam Turkestan Timur sebagai organisasi teoris dan sebaiknya tidak berlindung di kawasan perbatasan Cina.(bbc indonesia)