UPT Puskesmas Tembilahan Turun Ke Sekolah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tembilahan Kota turun ke Sekolah se-Tembilahan. Kegiatan ini menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya untuk melakukan pantauan kesehatan para pelajar dari tingkat SD sampai SMP/MTs  sederajat di kota Tembilahan.

Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota melalui dokter Umum, dr Eka Alpasra menyatakan bahwa kegiatan ini secara tidak langsung berupa sosialisasi untuk meningkatkan kesehatan bagi para pelajar yang masih dalam jangkauan UPT tersebut.

“Kegiatan yang kami laksanakan yaitu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang dilaksanakan dalam waktu yang berbeda,” kata dr. Eka Alpasra, Rabu (12/11/2014).

Dijelaskan, UKS dan UKGS ini dilaksanakan menyangkut  penjaringan kesehatan serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi pelajar yang relatif masih muda.

Salah seorang pelajar setingkat SMP, Wahyu mengaku cukup senang dengan adanya kegiatan serupa ini. Setidaknya, dengan kedatangan petugas kesehatan kesekolah, disamping mereka dapat memeriksa kesehatan, yang lebih terpenting lagi secara bertahap akan menimbulkan kesadaran dari siswa akan arti pentingnya menjaga kesehatan.

“Mudah-mudahan kegiatan serupa ini tetap terus berjalan. Kalau sehat, kitapun akan dapat belajar dengan nyaman,” Ujarnya. (mirwan)




Bupati Inhil Gelar Rapat Koordinasi Camat

IMG_4899TEMBILAHAN (detikriau.org) – Demi terialisasinya pembangunan di lingkungan kabupaten Indragiri Hilir, Bupati Inhil gelar rapat koordinasi camat se-Inhil bertempat di Aula Kantor Bupati Inhil Tembilahan, Selasa (11/11/2014).

Rapat yang berlangsung dari pukul 15.00 WIB ini diberi kesempatan masing-masing Camat untuk menyampaikan keluhan dan hal-hal yang belum bisa terlaksana, bahkan berupa laporan yang mesti dipenuhi Pemerintah Kabupaten Inhil.

Dari berbagai persoalan yang ditampung, Bupati berharap akan dapat menjadi acuan Pemerintah Kabupaten akan permasalahan yang dihadapi dimasing-masing kecamatan yang ada di Inhil ini.

“Sudah dapat saya simpulkan bahwa mayoritas kecamatan di Inhil ini persoalan infrastruktur dan penerangan yang jadi persoalan,” kata Bupati Inhil, HM Wardan saat menaggapi dalam rapat.

Terkait dengan persoalan penerangan, diakuinya layanan PLN sangat terbatas, apalagi sampai ke kecamatan ataupun desa. Saat ini kata Bupati, ibu kota kabupaten saja hidup secara bergilir.

“Saya akan serius menangani hal ini, karena begitu pentingnya masalah penerangan ini, apalagi kita tidak lama lagi akan menggelar MTQ pada tanggal 13 Desember mendatang,” tutur HM Wardan.

Untuk pembangunan kecamatan maupun desa, Bupati akan turun melihat situasi dan minta kepada Pemerintah Kecamatan di lingkungan Kabupaten Inhil untuk membuat agenda tersebut dalam waktu dekat ini.

“Saya ingin turun ke setiap kecamatan untuk meninjau langsung pekerjaan pembangunan, terutama kualitas proyek,” pungkasnya.(mirwan)




Sakit Jiwa dan Kosongnya Kolom Agama

Oleh Ihshan Gumilar.
Department of Experimental Psychology, Ghent University, Belgium

“Saat ini di KTP-nya bisa dikosongkan dulu,” ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, mencoba mengakomodasi warga negara yang agama dan kepercayaanya tidak tercantum di dalam undang-undang. “Berdasarkan Undang-undang (UU) baru enam agama. Kalau mau tambah, harus mengosongkan, nggak ada masalah,” imbuhnya lagi.

Tidak lama setelah pernyataan itu, sontak, ramai warga indonesia pun memberikan komen dan reaksi yang bermacam-macam. Apalagi para Muslim yang merasa cukup loyal terhadap nilai-nilai keislaman yang telah ada selama ratusan tahun di Indonesia.

Mari merenung sejenak! Umat Islam sepatutnya tidak usah merasa kaget dengan kebijakan kontroversial semacam ini. Masalah pengkosongan kolom agama di KTP, barulah satu dari kebijakan kontroversial lainnya yang akan datang lagi.

Mengapa umat Islam harus merasa takut dan shock akan kebijakan yang tidak islami ini? Bukankah ini hasil karya tangan mereka sendiri?

Dalam budaya indonesia, orang akan dianggap positif jika ia dekat dengan masyarakat dan bergaul dengan orang-orang kalangan bawah. Indonesia adalah masyarakat yang komunal, di mana berelasi dengan banyak orang mengindikasikan bahwa ia adalah orang baik dan patut diapreasiasi.

Dengan mempertimbangkan aspek psikologis budaya tersebut, maka umat Islam indonesia akan sangat mudah disentuh jika calon pemimpin mereka dicitrakan sebagai seseorang yang komunal dan menyentuh masyarakat marginal serta ekonomi lemah.

Tapi, di lain sisi, alam bawah sadar masyarakat Indonesia menyimpan nilai-nilai agama yang cukup sakral. Di Indonesia, banyak orang mengaku agamanya Islam, akan tetapi banyak pula dari mereka yang tidak pernah membicarakan dan bahkan mengetahui agamanya itu sendiri dengan baik dan benar.

Namun, jika ada saja seseorang yang menghina agamanya tersebut (Islam), dengan serta merta mereka akan membela mati-matian, walaupun ia tidak mengetahui dengan baik apa itu Islam. Jadi, agama dalam konteks budaya masyarakat Indonesia masih menyimpan sebuah peranan yang penting, diakui atau tidaknya secara publik.

Karena nilai-nilai agama, menjadi sebuah nilai yang esensial di mana ia melekat pada psikologi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pernyataan tidak mempunyai agama adalah hal yang sangat tabu dan memberikan ancaman psikologis pada kebanyakan individu di Indonesia.

Eksistensi umat Islam juga merasa terancam. Karena hal ini akan memberikan ruang bagi siapa pun yang tidak beragama untuk tinggal di Indonesia.

Coba renungkan pertanyaan-pertanyaan kecil ini jika mereka pernah terlintas dalam pikiran kita dalam beberapa waktu ke belakang. “Yang penting merakyat”, “Yang penting bukan turunan pejabat”, “Agamanya sih apapun lah, yang penting bersih”, “Yang penting dekat dengan wong cilik“. Tapi jarang orang Muslim yang mempertanyakan, “Bagaimana kualitas keberagamaannya?”

Hidup tanpa nilai tidak lagi menjadi masalah, yang penting desakan nafsu terpuaskan. Jika sekarang para pemimpin yang terpilih memberikan kebijakan-kebijakan yang merugikan hak-hak umat Islam, maka tidak perlulah umat Islam merasa panik dan berteriak-teriak hingga kerongkonganpun terasa kering. Karena ini adalah bagian dari proses kausalitas (ada sebab dan akibat).

Orang tidak lagi berpikir dengan hati nurani. Adanya degradasi standar idealisme di kalangan umat, membuat umat menyesal berkepanjangan dan hanya bisa mengelus dada. Pernyataan Tjahjo Kumolo ini adalah hasil dari apa yang kita pilih pada waktu memilih pemimpin.

Jika saat ini kita merasa tertekan dan takut, sepatutnya kita menyadari lebih dahulu apa yang dulu kita pilih. Mungkin sebagian dari kita beberapa bulan lalu ada yang berpikir, “Pilih aja pemimpin yang tidak melanggar HAM.”

Lalu jika saat ini kaki tangan pemimpin tersebut mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, bukankah pemimpin itu ini telah melanggar HAM kaum Muslimin? Bersabar sajalah wahai umat! Ketahuilah, bahwa hal ini adalah rentetan (domino effect) dari segenap perilaku kita pada saat memilih pemimpin.

Negara menjamin keberagamaan setiap warga negara, lalu jika seorang warga negara meninggal dan tidak disemayamkan menurut agama dan kepercayaannya (karena tidak terdata), lalu di manakah letak jaminan negara tersebut? Apa mungkin seluruh pegawai kementerian dalam negeri mampu menghafal agama setiap individu yang jumlahnya sampai ratusan juta?

Penurunan idealisme dan kepudaran iman dikarenakan rendahnya pengetahuan tentang keislaman merupakan sumber dari segala rasa ketakutan yang menghinggapi umat. Jika boleh meminjam istilah psikologi, adanya gejala anxiety disorder dikalangan umat Islam.

Sebuah istilah psikologi ketika seseorang merasa khawatir yang sangat berlebihan hingga akhirnya ia tidak dapat lagi menjalani kehidupan sehari-hari secara baik dan normal. Selalu dihantui rasa khawatir,yang mana ia berawal dari pikiran mereka sendiri yang tertuang dalam perilaku.

Yang penting perut saya kenyang, terganjal, dan persetan dengan idealisme keberagamaan, adalah pemikiran yang dapat menggerus nilai-nilai ke islaman dalam generasi muslim Indonesia mendatang.

Pada saat bersamaan, anxiety disorder dikalangan umat (kepanikan yang menyebabkan jiwa tergunjang) harus segera diredam. Semoga umat segera melakukan konsultasi kejiwaan dan mendapat ‘terapi’ yang benar, baik secara kognisi (pikiran) dan mental.

Karena penyakit ini akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan umat Islam lainnya. Jika tidak segera ditangani, maka lambat-laun sendi-sendi kehidupan umat akan luluh lantah tak berbentuk. Wallahualam Bil Muradif. (rol)




Formasi CPNS Kemenag Banyak Tak Terisi

“Lowongan Dosen Juga Sepi Peminat”

Formasi CPNS 2014 Kementerian dan LembagaJAKARTA – Fenomena menarik muncul dalam tes CPNS 2014 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Untuk tahun ini, jumlah peminat untuk menjadi dosen menurun. Selain itu juga ada ratusan formasi CPNS baru yang tidak ada pelamarnya.

Kepal Biro Kepegawaian Kemenag Mahsusi menjelaskan, total calon peserta ujian CPNS di Kemenag berjumlah 12.552 orang. Dari jumlah itu, lowongan pekerjaan yang tersedia mencapai 2.096 kursi.

“Setelah selesai masa pendaftaran, ternyata tidak semua formasi yang tersedia terisi semuanya,” katanya di Jakarta kemarin.

Kekosongan untuk sejumlah formasi itu disebabkan murni tidak ada pelamar. Selain itu juga tidak ada peserta ujian yang nilai tesnya mencapai passing grade tes kompetensi dasar (TKD). Sehingga seluruh peserta ujian itu gugur dengan sendirinya.

“Untuk formasi yang kosong-kosong itu, kuotanya kita kembalikan lagi ke panitia seleksi nasional CPNS 2014,” jelas dia. Formasi yang tidak terisi ini juga terjadi dalam tes CPNS 2013 lalu. Saat itu dari 396 formasi, yang terisi hanya 269 formasi.

Mahsusi menerangkan kekosongan formasi diantaranya ada di formasi dosen yang sangat spesifik seperti akuntansi syariah. Dia mengakui disiplin ilmu akuntansi syariah baru berkembang beberapa tahun terakhir.

Sehingga belum banyak masyarakat yang memiliki kualifikasi pendidikan untuk menjadi dosen akuntansi syariah.

Selanjutnya Mahsusi menjelaskan fenomena berkurangnya peminat dosen. Dia mengatakan menurunnya pelamar formasi dosen ini menunjukkan penurunan minat menjadi CPNS secara umum. Dia mengatakan rata-rata saat ini untuk formasi dosen yang menyediakan lowongan 50 kursi, hanya dilamar sekitar 100-150 orang saja.

“Sehingga tingkat persaingannya 1:2 atau 1:3. Padahal dulu bisa lebih besar dan ketat persaingannya,” katanya.

Salah satu dugaan penyebab minimnya peminatan dosen ini, terkait dengan pelaksanaan pendaftaran tes CPNS yang dilaksanakan hampir serentak di seluruh Indonesia.

Sementara itu dalam tes CPNS 2014 mulai dibuka lowongan yang boleh dilamar dari semua rumpun disiplin ilmu.

Untuk kelompok lowongan yang terbuka untuk semua disiplin ilmu ini, Mahsusi mengatakan peminatnya sangat besar. Lowongan untuk kelompok ini biasanya mengisi jabatan staf dan fungsional umum.(jpnn)




Tim MH17 gagal capai kesepakatan dengan pemberontak

141111151652_mh17_ukraine_512x288_afpgettyUkraina – Usaha Belanda untuk menyelamatkan puing-puing dari tempat jatuhnya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina timur mengalami kegagalan karena tidak dicapai kesepakatan dengan kelompok pemberontak setempat.

Para ahli Belanda tiba di tempat kecelakaan MH17 pada hari Selasa pagi (11 November).

Meskipun demikian, mereka menolak berunding langsung dengan para pemberontak, dan bergantung pada pejabat keamanan Eropa untuk mencapai kesepakatan.

MH17 ditembak jatuh pada tanggal 17 Juli di atas wilayah yang dikuasai pemberontak, menewaskan semua orang di dalamnya.

Untuk sementara ini, tim penyelamatan puing akan terus mencari sisa-sisa korban yang berjumlah 298 orang.

Pimpinan tim penyelamatan, Pieter-Jaap Aalbersberg, mengatakan kepada media Belanda NOS bahwa tim siap bekerja untuk mengangkut puing-puing tetapi belum dicapai kesepakatan antara badan keamanan Eropa OSCE dan warga Ukraina setempat.

Juru bicara pemberontak dari Republik Rakyat Donetsk mengatakan kepada kantor berita Interfax Rusia bahwa ahli Belanda tidak menyukai “beberapa hal terkait cara mengumpulkan puing”.(BBC)




LCKI Sebut Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS di Reteh

logo LCKITembilahan (detikriau.org) – Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kabupaten Indragiri Hilir menenggarai adanya ketidakberesan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dugaan penyimpangan pengunaan dana bantuan pendidikan itu ditemukan pada SD 04 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh.

Keterangan penasehat LCKI Inhil, Amin Rullah kepada detikriau.org di Tembilahan, selasa (11/11), berdasarkan informasi yang didapatkan pihaknya, dana BOS untuk SD 04 Pulau kijang tahun anggaran 2014 sejumlah Rp 32 juta. Namun dana ini dipotong sebesar Rp 8,5 juta dengan rincingan, Kepala sekolah Rp. 3 jt, Pembayaran Pajak 4,5 juta serta keperluan dana monitoring Rp 1 juta.

“ini keterangan yang kita dapat dari bendahara sekolah saat kita mintai komfirmasi di pulau kijang. Pemotongan itu katanya dilakukan kepala sekolah saat melakukan pencairan pada Bank Riau Kepri di Tembilahan,” Terang Amin Rullah

Ditambahkannya, Dana sebesar Rp 8,5 juta itu dipotong oleh Kepala sekolah sebelumnya, NW yang kini sudah pindah tugas ke SD 026 Desa Sanglar Kec Reteh. Bahkan menurut Bendahara sekolah juga, ditambahkan Amin Rullah, dana monitoring Rp 1 juta itu disebutkan NW untuk keperluan jika nanti ada wartawan atau pihak-pihak lain yang mempertanyakan terkait penggunaan dana BOS ini.

“Kita berharap pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan inhil untuk segera menindaklanjuti temuan kami ini. Kalau memang benar ada penyimpangan, kita minta persoalan ini dituntaskan sesuai aturan hukum agar kedepannya tidak ada lagi yang berani bermain-main.” Pinta Amin Rullah

NW dan Bendahara sekolah belum bisa dimintakan komfirmasi karena telepon selularnya dalam keadaan off. Sementara kepala SD 04 pengganti NW, Mastuti ketika dikomfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti adanya dugaan pemotongan dana BOS ini.

“Saya baru saja menjabat sebagai Kepsek di sekolah ini. Jadi saya belum mengetahui secara pasti. Yang jelas, pertanggungjawaban penggunaan dana BOS tentunya harus disertai dengan SPJ. Kita masih menungu SPJ itu diserahkan oleh NW. mungkin saja dana itu memang diperlukan untuk keperluan sekolah,” Ujar Mastuti menjawab komfirmasi sambil menjelaskan bahwa hingga saat ini memang SPJ itu belum diserahkan oleh NW.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org juga belum berhasil melakukan komfirmasi dengan Dinas Pendidikan setempat. (dro)