Jajak Pendapat Raja atau Presiden Terbaik Dunia, Soekarno No 1, Jokowi No 4
detikriau.org – Presiden Soekarno dari Indonesia menempati urutan pertama sebagai pemimpin terbaik di dunia dalam sejarah versi jajak pendapat theranking.com dengan 3217 point yang digelar dalam skup internasional.
Menyusul di tempat kedua adalah Barack Obama (654) , Vladimir Putin (526) , Joko Widodo (445) , Queen Elizabeth II (390), dan Ronald Reagen di urutan ke-6 dengan 385 poin.
Jajak pendapat ini dikutip detikriau.org dari Theranking.com pada Minggu 22 November 2014. Polling ini digulirkan sejak setahun silam hingga sekarang, menyangkut pemimpin negara dunia yang pernah atau sedang menjabat. Mau lihat perolehan jajak pendapat tersebut? Klik di sini !
Rosman Larang Warga Buka dan Bersihkan Lahan dengan dibakar
“Inhil tercatat sebagai Satu dari Enam Kabupaten Penghasil Asap di Riau”
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragir Hilir tercatat sebagai salah satu dari enam kabupaten penghasil asap di Provinsi Riau. Untuk itu, diperlukan perhatian serius untuk mengatasi persoalan yang kerap terjadi setiap tahunnya ini.
“Harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, karena Inhil tercatat sebagai salah satu kabupaten penghasil asap di Riau,” Sampaikan Wabup Inhil, H Rosman Malomo usai mengikuti rapat koordinasi implementasi rencana aksi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan se-Provinsi Riau di Pekanbaru, Jum’at (21/11).
Sebagai bentuk keseriusan menurut Wabup, dalam waktu dekat, Pemkab Inhil akan segera mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari sarana dan prasarana, sumberdaya manusia serta sanksi hukum bagi para pelaku karhutla, apalagi mengingat permasalahan tersebut sudah menjadi fokus utama yang harus diselesaikan pemerintah.
Dalam kesemaptan itu, Wabup juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Inhil terutama petani untuk tidak membuka dan membersihkan lahannya dengan cara dibakar, karena hal tersebut sudah jelas melanggar ketentuan dan peraturan hukum yang sudah berlaku.
Enam kabupaten/Kota yang tercatat sebagai penghasil asap di Riau adalah, Rohil, Bengkalis, Inhil, Dumai, Rohul dan Kampar. Namun yang tertinggi rawan terjadinya karhutla adalah Kabupaten Kampar, Bengkalis, Rohil dan Dumai.
Rakor yang digelar di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau ini, dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ketua Tim UKP-PPP, Dirjen PIKA, Deputi Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan, Kepala BP REDDPLUS dan Dirjen Perkebunan RI.
Turut mendampingi Wabup saat itu, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil.(dro/adv pemkab inhil)
Pemkab Inhil Gelar Rapat Koordinasi Pendistribusian Raskin
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar rapat koordinasi pendistribusian Raskin bertempat di salah satu Hotel di Tembilahan. Jum’at (21/11)
Dalam sambutannya Sekda berharap nantinya pendistribusian bantuan raskin dapat benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang sudah ditargetkan.
“Kita berharap dengan rakor ini penyaluran raskin yang selama ini kerap terdengar tidak tepat sasaran dapat diatasi,” Pesan Sekda.
Dalam kesempatan itu, Sekda juga berpesan kepada seluruh aparatur Desa untuk segera menggesa dan menuntaskan berbagai program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) agar hasil pembangunan dapat segera dinikmati oleh masyarakat.
“Kami harap seluruh program pembangunan sudah rampung menjelang akhir tahun ini” pinta Sekda Inhil.
Kegiatan tajaan Bagian Perekonomian Setdakab Inhil ini juga dihadiri oleh Kabag ADM Perekonomian, perwakilan Pemerintah Kecamatan serta Lurah dan Kepala Desa yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Inhil. (dro/mirwan/adv pemkab inhil)
Miliki Senpi Rakitan, Karno Diamankan Polisi
Gbr Ilustrasi
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Kepolisian Resort Indragiri Hilir amankan seorang warga Kecamatan Gaung, Karno (37) yang diduga sebagai pemilik senpi rakitan berikut 3 butir amunisi.
Berdasarkan keterangan kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik, MSi melalu Kasad Reskrim, AKP Ade Jamrah, jum’at (21/11), senpi rakitan jenis revolver beserta 3 butir amunisi kaliber 38 mm ini ditemukan dalam jok sepeda motor merk Honda Blade BM 3864 GM saat Polsek Gaung melakukan razia cipta kondisi di depan kantor Polsek tanggal 18 November 2014 yang lalu.
Dalam razia itu, lanjut Ade, anggota Polsek Gaung menghentikan satu unit sepeda motor yang dikendarai oleh 2 orang. Ketika dilakukan pemeriksaan, di dalam jok sepeda motor tersebut, ditemukan sepucuk Senpi laras pendek rakitan, yang berisi satu butir amunisi beserta 2 butir amunisi lainnya dalam kantong plastik bening.
“saat dilakukan introgasi terhadap kedua orang itu, mereka mengaku tidak mengetahui perihal Senpi tersebut,” terang kasad.
Namun setelah dilakukan penelusuran, barulah diketahui bahwa kendaraan itu ternyata milik tsk yang sesaat sebelum dirazia sempat meminta bertukar kendaraan dengan kedua temannya ini.
Mendapatkan keterangan, petugas langsung melakukan pengejaran. Tsk dikabarkan berupaya melarikan diri ke Palembang melalui jalur Tembilahan.
“Kita berhasil membekuk tsk saat sedang berupaya mencari angkutan disalah satu loket travel di kota Tembilahan,” Lanjut Ade.
Pengakuan tsk dihadapan petugas, kepemilikan Senpi yang sudah selama 8 bulan dibelinya di Palembang seharga Rp 600 ribu ini, hanya digunakan untuk berjaga-jaga saja.
Kendati demikian, pihak Polres Inhil masih terus mendalami kasus penemuan Senpi tersebut, karena berdasarkan dugaan sementara, senpi itu pernah digunakan untuk kejahatan. Apalagi, belum lama ini ada kasus pencurian dengan kekerasan di Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung.
“Tsk dijerat dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 Pasal 1, tentang kepemilikan senjata api,” Pungkas Ade.(dro/ Mirwan)
Denny JA: Belum 100 hari, Jokowi Sudah ‘Blunder’ Empat Kali
JAKARTA — Pendiri Lembaga Survey Indonesia, Denny Januar Ali, berkicau soal ‘blunder Presiden Jokowi’. Melalui akun twitternya, @DennyJA_WORLD, ia menyoroti beberapa tindakan dan keputusan presiden, termasuk pemilihan jaksa agung dari partai politik.
Berikut isi kultwitnya: 1) Ada apa dengan Jokowi? Belum 100 hari pemerintahannya, ia sudah membuat empat blunder.
2) Blunder keempat: penunjukan Jaksa Agung berasal dari partai politik. Puncak tertinggi penegakkan hukum tak membuat publik nyaman.3) Penunjukkan jaksa agung ini dapat menjauhkan Jokowi dari pendukung utamanya: aneka civil society yg sangat concern dgn penegakkan hukum.
4) Blunder ketiga adalah saat menaikkan harga BBM dalam waktu yang tidak tepat. Saat ini harga minyak dunia justru turun. 5) Blunder BBM ini menjauhkan Jokowi dari pendukung tradisionalnya: wong cilik.
6) Dari Pilpres Juli lalu, karena wong cilik ini Jokowi menang tipis atas Prabowo. Kini sebagian wong cilik mulai menjauh dari Jokowi. 7) Blunder kedua adalah ketika Jokowi menjanjikan kabinet “non-transaksional, the dream team.” Publik sangat merindukannya terwujud.
8) Yang terjadi, kabinet “as usual,” penuh dengan transaksi dan kompromi. Banyak yg bukan “the right person in the right place.” 9) Blunder pertama adalah janji membentuk kabinet ramping. Cukup lihat di google mengenai janji kampanye itu.
10) Publik sudah membayangkan reformasi yg akan dilakukan Jokowi atas jumlah kementrian, membuatnya lebih ringkas dan efektif. 11) Yang terjadi kembali kabinet “as usual” yang sama banyaknya dengan kabinet presiden SBY. Beda antara janji dan realisasi.(ROL)
Kelola Administrasi Secara Elektronik, Bupati Inhil Pinta Satker Belajar ke Desa Harapan Jaya
Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Indragiri Hilir, HM Wardan didampingi Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam melakukan kunjungan kerja, sekaligus menghadiri Sarasehan di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tempuling, Kamis (20/11). Pada kesempatan yang sama Bupati juga meresmikan penggunaan v sat dari kementerian info RI.
Desa Harapan Jaya merupakan salah satu desa yang mendapatkan perhatian karena keberhasilannya dalam mengembangkan internet desa. desa inipun sudah berkomitmen dalam mengembangkan seluruh administrasinya secara elektronik dan on line.
Disamping keberhasilannya mengembangkan internet desa, Desa tersebut juga berhasil dalam mengembangkan pola penyelamatan lahannya yang mayoritas terdiri dari gambut. Secara simbolis peralatan v sat diserahkan juga oleh HM Wardan.
“Apa yg menjadi cita cita pengembangan desa di Inhil sesungguhnya sudah ada di Desa Harapan Jaya”kata Wardan.
Mantan Kadisdik Provinsi Riau ini juga menyebut bahwa kelengkapan semua pendukung data yang ada di desa tersebut sangat memuaskan. Bahkan,dia juga menyebut sudah seharusnya Satker belajar ke desa tersebut. (dro/adv pemkab inhil)