Puting Beliung Hantam Belasan Rumah Penduduk di Concong

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

Concong (detikriau.org) –  Puluhan rumah penduduk hancur porak-poranda setelah dihantam angin puting beliung, di Desa Kampung Baru, Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (27/11) sekitar jam 15.20 Wib.

Berdasarkan keterangan warga desa setempat, Gemuk kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, akibat kejadian ini, 5 unit rumah mengalami rusak berat serta belasan lainnya rusak ringan.

“5 unit rusak berat dan belasan lainnya mengalami rusak ringan. Bahkan ada 1 rumah yang baru saja selesai dibangun kini rata dengan tanah disapu angin,” Sampaikan gemuk

Saat kejadian, gemuk mengaku ia beserta beberapa warga desa lainnya sedang berada dilahan melakukan penanaman pohon bakau. Kejadian itu baru diketahuinya sepulang bekerja.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa setempat, Badrun juga membenarkan adanya peristiwa puting beliung ini. Ia menerangkan kejadiannya sekira pukul 15.20 Wib namun untuk jumlah kerusakan rumah penduduk ia mengaku belum mendapatkan data pasti.

“Jumlah pasti kerusakan rumah penduduk belum bisa kita hitung karena sampai sekarang masih turun hujan.” Jawab Kades

Sambil menunggu perbaikan rumah esok harinya ditambahkan Kades, penduduk yang rumahnya rusak untuk saat ini terpaksa menumpang dirumah keluarga.

Amukan puting beliung sudah beberapa kali terjadi diwilayah Inhil, akibat peristiwa alam ini, sudah tidak sedikit perumahan penduduk porak-poranda dan menimbulkan kerugian material. Warga menduga kerap terjadinya amukan angin ini disebabkan semakin gundulnya kawasan hutan.

“Hutan di Kecamatan concong boleh dikatakan sudah hampir habis akibat ulah penebangan liar. Peluluhlantakan kawasan hutan belakangan ini semakin diperparah dengan pemukaan lahan oleh perusahan perkebunan sawit. Kita berharap hal ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah agar peristiwa serupa tidak terus merugikan masyarakat,” Pendapat salah seorang warga Concong sambiol meminta namanaya untuk tidak dipublikasikan. (dro)




Ramdani: jangan Pernah Takut dan Apriori Kepada Media

Kabag Humas Setdakab Inhil, Ramdani
Kabag Humas Setdakab Inhil, Ramdani

Tembilahan (detikriau.org) – Bagian Humas Setdakab Inhil melaksanakan Pelatihan Jurnalistik Bagi Aparatur SKPD, Kecamatan, Kelurahan dan Desa. Kegiatan ini digelar di aula kantor camat Kecamatan Tembilahan Hulu dan dihadiri kabag humas, kasubag kerjasama media dan pers, camat tembilahan hulu, pengurus PWI Inhil, Lurah se-Tbh Hulu, Kepala Desa dan Undangan Lainnya. Kamis (27/11/2014)

Dalam sambutannya, Kabag Humas, Ramdani mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan dunia jurnalistik bagi aparatur pemerintah, mulai dari SKPD sampai kelurahan atau desa serta untuk memberikan pengetahuan jurnalistik dasar bagi peserta sehingga mengetahui tentang  berbagai hal dan kaedah jurnalistik.

“Kita berharap dengannya para aparatur pemerintahan dapat memahami fungsi jurnalistik serta dapat memberikan informasi yang benar untuk disampaikan kepada publik.” Ujar Kabag Humas

Ia juga berpesan agar pejabat pemerintah jangan pernah takut dan apriori kepada media, kalau perlu mereka dirangkul dalam upaya menyampaikan informasi penting kepada masyarakat.

adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan ini yakni mengenai peranan kehumasan, organisasi pers, kaidah penulisan dan kode etik jurnalistik dengan Narasumber dari Bagian Humas Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri hilir. (dro/adv pemkab inhil)




Jokowi diminta Lakukan Revolusi Mental di Kepolisian

478b1a1d9c3ab0c5d4f440euc-9155Jakarta (detikriau.org) – Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman meminta agar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menerapkan revolusi mental di Kepolisian. Ia menilai tindakan arogan dengan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian belakangan ini seringkali terjadi.

“Jika perlu Jokowi harus melakukan revolusi mental di kepolisian.” Pinta Benny di gedung DPR RI,Jakarta sebagaimana dilansir goriau.com, Kamis (27/11).

Permintaan ini disampaikan Beny menyikapi aksi tindakan arogansi aparat kepolisian saat membubarkan mahasiswa yang menolak kedatangan Presiden Joko Widodo ke Pekanbaru, Riau, Selasa (25/11) kemaren.

Politikus Partai Demokrat itu meminta agar aparat kepolisian tidak melakukan pemukulan dalam menjalankan tugasnya. Apalagi sampai melakukan pembubaran paksa hingga masuk ke dalam mushala seperti yang terjadi di komplek gedung RRI Pekanbaru.

“Kepolisian tidak boleh terlalu eksesif. Tugasnya melakukan pengamanan. Jadi tidak boleh melakukan kekerasan dalam menjalankan tugasnya,” kata Benny

Seperti diketahui, pembubaran paksa yang dilakukan polisi mengakibatkan Alquran yang menjadi kitab suci kaum Muslimin berserakan. Selain itu, terekam pula dari gambar bahwa polisi dengan seragam lengkap dan bersepatu masuk ke dalam tempat salat dan menginjak sajadah.

Benny berharap insiden pembubaran paksa dan pemukulan oleh polisi terhadap mahasiswa sampai ke dalam mushala itu tidak memicu konflik berkepanjangan antara Polri dengan mahasiswa apalagi umat Islam.

Untuk itu dia meminta Kapolri Jenderal Polisi Sutarman maupun Presiden Joko Widodo sekalipun, meminta maaf atas tindakan anak buahnya itu. “Kapolri bahkan Presiden sampaikan permohanan maaf ke umat Islam,” ujar Benny.

Aksi brutal polisi ini juga ikut disesalkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua Umum MUI, Kiai Haji Ma’ruf Amin mengatakan tindakan korps Bhayangkara itu sudah di luar batas dan menyakiti umat Islam.

Namun, tindakan para bintara di lapangan ini mendapat pembelaan dari Kapolresta Pekanbaru, Kombes Polisi Robert Harianto Watratan kepada Pekanbaru Pos, Selasa (25/11). ia mengatakan, anak buahnya terpaksa membubarkan paksa aksi mahasiswa karena tidak mengantongi izin.

Perihal penyerbuan yang dilakukan polisi ke dalam musala, Robert mengaku hal itu dilakukan setelah mahasiswa tidak juga kunjung mau bubar.  ”Kami sudah memberikan kesempatan mereka untuk salat. Setelahnya kami minta mereka untuk membubarkan diri. Tapi mereka tidak juga keluar-keluar, maka kami bubarkan paksa” Belanya. (dro/goriau)




Gencar di Kritik, Rekanan Akhirnya Pasang Plang IMB. Eh, Plang Proyek ding

Plang Proyek paket pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi dalam kota Tembilahan ini terpasang dipagar seng depan bangunan ruko yang masih dalam proses pekerjaan. sepintas terlihat seperti plang IMB
Plang Proyek paket pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi dalam kota Tembilahan ini terpasang dipagar seng depan bangunan ruko yang masih dalam proses pekerjaan. sepintas terlihat seperti plang IMB

Tembilahan (detikriau.org) – Gencar dikritik tidak transparan, pelaksana pekerjaan paket proyek jalan provinsi dalam kota Tembilahan pun nampaknya gerah dan plang proyekpun akhirnya dipajang. Hanya saja, kewajiban itu terkesan masih dilakukan setengah hati.

Melintas dijalur lintas jalan provinsi parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu, rabu (26/11), awalnya detikriau.org sama sekali tidak menyangka bahwa plang yang terpasang didepan ruko yang masih dalam pekerjaan pembangunan itu adalah plang proyek paket jalan provinsi. Selintas diduga, plang tersebut sepertinya hanyalah sebatas plang IMB bangunan ruko.

Pada bagian teratas plang proyek itu tertera Pemprov Riau Dinas Bina Marga.

dibagian selanjutnya terincikan bahwa program pekerjaan adalah pembangunan jalan dan jembatan dengan kegiatan peningkatan jalan dalam kota Tembilahan termasuk beberapa rincian lainnya yakni panjang efektif 1,5 KM dan dana sebesar 14 Milyar lebih dengan jangka waktu pelaksanaan 75 hari kalender termasuk 180 HK jangka waktu pemeliharaan.

Rupanya, pelaksana pekerjaan yang awalnya diduga proyek siluman ini adalah PT Sinar Abadi Riau Mandiri tertanggal kontrak 17 oktober 2014 dengan konsultan pengawas PT Jasa Mitra Manunggal.

Dibagian paling bawah dengan cetakan huruf lebih besar tertuliskan bahwa kegiatan ini terlaksana dengan dana yang dihimpun dari pajak yang saudara bayarkan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Keenganan kontraktor untuk memasangkan plang pekerjaan proyek sempat mendapat kritikan masyarakat. Mereka menilai tindakan ini menimbulkan kesan tidak transparan serta akan menyulitkan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan. (dro)




Sekda Inhil hadiri Lokakarya PNPM-MP

PNPM-MP gelar LokakaryaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Lokakarya Program Nasional Pemberdayan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) tahun 2014 ini digelar dengan tema Sinergitas Pemerintah Daerah, Swasta dan PNPM Mandiri Perkotaan Dalam Menyiapkan Alih Kelola Program Penanggulangan kemiskinan, bertempat di aula kantor BAPPEDA Kabupaten Inhil jalan Akasia Tembilahan, Rabu (26/11/2014).

Lokakarya pagi itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, Camat Tembilahan, Lurah Tembilahan Kota, KMW (Konsultan Manajemen Wilayah) Provinsi Riau, BKM (Badan Kesuadayaan Masyarakat) Tembilahan, serta beberapa Dosen dan Mahasiswa di Inhil.

Sekda Kabupaten Inhil H Alimuddin RM mengatakan bahwa program ini telah berjalan di Inhil sejak tahun 2006 lalu.

“Keluaran dari lokakarya ini diharapkan mampu memahami tugas KBP, Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan serta melanjutkan program penanggulangan kemiskinan daerah pasca PNPM Mandiri Perkotaan,” Sampaikan Sekda. (mirwan)




H Azhari Pinta Madrasah Di Tembilahan Ikut Andil Sukseskan MTQ Provinsi Riau 2014

H Azhari
H Azhari

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil Drs H Azhari MA mengharapkan kepada Madrasah di Kota Tembilahan untuk ikut andil dalam menyemarakkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Riau ke-33 tahun 2014 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Pada pelaksanaan MTQ tanggal 13 Desember mendatang, saya harap Madrasah-madrasah di kota Tembilahan ini ikut andil membantu kelancaran Musabaqah,” pinta H Azhari saat menyampaikan kata sambutan pembukaan Lomba Qasidah Rebana Kabupaten Inhil, Rabu (26/11/2014).

Karena ini momen Nuansa Islami, maka setiap Lembaga Pendidikan Islam itu harus memiliki rasa tanggungjawab untuk kelancaran kegiatan, dengan harapan keislaman diera ini semakin meningkat. Tambah Azhari

Pada kesempatan itu, ia sempat menjelaskan pihak Pemerintah Daerah sudah sepakat akan menggelar pawai akbar MTQ Provinsi Riau 2014 dimulai pada tanggal 13 Desember 2014.

Dengan demikian, apabila kontingen dijemput dari Madrasah ataupun perihal lainnya, Kepala Madrasah harus menegaskan untuk tepat waktu. “Hal ini saya sampaikan supaya untusan dari Madrasah di Inhil ini memperlihatkan kedesiplinannya, kita mulai dari diri kita sendiri,” jelasnya.(mirwan)