Bupati Ajak Semua Pihak Wujudkan Tembilahan “Kota Ibadah”

Bupati Inhil, HM Wardan (kanan) bersama Asisiten II, H Fauzan Hamid dalam sebuah kegiatan belum lama ini di Tembilahan
Bupati Inhil, HM Wardan (kanan) bersama Asisiten II, H Fauzan Hamid dalam sebuah kegiatan belum lama ini di Tembilahan

Tembilahan (detikriau.org) – Menjadikan kota Tembilahan sesuai dengan Motonya “Kota IBADAH” (Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis) sangatlah dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Tanpa peran serta secara bersama, keinginan itu sangatlah sulit untuk diwujudkan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Inhil, HM Wardan saat melakukan pencanangan Gerakan Kebersihan Kota Tembilahan, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Minggu (30/11) kemaren.

Dikatakan Bupati, pencanangan Gerakan Kebersihan Kota Tembilahan ini bertujuan, untuk mensinergikan Program Gerakan Jum’at Bersih dengan Gerakan Gotong Royong Bersama Masyarakat, guna menjadikan Tembilahan sesuai dengan Motonya Kota IBADAH (Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis).

”Kebersihan merupakan salah satu kebutuhan dan kewajiban kita semua. Dengan bersih itu kita akan menjadi sehat. Suasana yang bersih juga akan terlihat indah dipandang mata,” Ujar Bupati

Jika permasalahan kebersihan dapat ditangani secara bersama-sama, maka seberat apapun pekerjaannya akan menjadi lebih ringan untuk dikerjakan, serta permasalahan kebersihan dan banjir di Ibukota Kabupaten Inhil ini dapat teratasi dengan mudah.

”Namun bila kita beranggapan bahwa permasalahan kebersihan Kota Tembilahan bukan merupakan permasalahan dan kebutuhan kita bersama, maka sekecil dan seringan apapun pekerjaan atau permasalahan tersebut, tidak akan dapat diatasi dan diselesaikan dengan baik,” imbuhnya. (dro/adv pemkab inhil)




Rumah ditimpa Pohon Kelapa, Dua Warga Mandah Tewas ditempat

Kondisi rumah korban yang ambruk ditimpa pohon kelapa.
Kondisi rumah korban yang ambruk ditimpa pohon kelapa.

Mandah (detikriau.org) – Nasib naas dialami warga Dusun Pandan Sari, Kelurahan Khairiah Mandah, Kecamatan Mandah. Saat hujan lebat disertai angin kencang, rumah tempat mereka berteduh ambruk ditimpa pohon kelapa. Akibatnya, dua penghuninya meninggal ditempat. Senin (1/12) sekitar pukul 00.30 dini hari.

Berdasarkan keterangan Sekcam Mandah, Umar Hamdi, saat turunya hujan lebat diiringi hembusan angin kencang, beberapa orang warga sempat mendengar suara pohon tumbang. Tak berselang lama tersebar kabar adanya rumah warga tertimpa pohon kelapa. Beramai-ramai merekapumn mendatangi lokasi.

Dilokasi, warga menyaksikan sebuah rumah telah ambruk ditimpa pohon kelapa dan dua penghuninya, Syaiful (55) dan anaknya Afrizal (15) meninggal ditempat.

“Sementara istri korban berhasil selamat setelah sebelumnya sempat melompat keluar rumah,” Sampaikan Sekcam melalui telepon selularnya, senin (1/12)

Dikomfirmasi terpisah, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, membenarkan akan adanya kejadian ini.

“Hasil visum, Saiful mengalami luka remuk pada bagian kepala dan anaknya Afrizal luka remuk pada bagian dada. Hantaman itulah yang diduga kuat menyebabkan ke dua korban kehilangan nyawanya.”Sampaikan Paur Humas. (dro/*1)




Kontur Tanah Labil dan Kendaraan Tonase Tinggi dituding Percepat Kerusakan Jalan

jalan-rusakTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Indragiri Hilir, H Fauzar menerangkan bahwa kerusakan beberapa ruas jalan yang baru selesai dikerjakan disebabkan oleh beberapa faktor, baik kontur tanah yang labil termasuk melintasnya kendaraan bertonase tinggi.

“Persoalan inilah yang kita hadapai. Dengan kondisi tanah yang labil kemudian dilintasi kendaraan berat, maka aspalnya akan mudah mengelupas dan pecah. Namun untuk perbaikanya masih menjadi tanggung jawab rekanan hingga 6 bulan setelah selesainya pekerjaan,” Terang Fauzar, senin (1/12)

Mantan Kepala Bappeda Inhil itu juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengawal agar rekanan memenuhi seluruh tanggungjawab yang sudah disepakati sesuai ketentuan.

“Kita tak akan main-main. Kami akan desak rekanan untuk memperbaiki jalan yang rusak. Selagi itu masih dalam masa pemeliharaan atau tanggung jawab mereka,” tegasnya.

Menurut Fauzar, saat ini pihaknya masih mendata ruas jalan mana saja yang sudah mulai rusak untuk kemudian disampaikan kepada pihak rekanan pelaksana.

Pantauan lapangan, beberapa ruas jalan yang baru dibangun namun sudah mengalami kerusakan, diantaranya jalan Batang Tuaka, jalan Abdul Manaf, Jalan H Sadri, Jalan Kartini dan Jalan Prof M Yamin Parit 15 Tembilahan Hilir, serta sejumlah ruas lainya.(dro/*1)




Firdaus Tinjau Pengerjaan Beberapa proyek

Walikota Pekanbaru Firdaus ST.MT Melihat Lokasi Banjir di Jl. Kulim KM 11 Tenayan Raya. Foto: Humas
Walikota Pekanbaru Firdaus ST.MT Melihat Lokasi Banjir di Jl. Kulim KM 11 Tenayan Raya. Foto: Humas

PEKANBARU (detikriau.org) – Walikota Pekanbaru, H.FIRDAUS,ST.MT meninjau beberapa titik lokasi pelaksanaan proyek kota pekanbaru, Senin (01/12), Hal ini di lakukan sebagai upaya untuk  percepatan penyelesaian proses pembangunan.

Dalam peninjauan tersebut walikota di dampingi Camat Tenayan Raya, Kaban Protokol dan beberapa awak media.

Lokasi yang pertama di kunjungi yakni, kegiatan padat karya infrasruktur program penempatan dan peluasaan kesempatan kerja (PPKK) Jalan Badak RT/RW 01/26 Kelurahan Sail, Selanjutnya rombongan Walikota melanjutkan peninjauan badan jalan digenangi air yang mengganggu pengguna jalan akibat saluran drainase pembuangan  air longsor di jalan lintas timur km 11 kulim.

Pada kesempatan bersamaan kunjungan di lanjutkan meninjau pengerjaan pembangunan SPORT CENTRE  di Jalan Palembang kelurahan kulim kecamatan Tenayan Raya. ( dro/humas pemko)




Warga Tempuling Keluhkan Pekerjaan Perbaikan Ruas Jalan Provinsi

DSC_0000093Tempuling (detikriau.org) – lambannya proses pekerjaan perbaikan ruas jalan provinsi kini juga mulai menuai kritikan warga. Manalagi saat memasuki musim penghujan, ruas jalan kini menjadi becek, licin dan rawan terjadinya kecelakaan.

“tidak satu dua kali kecelakaan terjadi, akibat jalanan licin, pengguna kendaran roda dua sudah beberapa kali terjatuh bahkan ada yang sampai mengalami patah tangan,” Ujar warga Sungai Salak Kecamatan Tempuling, Kanik kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, senin (1/12/2014)

Diterangkan Kanik, jalan berlumpur bak kubangan paling parah telihat di parit 5 dan parit 9 desa Ketapang Kecamatan Tempuling. Ia berharap rekanan pelaksana menyegerakan penyelesaian pekerjaan. Apalagi batas waktu pekerjaan tidak lama lagi akan selesai. Ia khawatir dengan semakin sempitnya waktu juga akan berdampak rendahnya kualitas pekerjaan. Imbasnya jalan tidak akan mampu berahan lama.

Ditempat terpisah, warga Tembilahan, Indra menilai tidak sedikit kualitas pekerjaan jalan jauh dari harapan. Akibatnya belum lama pekerjaan selesai, badan jalan sudah kembali rusak.

“kita duga kualitas pekerjaan jauh dari standar. Cukup banyak ruas jalan yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah kembali rusak. padahal untuk melakukan perbaikan, dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit,” Kritik Indra

Indra juga mencontohkan pekerjaan ruas jalan provinsi yang saat ini sedang dilakukan. Ia menilai material tanah timbunan sangat jauh dari standar.”ketika disiram hujan, tanah ikut tergerus air. Material kebanyakan hanya tanah. Batu pecahnya kalaupun ada hanya sedikit. Kalau materialnya seperti ini, setelah nanti selesai dikerjakan tentunya wajar jalan itu tidak akan mampu bertahan lama,” Ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia berharap kepada Dinas terkait termasuk konsultan pengawas untuk menjalankan tugas pengawasannya dengan benar. Jangan hanya dibiarkan pelaksana pekerjaan mempergunakan material yang jauh dari standar yang disyaratkan. (dro)




Tutup Lubang Jalan, Warga Tembilahan Tanam Keladi

Badan jalan dihiasi dengan tanaman. Foto: mirwan
Badan jalan dihiasi dengan tanaman. Foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – “Dari pada kecelakaan, mending kami tanami pohon keladi,” begitulah yang diucapkan Zulhelmi, salah seorang warga Jalan Batang Tuaka RT 02 RW 02 Tembilahan kota, Senin (01/12/2014).

Pohon keladi itu dipasang ke badan jalan sebagai ungkapan kekecewaan warga akan banyaknya kerusakan dibadan jalan yang dikhawatirkan akan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Padahal pengerjaan pengaspalan jalan batang tuaka baru selesai dikerjakan pada akhir tahun anggaran 2013 yang lalu.

“Paling tidak ini juga akan dapat menjadi tanda bagi pengguna jalan agar tidak terperosok ke dalam lubang,” Ujar Zulhemi

Pantauan dilokasi, dari sekian banyak lobang dibadan jalan itu hanya 4 lobang yang diberitanda pengaman oleh warga dengan material penanda seadanya, seperti kursi rusak, pot bunga dan tanaman.

“Sebelumnya disini sering kecalakaan akibat lobang di jalan, apalagi saat ini musim hujan, lobang-lobang itu tergenang air dan tidak tampak, anak-anak sekolah juga sering jatuh, kan kasian mereka,” kata Zul lagi.

Ia mengharapkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas terkait untuk memperhatikan kerusakan badan jalan. “Kami minta kepada pemerintah jangan hanya menebalkan aspal ditempat lain, rusak parah ini seharusnya didahulukan,” harapnya.(mirwan)