Pencuri Smartphone Marak, Tangkal dengan Activation Lock

gopego_Apple-ios-8_bigdetikriau.org – Kasus pencurian smartphone sudah menjadi seperti wabah yang sulit dibendung di berbagai Negara. Bukan hanya di Indonesia bahkan Negara super power, Amerika pun kerepotan dengan ulah sitangan panjang ini.

Berdasarkan laporan terbaru Federal Communications Commission (FCC) dilansir gopego, jumlah kasus pencurian dan perampokan smartphone di Amerika Serikat mencapai lebih dari 1 juta unit di setiap tahunnya. Bahkan Menurut Consumer Reports, kasus pencurian dan perampokan smartphone diperkirakan mencapai total 3,1 juta unit di tahun 2013.

Untuk menekan angka pencurian smartphone, FCC menyarankan kepada pengguna untuk mengaktifkan fitur anti-theft sepeti Activation Lock di iOS.

Dengan Activation Lock, bila seseorang mencoba untuk mematikan fitur “Find My iPhone” atau mencoba untuk menghapus data-datanya terlebih dahulu, mereka tidak akan bisa mengaktifkan iPhone itu lagi.(*)




Camat Mandah Sarankan Dewan Tunjuk Hidung Pejabat Nakal

Camat Mandah, Nursal
Camat Mandah, Nursal

Tembilahan (detikriau.org) – Camat Mandah, Nursal, menyarankan kepada anggota DPRD Inhil yang mengkritik pejabat khususnya Camat agar membeberkan nama yang bersangkutan. Hal ini dinilai penting agar tidak terjadinya pendiskreditan kepada pejabat yang masih memegang teguh amanah jabatannya.

“Sebut saja siapa oknum Camatnya agar tidak menjadi multi tafsir oleh masyarakat.” Kata Nursal melalui sambungan telepon selularnya, senin (8/9/2014).

Yang juga penting ditambahkan Nursal, dengan menyebut nama oknum pejabat nakal secara terbuka tentunya akan dapat menghindari timbulnya penyamarataan kesan negatif oleh masyarakat kepada pejabat-pejabat lainnya.

Nursal juga menegaskan bahwa dirinya tetap berada di daerah itu untuk menjalankan tugas sebagai kepala wilayah. Kalaupun ia tidak ditempat itu hanya mengikuti agenda rapat bersama Pemerintah Kabupaten di Tembilahan.

“Sampai saat ini saya masih berada di Mandah tempat saya bertugas. Kalaupun pergi tentu demi kepentingan dinas,” Jelasnya

Sejak dilantik, Nursal mengaku sudah memboyong anak dan istrinya ke Mandah agar dapat lebih fokus menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada dirinya.

Sepanjang bulan November 2014, Nursal mengaku hanya 3 kali bepergian ke Tembilahan. Tepatnya tanggal 10 November untuk mengikuti rapat evaluasi, 17 November rapat koordinasi (rakor) camat dan 25 November menjadi Mentor PIM 4.

“Desember ini baru 1 kali ke Tembilahan untuk mengikuti rapat penanggulangan kemiskinan pada 1 Desember kemarin. Kalau tak ada halangan Selasa 9 Desember saya ke Tembilahan lagi untuk mengikuti rapat evaluasi fisik dan keuangan,”Tandasnya. (dro/*1)




Sekda Inhil: Pembukaan MTQ Riau Ke 33 dipastikan Tetap Tanggal 13 Desember

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM

Tembilahan (detikriau.org) – Sekda Inhil, H Alimuddin RM menegaskan bahwa pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 33 di Tembilahan tetap sesuai jadwal pada tanggal 13 Desember mendatang.

“Tidak ada perubahan jadwal. Tetap sesuai rencana. Pembukaanya tanggal 13 dan berakhir tangal 18 Desember,” tegas Sekda.

Sekda mengaku sempat kaget mendengar adanya isu pembukaan MTQ dimundurkan. Sekda membantah tegas menyebarnya kabar tidak benar ini.

“Sebagai salah satu panitia inti, pastinya jika memang ada perobahan saya pasti tau,” Ujar Sekda.

Dalam kesempatan itu Sekda berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas. Mantan Kadistamben Inhil ini juga mengajak masyarakat bisa bersatu untukdukung dan sukseskan helat MTQ Riau hingga penutupan.(dro/*1)




Warga Kempas Jaya dihebohkan Temuan Mayat di Sungai Indragiri

Kondisi korban saat ditemukan warga
Kondisi korban saat ditemukan warga

Kempas (detikriau.org) – Warga Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir  dikejutkan dengan temuan sesosok mayat mengapung disungai. Senin (8/12/2014)

Berdasarkan keterangan warga setempat, oyonk melalui pesan blackberry, mayat laki-laki yang sudah dalam keadaan membusuk dan sebelah tangannya terputus itu pertama kali ditemukan oleh penjaga tambak ikan milik Dinas Pertanian sekitar pukul 15.00 Wib.

Penemu mayat selanjutnya menyeret tubuh laki-laki malang itu hingga kepelabuhan kempas jaya dan diserahkan kepada ketua RT 04 RW 04 Kelurahan Kempas jaya, Giyono. Bersama beberapa orang warga, penemuan mayat ini pun segera dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

“Sudah busuk bang. Apalagi baunya menyebar kemana-kemana. Saya tak tahan menciumnya,” Tulis Oyong.

Ditambahkan oyonk, berbagai ceritapun merebak dari mulut warga lainnya. Ada yang menyebut simayat adalah pemancing ikan yang terjatuh beberapa hari lalu di sungai Indragiri kab Inhu, namun ada juga warga yang menyebutkan korban adalah seorang penderita penyakit ayan yang terjatuh kesungai.

“memang ada kabar dibeberapa media sekitar dua hari yang lalu ada pemancing ikan warga Dusun II Pulau Kemudi Sendolas, Desa Pulau Gelang Kecamatan Kuala Cenaku, kab Inhu yang terjatuh kesungai Indragiri dan mayatnya belum ditemukan. Mungkin saja benar mayat ini adalah pemancing itu,” duga oyonk

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai penemuan mayat ini. (dro)




Dewan Kritisi Pernyataan Kepala BLH Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Harianto menyayangkan pernyataan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat bahwa matinya ikan dan mabuknya buaya di Sungai Indragiri akibat cemaran pestisida dari lahan pertanian masyarakat.

“Kalau ada persoalan selalu masyarakat yang dijadikan kambing hitam. Dari jaman dahulu masyarakat sudah bercocok tanam, namun kenapa baru sekarang masyarakat dituding sebagai penyebab tercemarnya Sungai Indragiri,” Sampaikan Edy, Senin (8/12).

Bahkan ditambahkan Edi, tingginya curah hujan dan meluapnya air sungai bukan hanya terjadi di Kecamatan Kempas tetapi hampir merata diseluruh wilayah di Inhil. Nyatanya tidak diseluruh wilayah Inhil ditemukan ikan mati. Padahal banyak juga masyarakat yang membuka lahan pertanian dan menggunakan pestisida.

Wakil Ketua Komisi III ini menilai dengan pernyataan ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah lebih membela kepentingan pemilik modal. Tidak zamanya lagi menurut Edy masyarakat disalah-salahkan. Karena masyarakat semakin kritis.

“Jangan lukai hati masyarakat. Mari sama-sama kita bela kepentingan mereka, bukannya dengan menduga mereka sebagai penyebab dari persoalan tercemarnya sungai,” Kritik Politisi asal Kecamatan Enok ini.

Edy berjanji akan mebahas masalah ini secara internal dan dilanjutkan ketingkat pimpinan DPRD. Kapan perlu pihaknya juga akan memanggil dinas terkait dan meminta klarifikasi terhadap masalah matinya ikan-ikan di bantaran Sungai Indragiri.

“Ini baru ikan yang mati. Kalau kita biar-biarkan, bisa saja manusia nantinya yang jadi korban. Bisa kita bayangkan berapa ribu warga yang saat ini masih bergantung hidup dengan Sungai Indragiri. Bahkan Air PDAM juga bersumber dari sungai itu,”Tandasnya. (dro/*1)




Jika Benar Perintah Tak dipatuhi, Sekda Nilai PT SAL Lecehkan Pemerintah

Sekdakab Inhil H Alimuddin RM. Foto: Mirwan
Sekdakab Inhil H Alimuddin RM. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekda Kabupaten Indragiri Hilir, H ALimuddin RM berjanji untuk bertindak tegas jika memang benar PT SAL tidak indahkan surat perintah penghentian operasional yang telah dikeluarkan pemerintah daerah sebagaimana informasi yang disampaikan warga setempat. Pengabaian itu bahkan dinilai sebagai sebuah bentuk pelecehan.

“Kalau memang benar, kami akan bertindak lebih tegas. Apalagi ketidakpatuhan itu jelas merupakan pelecehan terhadap kewibawaan pemerintah,” Ujar Sekda dihadapan warga pungkat dalam pertemuan di kantor Bupati Inhil, senin (8/12).

Sekda juga sempat menyampaikan bahwa perintah penghentian operasional perusahaan harus dipatuhi hingga persoalan yang terjadi dengan masyarakat dapat diselesaikan. “Saya kecewa jika memang perintah dengan surat tertulis itu tidak dipatuhi,” lagi tambahkan Sekda

Diakhir kalimatnya Sekda meminta kepada masyarakat setempat untuk terus memantau aktifitas PT SAL, apakah sesuai dengan permintaan Pemerintah ataukah masih menyelewengkannya lagi. (dro/Mirwan)