458 Peserta dari 12 Kabupaten Kota Siap Berlaga pada MTQ ke 33 Riau

logo1-271x242Tembilahan (detikriau.org) – 458 qori dan qoriah dari 12 Kabupaten/Kota se Provinsi Riau siap bertanding dalam berbagai cabang yang diperlombakan pada Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke 33 yang di laksanakan di Ibukota Kabupaten Indragiri hilir, Tembilahan.

Berdasarkan keterangan, Ketua Bidang Humas dan Media Centre MTQ ke 33 Riau, H Encik Kamal Syahindra, berbagai cabang yang diperlombakan yakni Cabang Tilawah, Golongan Tartil, Golongan Anak-Anak, Golongan Remaja, Golongan Dewasa dan Golongan Qiraat yang masing-masingnya dengan 24 orang peserta. Sedangkan untuk Golongan Cacat Netra hanya diikuti oleh 19 peserta.

Untuk cabang Tahfizh golongan 1 Juz dengan 24 peserta, golongan 5 Juz 22 peserta, golongan 10 Juz 22 peserta, golongan 20 Juz 18 peserta, dan 30 Juz dengan 15 peserta.

Cabang Khaff, untuk golongan Hiasan, golongan Dekorasi dan golongan Naskah yang masing-masingnya juga akan diikuti oleh sebanyak 24 peserta.

Kemudian untuk Cabang Syahril dan Cabang Fahmil masing-masingnya diikuti oleh 36 peserta. Cabang Tafsir, golongan bahasa Indonesia dengan 19 Peserta, golongan bahasa Inggris dengan 20 peserta, golongan bahasa Arab 11 peserta dan cabang terakhir M2IQ dengan total 24 peserta.

“tadi kita sudah adakan technical meeting dan pencabutan undian untuk semua cabang dan golongan yang di perlombakan. Dalam technical meeting tersebut hadir seluruh official dari 12 kabupaten/ kota yang mengikuti MTQ ke-XXXII Provinsi Riau Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2014.”Jelas Encik Kamal.

MTQ ke-XXXIII Provinsi Riau menurutnya akan di laksanakan sejak tanggal 13 Desember hingga tanggal 18 Desember 2014 mendatang. (dro/Advetorial Pemkab Inhil)




Disdik Inhil Bayarkan Dana Sertifikasi untuk 2.326 Guru

gambar: republika
gambar: republika

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pencairan dana sertifikasi bagi 2.326 guru mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK serta penjaga sekolah sebesar Rp 48 miliyar. Dana itu nantinya akan dibayarkan untuk triwulan III dan IV yang proses pencairanya melalui Bank BRI, BNI dan Bank Riaukepri.

“Dana akan masuk ke rekening guru masing-masing. Jadi tidak perlu kawatir mengenai apapun itu,” Sampaikan Helmi sambil berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi memotivasi para guru penerima sertifikasi.

Meningkatnya mutu pendidikan tidak terlepas dari kualitas, komptensi serta kinerja para guru dalam melaksanakan tugas. Untuk itu kaum guru penerima sertifikasi sepantasnya tidak mengendorkan semangat mereka. Sedangkan yang belum menerima harus tetap berjuang keras.

“Kami hanya bertugas memfasilitasi para guru untuk mendapatkan hak-hak mereka, namun dengan catatan jika segala bentuk persyaratan pencairan telah dipenuhi yang bersangkutan,” tambahnya.(dro/*1)




Sejumlah Kasus Penyelewengan Dana PNPM Mandiri Perdesaan Terungkap di tahun 2014

pnpm mandiriPekanbaru (detikriau.org) – Koordinator Konsultan PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Riau Ir. Surya Darma Lubis menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku penyelewengan dana program PNPM Mandiri Perdesaan. Baik itu yang dilakukan oleh pelaku maupun oleh fasilitator atau pendamping masyarakat desa, karena penyelewengan tersebut merupakan pelanggaran kode etik dalam melaksanakan program kemasyarakatan.

Hal tersebut disampaikannya sehubungan dengan ditetapkan dan  ditangkapnya 3 UPK kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi oleh polres Kuantan Singingi baru baru ini. Ketiga tersangka tersebut adalah mantan ketua UPK Jasnur Ahmad, Sekretaris UPK Yuliadi, dan Bendahara UPK Juliati. Motifnya adalah dengan membuat kelompok kelompok fiktip untuk mengambil uang pinjaman.

Dan pada tahun itu pula menurutnya, melalui proses musyawarah antar desa, ketiga pelaku telah dipecat dari jabatannya dan diwajibkan untuk mengembalikan hasil kehajatannya. Dikarenakan masih ada sejumlah uang yang belum dikembalikan, ketiganya pun dilaporkan kepada aparat penegak hukum atas pengaduan masyarakat.

Penangkapan lainnya oleh pihak kepolisian juga dilakukan terhadap Ketua UPK Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, Hidir Kurniawan dengan modus memakan uang pengembalian kelompok untuk kepentingan pribadi. Dengan jumlah penyelewengan ratusan juta rupiah.

“Selain memberikan sanksi administrasi berupa pemecatan, sanksi hukum sangat diyakini dapat  memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan keuangan tersebut.” Ujar Ir Surya Dharma Lubis di kantor konsultan PNPM Mandiri Perdesaan jalan Angkasa Hr subrantas, Pekanbaru kemaren

”kami sangat berterimakasih sekali dengan kerjasama yang baik ini antara pihak kepolisian dengan konsultan PNPM Mandiri Perdesaan, hingga aparat penegak hukum ini ikut menyelesaikan masalah bagi pelaku kejahatan keuangan. Sehingga , dengan masuknya kasus ini ke ranah pengadilan, maka pelaku yang ingin coba-coba tidak akan berani melakukannya kembali,” Ujarnya

Kasus penyelewengan dana PNPM MPd  di kecamatan cerenti dan kecamatan bangun Purba ini, merupakan kasus PNPM Mandiri perdesaan di Riau yang pertama kali masuk ke ranah hukum. Harapannya hal ini bisa berkelanjutan sesuai dengan pengaduan pengaduan masyarakat yang telah disampaikan kepada pihak hukum seperti yang terjadi di Logas Tanah darat yang pelakunya saat ini telah melarikan diri, maupun pelaku penyelewengan dalam program PNPM Mandiri Perdesaan yang lain yang saat ini telah dilaporkan masyarakat.

Tenaga Konsultan Spesialis Penanganan dan Penyelelesaian Masalah atau SP2M PNPM Mandiri Perdesaan Agustian juga menambahkan Pada tahun 2014, tercatat dalam program PNPM Mandiri Perdesaan 3 pelaku UPK yang dipecat dari jabatannya karena melakukan penyelewengan dana dengan menggunakan jabatannya dan mereka diwajibkan untuk mengganti uang hasil penyelewengan tersebut.

Bahkan di tahun 2014 ini BPM Bangdes telah mem-PHK 5 Fasilitator kecamatan dan fasilitator Tekhnik karena melanggar kode etik sebagai fasilitator yang selayaknya diberi amanah untuk memberdayakan masyarakat dan membina masyarakat . Mereka adalah Anwar Sadat, Januar Hanabi sebagai fasilitator Kecamatan dan fasilitator tekhnik di kecamatan Kuala Cenaku.

Lunggut Marpaung dan M. Irfan sebagai fasilitator tekhnik dan fasilitator kecamatan di kecamatan Batang cenaku, serta Edi Irwanto sebagai fasilitator tekhnik di kecamatan 13 Koto Kampar.  Mereka yang selayaknya meluruskan jalannya program agar pemanfaatannya tepat sasaran bagi masyarakat desa, justru mencari keuntungan. Modus yang digunakan para fasilitator tersebut adalah melakukan proses lelang fiktip, menentukan pemenang lelang, dan ikut menetukan  suplayer. dari proses tidak benar tersebut mereka mendapatkan keuntungan untuk pribadi.

Agustian menambahkan, Mereka saat ini masih dikenakan sanksi program, berupa pemutusan hubungan kerja dan bisa kemungkinan akan dikenakan sanksi hukum berdasarkan pengaduan masyarakat tempat dampingan mereka, apalagi bila mereka tidak memberikan etikat baik seperti mengembalikan hasil penyelewengannya kepada masyarakat.(dro/rls)




Dewan Desak Pemkab Inhil Segera Dapatkan dan Publikasikan Hasil Uji Labor Sample Air Sungai Indragiri

ikanmatiTembilahan (detikriau.org) – Dewan mendesak Pemerintah Kabupaten melalui instansi terkait untuk segera mempublikasikan hasil uji labor sample air sungai Indragiri. Ia menilai hal ini sangat penting untuk dilakukan agar dapat diketahui masyarakat secara luas. Apapun alasannya, pasokan air sungai Indragiri menjadi sumber air bersih bagi ratusan ribu masyarakat Inhil.

“Artinya pemkab Inhil melalui instansi terkait harus segera mendapatkan hasil labor itu dan mempublikasikannya. Harus ada kepastian apakah air baku itu aman atau tidak untuk dimanfaatkan masyarakat,” Sampaikan Dewan melalui Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, H Edy Harianto Sindrang kepada detikriau.org di Tembilahan, Kamis (11/12/2014)

Setakat ini polisitisi partai Golkar itu menangkap kesan ketidakseriusan instansi terkait menyikapi persoalan dugaan tercemarinya sungai Indragiri dengan bahan berbahaya itu. Iapun menyampaikan pembenaran dugaan masyarakat akan tercemarinya sungai indragiri. Buktinya jika air sungai itu tidak ada masalah, kenapa ikan-ikan dan hewan air lainnya sampai terganggu.

Ditambahkan Edy, persoalan pencemaran lingkungan bukanlah baru pertama kali ini terjadi di Inhil. Untuk hal itu, kedepannya ia berharap agar pemerintah daerah dapat menyisihkan dana untuk membuat labor uji di Inhil. “jadi kalau ada apa-apa kita bisa cepat dapat mengetahui. Jangan lamban dan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat.” Tuntas Edy

Berdasarkan keterangan masyarakat, khususnya nelayan yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sungai Indragiri, sejak kejadian matinya ikan baru-baru ini, kini penghasilan mereka jauh merosot. Sebelumnya, dalam satu kali turun ke sungai, setidaknya mereka masih bisa mendapatkan belasan kilo hasil tangkapan.

“Sekarang kita tak dapat apa-apa bang. Kemaren saya dapatkan ikan dan udang tidak lebih dari satu gayung kecil. secara pribadi saya tidak megetahui apa penyebabnya,” sampaikan Atan, salah seorang Nelayan di Kecamatan Tembilahan hulu.

Tidak hanya atan, penggemar pancing di kota Tembilahan juga mengakui minimnya hasil tangkapan ini. Menurutnya, setiap kali memancing ikan disungai Indragiri, biasanya hanya dalam hitungan jam sedikitnya ia mampu memperoleh 2 hingga 3 ekor udang galah. Beberapa hari belakangan ini. Jangankan dalam hitungan jam, dalam hitungan haripun hasilnya sangat mengecewakan.

“beberapa kali hasil tangkapan kami Nihil. Bisa saja ini akibat cemaran limbah baru-baru ini di Kecamatan Kempas,” Duganya.

Sebelumnya, awal desember lalu, masyarakat di Kecamatan Kempas dan Tempuling banyak menemukan ikan mati di sepanjang aliran sungai. Tidak hanya itu, warga juga dikagetkan oleh temuan seekor buaya muara terapung lemas. Kematian ikan dan buaya ‘mabuk’ ini diduga masyarakat akibat pencemaran limbah pabrik di aliran sungai.

Dugaan pencemaran limbah pabrik itu, menurut masyarakat diperkuat oleh penyakit gatal-gatal yang dialami warga seusai memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga. Padahal sebelumnya tidak demikian. (dro)




Sukses Tidaknya Sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan MTQ, Taruhannya adalah Marwah Daerah

mtqTembilahan (detikriau) – Belum dimulai pelaksanaan iven religi MTQ tingkat Provinsi Riau ke 33 di Kabupaten Indragiri Hilir, berbagai masukan cukup banyak disampaikan oleh masyarakat. Baik itu masukan yang bersipat kritikan, saran maupun dukungan.

Salah seorang anggota Dewan Presidium Fokus Ornop Kabupaten Indragiri Hilir, Zulkifli menyampaikan sambutan baik dan syukurnya dengan dijadikannya Inhil khususnya kota Tembilahan sebagai tuan rumah helat religi tingkat provinsi riau ini. Keberhasilan Inhil sebagai tuan rumah menurutnya akan menentukan berhasil atau tidaknya panitia mempertahankan marwah daerah.

Sejauh ini ia menilai berbagai persiapan yang sudah dijalankan panitia berjalan cukup baik dan iapun berharap semua usaha dan upaya ini dapat berjalan lancar. Hanya saja dalam kesempatan perbincangan dengan detikriau.org ia juga menyampaikan kritikan dengan tidak dimanfaatkannya fasilitas Islamic Centre.

“Untuk kepentingan masyarakat banyak kenapa fasilitas ini tidak kita manfaatkan? Jika hanya persoalan serah terima pekerjaan yang menjadi halangan, bukankah itu hanya masalah administrasi? Intinya tidak ada salahnya bangunan yang sudah susah payah didirikan itu dimanfaatkan,” Ujar Zulkifli.

Ditambahkan Pili panggilan Akrab laki-laki bertubuh kecil ini, Islamic Centre merupakan fasilas agama khususnya agama islam dan pastinya sejalan dengan helat MTQ. Jika sebelumnya panitia memanfaatkan Islamic centre, ia berkeyakinan tidak sedikit penghematan biaya bisa dilakukan.

“Penghematan itu bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan lainnya yang sejalan dengan kegiatan MTQ.” Nilai Pili

Warga Tembilahan Hulu, Ridwan dalam perbincangannya dengan detikriau.org juga menyatakan rasa syukurnya dengan ditunjuknya Inhil sebagaituan rumah. Ia berharap seluruh panitia bekerja maksimal agar iven ini dapat berjalan dengan sukses.

“Saya setuju bahwa keberhasilan Inhil sebagai tuan rumah adalah pertaruhan marwah daerah. Jangan sampai gagal,” Pesannya

Jika gagal, ditambahkannya, bukan hanya pihak panitia tetapi nama daerah dan nama masyarakat Inhil juga pastinya akan tercoreng. (dro)




Bupati Inhil Hadiri Rapat Evaluasi DMIJ 2014

Bupati saat memimpin rapat DMIJTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil HM Wardan memnghadiri sekaligus memimpin secara langsung kegiatan rapat evaluasi program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tajaan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bertempat di Hotel Telaga Puri Tembilahan, Kamis (11/12/2014).

Selain Bupati, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BPMPD Inhil H Yulizal S.Sos MM serta diikuti sebanyak 300 peserta terdiri dari Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Inhil serta pendamping desa di lingkungan Inhil.

Dalam sambutannya, Bupati Inhil menyampaikan bahwa untuk program DMIJ itu harus sukses dijalankan, ketika ada beberapa persolaan dilapangan diminta Bupati segera ditanggulangi oleh pihak terkait. Sebab, DMIJ itu merupakan program utama kepemimpinan Warohmah pada periode ini.

“DMIJ inilah salah satu janji politik saya ketika ingin menjabat sebagai Bupati Inhil kemaren, oleh karena itu saya harapakan setiap yang terkait program ini harus dijalankan dengan serius dan sukseskan semaksimal mungkin,” kata Bupati

Pada laporan 10 Desember kemaren lanjutnya, sudah ada empat kecamatan yang mencapai progress hingga 100 persen, dan ini merupakan pertanggung jawaban yang resmi oleh pihak yang menangani terhadap setiap desa itu.

“Diantara 4 kecamatan itu ialah, kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), kecamatan Tempuling, kecamatan Kemuning dan kecamatan Tembilahan Hulu,” Rinci Bupati

Sementara itu, dari sumber BPMPD Inhil, bahwa keseluruhan total alokasi dana pada tahun 2014 ini sedikitnya berjumlah Rp 105,25 Milyar pada realisasi pencairan dana ke desa per tanggal 10 Desember dan per 5 Desember 2014 untuk kemajuan Fisik.(mirwan/adv pemkab inhil)