Disisi Warna, PDAM TI Akui Produksinya Belum Maksimal
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan mengakui bahwa kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan belum maksimal. Hingga hari ini berbagai upaya terus dilakukan guna meningkatkan kepuasan pelanggan.
Dikatakan oleh Plh Direktur PDAM TI, H Edywan Shasby, masih rendahnya kualitas air itu disebabkan beberapa faktor, diantaranya pengaruh pasang surut Sungai Indragiri serta curah hujan yang cukup tinggi.
“Air yang mengalir dari daratan kealiran sungai berwarna coklat kehitaman sangat sulit diolah dengan kondisi fasilitas pengolaan yang ada saat ini,” sebut Edywan, kemaren
Untuk menghilangkan warna coklat kehitaman air tanah gambut yang mengalir dari daratan ini diperlukan pemrosesan secara lengkap melalui proses koagulasi + flukolasi dan proses sendimentasi dan filteriasai yang baik.
“Ke dua koagulan yang dapat menghilangkan warna, yakni koagulasi + flukolasi (PAC). Namun kelemahan metode ini dari sisi biaya yang lebih mahal,” sebutnya.
Sedangkan solusi lainya lanjut Edywan, dengan menggunakan kapur (caO) atau soda abu. Pada saat ini diakuinya PDAM Tirta Indragiri Tembilahan belum mampu memenuhi kriteria pengolahan untuk air berwarna. Mudah-mudahan untuk masa mendatang hal itu mampu dilakukan.
Beberapa waktu belakangan ini sebagain besar pelanggan PDAM Tirta Indragiri Tembilahan memang sedikit mengeluhkan kualitas air yang dinilai kurang jernih. Warga berharap kondisi itu bisa diatasi dengan segera oleh pengelolanya.(dro/*1)
Perlu Klarifikasi, BKD Inhil Tunda Umumkan Hasil Tes CPNS 2014
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Indragiri Hilir belum umumkan hasil tes CPNS formasi tahun 2014 disebabkan masih ada beberapa nama yang mesti harus kembali diklarifikasi kepihak Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Kita memang sudah terima hasil tes itu dari Kemenpan RB pada tanggal 8 Desembar kemaren. Tapi pengumumannya terpaksa harus kita tunda karena masih ada beberapa nama yang harus diklarifikasi kembali.” Ujar Kepala BKD Inhil, H Syaifuddin, jum’at (12/12)
Syaifuddin juga menjelaskan surat yang ia kirim kepada Menpan RB bernomor 813/BKD/12/2014/2887 namun hingga hari ini belum ada balasan.
“Kita berharap seluruh peserta bersabar. Silahkan semua pihak ikut memantau langsung hasilnya. Dengan harapan hasil yang akan diumumkan nanti benar-benar clear dan dapat dipertanggung jawabkan,” Tandasnya.(dro/*1)
Wings Air Juga Diharapkan Plt Gubri untuk Mendarat di Bandara Tempuling
Plt Gubri bersama Bupati Inhil saat meninjau pekerjaan PLTU Sungai Beringin. Foto: Mirwan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setibanya di Inhil, Plt Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjulianti Rachman juga mengutarakan bahwa Selain pesawat perintis Susi Air yang kini sudah melayani penerbangan 2 kali seminggu rute Pekanbaru- Tembilahan (PP), diharapkan maskapai penerbangan domestik,Wings Air juga bisa mendarat di Bandara Tempuling.
“Hanya satu alat yang masih harus dilengkapi, yaitu NDB (Non Directional radio Beacon. red). Jika peralatan pendukung itu bisa kita lengkapi, Wings Air juga ingin masuk ke bendara Tempuling, ” kata H Arsyad
Ditambahkan, ia telah membicarakan hal ini dengan Bupati Inhil untuk mencoba menegosiasikan Wings Air agar bisa mendarat di Kabupaten Seribu Parit ini dengan dijanjikan untuk melengkapi alat pendukung.
“Kita minta Wings Air jalan dululah, kami janjikan akan melengkapi peralatannya. Buktinya tapa peralatan itu, sebelumnya Wings Air juga pernah mendarat di Bandara Tempuling saat mengangkut jamaah haji,” Tambahnya
Iapun menegaskan bahwa untuk pendanaan pengadaan peralatan pendukung akan diangarkan melalui APBD Provinsi Riau tahun 2015 mendatang. (Mirwan)
Baru Tiba, Plt Gubri Langsung Tinjau Pelabuhan Parit 21 dan PLTU
Plt Gubri didampingi Bupati Inhil saat melihat rincian pekerjaan Pelabuhan pelabuhan parit 21 Tembilahan. Foto: Mirwan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setibanya di Tembilahan, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman langsung meninjau pelabuhan parit 21 dan pembangunan PLTU Tembilahan, Jum’at (12/12/2014).
Dalam kunjungan itu, Plt orang nomor satu di Provinsi Riau ini didampingi Bupati Inhil HM Wardan, Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam serta sejumlah pejabat.
Tinjuan ke Pelabuhan parit 21, Plt Gubri meminta kepada pemerintah Kabupaten untuk segera mengoperasionalkan dermaga yang dibangun dengan dana milyaran rupiah ini, meskipun dalam batas pengoperasionalan seadanya.
“sementara container kita batasi dulu. Cukup yang kecil-kecil saja hingga seluruh fasilitas penunjang terpenuhi,” Sarannya
Dilokasi pengerjaan pembangunan PLTU Sungai Beringin, plt gubripun berharap fasilitas publik ini dapat segera berfungsi. Ia juga sempat menyampaikan harapan, dirinya bersama Bupati Inhil, HM Wardan untuk bertemu dengan Direksi PLN guna mencarikan solusi agar pengerjaan pembangunan PLTU yang saat ini terhenti dapat kembali diteruskan hinga tuntas.
Menurut Awak media, hingga pembangunan PLTU usai, dengan kapasitas daya hanya 2 x 7 MW pastilah belum mencukupi meskipun hanya untuk kebutuhan masyarakat kota Tembilahan.
“yang penting syukuri dulu kita mendapatkan tambahan daya 2 x 7 MW. Nanti tentunya dikombinasikan dengan pembangkit diesel yang kini sudah tersedia. ”Tandas plt Gubri. (mirwan)
Ketua DPRD Inhil Desak BLH Serius Sikapi Pencemaran Sungai Indragri
Gambar ilustrasi pembuangan limbah
Tembilahan (detikriau.org) – Kesan tidak serius pemerintah menyikapi persoalan dugaan pencemaran air sungai Indragiri kini juga mulai menarik perhatian Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam. Ia meminta pemerintah dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk segera dan serius menyikapi persoalan ini.
“pesan saya BLH jangan terlalu cepat menarik kesimpulan agar tidak menjadi polemik ditengah masyarakat,” Ujar Dani M Nursalam
Dikatakan Dani sebagaiman Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil ini akrab disapa dalam perbincangan dengan detikriau.org diruang kerjanya, Jum’at (12/12), BLH harusnya segera mengecek kembali seluruh aktifitas yang ada disepanjang aliran sungai, baik itu aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat maupun milik perusahaan yang patut diduga sebagai pemicu masuknya bahan-bahan berbahaya ke aliran sungai Indragiri.
Disamping hal itu, untuk pengujian sample air, disarankannya BLH tidak hanya bersandar sepenuhnya kepada hasil pengujian laboratorium milik pemerintah di Provinsi tetapi sebaiknya juga melibatkan laboratorium independent seperti Universitas yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan pembanding.
“Cek juga kegiatan-kegiatan industri yang memiliki amdal baik itu UKL maupun UPL,” Saran Dani yang saat itu didampingi oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna.
Menurut politisi lulusan sarjana perikanan ini, Jika BLH bisa melakukan pemeriksaan secara komprehensif maka tentunya akan diketahui potensi kemungkinan terbesar masuknya zat berbahaya yang menjadi penyebab matinya ikan dan hewan air lainnya. Zat apa yang paling banyak didapati di air sample pada saat terjadinya peristiwa itu dan kegiatan mana yang memilki kontribusi terbesar sebagai penghasil bahan2 tersebut tentunya akan dapat dipastikan.
Dalam kesempatan itu Dani juga mengatakan bahwa suatu saat kondisi serupa ini bisa saja akan berulang kembali. Jika saat kejadian ini pemerintah lamban mengambil sikap dan menjadikan pembelajaran dan kejadian ini terus berulang, ia khawatir lambat laun aliran sungai Indragiri kedepannya tidak lagi bisa dijadikan sumber penghidupan oleh masyarakat khususnya nelayan.
“nanti kita akan panggil BLH untuk memintakan klarifikasi terkait persoalan ini. Yang jelas kejadian ini jangan dianggap persoalan biasa karena akan berdampak kepada kerusakan lingkungan. ” Tegaskan Dani.
Ketua Komisi II, Iwan taruna dalam kesempatan ini juga meragukan alibi yang dilontarkan BLH Inhil bahwa penyebab matinya ikan dan hewan air disebabkan penurunan kadar oksigen terlarut akibat tingginya curah hujan.
Alasanya, jika hal itu benar, kenapa penurunan oksigen terlarut yang menyebabkan kematian hewan air hanya terjadi mulai kecamatan Kempas? Padahal di kabupaten Inhu, curah hujan juga tinggi yang tentunya juga terjadinya penurunan kadar oksigen terlarut.
“kita juga mendapatkan keluhan masyarakat dalam kegiatan reses kemaren. Apalagi dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Kempas tetapi juga masyarakat di Kecamatan Tempuling, Tembilahan Hulu, Tembilahan dan Kuala Indragiri,” Sampaikan Iwan.
Sebelumnya, Kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hilir, H Encik Kamal Syahindra menyebutkan bahwa penyebab matinya ikan serta hewan air lainnya dialiran sungai Indragiri lebih dimungkinkan disebabkan pestisida dilahan pertanian masyarakat yang terbawa bersama naiknya air pasang dan curah hujan.
Berdasarkan hasil laporan pengelolaan limbah perusahaan yang ada di sepanjang Sungai Indragiri dalam beberapa bulan terakhir ini menurutnya masih dalam ambang batas. Artinya tidak ada pengelolaan limbah milik perusahaan yang salah.
“Jadi lebih dimungkinkan diakibatkan pertisida dilahan pertanian masyarakat atau juga akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan meningkatnya kadar keasaman air sungai indragiri.” Jawabnya saat dikomfirmasi saat itu. (dro)
Situs Resmi MTQ Riau ke 33 Dijahili Hackher
Tembilahan (detikriau.org) – Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan berbagai informasi seputar pelaksanaan helat religius MTQ Riau ke 33, panitia melounching situs resmi beralamat http://mtqriau.inhilkab.go.id/. Sayangnya kini pusat informasi itu dijahili hackher dan tidak bisa diakses.
Pantauan detikriau.org, jum’at (12/12) sekitar pukl 16.30 Wib, situs resmi MTQ Riau ke 33 ini masih mudah diakses. Ba’da magrib, sekitar pukul 19.20 Wib, laman MTQ yang dikelola Kabupaten Indragiri Hilir ini tidak bisa lagi diakses untuk mendapatkan informasi.
Dihalam hacker tertera tulisan: fahriezaer
#InhilHackerlink ikut memeriahkan perayaan perayaan MTQ riau ke 33
Dibaik selanjutnya tertulis kalimat yang berbunyi “Internet adalah tempat kebebasan berekpresi, kebebasan berinovasi, kebebasan berbagi, kebebasan belajar, kebebasan berpendapat, kebebasan berekperimen dan kebebasan berkomunikasi. internet adalah rumah kedua dalam kepenatan hidup di dunia.”
Dibarisan terakhir tertulis, admin. you have a serious vurnerability in your site, pleas patch or i will back again.(dro)