Bunda PAUD Inhil Kunjungi Lembaga PAUD di Concong Dalam

Hj. Zulaikhah Wardan menyerahkan bantuan APE kepada Lembaga PAUD di Desa Concong Dalam Kecamatan Concong.Concong (detikriau.org) – Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikah Wardan melakukan kunjungan kerja ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) “ Karya Bersama “ Desa Concong Dalam Kecamatan Concong. Kunjungan kerja ini sejalan dengan kehadiran Bunda PAUD pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Desa setempat, selasa (16/12) kemaren.

Dalam kunjungannya itu, Bunda PAUD Inhil menyatakan rasa keprihatinannya akan keberadaan lembaga PAUD yang ada di Desa concong dalam ini. Menurutnya, setiap lembaga PAUD setidaknya harus memiliki peralatan permainan edukasi. Tetapi lembaga PAUD ini, jangankan peralatan permainan edukasi bahkan berbagai fasilitas lainnya termasuk tempat masih sangat minim.

“oleh karena itu dalam kesempatan ini saya juga menyerahkan Alat permainan edukatif (APE) yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan di lembaga PAUD Karya Bersama ini,” Ujar Bunda PAUD Inhil.

Istri Bupati Inhil ini meminta kepala desa setempat untuk segera menyampaikan usulan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan agar dapat melakukan perehaban fasilitas bangunan dan penambahan berbagai failitas lainnya yang masih dibutuhkan termasuk melakukan pendataan tenaga pengajarnya yang belum mendapatkan pendidikan untuk dapat segera diikutsertakan dalam pendidikan. (dro/adv pemkab inhil)




Wabup Inhil Irup Peringatan Hari Ibu ke 86 dan HKSN

Wabup tampil sebagai inspektur upacara peringatan hari ibu di halaman kantor bupati inhil]Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo tampil sebagai inpektur upacara peringatan Hari Ibu ke- 86, HKSN dan Pencanangan Gerakan Nasional Bela Negara yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Inhil, rabu (17/12). Dalam kesempatan itu, Wabup membacakan sambutan Menteri Pemberdayan Perempuan dan pelindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise tentang peringatan Hari Ibu.

Dalam amarannya Mentri menyampaikan bahwasanya Hari Ibu di Indonesia lahir dari pergerakan Bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia sungguh mengesankan. Ekspresinya antara lain terlihat dalam Kongres Perempuan pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta sebagai tekad bersama mendorong pembentukan Indonesia merdeka. Setiap diselenggarakan Hari Ibu Indonesia dapat dimaksudkan dan/atau diarahkan untuk selalu membangkitkan semangat perjuangan tentang keluhuran dan keagungan peran perempuan sebagai Ibu dan keibuan yang protektif terhadap kehidupan.

Sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, perayaan Hari Ibu ditetapkan setiap tanggal 22 Desember. Dengan adanya peringatan Hari Ibu terbukti adanya perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Peringatan Hari Ibu ini juga membawa pengaruh positif bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk selalu menghargai hak-haknya sebagai perempuan.

“Saya berharap dengan peringatan Hari Ibu ke-86 tahun 2014 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan baik didalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” Pesan Ibu Mentri.

Sehubungan dengan peringatan HKSN, Mentri berharap peringatan ini akan semakin memperteguh semangat kesetiakawanan sosial, di antara seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini ditambahkan Mentri, Negara Indonesia juga masih menghadapi masalah kemiskinan dan pengangguran. Kita masih menyaksikan anak-anak jalanan dan pengemis, serta keluarga yang sungguh miskin dan menderita. Kesemuanya itu, memerlukan kesetiakawanan di antara kita. Pengurangan jumlah penduduk miskin dan pengangguran, rehabilitasi anak-anak jalanan dan pengemis, merupakan agenda kita bersama. Upaya itu, mustahil akan terwujud, jika tidak ditunjang oleh keterlibatan semua pihak. Sebagaimana ajaran setiap agama, yang mengajarkan kepada kita semua untuk saling mengasihi di antara sesama.

Ajaran agama Islam misalnya, sangat mendorong umatnya untuk memberantas kemiskinan. Upaya itu wajib dilakukan baik melalui penciptaan tatanan masyarakat yang adil, maupun melalui zakat, infaq, dan shadaqah. “Memberikan sebagian rezeki yang diperoleh, untuk membantu kaum dhuafa adalah bagian dari Jihad fi Sabilillah” Ujar Mentri

Pada kegiatan ini Wabup melakukan pencanangan Gerakan Nasional Bela Negara di Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2014. Usai pelaksanaan Apel juga dilakukan penyerahan Hadiah lomba sempena Peringatan Hari Ibu, dan penyerahan bantuan. (dro/adv pemkab inhil)




Tsk Penggarap Gadis di Bawah Umur digari. Terancam 12 Tahun Penjara

pencabulanTEMBILAHAN  (detikriau.org) – Lukman (22) warga Kanal 12 SP 11, Desa Tegal Rejo, Kecamatan Pelangiran diancam hukuman kurungan penjara selama 12 tahun akibat melarikan dan menggauli gadis dibawah umur.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik, M,Si melalui Kanit Reskrim Polsek Pelangiran, Brigadir Delni Atma Saputra, mengatakan penangkapan pelaku didasarkan adanya pengaduan pihak keluarga korban.

“Kita sduah amankan tsk pada senin (15/12) kemaren. Dari hasil pemeriksaan, pelaku sudah beberapa kali menggauli korban. Perbuatan ini jelas melanggar norma-norma hukum yang berlaku,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pelangiran, Selasa (16/12)

Sekedar mengingatkan, pada 12 Oktober kemarin, NY pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Sekitar 2 pekan setelah itu NY menghubungi orang tuanya. Dalam percakapan via telpon, ia mengaku ditinggal Lukman di salah satu jembatan di Tembilahan.

Merasa tidak senang dengan tindakan pelaku terhadap Ny, pihak korbanpun melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Petugas yang menerima laporan tentang peristiwa langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya sudah dikantongi.(dro/*1)




Minggu Mendatang, Verifikasi APBD Inhil 2015 diperkirakan Rampung

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika tidak ada persoalan mendasar, diperkirakan proses verifikasi APBD Inhil tahun 2015 di Provinsi Riau sudah tuntas satu pekan kedepan

“APBD-nya sudah kita sampaikan ke Provinsi untuk proses verifikasi. Mudah-mudahan prosesnya bisa cepat,”ujar Alumuddin.

Ditargetkan jika proses verifikasi selesai sesui harapan, maka pada awal 2015 mendatang segala bentuk program-program pembangunan dan kegiatan yang dianggarkan sudah bisa dilaksanakan.

“Verifikasi inikan sama dengan memperbaiki APBD, mana tahu ,masih terdapat kekurangan atau tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga harus dipernbaiki. Kalau memang tidak ada masalah maka prosesnya tentu bisa cepat,” jelasnya.

Pada prinsifnya, kata Sekda yang terkenal ramah ini, proses verifikasi tetap berpedoman pada ketentuan. Untuk itu agar program pemerintah dapat berjalan dengan segera, ia berharap agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) segera mempersiapkan segala sesuatu mulai dari administrasi hingga yang lainya.(dro/*1/adv pemkab inhil)




Inhil, Realisasi e-KTP Baru Capai 76,80 Persen

Kepala Disducapil Inhil, H Tengku Eddy Efrizal
Kepala Disducapil Inhil, H Tengku Eddy Efrizal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga menjelang berakhirnya tahun 2014, dari jumlah wajib KTP di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 458.547 jiwa, yang telah melakukan perekaman baru terdata sebanyak 374.875 jiwa atau sebesar 76,80 persen.

“ Dari 374.875 jiwa yang sudah merekam itu, baru 280.270 keping e-KTP yang sudah dicetak. Sedangkan yang siap untuk dicetak setelah selesai verfikasi data di pusat jumlahnya mencapai 46.237 jiwa,” ungkap Kepala Disducapil Inhil, H Tengku Eddy Efrizal, kemarin.

Belum tuntasnya program nasional ini menurutnya disebabkan adanya berbagai persoalan. Secara nasional, masih terjadinya perdebatan persoalan pencantuman kolom agama. Untuk Inhil persoalan lainnya adalah belum mencukupinya ketersediaan blangko e KTP yang dipasok oleh pusat.

Dengan kondisi ini, KTP Siak menurutnya masih sah sebagai identitas kependudukan. Meskipun belum disahkan secara tertulis tetapi secara lisan perpanjangan pemberlakuan KTP siak sudah disampaikan pada Rakernas administrasi kependudukan yang dilaksanakan di Yogyakarta akhir November kemarin. (dro/*1)




Sedianya Akan Ikuti HMPI dan BMN 2014 di Concong. Eh, Malah Terlantar di Pelabuhan

foto0716TEMBILAHAN (detikriau.org) – 10 anggota pramuka yang tergabung dalam Satuan Karya Wanabakti serta 3 pendampingnya terlantar di Pelabuhan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tembilahan. Sedianya mereka akan diikutsertakan pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2014 yang diadakan di Desa Concong Dalam Kecamatan Concong. Selasa (16/12/2014)

Dituturkan salah seorang anggota pramuka, syaiful, atas perintah Pembina, mereka ditugaskan untuk mengikuti kegiatan dimaksud. Sejak tanggal 12 desember, pihak pelaksana kegiatan bahkan sudah mengirimkan surat permintaan izin kepada sekolah yang bersangkutan.

Diceritakannya, sejak pagi, selasa (16/12) mereka telah berkumpul dipelabuhan menunggu pemberangkatan. Speedboat pertama yang memberangkatkan peserta telah penuh dan langsung berangkat. Mereka diminta untuk menunggu speedboat berikutnya.

Mirisnya saat sudah berada didalam speedboat kedua, mereka malah diminta kembali keluar dengan alasan speedboat penuh.

“Sedih aja bang, padahal dari kemarin kita sudah izin ke sekolah. tapi malah tak jadi berangkat.” Ujar saiful.

Senada, salah seorang pendamping, Nasrudin jga menyampaikan rasa kekecewaan apalagi menurutnya mereka sudah sangat antusias ikut andil dalam kegiatan hari lingkungan hidup ini namun akhirnya malah ditelantarkan. “pastinya kita sangat kecewa. adik-adik ini sudah menunggu sejak pagi. kami merasa dipermainkan oleh pihak terkait,” Ujarnya dengan kekecewaan. (Mirwan)