Sampaikan Visi-Misi, Lagi-lagi Kedatangan Mbah Parto Disambut Ratusan Warga

ARB INdonesia, DUMAI – Kedatangan H. Soeparto Wiguno, calon Wakil Walikota Dumai yang berpasangan dengan Ferdiansyah SE, disambut hangat oleh ratusan warga. Meskipun telah berusia 75 tahun, semangat pria yang akrab disapa Mbah Parto ini masih membara, layaknya semangat juang ’45.

H. Soeparto Wiguno bukan sosok asing bagi masyarakat Dumai. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai tokoh dermawan yang kerap membantu anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Setiap minggunya, lebih dari 60 anak yatim menerima bantuan darinya. Selain itu, H. Soeparto juga menyediakan kain kafan, ambulans, serta tanah wakaf secara gratis bagi berbagai suku, sebagai bentuk kontribusinya bagi kerukunan masyarakat lintas etnis di Dumai.

“Mbah Parto telah banyak berbuat bagi kita, mulai dari membantu anak yatim hingga memberikan fasilitas bagi mereka yang membutuhkan tanpa pandang bulu. Itulah yang membuat beliau begitu dihormati dan dikenang di hati masyarakat Dumai,” ujar salah satu warga saat acara berlangsung.

Dalam Sosialisasinya, H. Soeparto Wiguno menyampaikan visi besarnya untuk memberikan seragam dan buku pelajaran secara gratis bagi seluruh siswa di tingkat SD, SMP, hingga SMA setiap tahunnya.

Ini merupakan salah satu upayanya untuk meringankan beban orang tua, khususnya dari kalangan menengah ke bawah, yang selama ini harus berjuang mengeluarkan biaya tinggi untuk pendidikan anak-anak mereka.

“Selama ini, banyak ibu-ibu yang mengeluhkan harga seragam dan buku sekolah yang terus naik setiap tahunnya. Insya Allah, jika kami terpilih, kami berkomitmen untuk memberikan seragam dan buku gratis agar beban masyarakat berkurang,” ujar H. Soeparto Wiguno.

Mendengar visi dan misi yang disampaikan, warga yang hadir semakin yakin dan siap memenangkan pasangan Ferdiansyah SE dan H. Soeparto Wiguno yang mengusung slogan FATONAH (Ferdiansyah – Soeparto Amanah). Para pendukung dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel kemenangan, “FATONAH, menang, menang, menang!”

“Kami yakin pasangan ini adalah pilihan terbaik untuk Dumai. Pak Ferdiansyah dan Mbah Parto memiliki rekam jejak yang jelas, dan mereka mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujar seorang ibu yang hadir di acara tersebut.*




Kadiskes Inhil Dampingi Pj Bupati Sidak Puskesmas

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Pj Bupati Erisman Yahya melakukan kunjungan ke Puskesmas Tembilahan Kota yang berlokasi di Jl. Gunung Daek pada hari Kamis, 19 September 2024. Kunjungan ini merupakan bagian dari Program Kamis Bersih yang bertujuan untuk memeriksa kebersihan fasilitas dan meningkatkan standar pelayanan kesehatan.

Dalam kunjungannya, Pj Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan pejabat terkait lainnya. Erisman Yahya melakukan dialog dengan pihak Puskesmas mengenai kebersihan dan kualitas pelayanan. Dalam wawancaranya dengan tim GGTV, Pj Bupati menyatakan, “Program Kamis Bersih bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan kebersihan Puskesmas lebih ditingkatkan. Saya juga berharap semua fasilitas kesehatan dapat memenuhi standar kebersihan yang tinggi.”.

Kasubbag Tata Usaha UPT Puskesmas Tembilahan Kota, Suryadi, menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan Pj Bupati. Ia mengatakan, “Kunjungan Pj Bupati sangat memotivasi kami untuk terus menjaga kebersihan dan kualitas layanan Puskesmas.”

Setelah kunjungan ke Puskesmas Tembilahan Kota, Pj Bupati dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Gajah Mada. Di sana, mereka memeriksa berbagai fasilitas termasuk ruang perawatan dan sarana penunjang lainnya, serta melakukan dialog dengan petugas Puskesmas mengenai pelayanan yang diberikan. (Adv)




Warga Binaan Rutan Dumai Peringati Maulid Nabi Sebagai Momen Meningkatkan Kecintaan Kepada Rasulullah

ARB INdonesia, Dumai – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, Kanwil Kemenkumham Riau menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1446 Hijriah di Mesjid Al Maghfirah Rutan Dumai, Rabu (18/9).

Kegiatan Maulid Nabi dibuka langsung oleh Kepala Rutan Dumai, Yudhi Khairudin yang diikuti oleh pegawai dan warga binaan Rutan Dumai.
Pada kesempatan ini Karutan mengajak warga binaan untuk lebih giat dalam beribadah dan belajar memperdalam ilmu agama di Mesjid Al Maghfirah ini.
Harapan Karutan, Rutan Dumai mampu menghasilkan para warga binaan penghafal Alquran.

Tak hanya itu, Ustad Ahmad Hariandi sebagai penceramah dalam tausiahnya mengatakan cinta kepada Nabi Muhammad SAW adalah wujud penghormatan dan kepatuhan yang mendalam dari umat Islam. Rasa cinta ini diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau serta mengikuti sunnah yang beliau ajarkan.

“Melaksanakan sunnah bukan hanya sekadar menjalankan perintah, melainkan juga bentuk cinta yang ditunjukkan melalui tindakan nyata, dengan harapan mendapatkan ridho Allah SWT dan keberkahan dalam kehidupan”, ujarnya.

Ust. Ahmad Hariandi menambahkan, melalui keteladan Nabi Muhammad, umat belajar tentang kasih sayang, kesederhanaan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi setiap aspek kehidupan. ***




Dinkes Inhil Gelar Rapat Pertemuan Koordinasi Implementasi Kawasan Tanpa Rokok

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Untuk mengimplementasikan program kawasan bebas tanpa rokok, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menggelar rapat Pertemuan koordinasi implementasi kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2024 di Aula Dinas Kesehatan Inhil, Kamis (19/9/24).

Pelaksanaan tersebut tampak dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, OPD dan instansi terkait di lingkungan kabupaten Indragiri Hilir serta tamu undangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Rahmi Indrasuri mengungkapkan saat ini kebiasaan merokok sudah meluas dihampir semua kelompok masyarakat di Indonesia tidak terkecuali kabupaten Inhil dan cenderung meningkat, terutama dikalangan anak dan remaja, sebagai akibat gencarnya promosi rokok di berbagai media massa.

Hal ini memberi makna bahwa masalah merokok telah menjadi semakin serius, mengingat merokok beresiko menimbulkan berbagai penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat terjadi baik pada perokok itu sendiri maupun orang lain di sekitarnya yang tidak merokok (perokok aktif).

“Dengan adanya rapat koordinasi ini nanti dapat memberikan suatu solusi yang mana nantinya bisa diimplementasikan ke masyarakat. Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok, atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan produksi tembakau yang meliputi tempat sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat kerja, tempat kegiatan anak-anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat umum, tempat sarana olahraga, dan tempat lain yang ditetapkan,” jelas Kadinkes Inhil Rahmi saat memberikan sambutan. 

Ia juga menuturkan bahwa Kawasan Tanpa Rokok ditetapkan sebagai upaya perlindungan untuk masyarakat terhadap resiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok. 

Oleh karena itu, tujuan dari penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah ajalah menurunkan angka kesakitan/kematian akibat asapa rokok dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat meningkatkan produktifitas kerja yang optimal dan mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asap rokok serta menurunkan angka perokok dan mencegah perokok pemula kemudian mewujudkan generasi muda yang sehat.

“Berdasarkan data riset Kesehatan Dasar menunjukkan prevalensi perokok meningkat 28,8% (2013) menjadi 29,3 % (tahun 2018) dan 33,5 % (tahun 2021 GATs). Sementara itu, Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) tahun 2019 juga menyebutkan adanya peningkatan prevalensi perokok pada anak sekolah usia 13-15 tahun dari 18,3% di tahun 2016 menjadi 19,2% di tahun 2019. Diharapkan pertemuan ini memberikan suatu terobosan guna menekan kecanduan perokok khususnya bagi anak-anak muda kita sebagai penerus bangsa,” imbuhnya. ADV




Anemia Masih Jadi Masalah Kesehatan Serius di Inhil

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kalangan ibu hamil, remaja putri, dan anak-anak. Kondisi kekurangan hemoglobin dalam darah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mengganggu produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

Data dari Dinas Kesehatan Inhil menunjukkan bahwa kasus anemia di wilayah ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta kondisi kesehatan tertentu seperti menstruasi berat atau infeksi kronis. Ibu hamil dengan anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah.

Sebagai upaya penanganan, Dinas Kesehatan Inhil telah melaksanakan program pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dan ibu hamil di puskesmas-puskesmas. Selain itu, kampanye edukasi gizi juga digencarkan untuk mendorong masyarakat mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, sayuran hijau, dan buah-buahan yang mengandung vitamin C.

Melalui berbagai langkah ini, diharapkan angka kejadian anemia di Inhil dapat ditekan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga dianjurkan untuk mendeteksi anemia sejak dini dan mencegah dampak yang lebih serius. ADV




Analisis Hasil Pengukuran Stunting Kecamatan Pulau Burung Tahun 2024

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Stunting adalah suatu kondisi gangguan tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurang gizi kronis dalam waktu yang lama sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan anak seusianya atau dapat dikatakan pendek. Kejadian stunting memberikan dampak yang
tidak baik bagi balita. 19/09/24

Dampak stunting jangka pendek berupa perkembangan fisik dan mental terganggu, kecerdasan menurun hingga masalah metabolisme. Sedangkan dampak stunting jangka panjang berupa menurunnya kemampuan kognitif, menurunnya daya tahan tubuh sehingga tubuh rentan terserang penyakit degeneratifseperti diabetes melitus, kanker, stroke serta ada hambatan dalam beraktivitas secara normal.
Stunting pada balita dipengaruhi oleh beberpa mulai dari ibu hamil mengalami kek(kekurangan energi kronis), kecukupan lama kehamilan (37-40 minggu) dan pemberian ASI Eksklusif.

 Selama pemberian MPASI kucukupan makronutrein dan mikronutrien. Selain itu, faktor lingkungan juga menjadi salah satu pencetus kejadian stunting. Kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti tidak tersedianya jamban keluarga atau tidak tersedianya akses air bersih. Pengetahuan orangtua juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kejadian stunting.

Berdasarkan data di Puskesmas Pulau Burung terjadi penurunan tren kejadian stunting
dimana tahun 2023 terdapat 20 balita terindikasi stunting dan pada tahun 2024 terdapat 10
anak balita. Balita yang terindikasi stunting dengan kisaran umur 1-4 tahun dan berjenis
kelamin 6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Selain data tersebut ada beberapa data
pendukung lainnya yang sudah di kumpulkan yang menjadi salah satu factor pemicu kejadian
stunting antara lain:

1. Usia Kehamilan

Normalnya usia kehamilan ibu berkisar antara 37-40 minggu. Tidak terpenuhinya lama masa
kehamilan berkaitan dengan kecukupan asupan nutrisi selama kehamilan. Selain itu,
beberapa penelitian menyebutkan bahwa bayi yang lahir secara prematur memiliki beresiko
kesehatan karena organ tubuhnya belum sempurna. Data usia kehamilan ibu dapat dilihat
dari tabel di bawah ini :

2. KEK (Kekurangan Energi Kronis)
KEK (kekurangan energi kronis) pada ibu hamil ditandai dengan ukuran lingkar lengan < 23.5 cm. KEK
menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian stunting karena ibu hamil tidak mendapatkan
asupan energi yang mencukupi secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Sebanyak

3. Asi Eksklusif

ASI Eksklusif diberikan kepada bayi sejak lahir sampai dengan usia 2 tahun. Pentingnya pemberian ASI
Eksklusif dapat membantu mencegah infeksi saluran pernafasan, diare, otitis media dan penyakit
lainnya pada bayi. Jumlah ibu yang memebrikan ASI Eksklusif sebanyak 1 orang dan 9 orang ibu tidak
memberikan ASI eksklusif.

4. MPASI
MPASI merupakan makanan pendamping ASI yang diberikan pada saat bayi berumur 6 bulan.
Pemberian MPASI dinilai penting karena bayi usia 6 bulan ke atas membutuhkan tambahan
energi, protein dan zat besi yang tidak cukup diperoleh hanya dari ASI. Dalam hal pemberian
MPASI ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :
a. Cukup protein
Protein menjadi salah satu kandungan gizi yang sebaiknya ada dalam makanan
pendamping asi (MPASI) karena dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan
otak bayi. Dari data diperoleh diketahui bahwa sebanyak 7 bayi tidak mendapatkan
asupan MPASI yangcukup protein dan hanya 3 bayi yang mendapatkan kecukupan
protein.

b. Tepat waktu
Pemberian MPASI yang tepat waktu dalam artian bahwa MPASI diberikan pada saat
bayi berusia 6 bulan. Pemberian MPASI yang terlalu cepat dapat meningkatkan resiko
Kesehatan berupa resiko aspirasi, meningkatnya beban kerja ginjal dan kemungkinan
terjadi kenaikan berat badan yang berlebih pada bayi. Tetapi dalam beberapa kondisi
bayi diperbolehkan diberikan MPASI lebih awal dengan anjuran dokter spesialis anak.
Dari data yang ada terdapat 3 orang bayi mendapat MPASI tepat waktu dan 7 orang
bayi tidak mendapat MPASI tepat waktu.

c. Adekuat
Adekuat dalam pemberian MPASI dimaksud adalah MPASI harus memenuhi kebutuhan
nutrisi bayi yang sedang tumbuh secara optimal. Makanan yang diberikan harus
mengandung karbohidrat,protein, lemak, vitamin dan mineral yang cukup. Data yang ada
menunjukkan bahwa sebanyak 3 orang bayi mendapatkan MPASI yang adekuat dan 7
orang bayi tidak mendapat MPASI yang adekuat.

5. Status Imunisasi
Imunisasi adalah perlindungan yang wajib diberikan pada anak-anak untuk menajga dan
melindungi anak terhadap berbagai resiko penyakit yang di sebabkab bakteri atau virus.
Pemberian imunisasi dinilai penting karena bayi masih rentan dikarenakan sistem imun yang
belum kuat. Data yang ada menunjukkan bahwa sebanyak 3 orang bayi mendapat imunisai
lengkap dan 7 orang bayi tidak mendapat imunisasi lengkap.

6. Kunjungan Posyandu
Rutin kunjungan posyandu perlu dilakukan tidak hanya pada saat anak melakukan imunisasi
rutin dari usia 0-2 tahun, tetapi kunjungan posyandu dilakukan sampai anak berusia 59 bulan.
Hal ini penting dilakukan karena pada posyandu dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan pada bayi untuk mendeteksi secara dini jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti
kekurangan gizi. Data menunjukkan bahwa 6 orang ibu rutin membawa bayinya kunjungan
posyandu dan 4 orang tidak rutin.

7. Tingkat Pemahaman Orang Tua
Tingkat pemahaman orang tuan dimaksud adalah pemahaman orangtua akan KMS (kartu
menuju sehat), pemahaman orangtua tentang stunting dan pemahan orang tua mengenai
pemberian gizi seimbang. Sebanyak 4 orang tua memiliki pemahaman yang sangat kurang, 1
orang memiliki pemahaman yang kurang dan 5 orang memiliki pemahan yang cukup.

8. Paparan Asap Rokok
Paparan asap rokok dapat menyebabkan kejadian stunting karena penyerapan asap rokok
dapat menganggu penyerapan gizi pada anak sehingga akan berdampak buruk pada
tumbuh kembangnya. Dari data diperoleh informasi bahwa semua ayah dari anak dengan
stunting merupakan perokok aktif.

Analisa dari data stunting di Puskesmas Pulau Burung Tahun 2024 diketahui bahwa perokok
aktif merupakan faktor yang paling banyak mempengaruhi kejadian stunting. Secara langsung
rokok dan paparan asap rokok yang mengandung karbon monoksida dan benzene yang
merupakan residu pembakaran rokok akan menyebabkan menurunnya jumlah sel darah
merah dan merusak sumsum tulang belakang sehingga meningkatkan resiko terjadinya
anemia pada ibu hamil. 

akan menurunkan kualitas plasenta ibu hamilHasil penelitian yang
dilakukan oleh Indonesian Family Life Survey (IFLS) menemukan bahwa perilaku merokok
berdampak pada kondisi stunting anak yang ditunjukkan pada tinggi badan dan berat badan.
Lebih lanjut, perilaku merokok yang menyebabkan stunting berhubungan dengan aspek
Kesehatan ibu hamil dan bayi, namun juga terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok
keluarga. Alokasi uang belanja yang harusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
keluarga berkurang karena dipakai untuk belanja rokok.

Yang tak kalah penting menjadi faktor yang cukup mempengaruhi kejadian stunting di wilayah
kerja puskesmas Pulau Burung adalah pemberian ASI EKsklusif. Beberapa penelitian yang
telah dilakukan menyebutkan adanya hubungan yang kuat antara pemberian ASI Eksklusif
dengan kejadian stunting. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI Eksklusif selama
enam bulan sampai umur anak 2 tahun akan memberikan perlindungan terhadap infeksi
saluran cerna dan kandungan kandungan gizi yang diperlukan untuk mencegah stunting. (ADV)